Buka Rekening Saham, Mau Main Saham Begini Cara Buka Rekening Saham Bagi Investor Pemula

Peringkat broker opsi biner:

Buka Rekening Saham, Mau Main Saham? Begini Cara Buka Rekening Saham Bagi Investor Pemula

Sabtu, 26 Oktober 2020 15:25 WIB

Ilustrasi – Bursa Efek | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Meskipun gejolak ekonomi global berdampak buruk pada Investasi, Saham tetap menjadi pilihan utama bagi kalangan investor. Siapapun yang ingin memperbanyak jenis investasinya, Saham pasti menjadi pilihan.

Terlebih, pada pekan ini data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup positif. Hal tersebut dapat ditunjukkan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami peningkatan sebesar 0,98 persen menjadi 6.252.345 dari 6.191.947 pada penutupan pekan lalu.

Melihat tren tersebut, berinvestasi Saham menjadi hal yang menarik. Namun, bagi Anda yang masih pemula ada baiknya mengenal terlebih dahulu sebelum berkecimpung di dunia Saham.

baca juga:

Karena itu dalam artikel ini, akan dibahas mengenai cara memulai Investasi Saham dari membuka Rekening Saham hingga membeli Saham. Sebelum kita mulai membahas mengenai cara membeli Saham, mari kita mulai dari cara membuka Rekening Saham.

Persyaratan Rekening Saham

Peringkat broker opsi biner:

Proses untuk membuka Rekening Saham terbilang cukup sederhana. Sebelum Anda mencoba membuka Rekening Saham, ada beberapa syarat yang perlu Anda siapkan untuk dapat membuka Rekening Saham, antara lain:

1. ID Card: KTP/KITAS/Passport, IDCard adalah syarat wajib bagi Anda yang ingin membuka Rekening Saham. Untuk WNI, maka syarat wajib yang diperlukan adalah KTP, tidak bisa digantikan dengan SIM atau Passport. Sementara bagi WNA, maka syaratKITAS/Passport menjadi syarat wajib juga.

2. NPWP juga menjadi syarat wajib saat pembukaan Rekening efek. Bila Anda belum mempunyai NPWP, Anda dapat meminta surat pada sekuritas tempat Anda mendaftar Rekening untuk membuat pernyataan tidak memiliki NPWP, yang ditandatangani di.

3. Cover Buku Tabungan juga termasuk salah satu syaratnya. Dengan adanya cover buku tabungan, memudahkan pihak sekuritas memeriksa Rekening bank nasabah. Bila nantinya nasabah ingin menarik uangnya dari Rekening Saham, Rekening inilah yang jadi bank penampungan tiap kali melakukan penarikan dana. Anda pun dapat mengintegrasikan Rekening bank Anda menjadi RDI dengan berkonsultasi padabroker.

4. No Identitas KSEI, persyaratan ini hanya berlaku bila Anda yang sebelumnya sudah mempunyai Rekening Saham dan ingin membuka Rekening kedua.

5. Fotokopi KTP suami,fotokopi NPWP suami, dan juga fotokopi Kartu Keluarga biasanya juga perlu disertakan bila pekerjaan Anda adalah seorang Ibu Rumah Tangga.

6. Meterai Rp6.000, Anda dapat sediakan uang untuk membeli meterai. Meterai yang dibutuhkan antara 2-8 meterai, bergantung pada kebutuhan Anda.

Setelah Anda telah mempersiapkan semua persyaratan di atas, maka Anda mulai dapat menentukan sekuritas mana yang Anda pilih.

Membuka Rekening Saham

Setelah Anda mengetahui persyaratannya, maka berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk membuka Rekening Saham Anda:

#1 Bertemu Broker dan Membuat Rekening

Setelah Anda menentukan pilihanbroker, bila Anda berniat membuka Rekening Saham secaraonline, Anda dapat mengunduh formulir online yang disediakan oleh perusahaan sekuritas diwebsite-nya, kemudian mengisi dan mengirimkannya.

#2 Mengisi Formulir dan Melampirkan Persyaratan

Setelah Anda bertemu denganbroker, Anda dapat mengisi formulir pembukaan Rekening, termasuk Rekening Saham dan Rekening dana investor. Pengisian formulir mirip seperti saat membuka Rekening di bank.

Kami sarankan untuk mengisi dengan benar setiap kolom pada formulir pembukaan account. Jangan lupa juga untuk melampirkan persyaratan pembukaan Rekening seperti yang dijelaskan di atas.

#3. Memilih dan Membuka RDI

Selain itu formulir pembukaan Rekening Saham ini pun umumnya terdiri menjadi dua bagian, yaitu pembukaan Rekening Saham dan pembukaan Rekening dana investor (RDI).

• Pembukaan Rekening Saham ini untuk membuka Rekening di perusahaan sekuritas, dan juga untuk data yang disampaikan pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ini adalah Rekening penyimpanan Saham yang Anda miliki.

• Sementara Rekening Dana Investor (RDI) adalah Rekening dari dana Anda, yang ditempatkan pada bank, terpisah dari Rekening perusahaan efek. Manfaat RDI ini adalah agar Anda mempunyai Rekening bank sendiri untuk seluruh penyelesaian transaksi Saham Anda. RDI ini sendiri memang bertujuan untuk menyimpan dana nasabah yang tidak dibelikan Saham.

Peraturan mengenai pemisahan Rekening ini belum lama diterapkan pemerintah Indonesia, karena sebelumnya setiap dana yang disetorkan pada Rekening Saham akan disimpan di Rekening sekuritas, sehingga dana Anda tergabung dengan dana-dana dari investor lain.

Dengan adanya pemisahan ini mungkin terlihat sedikit merepotkan tapi tujuan dari pemisahan ini adalah memang untuk keamanan pihak investor.

Sampai di sini, Anda dapat memilih Bank untuk penampungan dana Anda (bank untuk RDI). Sangat disarankan Anda memilih RDI dari bank yang sama dengan Rekening pribadi Anda, agar Anda bisa menghemat biaya administrasi seperti Kliring dan RTGS bila ingin menyetor ke RDI, maupun menarik uang dari RDI.

#4. Menunggu Pembukaan Rekening Selesai

Langkah berikutnya yang dapat Anda lakukan adalah menunggu proses pembukaan Rekening. Lamanya pembukaan Rekening ini bervariasi bergantung pada RDI yang Anda pilih, namun pada umumnya memakan waktu kurang lebih seminggu.

Setelah proses pembukaan rekeningnya selesai, nantinya Anda akan dikonfirmasi dengan nomor RDI yang Anda buka.

#5 Menyetor Deposit Awal

Berapa biasanya setoran awal pembukaan Rekening Saham? Jawabannya bervariasi bergantung pada sekuritas yang Anda gunakan. Rata-rata sekuritas mematok deposit awal sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Beberapa sekuritas asing malahan memberi syarat setoran minimal hingga Rp50 juta. Namun ada juga beberapa sekuritas yang memperbolehkan setoran minimal sebesar Rp250 ribu, atau bahkan Rp100 ribu saja.

Berapa jumlah yang sewajarnya untuk berinvestasi Saham agar hasil investasinya lebih terasa? Anda dapat mempertimbangkan setoran awal sebesar Rp10 juta untuk hal ini.

Anda dapat menyetor secara tunai atau transfer dari Rekening pribadi ke RDI. Setelah menyetorkan deposit awal, Anda tinggal menunggu dikirimkan ID,Password dan PIN untuk dapat login ke akun Saham online Anda. Selain itu Anda akan mendapatkan kartu Akses KSEI.

#6 Download Aplikasi Trading dan Mulai Bertransaksi Saham

Setelah Anda menerima ID,Password dan PIN, maka Anda sudah dapat memulai berinvestasi Saham. Anda dapat mengunduh Aplikasi Trading yang disediakan oleh broker setelah Anda mendapatkan ID, Passworddan PIN.

Aplikasi trading ini dapat diunduh dari website broker atau Anda dapat meminta secara langsung pada broker Anda.[]

Investasi Saham: Cara Membuka Rekening Hingga Membeli Saham

Bagaimana cara memulai berinvestasi saham? Bagaimana caranya membuka rekening saham dan mulai membeli saham?

Kali ini Finansialku akan mencoba membahas mengenai tutorial cara membuka rekening saham dan cara membeli saham.

Memulai Investasi Saham

Dari sekian banyak instrumen investasi, saham merupakan salah satu bentuk investasi yang menarik.

Hal ini dikarenakan saham merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki imbal hasil yang besar dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Banyak investor yang ingin berinvestasi di saham, namun ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh investor pemula mengenai memulai investasi saham.

Karena itu dalam artikel ini, akan dibahas mengenai cara memulai investasi saham dari membuka rekening saham hingga membeli saham.

Sebelum kita mulai membahas mengenai cara membeli saham, mari kita mulai dari cara membuka rekening saham.

Persyaratan Rekening Saham

Proses untuk membuka rekening saham terbilang cukup sederhana. Sebelum Anda mencoba membuka rekening saham, ada beberapa syarat yang perlu disiapkan untuk dapat membuka rekening saham, antara lain:

  1. ID Card: KTP/KITAS/Passport, IDCard adalah syarat wajib bagi Anda yang ingin membuka rekening saham. Untuk WNI, maka syarat wajib yang diperlukan adalah KTP, tidak bisa digantikan dengan SIM atau Passport. Sementara bagi WNA, maka syarat KITAS/Passport menjadi syarat wajib juga.
  2. NPWP juga menjadi syarat wajib saat pembukaan rekening efek. Bila Anda belum mempunyai NPWP, Anda dapat meminta surat pada sekuritas tempat Anda mendaftar rekening untuk membuat pernyataan tidak memiliki NPWP, yang ditandatangani di atas me
  3. Cover Buku Tabungan juga termasuk salah satu syaratnya. Dengan adanya cover buku tabungan, memudahkan pihak sekuritas memeriksa rekening bank nasabah. Bila nantinya nasabah ingin menarik uangnya dari rekening saham, rekening inilah yang jadi bank penampungan tiap kali melakukan penarikan dana. Anda pun dapat mengintegrasikan rekening bank Anda menjadi RDI dengan berkonsultasi pada broker.
  4. No Identitas KSEI, persyaratan ini hanya berlaku bila Anda yang sebelumnya sudah mempunyai rekening saham dan ingin membuka rekening kedua.
  5. Fotokopi KTP suami, fotokopi NPWP suami, dan juga fotokopi Kartu Keluarga biasanya juga perlu disertakan bila pekerjaan Anda adalah seorang Ibu Rumah Tangga.
  6. Meterai Rp 6.000, Anda dapat sediakan uang untuk membeli meterai. Meterai yang dibutuhkan antara 2-8 meterai, bergantung pada kebutuhan Anda.

Setelah Anda telah mempersiapkan semua persyaratan di atas, maka Anda mulai dapat menentukan sekuritas mana yang Anda pilih.

Bila Anda masih bingung untuk menentukan sekuritas mana, Anda dapat membaca terlebih dahulu tips memilih broker saham dari kami. Semoga Anda mendapatkan broker yang sesuai dengan Anda.

Membuka Rekening Saham

Setelah Anda mengetahui persyaratannya, maka berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk membuka rekening saham Anda:

#1 Bertemu Broker dan Membuat Rekening

Setelah Anda menentukan pilihan broker, bila Anda berniat membuka rekening saham secara online, Anda dapat mengunduh formulir online yang disediakan oleh perusahaan sekuritas di website-nya, kemudian mengisi dan mengirimkannya.

Atau bila Anda punya teman yang dapat merekomendasikan seorang broker tertentu, Anda pun dapat membuat janji dengan broker untuk bertemu langsung untuk membukakan rekening Anda.

#2 Mengisi Formulir dan Melampirkan Persyaratan

Setelah Anda bertemu dengan broker, Anda dapat mengisi formulir pembukaan rekening, termasuk rekening saham dan rekening dana investor. Pengisian formulir mirip seperti saat membuka rekening di bank.

Kami sarankan untuk mengisi dengan benar setiap kolom pada formulir pembukaan account. Jangan lupa juga untuk melampirkan persyaratan pembukaan rekening seperti yang dijelaskan di atas.

#3 Memilih dan Membuka RDI

Selain itu formulir pembukaan rekening saham ini pun umumnya terdiri menjadi dua bagian, yaitu pembukaan rekening saham dan pembukaan rekening dana investor (RDI).

  • Pembukaan Rekening Saham ini untuk membuka rekening di perusahaan sekuritas, dan juga untuk data yang disampaikan pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ini adalah rekening penyimpanan saham yang Anda miliki.
  • Sementara Rekening Dana Investor (RDI) adalah rekening dari dana Anda, yang ditempatkan pada bank, terpisah dari rekening perusahaan efek. Manfaat RDI ini adalah agar Anda mempunyai rekening bank sendiri untuk seluruh penyelesaian transaksi saham Anda. RDI ini sendiri memang bertujuan untuk menyimpan dana nasabah yang tidak dibelikan saham.

Peraturan mengenai pemisahan rekening ini belum lama diterapkan pemerintah Indonesia, karena sebelumnya setiap dana yang disetorkan pada rekening saham akan disimpan di rekening sekuritas, sehingga dana Anda tergabung dengan dana-dana dari investor lain.

Dengan adanya pemisahan ini mungkin terlihat sedikit merepotkan tapi tujuan dari pemisahan ini adalah memang untuk keamanan pihak investor.

Sampai di sini, Anda dapat memilih Bank untuk penampungan dana Anda (bank untuk RDI). Sangat disarankan Anda memilih RDI dari bank yang sama dengan rekening pribadi Anda.

Hal ini dilakukan agar Anda bisa menghemat biaya administrasi seperti Kliring dan RTGS bila ingin menyetor ke RDI, maupun menarik uang dari RDI.

#4 Menunggu Pembukaan Rekening Selesai

Langkah berikutnya yang dapat Anda lakukan adalah menunggu proses pembukaan rekening. Lamanya pembukaan rekening ini bervariasi bergantung pada RDI yang Anda pilih, namun pada umumnya memakan waktu kurang lebih seminggu.

Setelah proses pembukaan rekeningnya selesai, nantinya Anda akan dikonfirmasi dengan nomor RDI yang Anda buka.

#5 Menyetor Deposit Awal

Berapa biasanya setoran awal pembukaan rekening saham? Jawabannya bervariasi bergantung pada sekuritas yang Anda gunakan.

Rata-rata sekuritas mematok deposit awal sebesar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Beberapa sekuritas asing malahan memberi syarat setoran minimal hingga Rp 50 juta.

Namun ada juga beberapa sekuritas yang memperbolehkan setoran minimal sebesar Rp 250 ribu, atau bahkan Rp 100 ribu saja.

Berapa jumlah yang sewajarnya untuk berinvestasi saham agar hasil investasinya lebih terasa? Anda dapat mempertimbangkan setoran awal sebesar Rp 10 juta untuk hal ini.

Setelah Rekening Dana Investor sudah jadi, Anda dapat menyetorkan jumlah modal yang Anda inginkan untuk diinvestasikan di saham.

Dengan melakukan deposit awal juga untuk mengaktifkan rekening yang Anda buka.

Anda dapat menyetor secara tunai atau transfer dari rekening pribadi ke RDI. Setelah menyetorkan deposit awal, Anda tinggal menunggu dikirimkan ID, Password dan PIN untuk dapat login ke akun saham online Anda. Selain itu Anda akan mendapatkan kartu Akses KSEI.

#6 Download Aplikasi Trading dan Mulai Bertransaksi Saham

Setelah Anda menerima ID, Password dan PIN, maka Anda sudah dapat memulai berinvestasi saham.

Anda dapat mengunduh Aplikasi Trading yang disediakan oleh broker setelah Anda mendapatkan ID, Password dan PIN.

Aplikasi trading ini dapat diunduh dari website broker atau Anda dapat meminta secara langsung pada broker Anda.

Bertransaksi dan Memilih Saham

Setelah Anda memiliki rekening saham dan menyetor modal, berarti Anda sudah dapat bertransaksi saham. Nah, sekarang saatnya Anda memilih saham dan membeli saham.

Sebelum membeli saham, sangat disarankan Anda memilih saham yang akan Anda beli dengan cermat, sesuai dengan tujuan keuangan Anda atau tujuan awal Anda membuat rekening saham.

Bila Anda bermaksud melakukan transaksi saham sebagai trader yang aktif memperjualbelikan saham dan bermain dalam jangka pendek, maka Anda dapat melakukan Analisa Teknikal dalam memilih saham, mencari saham yang sedang dalam kondisi Uptrend , juga gunakan indikator-indikator teknikal yang ada seperti Moving Average , MACD , dan Support/Resistance .

Satu hal penting lagi, bila Anda bertransaksi untuk tujuan trading harian, pasanglah Stop Loss agar modal Anda tetap terjaga.

Namun bila Anda bermaksud bertransaksi saham sebagai instrumen investasi jangka panjang, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk memilih saham Blue Chip .

Anda wajib mempertimbangkan Analisis Fundamental dalam menilai sebuah perusahaan yang sahamnya akan Anda beli.

Dalam memilih saham investasi, diperlukan analisis-analisis kondisi perusahaan, apakah perusahaannya sehat? Apakah keuntungannya selalu meningkat? Analisis Teknikal dalam hal ini juga dapat membantu Anda untuk menentukan waktu kapan membeli saham tersebut.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: