Digital Aset Hara Cara membaca grafik trading

Peringkat broker opsi biner:

Mengenal – Membaca dan Memahami Grafik Pergerakan Harga

Pergerakan harga instrumen finansial baik saham maupun forex biasanya digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini memudahkan trader untuk mengetahui pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Ada beberapa jenis grafik yang biasa dipakai di pasar finansial yaitu:

  1. Line Chart/Grafik Garis
  2. Bar Chart/Grafik Batang
  3. Candlestick Chart/Grafik Lilin

Grafik Line Chart hanya memuat data harga dipenutupan perdagangan yang digambarkan dalam bentuk garis saja.

Sementara Bar Chart dan Candlestick Chart hampir sama dikarenakan memuat data harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah.

Hanya saja grafik candlestick lebih mudah dibaca dibandingkan grafik bar.

Di samping itu keunggulan lain dari candlestick chart adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan tampilan yang lebih mudah dibaca.

Berikut tampilan masing-masing chart menggunakan contoh Indeks S&P500:

Saya pribadi selalu menggunakan candlestick chart di platform trading yang saya gunakan karena enak dilihat dan mudah dipahami.

Peringkat broker opsi biner:

Nah, setelah Anda mengetahui jenis-jenis chart sekarang saatnya bagi Anda untuk belajar bagaimana membaca grafik harga.

MEMAHAMI GRAFIK HARGA

Di semua instrumen finansial harga bisa bergerak naik,bergerak turun maupun sideways (range harga sempit).

Di dunia trading Anda akan sering mendengar istilah-istilah berikut:

  • Trend = periode dimana harga bergerak menuju ke arah tertentu bisa naik dan turun
  • Range = periode dimana harga bergerak dalam ruang yang sempit atau harga bergerak flat (sideways)
  • Bullish = Uptrend = Rally = Harga bergerak naik
  • Bearish = Downtrend = Harga turun

Untuk penjelasan lebih lanjut Anda bisa perhatikan gambar di bawah ini.

Pertama harga bergerak turun (downtrend) ,kemudian untuk waktu tertentu harga bergerak sideways dan setelahnya harga mengalami kenaikan (uptrend).

Tapi harap diketahui juga walaupun trend besar sedang bearish (garis yang berwana merah), ada minor uptrend di dalamnya (garis warna biru). Harga bisa memiliki Primary Trend (trend besar), Secondary Trend (trend sedang) dan Minor Trend (trend kecil).

Umumnya di dalam setiap platform trading kita dapat memilih chart dengan periode waktu:

  • M1 = 1 menit
  • M5 = 5 menit
  • M15 = 15 menit
  • M30 = 30 menit
  • 1H = 1 jam
  • 4H = 4 jam
  • 1D = 1 hari
  • 1W = 1 minggu dan
  • 1M = 1 bulan

Gambar grafik harga di bawah ini menggunakan contoh forex pair EUR/USD (Euro-Dollar) untuk memberikan gambaran kepada Anda bagaimana sebuah grafik harga dapat membantu trader menentukan posisinya berada dimana pada saat akan trading.

Coba Anda perhatikan pada chart M5, M30, 1H Anda akan menemukan bahwa harga sedang mengalami downtrend.

Tetapi apakah benar harga sedang downtrend? Anda bisa lihat chart dengan periode yang lebih panjang.

Misalnya pada contoh di atas kita menggunakan chart 4H dan 1D (grafik harian) menunjukkan sedang terjadi periode uptrend. Dan jika Anda memilih chart 1W (grafik mingguan) dan 1M (grafik bulanan) Anda akan mendapati bahwa harga sedang dalam fase konsolidasi (sideways) yang cukup lama.

Berdasarkan contoh di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa forex pair EUR/USD Primary Trend-nya sedang mengalami konsolidasi, Secondary Trend-nya sedang uptrend dan Minor Trend-nya sedang downtrend.

Trend yang manakah yang harus Anda ikuti?

Trader tipe apakah Anda? Penentuan trend bisa berbeda tiap trader berdasarkan time frame yang dipilih.

Trend besar bagi day trader belum tentu trend besar pula bagi swing trader dan trend follower.

Menentukan trend ketika akan melakukan transaksi sangat krusial bagi keberhasilan trader melakukan transaksi. Trader harus mengetahui dengan jelas posisinya berada dimana saat itu. Sebaiknya Anda trading menggunakan time frame yang sesuai dengan gaya trading Anda yang sudah dijelaskan di artikel ini.

Ketika trading untuk melakukan transaksi jual beli Anda dapat menggunakan dua buah chart sekaligus.

Yang satu sebagai chart utama Anda sebagai petunjuk untuk membeli atau menjual. Dan yang kedua chart dengan periode waktu lebih panjang untuk mengetahui trend besar yang terjadi.

Tujuannya adalah agar Anda tidak trading melawan trend besar, agar peluang memperoleh profit lebih besar pula. Jika trend besar sedang berlawanan dengan trend kecil sebaiknya Anda tidak membuka posisi. Atau Anda dapat pula mencari instrumen lain yang trend besarnya sama dengan trend kecilnya. Anda harus melihat market sebagai big picture.

Contoh lebih detailnya sebagai berikut:

1.Scalper dapat menggunakan chart dengan time frame M5 sebagai panduan untuk entry (membuka posisi buy) dan exit (menutup posisi baik loss maupun profit). Dan dapat menjadikan chart dengan time frame M30 sebagai trend besar. Contohnya seperti gambar di bawah ini.

Kita lihat bahwa trend besar sinkron dengan trend kecilnya.Yang di sebelah kiri adalah trend besar dengan menggunakan time frame M30 dan yang di sebelah kanan adalah trend M5 yang akan Anda gunakan sebagai ketika trading.

2.Day trader dapat menggunakan chart dengan time frame M30 sebagai panduan untuk melakukan transaksi beli dan jual. Dan dapat menjadikan chart dengan time frame 4H sebagai trend besar.

Pada contoh grafik di atas kita bisa melihat bahwa harga baik di trend besar 4H maupun di trend kecil M30 sama-sama memasuki area support. Kedua chart saling mendukung untuk dilakukan transaksi beli jika Anda memakai strategi Buy on Support.

3.Swing Trader dapat menggunakan chart dengan time frame 1D sebagai panduan untuk melakukan transaksi beli dan jual. Dan dapat menjadikan chart dengan time frame 1W sebagai trend besar.

Grafik yang di sebelah kiri adalah chart dengan time frame 1W yang kita jadikan sebagai acuan trend besar dan yang di sebelah kanan adalah grafik 1D dimana kita melakukan transaksi.

4.Trend Follower dapat hanya menggunakan chart 1W karena biasanya sudah menggambarkan trend yang cukup kuat.Tetapi jika ingin dipadukan dengan chart 1M juga tidak apa-apa.

Grafik yang di sebelah kiri adalah chart dengan time frame 1M (grafik bulanan) dan yang di sebelah kanan adalah chart dengan time frame 1 W (grafik mingguan).

Konsistensi sangat penting dalam trading, termasuk dalam pemilihan time frame. Anda harus konsisten dengan time frame yang Anda pilih sesuai dengan gaya trading Anda.

Misalnya Anda memilih untuk menjadi Swing Trader maka Anda harus konsisten dengan time frame 1D (grafik harian) untuk membuka posisi,menentukan stop loss price,profit target price serta menutup posisi.

Gonta-ganti time frame hanya akan membuat Anda bingung untuk membuat keputusan ketika trading dan mudah terpengaruh oleh opini trader lain.

Di artikel ini Anda akan belajar bagaimana cara menentukan trend apapun time frame yang Anda gunakan.

Enjoy the process and have good trading habits!

5 Cara Membaca Grafik Trading di VIP yang Akurat

Cara membaca grafik trading di VIP – Agar bisa melakukan trading dengan sukses Anda harus tahu bagaimana membaca grafik Bitcoin. Grafik tersebut akan memudahkan Anda dalam memahami trend pasar yang ada di dalam VIP Bitcoin. Bermain Bitcoin ini harus menggunakan teknik, tidak mengandalkan firasat dan dugaan semata. Jika hanya menggunakan firasat besar kemungkinan bahwa analisa itu akan salah, dan Anda menjadi kesal atau merugi dibuatnya. Yang dimaksud grafik trading adalah grafik yang digunakan untuk proses trading baik itu menjual maupun membeli. Grafik trading ini akan Anda temukan pada bagian spot market. Di sana Anda akan melihat pergerakan mata uang Bitcoin tersebut. Agar tidak salah analisa, simak cara membaca grafik trading di VIP Bitcoin berikut ini:

Lihat Garis Grafik

garis bitcoin spot market naik

Setelah masuk ke bagian spot market, Anda bisa melihat arah dari pergerakan Bitcoin. Jika angka atau garisnya selalu naik itu tandanya harga Bitcoin tersebut sedang mengalami trend atau mencapai harga tertinggi. Namun jika garis menurun maka dipastikan Bitcoin tersebut juga menurun.

Warna Grafik

warna grafik VIP Bitcoin

Setelah mengetahui grafik melalui garis kini Anda bisa melihatnya dari warna grafiknya. Di VIP Bitcoin ini ada dua warna yang mendominasi yaitu hijau dan merah. Jika warna grafik di dominasi dengan warna hijau Anda bisa melakukan jual beli Bitcoin tersebut, namun jika didominasi dengan warna merah sebaiknya Anda membeli Bitcoin dan menjualnya kembali di saat grafik pada VIP Bitcoin tersebut di dominasi dengan warna hijau. Harga Bitcoin akan naik lebih tinggi lagi jika grafiknya berupa tanda hijau panjang. Jika harga Bitcoin, dan trendnya sudah sangat tinggi sebaiknya urungkan niat untuk menjual atau membelinya karena harga bisa anjlok sewaktu-waktu.

Membaca Volume

Dalam grafik trading itu juga ada bagian volume. Volume ini menentukan apakah harga Bitcoin tersebut akan naik atau justru turun. Jika volume pada grafik tersebut sedikit maka harga Bitcoin akan menjadi naik. Berbeda sebaliknya jika volumenya banyak justru harga Bitcoin akan menurun.

Membaca Grafik dengan Advance Chart

Cara membaca grafik trading di VIP Bitcoin paling mudah adalah dengan menggunakan advance chart. Anda akan dengan mudah menganalisa pergerakan Bitcoin dari waktu ke waktu berkat grafik ini. Dalam chart ini Anda akan menemukan grafik dengan model candle stick. Kemudian Anda bisa membaca grafik trading melalui Advance Chart tersebut berdasarkan jam. Waktu paling efektif untuk membaca pergerakan harga Bitcoin adalah 1 jam, karena menganalisa pergerakan Bitcoin dalam tiap menit tidak akan efektif. Setelah itu Anda akan disajikan grafik dengan dominasi warna merah dan hijau, melalui grafik tersebut Anda bisa melihat perkiraan kapan harga Bitcoin sedang tinggi atau mengalami trend, dan kapan harganya menjadi low.

membaca Grafik bitcoin dengan Advance Chart

Untuk bisa memudahkan pengamatan Anda, silahkan menggunakan garis bantuan berupa trend line tepatnya di pojok kiri Advance Chart. Tarik garis dimana Bitcoin mencapai harga tertinggi sampai dengan perkiraan harga terendah. Jika Anda sudah menemukan itu, kemudian pasang alarm jika harga Bitcoin sudah melewati garis yang dibuat dimana perkiraan harga akan mulai merangkak naik. Alarm ini merupakan peringatan kepada Anda untuk bisa menjual Bitcoin terutama jika harga tersebut sudah mulai perlahan-lahan naik. Memasang alarm ini penting bagi Anda jika sebelumnya Bitcoin tersebut memiliki penurunan harga yang signifikan. Dalam alarm tersebut Anda juga bisa mengeset berapa nilai Bitcoin yang Anda tandai atau inginkan untuk penjualan.

Exchange Harga Bitcoin

Tidak hanya grafik saja yang berpengaruh dalam pergerakan harga Bitcoin tersebut namun exchange dari luar pun menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan mata uang Bitcoin yang ada di Indonesia. Mata uang Bitcoin ini saling berhubungan antara negara satu dengan yang lainnya. Dalam menu bar yang berjalan pada situs resmi Bitcoin Anda bisa melihat nilai mata uang Bitcoin di negara lainnya. Sebagai contohnya Anda melihat Bithumb pada menu bar disertai dengan nilainya. Bithumb adalah pertukaran cryptocurrency yang ada di Korea Selatan dan nilai yang tertera pada menu bar tersebut adalah nilai Bitcoinnya dalam dolar Amerika Serikat atau USD. Selain Bithumb Anda juga akan menemukan Bitstamp yaitu pertukaran cryptocurrency yang ada di London disertai dengan nilai Bitcoinnya dalam mata uang USD.

Untuk bisa sukses trading jangan hanya terpaku pada grafik. Grafik memang penting namun Anda juga harus memperhatikan aspek lainnya. Selain Anda tahu bagaimana cara membaca grafik trading di VIP, Anda juga harus memperhatikan mata uang Bitcoin di negara lainnya.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: