Fungsi Bitcoin Bagaimana cara kerja Bitcoin

Peringkat broker opsi biner:

Memahami Cara Kerja Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang digital yang mulai populer pada tahun 2020. Mata uang ini tidak dikontrol Bank atau lembaga lain. Mata uang yang terdesentralisasi ini didesain untuk menjaga uang kita dari mereka yang ingin mengambil keuntungan. Tapi bagaimana cara kerja sebuah mata uang digital? Bagaimana bisa mata uang ini berlaku jika tidak ada orang yang bisa mengatakan mereka menyimpannya.

Bitcoin terdiri atas tiga bagian yaitu: block chain, mining network, dan wallet. Untuk dapat memahami cara kerja Bitcoin, kita harus memahami cara kerja tiap bagiannya. Buatlah segelas kopi/teh dan nikmati artikel ini.

Block Chain

Block chain adalah daftar tiap transaksi Bitcoin yang pernah terjadi. Sebelum transaksi masuk ke block chain, maka transaksi itu belum selsai. Sesuai namanya, block chain merupakan rangkaian/rentetan sebuah blok. Blok tersebut berisi sekumpulan transaksi baru dan terhubung dengan blok sebelumnya. Semua orang dapat memvalidasi block chain dengan mengikuti seluruh catatan yang merekam setiap transaksi sampai dengan transaksi pertama saat Satoshi Nakamoto membuat Bitcoin.

Sampai disini, kamu mungkin berpikir keras, siapa yang bertugas mengelola block chain ini. Jawabannya adalah: tidak ada. Tidak ada satu organisasi atau perseorangan pun yang memegang salinan block chain sendiri. Bitcoin dibuat agar terdistribusi dengan baik, sehingga tidak ada titik kesalahan yang dapat merusak block chain baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Block chain dipegang oleh setiap komputer yang menambang Bitcoin.

Menambang Bitcoin

Orang-orang yang menambang Bitcoing (miner), adalah orang-orang yang menjaga transaksi lama serta memastikan transaksi baru tercatat. Tugas mereka adalah membuat (atau menambang) blok baru. Blok-blok ini menyimpan transaksi baru yang terjadi. Sebagai kompensasi telah menambang blok-blok baru ini, mereka diberikan beberapa Bitcoin. Insentif seperti ini memastikan ada cukup orang untuk melakukan penambangan sehingga sistem jaringan Bitcoin terus berjalan.

Wallet

Wallet adalah bagian Bitcoin yang sering dilihat oleh pengguna. Istilah wallet (dompet) sendiri kurang tepat karena wallet sebetulnya tidak menyimpan Bitcoin. Wallet hanya menyimpan private key yang mengijinkan sang pemilik untuk menambah transaksi ke block chain disebuah alamat berupa public key. Bitcoin-nya tersimpan sebagai sebuah catatan transaksi di dalam block chain tersebut.

Paragraf-paragraf sebelumnya memberikan garis besar tentang cara kerja Bitcoin dan kita dapat mulai menambang atau menggunakan Bitcoin. Meskipun begitu, ada kemungkinan kamu tidak mempercayai mata uang ini karena cara kerjanya yang agak aneh.

Kehebatan mata uang ini adalah teknik kriptografi yang melindungi pengguna. Mari kita lihat secara lebih mendalam bagaimana cara teknik ini bekerja.

Keamanan Bitcoin sebagian besar datang dari hashing, dan hash inilah yang digunakan untuk menautkan blok yang satu dengan blok lainnya di block chain. Setiap blok menyimpan hash blok sebelumnya, dan nilai hash tersebut tidak dapat diganti tanpa mengubah nilai hash blok sekarang (yang juga perlu diubah di blok berikutnya, dst.). Semua orang bisa memeriksa bahwa tidak ada transaksi yang pernah mengubah nilai hash karena, jika hal itu dilakukan maka nilai hash berikutnya akan terpengaruh dan tidak lagi tertaut.

Bertransaksi dengan Bitcoin

Saat melakukan transaksi dengan Bitcoin, kita mengirimkan transaksi tersebut ke jaringan miner. Untuk menjaga bahwa tidak ada orang yang dapat melakukan transasi menggunakan wallet kita tanpa diketahui, terdapat beberapa keamanan yang diberlakukan.

Transaksi Bitcoin terjadi antara dua wallet atau lebih. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kedua wallet ini hanyalah pasangan public/private key yang digunakan untuk mengenkrip data. Cara kerja kedua pasangan key ini memastikan bahwa semua data yang dienkripsi dengan public key dapat dibaca dengan private key, dan begitu pula sebaliknya.

Di Bitcoin, kita tidak memiliki tumpukan uang yang bisa naik turun seperti di Bank. Sebagai gantinya, kita memiliki sekumpulan Bitcoin yang dapat ditelusuri hingga miner pertamanya. Saat melakukan transaksi, kita harus mereferensi transaksi saat mendapatkan Bitcoin tersebut (bisa mereferensikan lebih dari satu). Selanjutnya, kita harus menandai secara digital setiap transaksi yang direferensikan. Artinya, kita meng-hash-kan detail dari transaksi dan mengkripsinya dengan private key. Karena public key akan selalu terhubung dengan alamat kita (juga transaksi yang direferensikan), maka akan dipastikan bahwa hanya kita yang memiliki otorisasi untuk melakukan transaksinya.

Perhatikan bahwa tidak ada data fisik yang keluar dari wallet selain pesan ke block chain. Jumlah Bitcoin di dalam sebuah wallet dikalkulasi dengan melihat transaksi yang ada di block chain. Artinya siapapun dapat memeriksa jumlah Bitcoin yang ada di wallet manapun. Namun, bukan berarti siapapun dapat mengetahui siapa yang memiliki wallet tertentu karena tidak mudah untuk menentukan pemilik dari tiap wallet tersebut.

Saat transaksi ini sampai ke tangan miner, transaksi ditambahkan ke block berikutnya. Seperti yang telah kita pahami bahwa tiap block chain dapat dibagi lagi (dan seorang miner dengan computing power yang besar dapat membaginya secara berkelanjutan). Tidak ada garansi transaksi akan langsung masuk block chain, tapi dilihat dari jumlah block yang ada. Jika hanya ada satu blok, maka seorang penyerang yang beruntung dapat mengacaukan keseluruhan mining network. Dengan bertambahnya blok yang masuk ke block chain, kerjaan penyerang akan makin banyak dan lebih menyulitkan.

Enam blok biasanya dianggap cukup untuk memastikan sebuah transaksi ditambah dengan benar ke dalam block chain. Dengan laju satu blok setiap sepuluh menit, maka proses penambahan transaksi dapat terjadi dalam waktu satu jam. Untuk transaksi dengan nominal besar, kamu mungkin akan menunggu sedikit lebih lama sebelum transaksi sudah selesai di-transfer.

Block chain merupakan catatan tiap transaksi yang dapat diverfikasi secara publik. Setiap detail transaksi akan disebarluaskan ke semua miner yang ada di jaringan bitcoin dengan permintaan agar dimasukkan ke blok berikutnya.

Agar seorang miner dapat dibayar atas pekerjaannya menambah sebuah blok, ada dua hal yang harus terjadi: mereka harus memastikan hash-nya valid dan blok tersebut tercatat di block chain. Syarat pertama murni tantangan yang bersifat teknis, sedangkan syarat yang kedua akan memaksa mereka untuk memeriksa semua kemungkinan. Jika block chain mengandung transaksi yang tidak valid (misal, seseorang melakukan transaksi dengan coin yang tidak mereka miliki), maka miner berikutnya yang mendapatkan kiriman dari miner tersebut akan menolak sehingga ia tidak mendapat bayaran. Oleh karena itu miner akan memeriksa setiap transaksi untuk memastikan kevalidannya sebelum ditambahkan ke dalam sebuah blok.

Saat seorang miner menerima sebuah blok dari miner lainnya, mereka akan mendapatkan insentif saat menemukan kesalahan karena dua hal. Pertama, jika mereka menolak sebuah blok, itu artinya mereka masih memiliki kesempatan untuk menambangnya untuk diri mereka sendiri. Kedua, jika mereka menerima blok yang oleh miner lain ditolak karena tidak valid, maka penambangan yang mereka lakukan akan sia-sia karena blok ini tidak akan masuk ke block chain.

Diwaktu yang sama mereka akan mendapatkan insentif saat menerima blok yang valid, karena jika mereka menolak sebuah blok yang diterima oleh miner lain, maka blok selanjutnya yang mereka tambang akan ditolak oleh miner-miner lain.

Hashtag

Hashing – sering dikenal juga sebagai enkripsi satu arah – adalah sebuah metode untuk mengubah suatu data dengan satu cara yang tidak dapat dibalik tapi bisa diverifikasi. Mari kita lihat sebuah contoh hashing yang sangat sederhana dengan operator modulus 10. Dicontoh ini, kita membagi suatu angka dengan 10 dan sisa hasil bagi ini adalah hash-nya – sehingga angka 45 memiliki hash 5.

Ada dua fungsi krusial yang harus dimiliki oleh hash. Yang pertama adalah mudah untuk diverfikasi. Tiap kali dilakukan, prosesnya haruslah cepat dan menghasilkan hasil yang sama. Fungsi kedua adalah tidak bisa dibalik. Jika seseorang mengatakan nilai sebuah hash adalah 5, seharusnya kita tidak tahu bahwa nilai aslinya adalah 45.

Meskipun begitu modulo 10 adalah teknik algoritma hashing yang buruk karena memungkinkan adanya nilai hash yang sama dari sumber data yang berbeda. Hash yang bagus harus memiliki dua elemen tadi. Sedikit perubahan pada nilai awal akan membuat nilai hash-nya berubah drastis.

Hash sering dipakai dalam keamanan komputer. Contohnya yaitu penyimpanan password di Linux. Sistem Linux tidak pernah menyimpan password, tetapi yang disimpan adalah nilai hash-nya. Kita bisa melihat nilai-nilai hash password di Linux dengan mengetikan:

sudo cat /etc/shadow

Setiap kali log in, komputer akan merumuskan nilai hash dari password yang dimasukkan dan membandingkannya dengan hash yang tersimpan. Jika kedua hash memiliki nilai yang sama, maka log in berhasil. Meskipun bisa melihat semua hash yang ada di sistem, bukan berarti standar keamannya rendah karena sangat sulit untuk membalikkan nilai hash menjadi nilai asal.

Dalam sistem Bitcoin, hash dipakai untuk memverifikasi integritas block chain, dan menjadi bukti bahwa seorang miner sudah menambang sebuah blok. Tugas hash di block chain adalah memastikan tidak ada blok yang diubah sejak mereka ditambang.

Ada sebuah masalah yang mungkin terjadi yaitu dua miner dapat membuat block yang sama pada waktu yang bersamaan dan mengirimkannya ke miner lain. Saat hal ini terjadi, akan ada sebuah perpecahan di block chain. Beberapa miner dapat bekerja di salah satu blok, dan miner yang lain di blok satunya. Aturan Bitcoin menyatakan bahwa block chain valid yang lebih panjang yang akan dipakai. Salah satu dari perpecahan dua perpecahan tadi salah satunya akan masuk ke blok berikutnya lebih dulu, sehingga miner akan melewatkan chain yang lebih pendek agar mendapat bayaran untuk menambang *chain yang lebih panjang.

Aturan ini memastikan bahwa sebuah jaringan miner yang ingin memaksimalkan keuntungan pribadi tetap menjaga integritas mata uang ini. Sekelompok miner yang ingin mengakali sistem akan membutuhkan computing power yang lebih besar dari kombinasi semua miner yang benar (agar mereka dapat menambang blok dengan rate yang lebih cepat dan memiliki block chain lebih panjang). Hashcash selanjutnya mengamankan jaringan Bitcoin melalui raw computing power.

Ini lah alasan mengapa penambangan Bitcoin harus tetap untung. Saat ini, jaringan Bitcoin memiliki performa sebesar 15 peta hash per detik dan terus naik. Untuk membeli computing power yang lebih besar untuk mengalahkan angka di atas akan membutuhkan sekitar 150 juta poundsterling dan akan terus bertambah. Harga ini belum termasuk listrik, ruang penyimpanan, pendinginan, gaji orang yang menjalankannya, dll.

Hashcash

Hashcash adalah sistem yang digunakan oleh miner untuk memverifikasi bahwa mereka telah menambah sebuah blok sebelum blok tersebut dimasukkan ke block chain. Fungsi dasarnya adalah membuat block chain menjadi tidak memungkinkan untuk diubah.

Proses ini bergantung pada proses hashing, terutama fungsi hash SHA256. Fungsi ini menerima sebuah input dan mengeluarkan output sebuah angka 256-bit. Angka yang dimasukkan ke fungsi hash adalah header block (didalamnya terdapat sebuah counter) dan semua hash dari transaksi lain. Tugas miner adalah mencari nilai untuk counter dimana output dari fungsi hash berada di bawah nilai tertentu. Batas nilai ini akan menyesuaikan dengan pengaturan kesulitan saat ini, yang normalnya berubah tiap 2020 blok.

Satu-satunya cara untuk mendapatkan nilai hash yang dibutuhkan adalah dengan computing power yang besar. Dengan makin banyaknya nilai hash yang didapatkan dalam waktu yang lebih cepat akan memperbesar kemungkinan mendapatkan nilai yang memenuhi. Saat nilai hash ditemukan, itu artinya kita sudah menambah blok tersebut dan dapat mengirimkannya ke miner lain di jaringan.

Kecepatan sebuah jaringan atau sebuah komputer penambang Bitcoin dilihat dari berapa banyak hash yang dapat dicoba dalam satuan waktu (biasanya dihitung dalam juta hash perdetik atau GHs).

Peringkat broker opsi biner:

Miner tidak perlu khawatir pekerjaan mereka diambil orang karena didalamnya ada hash dari semua transaksi dan salah satu transaksi itu adalah bayaran untuk miner itu sendiri karena menambang blok. Hasil ini tidak bisa diambil orang tanpa mengubah nilai hash-nya.

Perlu dicatat bahwa algoritma hashcash yang digunakan oleh Bitcoin sedikit berbeda dengan algoritma yang digunakan untuk mendeteksi pesan spam, meskipun cara kerja keduanya hampir mirip.

Pencegahan Penipuan

Keuntungan menambang Bitcoin dikontrol oleh dua faktor: kesulitan dalam menambang tiap blok, dan jumlah Bitcoin yang didapatkan oleh miner di tiap blok. Kedua hal ini harus diimbangi dengan memperhitungkan computing power dan nilai Bitcoin yang terus meningkat di pasar.

Jumlah Bitcoin yang diberikan tiap blok berubah dalam nilai yang pas: bermula di 50,5 tiap 210.000 blok (kurang lebih empat tahun) sampai 21 juta Bitcoin sudah ditambang, dan tidak ada lagi Bitcoin yang dapat diberikan untuk menambang blok-blok selanjutnya.

Tingkat kesulitannya bervariasi setiap 2.016 blok. Jaringan Bitcoin didesain untuk membuat blok baru rata-rata setiap 10 menit. Waktu ini dipilih karena dua hal: waktu yang lebih singkat akan membuat transaksi lebih cepat terjadi, namun waktu yang terlalu singkat juga dapat membuat lebih dari satu miner membuat blok baru di saat yang bersamaan sehingga akan ada sumber daya yang terbuang karena ada dua block chain yang saling berkompetisi menjadi yang lebih panjang.

Kamu mungkin bisa melihat sedikit kekurangan dari penjelasan sebelumnya. Pertama, penulis menyatakan bahwa keamanan sistem bergantung pada computing power yang dimiliki pada akhirnya bergantung pada profitabilitas penambangan. Namun kemudian penulis menyatakan bahwa suatu saat nanti di masa yang akan datang saat 21 juta Bitcoin sudah telah ditambang, tidak akan ada lagi upah untuk penambangan.

Hal ini tidak sepenuhnya benar. Meskipun tidak ada lagi bitcoin baru sebagai upah menambang, namun saat melakukan transaksi kita dapat menambahkan biaya transaksi yang akan masuk ke kantong miner. Biaya transaksi jarang dilakukan saat ini karena proses penambangan masih cukup menguntungkan sehingga orang tidak tambahan uang receh, selain itu volume transaksi juga masih sedikit.

Tiap blok memiliki batasan ukuran sebesar 1MB (keputusan untuk mengubah angka ini masih diperdebatkan). Artinya, ada sebuah batasan jumlah transaksi untuk tiap blok. Jika seorang miner menemukan situasi dimana ada lebih banyak transaksi dibanding ruang dalam blok, mereka akan memutuskan transaksi mana yang akan ditambahkan. Tentunya, miner akan memilih transaksi yang memiliki biaya transaksi lebih besar. Transaksi lain tidak akan hilang, mereka hanya akan disimpan untuk dimasukkan di blok berikutnya. Makin besar biaya transaksi akan mempercepat transaksi masuk ke block chain.

Sebagian besar transaksi Bitcoin pada hari ini belum memiliki biaya transaksi. Belum dapat ditentukan apakah biaya transaksi ini akan menjadi satu-satunya cara atau akan ada fitur lain.

Satoshi Nakamoto

Bitcoin kini sudah sangat terkenal dan nilainya mencapai miliaran pounds, tetapi untuk semua ketenaran itu, ada satu rahasia yang tersimpan begitu rapat: identitas penciptanya. Pencipta Bitcoin dikenal dengan nama Satoshi Nakamoto. Tidak diketahui apakah Satoshi ini seorang laki-laki atau perempuan, apakah terdiri dari satu orang saja atau kelompok.

Satoshi menambang cukup banyak Bitcoin di masa-masa awalnya (kemungkinan mencapai satu jutaan), sehingga dengan nilai tukar saat ini, dia sudah kaya raya. Meski memiliki kekayaan dengan nilai yang cukup besar, hingga saat ini Satoshi belum pernah membelanjakannya sama sekali.

Ada beberapa spekulasi tentang siapa saja yang mungkin dapat membuat mata uang ini. Peneliti dan jurnalis telah menunjuk beberapa nama, namun semua membantah tuduhan itu. Mungkin di masa depan saat warnanya berubah menjadi hijau, sang pembuat misterius ini akan menunjukkan jati dirinya. Mari kita tunggu saja tanggal mainnya .

Transaksi Anonim

Bitcoin menjadi terkenal sebagai mata uang pilihan dalam melakukan transaksi online, terutama untuk toko online ilegal seperti Silk Road. Walaupun begitu, Bitcoin tidak didesain sebagai mata uang anonim, dan faktanya memang tidak dapat dilakukan karena cara kerja block chain yang mencatat semua transaksi Bitcoin dan memperbolehkan siapapun untuk melihat alur Bitcoin manapun.

Satu-satunya faktor yang membuat Bitcoin populer sebagai sarana transaksi anonim adalah karena kita dapat membuat wallet Bitcoin tanpa memberitahu identitas siapa kita. Dalam pengertian ini, wallet akan tetap bersifat pribadi, namun mata uangnya akan tetap terpublikasi. Ini artinya jika kita mendapatkan koin secara anonim (misalnya, kita menambangnya atau membeli lewat jalan yang tak terlacak), membelanjakannya lewat cara yang tak terlacak (misalnya, membayar untuk sesuatu yang tidak dikirimkan atau terkait secara pribadi dengan cara apapun), dan tidak menghubungkan wallet dengan lokasi fisik (misalnya, hanya menggunakan wallet melalui Tor) maka seharusnya transaksi ini akan bersifat anonim. Namun keanoniman ini harus dilakukan dengan benar. Satu saja gagal, maka transaksi dapat dilacak sampai ujung.

Meski transaksi anonim memungkinkan untuk dilakukan dengan Bitcoin, namun tunai tetap cara paling aman. Block chain merupakan tambang emas untuk analis big-data dan kemungkinan akan ada hukum yang mengaturnya di masa depan.

Menggunakan Bitcoin

Manfaat sebuah mata uang, bagi kebanyakan orang, adalah bagaimana menggunakannya. Sebagian besar mata uang dunia digunakan dengan melibatkan lingkaran logam atau selembar kertas, tapi tidak ada hal seperti itu untuk Bitcoin.

Untuk melakukan transaksi, hal pertama yang dibutuhkan adalah sebuah wallet Bitcoin. Wallet ini hanya pasangan public/private key yang dipakai untuk menandai transaksi. Akan tetapi, kita memerlukan tempat yang aman untuk menyimpan key ini karena jika hilang semua coin itu akan turut lenyap dari muka bumi. Tingkat keamanan bergantung pada jumlah uang yang ingin disimpan. Ada berbagai jenis wallet untuk hampir semua perangkat komputer termasuk gawai alias smartphone. Patut diingat bahwa tidak ada biaya untuk membuat sebuah wallet, jadi tidak ada yang membatasi kita untuk membuat beberapa.

Semua wallet Bitcoin memiliki cara kerja yang sama, dan menyimpan semua informasi yang dibutuhkan untuk menerima dan mengirim Bitcoin serta melihat transaksi yang pernah dilakukan.

Setelah membuat wallet, kita perlu mendapatkan coin. Untuk sebagian besar orang, artinya kita perlu membeli dari tempat penukaran seperti Coinbase. Sayangnya, opsi ini tidak semudah membeli sebagian besar barang, dan jarang pula yang menggunakan kartu kredit atau Paypal dalam transaksi jual beli coin. Hal ini terjadi karena banyak oknum yang telah membeli menggunakan metode ini komplain kepada perusahaan penyedia kartu kredit ini bahwa mereka tidak pernah menerima coin yang dibeli dan kemudian meminta uang kembali uang yang telah diterima oleh penjual. Perusahaan kartu kredit dapat dengan mudah memeriksa block chain, tapi dulu mereka lebih memilih untuk berpihak pada pembeli dan hasilnya sekarang sebagian besar tempat penukaran tidak menerima kartu kredit. Saat ini cara paling umum untuk membeli coin ialah dengan transfer antar bank.

Saat membeli Bitcoin kita akan dimintai alamat wallet. Saat transfer bank telah dilakukan, tempat penukaran akan mengirimkan koin ke wallet tersebut.

Membelanjakan coin jauh lebih mudah dibanding membelinya. Semakin banyak perusahaan yang menerima pembayaran lewat Bitcoin. Dibagian checkout akan ada alamat wallet untuk mengirimkan coin. Perlu diingat bahwa kita tidak mengirimkan transaksi ke penjual, namun ke jaringan. Penjual akan menerima block chain dari jaringan dan memeriksa transaksi yang dikirimkan ke wallet tertentu.

Perusahaan yang menerima uang biasanya akan menunggu sampai transaksi mencapai enam blok atau lebih, yang akan memakan waktu hingga satu jam. Saat transaksi selesai, kita akan mendapatkan produk yang diinginkan.

Menambang Bitcoin – Bitcoin Mining? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bitcoin sangat bergantung pada proses pertambangan ini. Karena dengan pertambangan yang dilakukan oleh para penambang Bitcoin (miner) ini akan memvalidasi setiap transaksi, membangun dan menyimpan blok baru tersebut ke dalam blockchain. Untuk menyimpan blok-blok baru ke dalam Blockchain ini, para penambang harus mencapai konsensus.

Menambang Bitcoin – Bitcoin Mining: Peran Dan Fungsi Penambang – Hardware – Konsumsi Energi – Pool Mining

Menambang Bitcoin adalah mekanisme penciptaan dan pendistribusian unit-unit bitcoin (BTC) baru, dengan cara yang paling adil, rasional, dan demokratis. Proses menambang bitcoin tersebut dapat memastikan bahwa pendistribusian unit-unit bitcoin baru dapat diberikan hanya kepada yang paling berhak atas kontribusinya.

Bitcoin, pertama kali diperkenalkan sebagai sebuah Sistem Pembayaran Tunai Elektronik Berbasis Peer-to-Peer. Hal ini berdasarkan pada makalah bitcoin yang dibuat oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2020 silam. Makalah semi formal bitcoin ini disebut dengan Whitepaper Bitcoin.

Ketika berbicara tentang sebuah sistem pembayaran elektronik, maka hal paling mendasar pertama yang harus dipersiapkan adalah “unit-unit cash”. Apa yang dimaksud dengan unit cash ini tidak lain berfungsi seperti halnya sebuah “duit tunai”. Sehingga dengan unit-unit cash inilah yang nantinya paling berperan sebagai bahan baku. Menjadi motor penggerak. Agar sistem pembayaran tersebut dapat berjalan. Tanpa itu, mustahil sebuah sistem pembayaran elektronik bisa beroperasi.

Sebut saja seperti PayPal, Perfect Money, Ovo, Dana, dan lain-lain. Semuanya juga berperan sebagai sistem pembayaran elektronik. Perbedaan mutlaknya dengan bitcoin, unit-unit cash itu ditentukan dengan cara yang lebih adil, rasional, dan tanpa monopoli.

Berbeda dengan sistem pembayaran seperti PayPal, Perfect Money, Ovo dan lain-lainnya, unit-unit cash itu diciptakan dan dikuasai sepenuhnya oleh pemilik perusahaan tersebut. Orang lain sebagai pengguna, tidak akan pernah tahu bagaimana mekanisme unit-unit tersebut diciptakan, seberapa besarnya, dan berapa jumlah unit-unit cash yang diciptakan.

Oleh sebab itu, mekanisme awal tentang penciptaan unit-unit cash di dalam Bitcoin sudah ditentukan sedari awal dengan cara yang berbeda. Unit-unit cash itu harus bisa dibuat, didistribusikan secara lebih terbuka, untuk semua orang. Tujuannya memang agar tidak ada proses yang memonopoli hal mendasar itu. Dalam hal ini, proses menambang bitcoin inilah, yang menjadi mekanisme paling jitu.

Mengapa Disebut Dengan Menambang Bitcoin?

Tidak ada yang mengetahui persis mengapa istilah menambang (mining) ini dipergunakan oleh Satoshi Nakamoto di dalam Bitcoin. Namun berdasarkan proses diskusi panjang saat pertama kali diperkenalkan, analogi “menambang” bitcoin ini memangcukup mirip dengan kondisi pertambangan logam mulia, Emas.

Asumsi yang paling mendekati, adalah karena jumlah bitcoin yang memang terbatas hanya 21 juta BTC. Jumlah yang terbatas itu juga seperti dengan emas yang terbatas di muka bumi. Jika emas sudah ditambang seluruhnya, maka emas juga akan habis.

Selain itu emas juga bisa ditambang oleh semua orang. Bitcoin juga bisa ditambang oleh siapapun yang menghendaki. Secara umum, kondisi pembentuk ekosistem antara bitcoin dan emas, memang cukup mirip.

Banyak Terjadi Kesalahpahaman Tentang Pengertian Menambang Bitcoin

Pada masa-masa awal, publik banyak yang kurang memahami tentang pengertian dan mekanisme menambang bitcoin. Banyak orang menganggap bahwa semua kegiatan “mencari Bitcoin” adalah menambang Bitcoin. Seperti mencari Bitcoin Gratis via faucet, giveaway, main game mendapat Bitcoin gratis, posting dapat bitcoin, di sebut juga menambang.

Pembahasan ini difungsikan agar dapat memberikan penjelasan lebih lengkap segala hal terkait dengan mekanisme “menambang Bitcoin” yang sesungguhnya.

Pembahasan “Penjelasan Lengkap Menambang Bitcoin” ini, dibagi menjadi 5 bagian:

1. Peran Dan Fungsi Penambang
2. Hardware Menambang Bitcoin
3. Konsumsi Energi Dan Ekologi menambang Bitcoin
4. Pengertian Mining Pool

1. Peran Dan Fungsi “Penambang (Miner)

Mekanisme menambang Bitcoin hanya dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat tertentu. Proses menambang ini pada dasarnya dilakukan melalui proses “komputasi puzzle bitcoin”.

Baca lebih jauh tentang puzzle bitcoin ini disini: Mengerti Puzzle Bitcoin Mining.

Sudah cukup banyak beredar yang memberikan penjelasan bahwa proses menambang bitcoin disebut “memecahkan serangkaian persoalan matematis rumit”. Tidak, tidak demikian. Proses menambang bitcoin dilakukan melalui proses komputasi. Dalam dunia komputer, komputasi ini dimaknai sebagai sebuah teknik penyelesaian masalah dari input yang ada, menggunakan sebuah algoritma sebagai metodologisnya.

Komputasi, umumnya sudah menggunakan perangkat komputer. Karena dalam tahap kerjanya, harus dilakukan dalam waktu yang lebih cepat. Otak manusia jelas membutuhkan bantuan piranti keras itu dalam melakukan penghitungan yang cepat tersebut.

Dalam banyak hal, kalkulasi dan penyelesaian problem (puzzle) ini memang lebih banyak berkaitan dengan cabang ilmu matematika. Namun titik tekan mekanisme menambang adalah pada proses komputasi.

Kalimat penyederhanaan “penyelesaian matematika rumit” yang umum digunakan sudah memberikan bias makna yang jauh. Kadang, orang menjadi lebih bingung. Apakah penambang harus ujian nasional pelajaran matematika? Jika hanya menyelesaikan matematika rumit, pakar matematika jelas bakal mampu untuk menambang Bitcoin sendiri, tidak perlu menggunakan perangkat apapun.

Padahal, di dalam proses menambang Bitcoin juga di dasarkan pada “tingkat kesulitan tertentu”. Maka jelaslah dibutuhkan perangkat khusus untuk menambang bitcoin. Kegiatan inilah yang disebut dengan proses “Menambang” atau disebut juga dengan istilah “Bitcoin Mining”.

Lebih jelasnya bahwa jika seseorang menambang Bitcoin, artinya orang tersebut menggunakan perangkat tertentu dalam melakukan pertambangannya. Bisa menggunakan CPU (Central Processing Unit – Komputer), GPU (Graphics Processing Unit – perangkat kartu grafis komputer), FPGA (Field-Programmable Gate Array – IC chip digital), maupun ASIC (Application Specific Integrated Circuit). Penjelasan tentang perangkat ini akan dibahas di bagian selanjutnya. Pelaku pertambangan tersebut, selanjutnya disebut dengan “penambang (Miner)”.

Lalu apa sebenarnya yang dilakukan oleh penambang Bitcoin?

Proses menambang Bitcoin mirip dengan pertambangan logam mulia seperti emas. Perbedaannya, kalau menambang Bitcoin dilakukan secara digital dengan memecahkan atau melalui komputasi puzzle bitcoin, dan pertambangan emas melalui proses pertambangan emas secara nyata.

Antara keduanya banyak kemiripan. Penambang Bitcoin maupun penambang Emas sama-sama menggunakan perangkat. Penambang Bitcoin bisa menggunakan CPU, GPU, FPGA, maupun perangkat ASIC khusus. Sementara penambang emas bisa menggunakan panci-panci kecil untuk penyaringan, Gold Pan agar menyaring lebih halus, pinset, Trowel, alat pengerukan, hingga alat-alat berat.

Penambang emas maupun Bitcoin juga bisa rugi, karena tidak bisa dan sulit menemukan emas, dan ada juga yang berhasil. Namun, gambaran nyatanya adalah bahwa keduanya sama-sama dihadapkan pada tingkat kesulitan tertentu saat melakukan proses pertambangan tersebut.

Begitupun halnya dengan pertambangan Bitcoin. Ada sederet kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Sedangkan untuk menjadi seorang penambang, maka kita harus terhubung ke dalam jaringan Bitcoin dengan koneksi internet yang dimiliki.

Setelah terhubung, maka penambang juga disebut menjadi “node” (simpul koneksi -klien). Istilah node ini secara umum menjelaskan tentang semua perangkat yang telah terhubung ke dalam jaringan Bitcoin.

Setelah terhubung, artinya penambang dengan simpul koneksi melalui perangkatnya, akan terkoneksi dengan node lain di dalam jaringan. Selanjutnya, melalui simpul koneksi itu, penambang akan melakukan serangkaian tugas. Tugas-tugas yang dilakukan tersebut adalah:

1. Mendengarkan Transaksi

Istilah “mendengarkan transaksi”, mungkin akan dirasa cukup aneh. Mengapa harus memakai istilah “mendengarkan”?

Ketika seseorang mengirim transaksi bitcoin, pada dasarnya orang itu mempublikasikan transaksi itu ke dalam jaringan Bitcoin. Sementara di dalam jaringan itu, sudah terdapat ribuan simpul koneksi yang saling terhubung satu sama lain. Proses mengirimkan transaksi bitcoin ini sama halnya dengan mempublikasikan transaksi. Atau disebut juga dengan istilah “Broadcast transaksi”.

Sementara seluruh simpul klien (baca: node), harus melakukan komunikasi antar node lain di dalam jaringan. Bitcoin penyebaran informasi terkait dengan publikasi atau broadcast transaksinya harus dapat diterima oleh seluruh node. Penyebaran ini dilakukan melalui Gossip Protocol.

Di dalam jaringan, kondisi node itu memang seperti dalam posisi menunggu siaran transaksi (broadcast) di dalam jaringan. Oleh sebab itulah mengapa penambang diibaratkan harus mendengarkan seluruh transaksi yang masuk.

Setelah node mendengarkan semua transaksi yang terjadi. Dilanjutkan dengan memvalidasi transaksi yang telah didengar tersebut. Proses validasi ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap tanda tangan digital (digital signature) yang dilampirkan pada transaksinya. Benar atau tidak tanda tangan digital yang terkait, dan memeriksa output terkait untuk memastikan bahwa jumlah itu benar-benar belum di transaksikan. Proses validasi ini memastikan bahwa tidak terjadi double spending.

2. Menjaga Blockchain dan mendengarkan block baru yang tercipta.

Seorang penambang, sebenarnya berfungsi untuk menjaga blockchain. Terkait dalam penanganan semua transaksi yang terjadi. Penambang mempertahankan validitas Blockchain yang telah menyimpan kesejarahan seluruh transaksi yang dilakukan.

Dalam proses kerjanya di jaringan, penambang dapat meminta semua sejarah block baru kepada node lain yang telah masuk, sebelum ia masuk kedalam jaringan bitcoin. Mendengarkan block baru yang di broadcast di dalam jaringan, lalu memvalidasi block yang di terima itu.

Block-block baru inilah yang menyimpan seluruh rangkaian transaksi Bitcoin. Karena di dalam setiap block terdapat serangkaian transaksi, maka setiap transaksi yang ada di dalam block itupun juga harus divalidasi, dan harus valid.

3. Membuat calon block baru

Dalam proses menambang bitcoin, penambang harus memiliki salinan lengkap “rantai block” (blockchain). Salinan data transaksi lengkap ini yang dipergunakan untuk menyusun serangkaian transaksi, dan di masukkan ke dalam sebuah block baru yang valid. Proses ini yang menggambarkan bahwa setiap penambang dalam salah satu kerjanya adalah menyusun usulan “calon block baru”.

Dalam proses menyusun block baru, penambang mengelompokkan semua transaksi yang telah didengarnya agar bisa dimasukkan ke dalam sebuah ke blok baru. Selanjutnya dari block baru itu. Jika block tersebut valid dan diterima di dalam jaringan, maka block bitcoin tersebut masuk ke deret mata rantai plock terpanjang. Namun tugas paling krusial bagi penambang, adalah saat memastikan semua transaksi dalam block itu adalah transaksi yang valid.

4. Mencari Nonce agar menjadi block yang valid

Setelah kita memvalidasi semua transaksi pada calon blok tadi, selanjutnya adalah mencari nonce agar bisa membuat blok tersebut menjadi valid. Langkah disini adalah langkah yang paling sulit yang dihadapi oleh para penambang.

Nonce ini yang terkait pada komputasi puzzle bitcoin. Secara teknis, dalam proses kerjanya, penambang melalui perangkatnya akan melakukan percobaan 2x hashing untuk mencari noce yang tepat menggunakan algoritma SHA256. Proses hashing ini dilakukan secara berulang-ulang sampai pada akhirnya node mampu menemukan nonce yang tepat.

5. Berharap Block diterima

Ini adalah kesulitan kedua yang dihadapi. Jadi, jika kita sebagai seorang penambang menemukan sebuah blok baru, tidak ada jaminan bahwa blok itu dapat diterima menjadi bagian dari konsensus blockchain Bitcoin. Penambang membutuhkan juga unsur keberuntungan. Berharap agar penambang lain menerima usulan blok baru tersebut. Sehingga kita bisa mulai menambang diatas blok tersebut. Bukan pada block penambang lain.

6. Menerima Keuntungan

Jika ternyata penambang lain menerima blok kita sebagai blok yang valid, maka inilah saat yang membuat penambang tersenyum puas setelah melakukan pekerjaan beratnya. Karena jika blok kita diterima, maka akan memperoleh block reward sebesar 12,5 Bitcoin (yang masih berlaku di saat ini, berubah menjadi 6,25 BTC di sekitar bulan Mei 2020 mendatang. Selain itu, jika beberapa transaksi di dalam blok itu dicantumkan biaya transaksi, penambang pun bisa mengumpulkan semua biaya transaksi tersebut.

Enam hal tersebut adalah hal yang menjadi tugas bagi seorang penambang. Menjadi cukup jelas, bahwa menambang bitcoin bukanlah dimaknai seperti mencari Bitcoin di faucet, giveaway atau yang lain. Menambang bitcoin sebenarnya hanya dapat dilakukan menggunakan perangkat tertentu, dengan proses dan cara kerja seperti pada penjelasan enam hal tersebut di atas.

Mari kita lanjutkan kembali. Dari keenam hal itu, dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori besar, yakni:

  • Sebagian tugas itu untuk memvalidasi transaksi

Berfungsi untuk membantu jaringan Bitcoin sebagai sebuah fungsi yang paling penting agar sistem Bitcoin dan Blockchain bisa terus berjalan dan ada. Sehingga penambang, adalah hal utama yang akan menjalankan semua protokol Bitcoin.

  • Sebagian tugas lain untuk saling berlomba mencari blok baru dan memperoleh keuntungan

Mengapa saling berlomba? karena pada dasarnya, hal ini yang paling sulit. Selain itu, terkait juga dengan insentif reward blok yang akan diterima. Bagi yang berhasil menemukan blok baru. Makanya diibaratkan sebagai sebuah perlombaan untuk mencari dan menemukan blok baru. Dan insentif yang diberikan itu, digunakan sebagai stimulus para penambang dalam melakukan pekerjaannya.

Lalu bagaimana bisa menemukan blok yang valid? untuk menjawab pertanyaan ini, akan berkaitan dengan Nonce yang harus di temukan agar bisa menjadi blok yang valid. Yang perlu kita pahami, bahwa di setiap blok header, akan menunjuk ke header blok sebelumnya. Dan di dalam setiap blok, akan terdapat merkle tree dari semua transaksi yang ada di dalam blok itu.

Penambang, terlebih dahulu mengkompilasi satu set transaksi yang valid, yang dimiliki dari pool pending transaction (pool atau kolam khusus untuk menampung transaksi yang masih tertunda, atau yang biasa disebut dengan mempool), kemudian di masukkan kedalam merkle tree.

Nah, dalam hal ini seorang penambang bisa memasukkan banyak transaksi ke dalam 1 block baru. Hingga keseluruhan ukuran block baru itu mencapai total kurang dari 1 megabyte (batas ukuran blok yang masih berlaku saat ini). Kemudian, membuat header block yang terkait dengan blok sebelumnya.

Pada header block ini, ada ruang nonce berukuran 32 bit. Sehingga penambang bisa mencoba nonce ini berkali-kali. Tujuannya, untuk mencari satu nonce yang paling tepat. Ketentuan nonce tersebut adalah, bahwa nilai hashing yang diperoleh harus lebih rendah / dibawah target. Lebih jauh terkait dengan maksud “target” tersebut dijelaskan lebih lanjut di bawah.

Biasanya untuk memulai mencoba nonce tersebut, bisa diawali dengan nilai nonce “0” (nol). Lalu penambang pun bisa mencoba secara berturut-turut dengan kenaikan angka tersebut sampai berhasil mencari nonce yang tepat agar menjadi blok valid.

Umumnya penambang akan mencoba setiap kemungkinan nilai dari 32 bit untuk nonce tersebut. Namun mungkin juga tidak ada satupun yang bisa menghasilkan hash yang valid. Nah, pada kasuistis seperti ini, biasanya penambang akan membuat sebuah perubahan.

Perubahan itu adalah perubahan pada transaksi Coinbase, yang memungkinkan penambang untuk merubah nilai dari 32 bit. Karena ada sebuah nonce tambahan dalam transaksi coinbase. Setelah mengubah nonce tambahan di transaksi coinbase tadi, penambang bisa mulai mencari lagi nonce di header block.

Jika telah melakukan perubahan nonce dalam transaksi coinbase, maka seluruh merkle tree juga harus berubah. Mengapa demikian? Karena perubahan nonce tersebut akan menyebar ke semua jalur di merkle tree. Sehingga, bisa dikatakan pengubahan nonce tambahan tersebut, sifatnya seolah-olah lebih sulit daripada mengubah nonce di header bloknya.

Mengapa lebih sulit? karena penambang jadi banyak menghabiskan waktunya untuk mengubah nonce di header blok. Bisa jadi juga, ketika sudah selesai mengubah nonce di header blok, mereka pun belum bisa menemukan blok yang valid. Itulah mengapa justru pengubahan nonce tambahan ini justru lebih sulit. Meskipun bisa dilakukan sebagai jalan alternatif, jika belum bisa menemukan kemungkinan nilai di 32 bit tadi.

Walaupun sulit dan sebagian besar mungkin tidak akan berhasil, namun jika penambang berusaha untuk terus mencoba, mungkin akan bisa menemukan sebuah kombinasi yang tepat dari nonce tambahan di transaksi coinbase itu. Sehingga nonce di header blok bisa menghasilkan hash yang tepat dibawah target. Kalau penambang berhasil menemukan, penambang itu bisa secepatnya untuk mengumumkan, dan berharap bisa diterima untuk mendapat reward.

Lalu ada pertanyaan yang muncul:

Jawaban nomor 2 dan 3 adalah “Tidak”. Tidak mungkin penambang akan bekerja pada blok yang sama persis. Karena blok satu dengan yang lain, tentu di dalamnya akan terdapat urutan transaksi yang berbeda. Jadi tentu saja puzzle nya juga tidak sama. Dan yang paling utama, jika ada dua penambang yang bekerja pada blok yang transaksinya identik sekalipun, bloknya akan tetap berbeda.

Dalam transaksi coinbase, penambang akan menentukan alamat mereka sendiri di dalam transaksi coinbase. Alamat ini yang akan membuat perubahan hingga sampai ke akar merkle tree. Sehingga bisa dipastikan bahwa tidak ada dua penambang yang sedang mengerjakan puzzle yang sama. Kecuali jika mereka berbagi (sharing) public key. Berbagi atau sharing public key ini, dalam pertambangan bisa dilakukan jika kedua penambang tersebut adalah bagian dari pool mining yang sama. Sehingga antara keduanya akan bisa berkomunikasi satu sama lain, terkait apakah mereka termasuk nonce yang berbeda di transaksi coinbase tersebut. Tujuannya juga untuk menghindari duplikasi pengerjaan.

Untuk menjawab pertanyaan nomor 1 tentang target, cukup berkaitan dengan tingkat kesulitan. Begini penjelasannya:

Tingkat Kesulitan Menambang Bitcoin

Bagaimana tingkat kesulitan untuk menemukan blok yang valid? Yang harus kita ingat adalah bahwa penambang akan berusaha untuk mendapatkan yang diiginkan. Yakni nilai hash harus lebih rendah dari target. Katakanlah, penambang berusaha untuk menemukan hash bloknya + angka acak di base16, yang nilainya lebih rendah dari target.

Target –> seperti yang dijelaskan di awal, berkaitan dengan tingkat kesulitan. Sementara target ini adalah bit 256 pada base16. Jadi target ini akan semakin rendah nilainya, sehingga tingkat kesulitannya juga akan bertambah. Maka artinya, tingkat kesulitan tersebut adalah makin rendahnya nilai dari target. Sampai di sini jelas ya? Mari kita lanjutkan kembali secara lebih detail.

Kita ambil contoh, misalkan pada satu waktu tingkat kesulitan dalam hexadesimal adalah:

atau jika dalam dikonvert jadi base10 adalah:

Jika penambang mendapatkan hashnya di dalam base10:

maka artinya penambang itu tidak berhasil, dan harus mencoba lagi, coba lagi, dan lagi, hingga berhasil menemukan nilai yang lebih rendah dari targetnya.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: