Apa Itu Trading Gold, 7 Trik Untung Trading Emas – Bisnis aircanterbury.com

Peringkat broker opsi biner:

7 Trik Untung Trading Emas

09 Des 2020, 08:40 WIB Diperbarui 09 Des 2020, 08:40 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Belakangan ini harga emas mengalami kenaikan. Momen ini dimanfaatkan oleh para trader. Apakah kamu termasuk salah satunya? Jika ya, jangan sampai kamu lengah, ya. Ada beberapa hal yang harusnya masih kamu pelajari untuk menguasai trading emas.

Sebaiknya kamu lebih berhati-hati saat melakukan trading emas. Untuk bisa sukses, ada triknya! Ada faktor-faktor yang harus diperhatikan.

Seperti dikutip dari Brokerforex.com melalui Swara Tunaiku, berikut tips untung trading emas yang bisa kamu pelajari.

1. Perhatikan Manajemen Uang

Manajemen uang yang bagus bisa menghindarkanmu dari risiko. Meski yakin 100 persen dengan analisis trading emas, jangan mengambil lot terlalu besar, ya. Pasalnya semakin besar lot akan diikuti dengan risiko yang semakin besar. Itulah kenapa kamu harus memerhatikan manajemen uang.

2. Sabar Menanti Breakout

Kesabaran sangat dibutuhkan saat melakukan trading emas. Jangan karena sudah pengin banget untuk login dan entry harga, kamu jadi gegabah. Kamu harus lebih sabar menunggu konfirmasi breakout. Jangan sampai kamu terjebak pada false breakout yang hanya akan membuatmu rugi, ya.

Peringkat broker opsi biner:

3. Biasakan Mengecek Tren Harga Pasar

Dengan rutin mengecek tren harga pasar, kamu bisa mengetahui siklus market emas. Adapun berita fundamental memiliki peran besar dalam menggerakkan harga. Nah, jika kamu berhasil melakukan analisis fundamental, bisa memprediksi naik dan turunnya harga pasar.

4. Perhatikan Volume Trading Emas

Untuk mengetahui naik dan turunnya harga emas, kamu harus memerhatikan volume trading dan harga reli. Itulah kenapa volume trading emas harus diperhatikan. Tidak hanya itu, kamu juga harus bisa memasang strategi trading emas yang tepat dengan mengetahui volume.

Saat volume mengalami penurunan pada suatu reli harga emas, maka akan menyebabkan penurunan reli harga dalam waktu dekat. Sebaliknya, saat terjadi kenaikan volume pada suatu reli, maka akan terjadi reli harga emas yang besar pula.

Lalu ada juga kasus di mana volume meningkat tetapi harga emas turun. Nah, kondisi ini menyebabkan terjadinya penurunan harga emas. Oleh karena itu, harus lebih waspada.

5. Rutin Memantau Sentiment Investor Besar

Investor besar memiliki pengaruh kuat dalam volume trading. Hal ini dikarenakan posisi mereka yang kuat dan stabil. Jadi, setiap keputusan dan langkah yang mereka ambil, pasti akan memberi dampak pada trading emas.

Untuk mengetahui kondisi akan mengalami bearish ataupun bullish, semua bisa diprediksi dengan melihat sentiment investor besar. Dari berita-berita fundamental inilah kamu bisa memprediksi market emas.

6. Amati Pola dan Formasi Chart

Kamu juga harus rajin mengamati pola atau formasi chart. Dengan mengamati pola dan formasi chart masih menjadi bagian dari analisis teknikal. Analisis fundamental dan teknikal sangat penting dalam trading emas karena kamu bisa mengorek informasi tentang tren harga.

7. Gunakan Indikator yang Tepat

Kamu juga perlu menguasai analisis jika ingin sukses dalam trading emas. Saat menganalisis tren harga pasar, kamu pasti butuh indikator yang tepat agar prediksimu tidak meleset. Untuk itu, kamu bisa menggunakan indikator momentum yaitu Stochastic Oscilator untuk mengecek status overbought dan oversold. Indikator ini juga bisa digunakan untuk mengetahui besarnya harga penutupan dalam tiap periode.

Oh ya, Apa pun yang kamu pilih nantinya, jika digunakan secara tepat pastilah memberikan dampak positif pada trading emas.

Itulah tips untung trading emas agar sukses sebagai seorang trader. Pada dasarnya dunia investasi terus berkembang. Untuk itu kamu harus bisa lebih fleksibel dan kompetitif dalam trading emas.

Apa Itu Gold Trading?

Dibaca Normal 6 menit

Gold Trading tidak kalah menjanjikan dengan investasi emas berbentuk fisik. Pelajari uraian tentang alternatif investasi emas berikut sebelum memutuskan untuk terjun dalam Gold Trading.

Gold Trading adalah perdagangan emas secara online di pasar forex tanpa melibatkan perpindahan aset emas secara fisik. Ini merupakan salah satu alternatif cara untuk mengambil keuntungan dari pergerakan naik dan turunnya harga emas. Konsep pada Gold Trading sebenarnya serupa dengan trading forex, jadi gold trading tidaklah sulit untuk dilakukan, khususnya bagi Anda yang sudah pernah melakukan trading forex.

Karakteristik Utama Gold Trading Di Pasar Forex

Mengingat tata cara Gold Trading dengan trading forex adalah mirip, maka jika Anda belum pernah bertrading di pasar forex, sebaiknya pahami terlebih dahulu konsep dasar trading forex. Setelah belajar forex, Anda perlu memahami beberapa karakteristik Gold Trading berikut ini:

  • Peran Emas Sebagai Mata Uang Dalam Pasar Forex

Pada Gold Trading di pasar Forex, emas juga dianggap sebagai sebuah mata uang dengan simbol XAU. Biasanya emas dipasangkan dengan mata uang Dolar AS yaitu dalam bentuk pair XAU/USD. Ketika Dolar AS diperkirakan akan menurun, maka sebagian besar investor akan mengambil posisi buy XAU/USD, berarti buy XAU dan sell USD.

Sebagian besar trader emas melakukan Gold Trading sebagai bentuk perlindungan aset investasi mereka terhadap risiko-risiko dalam perdagangan mata uang di pasar forex. Contohnya, saat nilai Dolar AS melemah, harga emas akan meningkat karena pelaku pasar melihat ada peluang untuk investasi emas untuk mengurangi loss pada mata uang.

  • Likuiditas Tinggi

Sebagai seorang trader emas, salah satu hal yang paling penting untuk dipahami adalah pasar emas termasuk salah satu pasar terbesar di dunia dengan total volume harian trading mencapai lebih dari 3.2 triliun Dolar AS. Investor perlu membuat perencanaan trading dan mewaspadai volatilitas harga yang tinggi pada Gold Trading. Pasalnya, harga emas dapat naik atau turun sebesar 80-100 pip dalam hitungan menit saja.

  • Pasar buka 24 jam

Tidak seperti pasar lainnya yang jam bukanya terbatas, Anda dapat melakukan Gold Trading sepanjang hari karena pasar buka 24 jam dari Senin hingga Jumat. Sementara itu, perlu diperhatikan bahwa pergerakan harga emas paling rendah terjadi pada sesi Asia (Tokyo) dan volatilitas tertinggi biasanya pada sesi New York.

Bagaimana Cara Kerja Gold Trading?

Dalam Gold Trading, seorang trader bisa mengambil posisi buy dan short untuk mengambil keuntungan. Jika trader emas yakin bahwa nilai emas akan mengalami kenaikan terhadap mata uang Dolar AS, maka ia bisa melakukan buy XAU/USD. Namun sebaliknya, jika nilai emas terhadap mata uang Dolar AS diperkirakan menurun, trader akan mengambil posisi sell XAU/USD.

Agar dapat memaksimalkan profit dan bisa mengurangi potensi loss, sebagai trader, Anda harus mempunyai serta menggunakan strategi trading emas yang tepat. Salah satu strategi yang dapat dimanfaatkan dalam Gold Trading ini adalah strategi trading emas sederhana. Strategi ini melibatkan beberapa indikator dasar untuk mengetahui kapan harus masuk dan keluar pasar.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Emas

Harga emas bisa mengalami flutuasi harga sangat tajam pada periode waktu tentu. Oleh karena itu, dalam melakukan gold trading, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas di pasar:

  • Krisis Global

Pada gold trading, harga emas akan cenderung naik (bullish) ketika sebagian besar pelaku pasar kurang percaya diri terhadap perkembangan ekonomi global dan kondisi pasar finansial. Ketidakpastian pertumbuhan ekonomi dan adanya konflik geopolitik bisa mendorong harga emas naik karena logam mulia emas dipandang sebagai aset safe haven. Sebagai contoh, ketika terjadi resesi ekonomi pada tahun 2000 lalu, banyak investor yang mengalihkan aset mereka ke emas karena imbal hasil obligasi, sektor ekuitas serta real estate anjlok pada saat itu.

  • Tingkat Inflasi

Faktor kedua yang mempengaruhi pergerakan harga emas ketika melakukan Gold Trading adalah tingkat inflasi dan devaluasi mata uang. Logam mulia emas telah lama dikenal sebagai aset pelindung kekayaan saat inflasi tinggi terjadi. Seperti yang diketahui bahwa nilai suatu mata uang dari tahun ke tahun bisa menurun karena tergerus inflasi. Namun berbeda halnya pada logam mulia emas, nilai emas dari waktu cenderung terus bertambah dan akan meningkat meski sudah berganti era.

  • Kebijakan Moneter Bank Sentral

Fluktuasi harga emas dalam Gold Trading juga sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter bank sentral. Kebijakan moneter tersebut merupakan beberapa tindakan bank sentral, seperti keputusan menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga. Harga emas akan cenderung bullish di tengah tren suku bunga rendah karena minat investor terhadap aset berimbal balik bunga akan turun.

  • Mata Uang Dolar AS

Salah satu pendorong utama pergerakan harga emas dalam Gold Trading adalah mata uang Dolar AS. Perlu diketahui bahwa logam mulia emas memiliki hubungan erat dengan Dolar AS. Oleh karena itu, beberapa hal penyebab kenaikan dan penurunan Dolar AS penting untuk diketahui investor.

Faktor yang menjadi pemicu pergerakan Dolar AS adalah rilis data ekonomi AS yang mengindikasikan seperti apa kondisi perekonomian negara tersebut. Apabila laporan data-data ekonomi AS dari sektor ketenagakerjaan dan tingkat kepercayaan konsumen menunjukkan perbaikan, maka indeks Dolar AS akan meningkat. Apiknya data tersebut memberikan dampak buruk terhadap emas karena harga emas akan menurun. Sebaliknya, jika laporan data ekonomi AS memburuk, harga emas akan merangkak naik karena pelemahan mata uang Dolar AS.

Kelebihan Dan Kekurangan Pada Gold Trading

Kelebihan utama yang membuat Gold Trading lebih unggul daripada investasi emas biasa adalah kegiatan trading ini tidak berkaitan dengan proses perpindahan emas secara fisik antara pihak yang melakukan transaksi. Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap investor karena tidak ada biaya untuk penyimpanan, asuransi dan transportasi yang harus dibayarkan ketika berinvestasi emas berbentuk fisik (emas batangan). Di samping itu, Gold Trading di pasar forex juga menawarkan kesempatan bagi trader untuk mendapatkan profit lebih besar, karena pasar forex merupakan pasar yang sangat likuid dengan volume perdagangan besar pula.

Terlepas dari kelebihan menjanjikan tersebut, Gold Trading juga mengandung beberapa risiko yang harus diwaspadai oleh para trader agar tidak terkena loss. Pertama adalah risiko yang berkaitan dengan margin. Trader diharuskan untuk melakukan top up dana ketika jumlah margin dari akun berada di bawah level prosentase minimal tertentu.

Misalnya, suatu broker forex telah menetapkan dalam kontrak bahwa besaran margin dari akun trader tidak boleh kurang dari lima persen dari ukuran pada posisi trading yang masih terbuka saat itu. Maka, apabila jumlahnya di bawah prosentase tersebut, trader harus deposit dana lagi agar broker tidak menutup akun trading.

Risiko selanjutnya pada Gold Trading adalah risiko leverage. Semakin Anda berani menggunakan leverage yang tinggi, semakin tinggi pula risiko kehilangan seluruh dana Anda. Untuk itu, pastikan berhati-hati dalam menggunakan fasilitas leverage ini.

Tertarik dengan Gold Trading? Jika iya, sebelum mulai benar-benar memutuskan untuk melakukan Gold Trading di pasar forex, disarankan untuk mempelajari dan sepenuhnya memahami dasar-dasar, karakteristik, risiko dan strategi terbaik agar bisa mendapatkan keuntungan maksimal dalam Gold Trading.

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2020 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: