Bagaimana Kurva Kemungkinan Produksi Menggambarkan Pengorbanan Antara Dua Opsi, Arsip Artikel

Peringkat broker opsi biner:

Pendidikan Ekonomi

Situs Tepat untuk Belajar | Pendidikan Ekonomi | Jenjang S1 dan S2

Tuesday, October 1, 2020

Batas Kemungkinan-kemungkinan Produksi (Production Possibilities Frontiers – PPF)

Gambar tersebut di atas menjelaskan batas kemungkinan-kemungkinan produksi barang konsumen (consumer goods) dengan barang modal (capital goods). Dalam kasus ini, apabila semua sumber daya digunakan untuk memproduksi capital goods, maka akan menghasilkan 3000 unit capital goods. Sebaliknya, apabila semua sumber daya digunakan untuk memproduksi consumer goods, maka akan menghasilkan 3000 unit consumer goods.

Contoh tersebut merupakan contoh kasus yang ekstrim. Namun apabila seorang produsen ingin membagi-bagi antara capital goods dengan consumer goods, produsen tersebut bisa memilih di titik C maupun D. Di titik C produsen bisa menghasilkan 2500 unit capital goods dan 1500 unit consumer goods.

Sedangkan untuk tingkat produksi di titik F adalah titik yang diinginkan oleh produsen karena menghasilkan lebih banyak dari kedua jenis barang. Namun hal tersebut tidak mungkin diperoleh karena sumber-sumber dayanya kurang.

Dengan kata lain, produsen bisa memproduksi di setiap titik pada atau dalam batas kemungkinan-kemungkinan produksi, namun tidak dapat memproduksi di titik manapun di luar batas itu.

Sebuah hasil dikatakan efisien apabila perekonomian mendapatkan apa yang bisa didapat dari sumber-sumber daya yang tersedia. Titik-titik pada batas kemungkinan (yang terletak pada kurva: titik C dan D) menggambarkan tingkat-tingkat produksi yang efisien, karena semua sumber daya yang ada dimanfaatkan secara penuh.

Salah satu dari sepuluh prinsip pokok ekonomi adalah masyarakat selalu menghadapi tradeoff (pertukaran). Batas kemungkinan-kemungkinan produksi (Production Possibilities Frontiers – PPF) menggambarkan suatu tradeoff yang dihadapi masyarakat.

Peringkat broker opsi biner:

Mankiw (2006) mengatakan:

“Sekali produsen telah mencapai titik efisien pada batas, satu-satunya cara mendapatkan suatu barang dalam jumlah yang lebih banyak adalah dengan mengurangi jumlah barang yang lain.”

Ketika produsen bergerak dari titik C ke D, yang berarti produsen tersebut ingin mendapatkan tambahan produksi consumer goods sebanyak 1000 unit, maka 800 unit capital goods akan dikorbankan untuk mendapatkan tambahan 1000 unit consumer goods tersebut.

Referensi:
Mankiw, Gregory N. 2006. Pengantar Ekonomi Mikro Edisi 3. Terjemahan: Chriswan Sungkono. Jakarta: Salemba Empat.

PENGANTAR EKONOMI – TEORI PRODUKSI

BAB V

TEORI PRODUKSI

Wyati Saddewisasi

Kegiatan produksi merupakan :

  1. Apa yang akan diproduksi
  2. Bagaimana cara memproduksinya
  3. Faktor produksi yang digunakan dalam kegiatan produksi tersebut
  4. Jumlah barang dan jasa yang akan dihasilkan dan sebagainya.

Apabila 1 dan 3 terpecahkan sudah terpecahkan maka bagimana cara berproduksi agar dapat tercapai tingkat produksi yang optimal dari penggunaan faktor produksi tersebut.

5.1. Kurva Produksi

Hubungan antara jumlah barang yang dihasilkan dalam suatu kegiatan produksi (output) dengan faktor-faktor produksi yang digunakan (input) dapat digambarkan dengan menggunakan kurva produksi.

Kurva produksi adalah kurva yang menghubungkan titik-titik jumlah output yang dihasilkan pada berbagai input yang digunakan pada tingkat teknologi tertentu.

Dua macam faktor produksi :

Input tetap adalah input yang jumlahnya tetap atau input yang dalam jangka pendek tidak akan berubah.

Input variabel adalah input yang jumlahnya dapat berubah atau input yang dalam jangka waktu pendek akan dapat berubah.

5.2. Analisis Jangka Pendek

Kegiatan produksi dalam jangka pendek yaitu kegiatan produksi dimana produsen tidak mampu mengubah input tetapnya, penambahan input variabel akan dapat menambah jumlah output yanga dihasilkan. Tetapi tingkat pertambahan output tersebut makin lama makin berkurang sampai pada tingkat penggunaan jumlah input tertentu yang mengakibatkan output justru berkurang dengan adanya penambahan input yang digunakan. Proses ini disebut tambahan hasil yang semakin berkurang (dimishing marginal return).

Dalam jangka panjang semua faktor produksi dapat mengalami perubahan. Dengan demikian dalam jangka panjang setiap faktor produksi dapat ditambah jumlahnya apabila diperlukan.

5.3. Produksi dengan Satu Input Variabel

Pada tahap awal digunakan tenaga kerja yang relatif sedikit dibandingkan tanah yang digarap. Tambahan tenaga kerja akan menambah output yang dihasilkan. Pada tingkat penambahan input tertentu, penambahan output akan semakin berkurang (law of dimishing marginal product). Hubungan ini dapat digambarkan sebagai berikut :

0

Kurva produksi
Input variabel

Gambar 5.1. Hubungan antara input variabel (tenaga kerja) dan input tetap dengan jumlah output yang dihasilkan

Dalam proses produksi ada 3 tahap produksi yaitu :

Tahap I, II dan II. Masing-masing tahapan produksi tersebut menggambarkan tingkat kombinasi input yang berbeda-beda. Gambarnya adalah sebagai berikut :

Gambar 5.2. Hubungan antara kurva produksi total TP, AP dan MP pada suatu keguatan produksi yang menggunakan satu macam input variabel, yaitu tenaga kerja (L)

APL = produksi rata-rata input tenaga kerja (Average Product of Labour)

MPL = produksi marginal input tenaga kerja (Marginal Product of Labour)

TP = produksi total (total product)

L = jumlah tenaga kerja (labour)

Produksi rata-rata adalah jumlah output yang dihasilkan dibagi jumlah input variabel yang digunakan. Secara matematis sebagai berikut :

Produksi marginal adalah perbandingan antara tambahan jumlah barang yang dapat dihasilkan dengan tambahan input variabel sebanyak satu unit.

Secara matematis sebagai berikut :

∆TP : perubahan produksi total

∆L : perubahan jumlah tenaga kerja

Pada tahap awal penggunaan sejumlah tenaga kerja (0 – L0) dapat meningkatkan jumlah output (TP) ialah kurva TP naik. Pada tahap ini kurva MPL menaik, karena proporsi kenaikan jumlah output menaik dengan bertambahnya satu unit tenaga kerja.

Pada tingkat penggunaan tenaga kerja L0 – L1, proporsi kenaikan jumlah output semakin berkurang/lebih kecil dibandingkan dengan penambahan tenaga kerja pada jumlah sebelumnya. Pada tingkat penggunaan tenaga kerja ini peningkatan output mulai menurun dan kurva MP menurun. Peningkatan output maksimum dari menambah satu unit tenaga kerja terjadi pada titik belok kurva TP. Pada keadaan ini kurva AP mencapai titik puncaknya (pada penggunaan tenaga kerja L1). Apabila penambahan tenaga kerja tidak meningkatkan output, maka kurva TP maksimum.

Pada tingkat penggunaan tenaga kerja L2 kurva MPL memotong sumbu datar artinya pada tingkat penggunaan tenaga kerja L2 besarnya produksi marginal = 0.

APL mencapai maksimum pada jumlah penggunaan tenga kerja dimana kurva TP yang disebelah atas bersinggungan dengan garis lurus yang ditarik dari titik origin (titik potong antara sumber datar dan sumbu tegak), yaitu pada penggunaan tenaga kerja sebanyak L1. Penggunaan tenaga kerja lebih dari L1 mengakibatkan produksi rata-rata menurun maka kurva APL menurun. Kurva APL tidak akan memotong sumbu datar pada tingkat penggunaan tenaga kerja berapapun jumlahnya.

5.4. Produksi dengan Dua Input Variabel

Apabila digunakan 2 macam input variabel maka hubungan fungsional antara jumlah input yang digunakan dengan jumlah output yang dihasilkan dapat dijelaskan dengan kurva isoquant.

Kurva isoquant adalah kurva yang menghubungkan berbagai titik kombinasi penggunaan dua input variabel yang digunakan untuk menghasilkan output yang sama banyaknya.

Ciri-ciri kurva isoquant adalah :

  1. Kombinasi input yang relevan mempunyai kemiringan negatif. Produsen menginput yang satu apabila ia akan menambah input lainnya.
  2. Cembung ke arah titik origin
  3. Tidak saling berpotongan antara isoquant yang satu dengan isoquant yang lain.
  4. Isoquant yang letaknya semakin jauh terhadap titik origin menunjukkan kombinasi yang menghasilkan output yang lebih banyak.

Cembung ke arah titik origin menunjukkan bahwa kemampuan mengganti secara fisik (marginal rate of technical substitution) antara input yang satu terhadap input lain semakin lama semakin berkurang.

Tidak saling berpotongan artinya tidak mungkin dua macam kurva isoquant yang berbeda dapat menghasilkan tingkat output yang sama banyaknya.

Contoh menurunkan kurva isoquant :

Misal suatu kegiatan produksi menggunakan input variabel X1 dan X2 dan jumlah output yang dapat dihasilkan (Q) seperti ditunjukkan dalam persamaan sebagai berikut :

Apabila kegiatan produksi tersebut menginginkan jumlah output yang dihasilkan adalah 20 unit, maka beberapa kombinasi input yang dapat menghasilkan jumlah output tersebut adalah : Q = 20.

Tabel 1. Kombinasi input Var X1 dan X2 dan output yang dihasilkan (Q) = 20.

X1 X2
1 18
2 16
3 14
4 12
Dst Dst

Gambar 5.3. Kurve isoquant

Apabila input yang digunakan X1, X2, X3,—-Xn, maka ongkos produksi minimum akan dicapai apabila perbandingan antara produksi marginal secara fisik (Marginal Physical Product) setiap input dengan harganya sama besar.

5.5. Dalil Least Cost Combination

Secara matematis ditulis sebagai berikut :

Ongkos produksi minimum

Persamaan yang menunjukkan kombinasi input yang mengakibatkan ongkos minimum disebut dalil least cost combination (LCC).

Pada tingkat LCC belum tentu mendatangkan keuntungan maksimum bagi produsen tersebut.

Laba maksimum diperoleh apabila produsen berproduksi dengan LCC dengan ketentuan bahwa perbandingan antara produksi marginal secara fisik (MPP) setiap input dengan harganya sama besar dan sama dengan seperharga output.

PQ adalah harga output yang dihasilkan.

Persamaan yang menunjukkan kombinasi variabel yang mengakibatkan produsen memperoleh keuntungan maksimum disebut dalil keuntungan maksimum.

5.6. Daerah yang Relevan

Fungsi produksi dengan 2 macam input variabel dapat digambarkan dengan kurva isoquant.

Misal kegiatan produksi yang menggunakan 2 macam input variabel yaitu modal dan tenaga kerja. Kurvanya sebagai berikut :

Gambar 2.4. Kurva yang dihasilkan menggunakan 2 input

Daerah yang relevan mempunyai kemiringan negatif. Yang tidak relevan mempunyai kemiringan positif

Tidak relevan karena pada kombinasi input tersebut dengan menambah input akan menurunkan jumlah output. Garis OK dan garis OL (rigde lines) adalah garis-garis yang memisahkan antara daerah produksi yang ekonomis (relevan) dengan daerah yang tidak ekonomis (tidak relevan).

Daerah ekonomis pada kurva isoquant merupakan daerah produksi tahap II dari masing-masing input variabel yang digunakan.

5.7. Garis Anggaran

Kemampuan produsen dibatasi oleh garis anggaran digambarkan dengan suatu garis anggaran (kurva isocost). Persamaan kurva isocost dengan input modal (K) dan input tenaga kerja (L) dengan anggaran (I) adalah sebagai berikut :

PK dan PL : masing-masing adalah harga input modal dan harga input tenaga kerja.

K, L : masing-masing jumlah modal atau tenaga kerja yang digunakan

I : anggaran yang tersedia untuk membeli input modal dan tenaga kerja dalam kegiatan produksi tersebut.

Dengan menggunakan persamaan kurva isocost tersebut dapat diperoleh kurva isocost sebagai berikut:

0
I/PL
L

Gambar 2.5. Kurva Isocost

Kurva Isocost adalah kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi input yang dapat disediakan oleh produsen dalam suatu kegiatan produksi dengan anggaran yang tersedia.

Setiap kombinasi input yang dibeli pada kurva isocost yang sama membutuhkan anggaran yang sama besarnya..

5.8. Kombinasi Optimal

Kombinasi optimal tercapai apabila kurva isoquant bersinggungan dengan kurva isocost.

Gambar 2.6. kurva kombinasi optimal (expantion path)

Penggunaan input modal Ko dan tenaga kerja Lo menunjukkan kombinasi input yang optimum.

Penentuan kombinasi input optimum tersebut menggunakan metode grafis. Dengan menggunakan metode matematis kombinasi input optimum dapat dicapai apabila slope kurva isoquant = slope kurva isocost.

Besarnya kemiringan kurva isoquant = tingkat batas penggantian secara teknis input tenaga kerja bagi input modal (marginal rate of technical substitution / MRTS).

Besarnya kemiringan L for K kurva isocost = perbandingan harga input tenaga kerja dengan harga input modal.

MRTS L for K : tingkat batas penggantian L for K secara teknis input tenaga kerja bagi input modal

W : harga input tenaga kerja (tingkat upah)

r : harga input modal (tingkat bunga)

5.9. Garis Perluasan Produksi

Dengan tingkat teknologi T3 dan anggaran yang tersedia akan menghasilkan berbagai tingkat kombinasi input yang optimum. Apabila titik kombinasi input optimum dihubungkan akan menghasilkan garis perluasan produksi (expantion path) bagi kegiatan produksi tersebut.

Gambar 2.7. Garis perluasan produksi (expantion path)

Dengan tingkat teknologi t3 dan anggaran yang tersedia untuk membeli input seperti yang ditunjukkan oleh kurva LK, kombinasi input optimum terjadi pada titik persinggungan antara kurva isocost LK dengan kurva isoquant Io, yaitu titik A. apabila anggaran yang tersedia untuk membeli input meningkat, misalnya menjadi L I K I , maka produsen akan berproduksi pada kombinasi input yang dicerminkan oleh titik B. karena pada titik ini tercapai kombinasi input optimum. Demikian juga anggaran yang tersedia untuk membeli input meningkat lagi, misalnya menjadi L II K II , maka produsen akan berproduksi pada kombinasi input yang dicerminkan oleh titik C. karena pada titik ini tercapai kombinasi input optimum. Titik A, B dan C dihubungkan satu sama lain akan diperoleh garis OS, yaitu garis perluasan produksi (expantion path) dari kegiatan produksi tersebut.

Hubungan fungsional antara output dengan input yang menggunakan dua macam input variabel dikemukakan oleh Cobb dan Douglas, yaitu fungsi produksi Cobb-Douglas

Dari fungsi produksi tersebut dapat diketahui dengan mudah aspek-aspek produksi marginal, produksi rata-rata, tingkat kemampuan batas untuk mengganti antara input yang satu dengan input yang lain, intensitas penggunaan input, dan efisiensi suatu kegiatan produksi secara keseluruhan.

5.10. Fungsi Cobb-Douglas

Bentuk umum fungsi produksi Cobb-Douglas :

Yang menyatakan bahwa :

Q = jumlah barang/jasa yang dihasilkan (output)

L, K = jumlah tenaga kerja dan modal yang digunakan (input)

k, α,β = konstanta

Berapa aspek produksi dari fungsi Cobb-Douglas :

  1. Tingkat produksi marginal (MP) dan masing-masing input. Produksi marginal input L(MP2) adalah :

Produksi marginal input K (MPK) adalah:

  1. Tingkat kemampuan batas penggantian secara teknis input tenaga kerja terhadap modal (MRTSL for K).
  1. Intensitas penggunaan input

Dalam model fungsi produksi Cobb-Douglas, intensitas penggunaan input dapat dilihat dari angka perbandingan antara α & β.

  1. Semakin besar angka perbandingan antara α dan β, maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input tenaga kerja (labour intensive).
  2. Semakin kecil angka perbandingan antara α dan β, maka kegiatan produksi tersebut lebih banyak menggunakan input modal (capital intensive).
  1. Derajat perubahan output apabila semua input variable berubah dengan proporsi yang sama besar.
    1. Apabila α + β > 1, maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan yang lebih besar dari skalanya (increasing return to scale).
    2. Apabila α + β = 1, maka fungsi produksi tersebut menunjukkan perubahan output dengan perbandingan sama besar dengan skalanya (constan return to scale).
    3. Apabila α + β 2 – 0,2 L 3

      Q = adalah jumlah output

      L = adalah input L (tenaga kerja)

      1. Bagaimana bentuk fungsi produksi rata-rata ?
      2. Bagaimana bentuk fungsi marginal ?
      3. Apabila produsen menghendaki produksi total maksimum, tentukan berapa besarnya input L (tenaga kerja) yang harus digunakan ?
      4. Apabila produsen menghendaki produksi rata-rata maksimum, tentukan berapa input L (tenaga kerja) yang harus digunakan ?
      1. Diketahui fungsi produksi :

      Q = aK b L c X d

      Dengan a = 20, b = 0,4, c = 0,8 dan d = 2,2

      Q = output (tingkat kelulusan mahasiswa)

      K = suasana ruang, peralatan OHP, LCD

      L = kualifikasi pengajar

      X = bahan baku (referensi)

      1. Jika K = 10, L = 10 dan X = 10 berapakah MPK, MPL dan MPX
      2. Berapakah MRTS(KL), MRTS(LX) dan MRTS(KX). Bandingkan hasilnya !

      Apakah makna angka a dari persamaan diatas? Manakah yang lebih penting a, b, c atau d?

      Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: