Anz Etrade Australia Login Trik forex selalu profit

Peringkat broker opsi biner:

Tips Agar Trading Forex Selalu Profit Untuk Pemula

Banyak trader mencari cara agar bisa selalu profit saat trading forex. Ini merupakan hal yang wajar. Setiap orang tentu tak suka jika harus menanggung kerugian karena salah prediksi ataupun sebab lainnya. Oleh karenanya, dalam rangka mencari sistem ampuh agar trading forex selalu profit, trader akan mencoba-coba berbagai jenis teknik analisa forex, indikator teknikal, robot forex (Expert Advisor), dan lain sebagainya. Namun demikian, mereka yang mencari-cari ini akan menemukan bahwa kerugian tetap akan terjadi, tak peduli sistem apa yang digunakan.

Faktanya, tak seorangpun dapat mengendalikan pasar maupun memprediksi masa depan secara sempurna 100 persen tepat. Trader besar seperti George Soros yang uangnya milyaran Dolar AS dan sudah diakui ketajamannya saja tidak mampu melakukannya dan harus menanggung rugi sewaktu-waktu, apalagi trader kecil-kecilan seperti kita. Akan tetapi, ada dua cara untuk memastikan agar trading forex selalu profit dalam kurun waktu tertentu.

1. Jangan menghitung untung-rugi per posisi trading; melainkan per jangka waktu tertentu, misalnya per minggu, per bulan, per 50 posisi trading, per 100 posisi trading, dan seterusnya. Dengan demikian, kita bisa membebaskan diri dari tekanan harus menang setiap kali open posisi. Rugi beberapa kali tidak menjadi masalah, karena dalam sudut pandang yang lebih luas, profit yang didapat tetap lebih besar.

Dari perspektif manajemen modal (Money Management), cara ini juga lebih baik dan berimbang, karena toh kita biasanya akan menarik profit setelah kurun waktu tertentu, bukan setelah close setiap posisi trading. Jadi, pada prakteknya, seorang trader dapat menentukan, misalnya, akan menarik profit sebulan sekali apabila dalam sebulan itu telah close minimal 20 posisi trading. Ke-20 posisi trading yang di-close itu tak harus menang semuanya. Bisa saja 2-5 diantaranya mengalami kerugian, asalkan 15-18 diantaranya menang, maka profit tetap bisa dibawa pulang.

2. Jangan trading dengan besar lot yang sama terus; melainkan kurangi besar lot trading jika sedang mengalami kerugian, kemudian naikkan lagi setelah untung. Boleh jadi seorang trader telah menerapkan tips pertama tadi, tetapi masih saja mengalami kerugian karena Win Rate sistemnya sangat rendah. Nah, jika demikian, maka cobalah tips kedua ini.

Contohnya, jika biasanya trading 4 lot mikro per posisi, maka setelah mengalami kerugian beruntun (katakanlah 3 kali rugi), kurangi jumlah lot jadi 3 lot mikro per posisi. Berikutnya, jika sudah menang, barulah naikkan lagi jumlah lot jadi 4 lot mikro. Tips ini bisa mendongkrak ketahanan modal trading, khususnya jika persediaan dana awal terhitung kecil.

Apabila kedua cara ini diterapkan bersamaan secara proporsional sesuai modal dan leverage serta sistem trading kita, maka niscaya bisa menjadi suatu cara agar trading forex selalu profit. Anda tak perlu lagi mencari-cari sistem trading dengan akurasi 100% yang cuma ilusi itu.

Peringkat broker opsi biner:

Kumpulan Strategi Trading Forex Indikator Paling Akurat Selalu Profit Konsisten

Tips dan trik membaca indikator forex agar profit konsisten

Kebanyakan pemula terjun kedalam bisnis trading forex karena tergiur akan profit atau keuntungan yang dihasilkan dari bisnis forex.

Ya. dengan bisnis forex kita dapat menghasilkan keuntungan yang besar dalam waktu yang relatif cepat dibandingkan bisnis lainnya.

Tapi untuk dapat menghasilkan keuntungan tidaklah semudah yang dilihat,karena perlu mengetahui dan menguasai cara analisa pergerakan harga forex dengan tepat.

Dibutuhkan strategi trading forex terbaik agar profit konsisten atau selalu profit ,baik untuk teknik scalping ataupun trading harian pagi hari.

Trading forex adalah suatu sistem perdagangan yang dapat menghasilkan keuntungan dua arah,artinya kita bisa memperoleh keuntungan ketika suatu harga aset sedang naik ataupun turun.

Untuk pengertian forex telah saya bahas pada artikel berikut klik => Apa itu trading forex?

Kumpulan strategi trading forex sederhana paling mudah dan terbaik

Dalam trading forex hanya ada dua jenis perdagangan yaitu Buy atau Sell artinya:

  • Pilih order Buy ketika prediksi pergerakan harga akan naik
  • Pilih order Sell ketika prediksi pergerakan harga akan turun

Sehingga kita hanya harus bisa memprediksi apakah suatu pergerakan harga akan naik atau akan turun dari harga sekarang.

Dan untuk memprediksinya ada dua macam analisa yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal.Yang akan kita bahas adalah analisa teknikal menggunakan indikator.

Kumpulan Strategi Analisa Teknikal Dengan Indikator Paling Akurat:

  • Indikator Bollinger bands
  • Indikator Moving Average
  • Indikator Alligator

1.Strategi trading forex dengan indikator Bollinger Bands

Bollinger bands indikator yang terdiri dari 3 macam garis yaitu:

  • Garis Atas (Upper bands)
  • Garis Tengah (Middle)
  • Garis Bawah (Lower bands)

Untuk garis tengah sebenarnya adalah sama persis dengan garis indikator Moving Average dengan periode 20.Yang berperan sebagai dasar dari perhitungan untuk Upper bands dan Lower bands.

Indikator bollinger bands dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu pasar sedang ramai atau sepi.

Besar kecilnya jarak antara garis Paling atas (Upper bands) dengan garis paling bawah (Lower bands) diperngaruhi oleh tingkat volatilitas harga yang sedang terjadi pada pasar forex.

  • Ketika pasar sedang ramai ditandai dengan jarak antara Upper bands dengan Lower bands besar/jauh dari sebelumnya (Cenderung menguatkan trend yang terjadi)
  • Ketika pasar sedang sepi ditandai dengan jarak antara Upper bands dengan Lower bands yang kecil/sempit (cenderung sideways/konsolidasi)

Strategi Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Secara teori ada dua macam strategi cara mudah membaca indikator bollinger bands yaitu:

  • Apakah harga akan berbalik arah (memantul/bouncing)?
  • Apakah pergerakan harga akan meneruskan trend yang sedang terjadi (continuation/breakout)

Seperti yang kita bahas diatas indikator bollinger bands berfungsi untuk menganalisa volatilitas harga yang sedang terjadi.

1.Ketika harga berbalik memantul/bouncing

Pergerakan harga akan cenderung memantul setelah menyentuh garis paling atas (Upper bands) atau garis paling bawah (lower bands) dengan garis tengah sebagai targetnya.

Dalam hal ini harga tidak akan melewati dari Upper bands dan Lower bands,sehingga kita bisa memanfaatkan sinyal ini untuk mengambil keputusan order pada trading forex.

Cara membacanya sangat mudah cukup melihat ketika pergerakan candlestick menyentuh garis atas maka diprediksi harga akan berbalik arah menuju middle bands atau ke lower bands.

Cara membaca sinyalnya adalah:
Pilih order Buy :

  • ketika Pergerakan candlestick telah menyentuh Lower bands
  • Tunggu hingga terbentuknya candlestick bullish/naik (berwarna putih)
  • Jangan lupa tetapkan/pasang stop loss

Pilih order Sell:

  • ketika Pergerakan candlestick telah menyentuh Upper bands
  • Tunggu hingga terbentuknya candlestick bearish/turun (berwarna merah/hitam)
  • Jangan lupa tetapkan/pasang stop loss

Catatan Penting: Cara ini hanya berlaku ketika pasar sedang stabil,karena ketika volatilitas pasar sedang tinggi cara diatas menjadi tidak berfungsi.

Lalu bagaimana cara mengetahui pasar sedang stabil dan volatilitas tinggi?

Agar lebih memudahkan dalam penjelasan bisa perhatikan gambar dibawah ini:

Dari gambar diatas dapat kita lihat ada dua teori yang bertentangan yaitu:
A => Candlestick menyentuh garis bawah/Lower bands ,tetapi harga tidak berbalik keatas
B => Candlestick menyentuh garis bawah/Lower bands,dan harga berbalik keatas

Untuk market yang cenderung stabil ditandai dengan arah pergerakan Upper bands dan Lower bands cenderung sejajar atau tidak mengarah kemiringan yang tajam seperti gambar diatas.

Berbeda market dengan volatilitas tinggi kemunculannya ditandai dengan kedua garis Upper bands dan Lower bands yang seperti mau membuka/saling menjauhi/melebar,dengan mengarah ke pergerakan trend tertentu entah itu naik/upptrend atau turun /downtrend seperti gambar diatas (kanan dan kiri).

2.Ketika harga continuation/meneruskan trend yang sedang terjadi

Pergerakan garis bollinger bands cenderung akan melebar ketika market forex sedang ramai dan menyempit ketika forex sedang sepi.

Selain strategi bahwa harga cenderung memantul/berbalik arah setelah candlestick menyentuh garis Upper bands maupun Lower bands yang hanya berlaku ketika pasar sedang stabil/konsolidasi.

Namun tidak selalu ketika harga menyentuh garis Upper bands maupun Lower bands pergerakan harga selanjutnya akan berbalik arah.Bisa saja meneruskan arah trend/continuation.

Itulah kenapa ketika menentukan titik masuk untuk order Buy harus menunggu terbentuknya secara utuh candlestick bullish/naik (berwarna putih),untuk mengantisipasi jika harga ternyata tidak berbalik arah.

Walaupun harga tidak berbalik arah kita tetap dapat mengambil peluang order forex yaitu:

Contoh pada order Sell:

  • Ketika garis Upper bands dan Lower bands mulai bergerak melebar dengan mengarah kebawah
  • Meskipun candlestick telah menyentuh Lower bands ,tetapi tidak muncul juga Candlestick bullish/naik berwarna putih
  • Candlestick kedua setelah candlestick pertama yang menyentuh Lower bands masih candlestick bearish (biasanya berwarna merah/hitam)
  • Itu pertanda pergerakan harga akan continuation kebawah/Downtrend.

Untuk order Buy,cara kerjanya hampir sama hanya saja pergerakan trendnya mengarah keatas.

Mudah bukan? cara membaca dan menggunakan indikator bollinger bands untuk memprediksi arah forex.

Jika masih kesulitan akan saya berikan tambahan strategi bollinger bands untuk mempermudah dalam analisa pergerakan forex.

Untuk memudahkan kita cukup menambahkan garis trend/Trendline pada chart trading seperti berikut ini:
Setiap pergerakan harga pasti membentuk zigzag dengan titik lembah dan titik puncak.Untuk menarik garis trendline paling sedikit dibutuhkan 2 titik lembah atau 2 titik puncak.

Pada arah trend naik/upptrend yang ditarik garis trendline adalah titik lembahnya:

Pada gambar diatas garis trendline telah ditembus oleh harga.Sebelum garis trendline berhasil ditembus, trend yang sedang terjadi adalah trend naik/upptrend,namun ketika trendline telah ditembus maka akan terjadi pembalikan arah trend.Yang sebelumnya upptrend menjadi downtrend.

Kita dapat melakukan order SELL pada titik dimana garis trend ditembus dengan menunggu konfirmasi terbentuknya candlestick bearish(merah) dibawah garis trendline.

Pada arah trend turun/downtrend yang ditarik garis trendline adalah titik puncaknya:

Dibutuhkan paling sedikit 2 titik puncak untuk menarik garis trend pada pergerakan harga yang sedang turun/downtrend.

Pergerakan trend akan berbalik arah ketika garis trendline telah ditembus.Dengan demikian kita bisa melakukan order BUY pada harga dimana garis trendline telah ditembus,dengan menunggu terbentuknya candlestick putih diatas trendline.

Itulah strategi analisa forex menggunakan candlestick Bollinger bands,lakukan praktek dengan akun demo terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan gaya trading anda.

2.Strategi trading forex dengan indikator Moving Average

Fungsi dari indikator Moving Average adalah untuk menentukan trend,dan prediksi pergerakan harga akan berbalik arah(reversal) atau berlanjut (continuation) ketika telah mencapai kisaran harga tertentu.

Ada 4 Macam Strategi Forex Dengan Indikator Moving Average yaitu:

  • Strategi Moving Average Menembus
  • Strategi Moving Average Memantul
  • Strategi Moving Average Menyilang (CrossOver)
  • Strategi Moving Average Double

1.Strategi Moving Average Menembus

Kita bebas memilih jenis MA yang kita sukai yaitu bisa pilih SMA atau MA (bebas) dengan settingan pengaturan default saja,tanpa merubah apapun.

Sinyal Order BUY :

  • Ketika candlestick bullish (warna putih) terbentuk dari bawah garis MA ,lalu penutupan di atas garis MA (seperti pada gambar),maka pergerakan selanjutnya cenderung Bullish/naik.
  • Tunggu hingga candlestick terbentuk seutuhnya
  • Jangan lupa pasang/terapkan stop loss pada level terendah candlestick yang menembus garis MA tersebut.

Sinyal Order SELL :

  • Ketika candlestick bearish (warna merah) terbentuk dari atas garis MA ,lalu penutupan di bawah garis MA (seperti pada gambar),maka pergerakan selanjutnya cenderung Bearish/turun.
  • Tunggu hingga candlestick terbentuk seutuhnya
  • Jangan lupa pasang/terapkan stop loss pada level tertinggi candlestick yang menembus garis MA tersebut.

2.Strategi Moving Average Memantul

Strategi memantul adalah strategi membaca pergerakan analisa menggunakan Moving Average,dimana suatu pergerakan harga ketika menyentuh garis MA,harga akan terpantul kembali( berbalik arah/reversal).

Secara singkat strategi ini menggambarkan ketika pergerakan harga forex tidak mampu menembus garis Moving Average sehingga menjadi memantul.

Untuk melihat sinyal yang muncul dari strategi ini sangat mudah cukup memantau munculnya candlestick yang mendekati garis Moving Average.

Pergerakan harga sedang naik (bullish/uptrend),kemudian terbentuk candlestick bullish (putih) yang tertutup tepat digaris Moving Average.Tetapi candlestick selanjutnya adalah candle bearish/turun (merah) yang akhirnya terjadilah pembalikan arah harga forex.

Sinyal Order SELL:

  • Tunggu candlestick bullish/naik (warna putih) terbentuk secara utuh dan tertutup tepat pada garis Moving Average
  • Diikuti dengan munculnya candlestick bearish/turun (warna merah)
  • Prediksi selanjutnya pergerakan harga cenderung akan turun/bearish
  • Lakukan order Sell dengan titik masuk/open posisi setelah candlestick warna merah terbentuk sebagai tanda konfirmasinya
  • Tempatkan stop loss pada level harga tertinggi candlestick bearish/merah

Untuk contoh order BUY,dengan strategi memantul,bisa perhatikan gambar dibawah ini agar lebih mudah memahami.:

Pergerakan harga sedang turun/bearish,kemudian terbentuk candlestick bearish (merah) yang tertutup tepat digaris Moving Average.Tetapi candlestick selanjutnya adalah candle bullish (putih) yang akhirnya terjadilah pembalikan arah harga forex.

Sinyal Order SELL:

  • Tunggu candlestick bearish (warna merah) terbentuk secara utuh dan tertutup tepat pada garis Moving Average
  • Diikuti dengan munculnya candlestick bullish/naik (warna putih)
  • Prediksi selanjutnya pergerakan harga cenderung akan naik /bullish
  • Lakukan order Buy dengan titik masuk/open posisi setelah candlestick warna putih terbentuk sebagai tanda konfirmasinya
  • Tempatkan stop loss pada level harga terrendah candlestick bullish/putih tersebut

3.Strategi Moving Average CrossOver/Menyilang

Strategi ini untuk menentukan titik masuk dalam open posisi dengan menunggu momen sinyal akan terjadinya pembalikan arah harga /reversal.

Cara ini membutuhkan 2 garis indikator Moving Average ( agar lebih mudah membacanya gunakan warna garis dan ketebalan yang berbeda:

  • Indikator Moving Average dengan periode 14 (warna merah, tipis)
  • Indikator Moving Average dengan Periode 35 (warna biru,tebal)

Begini penampakannya:

Perlu diketahui :

  • Ketika Garis MA periode 14 (merah) berada dibawah garis MA periode 35 (biru) artinya sedang terjadi downtrend/tren turun.
  • Ketika garis MA periode 14 (merah) berada diatas garis MA periode 35 (biru) artinya sedang terjadi Upptrend/trend naik.

Strategi Indikator Moving Average dengan CrossOver:

Tunggulah garis MA dengan Periode 14 menembus garis MA dengan Periode 35.

Sinyal order BUY:
Ketika garis Merah (14) dari atas menembus garis Biru (35) kebawah

Sinyal order SELL:
Ketika garis Merah (14) dari bawah menembus garis Biru (35) keatas

4.Strategi Moving Average Double Area

Cara ini sangat efektif pada market yang sedang trend,baik pada pergerakan trend naik maupun trend turun.Dan cocok untuk gaya trading scalping.

Cara ini juga bisa diterapkan ketika kita telah terlewat peluang open posisi dengan strategi Moving Average CrossOver diatas tadi.

Cara ini dengan cara memanfaatkan area antara dua garis indikator Moving Average.Strategi ini juga membutuhkan dua garis Moving Average,agar lebih mudah gunakan warna yang berbeda:

  • Indikator Moving Average dengan periode 14 (warna merah, tipis)
  • Indikator Moving Average dengan Periode 35 (warna biru,tebal)

Tunggu hingga kedua garis MA tersebut memiliki kemiringan yang sama (akan membentuk trend).Atau ketika setelah garis MA warna merah (14) memotong garis MA warna biru (35).

Sinyal BUY atau Naik:

  • Terjadi pada pergerakan harga Upptrend/tren naik
  • Lakukan order BUY ketika harga/candlestick memasuki area (warna kuning) antara dua garis indikator Moving Average.

Lakukan riset dan praktek dahulu untuk menyesuaikan dengan gaya trading anda.

2.Strategi trading forex dengan indikator Alligator

Sesuai dengan nama indikatornya (Alligator) ,cara membaca indikator ini juga seperti layaknya seekor buaya/alligator.

Hanya ada 3 macam step yaitu :

  • Menunggu Lapar
  • Memangsa
  • Kenyang (Tertidur)

Untuk mempermudah dalam membaca sinyalnya kita harus mengingat warna masing masing garis indikator,yang terpenting adalah mengingat warna garis BIBIR.

Cara membaca dan menggunakan indikator Alligator untuk trading forex

Cara membaca indikator Alligator:

  • Ketika ketiga garis indikator (Rahang,gigi,bibir) sedang berdekatan artinya Alligator sedang kekenyangan/tertidur,dan tidak disarankan untuk melakukan open posisi trading disaat seperti ini.
  • Semakin lama Aligator tidur,maka semakin lapar ketika bangun nanti
  • Semakin banyak Alligator makan,juga semakin lama dia kan tertidur.
  • Jika garis Bibir dibawah garis lainnya artinya sedang terjadi trend turun/Downtrend
  • Jika garis Bibir diatas garis lainnya artinya sedang terjadi trend naik/Upptrend

Cara menggunakan indikator:

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: