Definisi Strategi Ketidakpedulian Risiko

Peringkat broker opsi biner:

Publication

Ketidak Pastian Manajemen Risiko

Segala sesuatu yang berhubungan dengan pencapaian tidak pernah terlepas dari ketidakpastian (uncertainty). Terkait dengan hal tersebut, terdapat sebuah group discussion yang berisi para profesional di bidang manajemen risiko membahas mengenai ketidakpastian tersebut. Secara spesifik diskusi tersebut mengangkat topik mengenai seberapa besar tingkat kepastian yang dapat diperoleh dari mengelola ketidakpastian. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu dibahas keterkaitan antara risiko dan ketidakpastian itu sendiri yang akan menjadi fokus pada tulisan ini.

Ketidakpastian dan Risiko

Di dalam setiap organisasi, tentu terdapat tujuan dan sasaran yang harus dicapai. Aktivitas-aktivitas yang dijalankan oleh organisasi juga tidak terlepas dari berbagai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Dengan adanya berbagai faktor atau fenomena dalam menjalankan berbagai aktivitasnya, organisasi menghadapi berbagai ketidakpastian, baik kecil maupun besar, serta dapat menjadi ancaman atau bahkan peluang. Untuk me-refresh kembali pengetahuan para pembaca, penulis mencoba sedikit menjelaskan kembali sebenarnya apa itu ketidakpastian dan apa keterkaitannya dengan risiko.

Leo J. Susilo, dalam bukunya yang berjudul Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 mengatakan bahwa “ketidakpastian adalah keadaan, walaupun hanya sebagian, dari ketidakcukupan informasi tentang pemahaman atau pengetahuan terkait dengan suatu peristiwa, dampaknya, dan kemungkinan terjadinya”. Berdasarkan definisi tersebut, keterkaitan antara ketidakpastian dan risiko dijelaskan dengan definisi risiko seperti yang tertuang di dalam Standar Internasional Manajemen Risiko ISO 31000. Di dalam dokumen tersebut, risiko diartikan sebagai efek dari ketidakpastian yang terdapat pada tujuan organisasi. Lebih lanjut, Leo J. Susilo menerangkan bahwa risiko sering disebut sebagai kombinasi dari dampak suatu peristiwa (termasuk dalam hal ini perubahan suatu keadaan) dan digabungkan dengan kemungkinan terjadinya peristiwa tersebut.

Dapatkah Diperoleh Tingkat Kepastian dari Pengelolaan Risiko?

Mencari tahu seberapa besar tingkat kepastian yang diperoleh dari pengelolaan risiko dapat juga dikaitkan dengan probabilitas dan dampak dari suatu risiko. Hal ini seperti yang diutarakan oleh Stefiany Norimarna, Program Director CRMS Indonesia, dimana lebih khusus dikatakan bahwa pertanyaan tersebut sama saja dengan menanyakan probabilitas dari suatu risiko akan terjadi. Tentu saja jika probabilitas terjadinya suatu risiko dapat diketahui maka para pengambil keputusan menjadi semakin yakin akan keputusan yang akan diambilnya. Keyakinan inilah yang dapat dikatakan sebagai tingkat kepastian. Kepastian kapan suatu risiko akan terjadi akan meningkatkan kepercayaan diri (confidence) dalam mengambil keputusan di setiap proses bisnisnya.

Terdapat dua pandangan dengan fokus berbeda yang mengemuka pada diskusi tersebut. Sebagian berpandangan bahwa tingkat kepastian dapat diketahui dengan menggunakan suatu alat ukur risiko. Pengukuran yang baik atas suatu ketidakpastian akan menjadi sangat penting untuk memperoleh tingkat kepastian. Lain dari itu, sebagian lagi berpendapat bahwa sulit untuk megetahui berapa tingkat kepastian yang dapat diperoleh dari pengelolaan risiko seperti yang diutarakan oleh Claire Darlington dan Ian Bayne.

Peringkat broker opsi biner:

Antonius Alijoyo, Principal CRMS Indonesia, memiliki pandangan bahwa pertanyaan tersebut tidak secara langsung dapat dijawab dan bahkan tidak juga perlu untuk dipertanyakan. Beliau menjelaskan bahwa untuk memperoleh tingkat kepastian bergantung pada seberapa besar pemahaman kita terhadap suatu fenomena, sejauh apa kita mencari tahu informasi-informasi mengenai fenomena tersebut. Sejalan dengan pendapat tersebut, Leo J. Susilo menerangkan secara umum pengelolaan ketidakpastian dapat dilakukan dengan mengurangi sebanyak mungkin “known uncertainty”, sedangkan kita tidak dapat berbuat apa-apa terhadap “unknown uncertainty”. Claire Darlington pun berpendapat bahwa tingkat kepastian dapat diketahui dengan mengetahui informasi-informasi akan suatu fenomena. Dengan begitu, seseorang akan tahu seberapa besar usaha yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak yang ada. Fenomena yang dapat diketahui informasinya inilah yang disebut sebagai known uncertainty.

Informasi mengenai seberapa besar dampak dari suatu fenomena juga diperlukan untuk menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan. Apakah suatu keputusan diambil berdasarkan risk informed atau berdasarkan risk based. Ian Dalling menjelaskan bahwa risk informed decision making merupakan pengambilan keputusan berdasarkan informasi tentang risiko yang sudah diketahui, dapat berupa pengalaman dan keahlian dari seseorang, sedangkan risk based decision making merupakan pengambilan keputusan berdasarkan informasi-informasi tentang risiko yang terstruktur dan didapat dari suatu sistem. Menggambarkan kedua hal ini, akan sangat mudah jika melihat kondisi yang terdapat di dunia pengobatan.

Di dalam dunia pengobatan, seorang dokter biasanya mengambil keputusan berdasarkan risk informed. Menyederhanakan apa yang dikatakan oleh Jacquetta Goy, dapat diambil contoh dari seseorang yang mengidap penyakit kritis dan harus segera ditangani dengan prosedur operasi. Keputusan operasi yang dilakukan oleh dokter tersebut terkadang diambil secara cepat sebelum kondisi yang terkena penyakit tidak semakin memburuk. Seorang dokter hanya melihat dari gejala-gejala yang ditunjukkan oleh pasien tersebut, dan berdasarkan pengalaman yang dimilikinya, dokter tersebut sudah langsung dapat menyimpulkan tindakan apa yang harus cepat dilaksanakan. Berbeda dengan pengambilan keputusan berdasarkan risk based, dimana cara ini biasa ditemukan di dalam suatu organisasi yang menerapkan manajemen risiko.

Terdapat berbagai cara untuk memahami suatu fenomena. Di antara berbagai cara yang ada, dalam hal ini penulis hanya dapat menyimpulkan bahwa manajemen risiko merupakan cara terbaik saat ini untuk memperoleh kepastian dari suatu fenomena yang ada. Dengan diterapkannya manajemen risiko yang terstruktur, individu atau organisasi dapat melakukan identifikasi, analisis, dan evaluasi terhadap setiap risiko yang ada, sehingga diperoleh informasi-informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih pasti. Sejalan dengan hal ini, Vladimir Trbojevic menjelaskan bahwa mengurangi ketidakpastian tidak serta merta langsung dapat mengurangi risiko tersebut, tetapi merupakan suatu pendekatan yang lebih baik dalam hal pencegahan.

  • Alijoyo, F. A. (2020, Februari 14). Wawancara langsung.
  • Dalling, Ian. (2020, Januari 27). To what degree of certainty can you manage uncertainty? [LinkedIn Group Discussion]. Comment posted to group discussion: http://www.linkedin.com/groups/what-degree-certainty-can-you-1834592.S.5833377352003903489?qid=22070919-f4d0-4227-aca3-1851b956fdde&trk=groups_most_popular-0-b-ttl&goback=%2Egmp_1834592.
  • International Standard. (2009). ISO 31000: Risk Management – Principles and Guidelines.
  • Susilo, L. J. dan Kaho, V. R. (2020). Manajemen risiko berbasis ISO 31000: Untuk industri non-perbankan. Jakarta: Penerbit PPM.
  • Susilo, L. J. (2020, Februari 5). Re: Pertanyaan Seputar Manajemen Risiko. Message posted to Yahoo electronic mailing list, archived at: https://us-mg6.mail.yahoo.com/neo/launch?.rand=av333kmtlu0v5#mail.

Yodi Izharivan – Associate Researcher, CRMS Indonesia

Perbedaan Antara Risiko dan Ketidakpastian Perbedaan Antara 2020

Risiko vs Ketidakpastian

Kita hidup di dunia yang sibuk. Kita masing-masing mengambil risiko setiap hari dan berkali-kali kita tidak yakin akan hal-hal yang pasti dan pasti kita pasti. Tapi, begitu banyak dari kita yang terganggu oleh pertanyaan besar: apa perbedaan mendasar dan nyata antara risiko dan ketidakpastian?

Kamus kamus kamus kamus online. com mendefinisikan risiko sebagai ‘keterpaparan terhadap kemungkinan cedera atau kehilangan; bahaya atau kesempatan berbahaya ‘dan juga mendefinisikan’ mengambil atau menjalankan risiko, ‘untuk mengekspos diri pada kemungkinan cedera atau kehilangan; menempatkan diri dalam bahaya; bahaya; usaha’; sementara itu memberi kita definisi ketidakpastian sebagai ‘keadaan tidak pasti; keraguan; keraguan’. Pada tampilan pertama, sepertinya tidak ada bedanya, tapi jika Anda membaca dengan saksama, Anda akan mengerti bahwa ada garis yang sangat halus dalam memahami antara 2 arti ini. Kita semua perlu memahami bahwa baik risiko maupun ketidakpastian adalah beberapa konsep yang berhubungan dengan harapan manusia dengan cara yang khusus, namun ini tidak berarti bahwa konsep ini benar-benar relatif. Katakanlah, pesawat terbang terbang berisiko jauh lebih besar 50 tahun yang lalu, dan ini adalah risiko yang lebih kecil hari ini, tapi masih berisiko bukan, orang masih mati di pesawat terbang kan? Jadi, seperti Anda bisa melihat kerabatnya, tapi ini semacam ‘relativitas terbatas’. Dalam pemakaian sehari-hari, kita sering menyalahgunakan kata resiko dan probabilitas. Pernahkah Anda mulai memikirkan apa risiko yang Anda hadapi setiap hari saat melewati jalan, saat Anda minum kopi panas atau saat Anda mengekspos diri Anda pada sinar matahari? Sekarang, ketika Anda tidak yakin tentang sesuatu, saat itulah Anda pasti tidak yakin tentang itu. Contoh nyata lainnya adalah Anda tidak yakin dengan ujian atau ujian, tapi jika Anda mempersiapkan diri dengan baik dan mengerjakan semua pekerjaan rumah Anda, Anda dapat yakin tentang ujian, sambil tetap berada di bawah risiko bahwa Anda mungkin akan melupakan semua hal yang Anda pelajari atau bahwa Anda akan terlalu emosional; Keduanya berada di bawah probabilitas rendah, namun tetap memungkinkan. Namun, Anda tidak dapat mengasumsikan bahwa risiko selalu di bawah probabilitas rendah. Jadi, jika Anda sangat yakin dengan sesuatu yang berada di bawah probabilitas rendah, risikonya.

Pengalaman hidup menunjukkan bahwa biasanya jika seseorang tidak yakin akan sesuatu, mereka lebih rentan terhadap kegagalan pada hal tertentu. Jadi, lain kali Anda merasa tidak yakin akan sesuatu, hal pertama yang perlu Anda periksa adalah apakah ketidakpastian ini berasal dari fakta atau emosi nyata, perasaan di dalam diri Anda. Periksa apakah Anda memiliki fondasi yang sebenarnya tidak pasti, dan lihat apakah Anda dapat melakukan apapun untuk ‘mengubah statistik’. Kita seharusnya tidak pernah ragu, tapi kita harus mengambil risiko setiap hari.Jangan lupa, bahkan jika Anda yakin tentang sesuatu dan itu tidak berubah seperti yang Anda harapkan, ini bukan akhir dari dunia! Selalu ingat bahwa jika tidak ada rasa sakit, tidak ada keuntungan.

Ringkasan:
1. Resiko berarti bahaya atau ancaman yang mungkin dirasakan seseorang dalam melakukan beberapa pekerjaan, sementara ketidakpastian berarti keragu-raguan atau ambiguitas tentang hal tertentu.
2. Ketidakpastian berasal dari emosi sementara risiko bisa realistis.
3. Resiko dapat dikaitkan dengan kejadian dengan probabilitas rendah sedangkan ketidakpastian dapat disentuh dengan kepercayaan 100%.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: