Hentikan Kerugian Dan Ambil Untung Di Forex – Jurus Anti Rugi Trading Forex

Peringkat broker opsi biner:

Jurus Anti Rugi Untuk Trader Forex Pemula

Dibaca Normal 10 menit

Anda trader Forex pemula? Hati-hati lihat iming-iming profit gede. Salah-salah malah rugi besar. Temukan cara terbaik untuk mendapatkan profit trading di sini.

Coba angkat tangan, siapa yang tertarik masuk pasar Forex karena iming-iming menghasilkan profit trading Forex 100% (atau lebih) dalam waktu singkat? Pasti ada saja anak kemarin siang nekad trading Forex karena “dibohongin” iklan-iklan fantastis. Bunyinya kurang lebih seperti ini; “hasilkan $xxx tiap hari dengan trading online” atau “dapatkan profit sampai ratusan persen, per hari”. Lalu setelah trading, malah rugi total.

Lah iya, koq ada aja orang percaya, kalau cara menghasilkan profit trading Forex memang semudah itu, kenapa tidak semua orang saja melakukan hal serupa? Fakta trading itu pahit. Simak realitanya di sini, berikut jurus anti rugi yang sesungguhnya.

Ini Dia Fakta Yang Perlu Diketahui Trader Forex Pemula

Nyatanya, nih, saya beritahu saja apa adanya:

Menurut data mining oleh DailyFX pada tahun 2020, ditemukan bahwa rata-rata trader Forex pemula mengalami kerugian. Padahal dari tabel di bawah ini, sebagian besar dari mereka sebenarnya mampu menebak arah pergerakan harga sebanyak 50% ke atas.

Sumber: Data diambil dari FX broker ternama pada 15 pair paling sering ditradingkan dari tanggal 1/3/2020 ke 31/3/2020.

Logikanya, kalau total posisi untung lebih dari 50%, harusnya sudah bisa menghasilkan profit trading Forex sedikit. Paling tidak impas.

Peringkat broker opsi biner:

Lah iya, tapi kenapa bisa sebagian besar dari mereka mengalami kerugian?

Sebenarnya, penjelasannya cukup sederhana. Itu karena trader forex pemula terlalu emosional. Intinya, mereka masih belum mampu mengembangkan cara menghasilkan profit trading Forex secara konsisten.

Sebenarnya, masalah terbesarnya bukan karena akurasi buka posisi (OP), tetapi justru ketika trader forex pemula dihadapkan pada keputusan kapan posisi tersebut akan ditutup (closing).

Inilah Alasan Kenapa Sebagian Besar Trader Forex Pemula Mengalami Kerugian

Dasarnya, dalam pasar Forex, kita dapat menahan posisi selama harga mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu. Mudahnya, sebenarnya itu cuma masalah kapan buka lalu tutup posisinya.

Nah, masalahnya, menghasilkan profit trading Forex tidak bisa didasarkan dari berapa lama kita menahan posisi. Inilah faktor utama pembeda pasar Forex dengan investasi jangka panjang, misalnya seperti pasar saham blue-chip.

Gejolak harga di pasar Forex lebih “menyeramkan” daripada instrumen finansial lainnya.

Pertama, gejolak pergerakan harga lebih sering terjadi di Forex. Wajar, karena sebetulnya yang kita trading-kan adalah pair mata uang dari dua negara berbeda. Nah, karena perekonomian suatu negara sangat luas sekali cakupannya, maka arus permintaan dan penawarannya bisa berupa volume trading raksasa dalam waktu singkat pula.

Jadi, volume trading super besar = gonjang-ganjing harga. So, para trader forex pemula sekalian, siap-siap saja pakai sabuk pengaman, yah.

Grafik volatilitas/gejolak gerak harga pasar forex (chart biru) dibandingkan pasar komoditas.

Jangan heran jika pada momen-momen tertentu (biasanya waktu rilis berita ekonomi), harga tiba-tiba mengalami lonjakan tajam. Misalnya selama rilis NFP AS, pair-pair mayor bisa saja reli atau jatuh beberapa ratus pip hanya dalam hitungan menit.

Dalam situasi tersebut, kita bisa saja memanfaatkan pergerakan harga untuk menghasilkan profit trading Forex dalam waktu singkat.

Eh, tapi bukan berarti tanpa resiko! Justru penting untuk digarisbawahi bahwa membuka posisi saat harga sedang bergejolak berarti Anda telah siap menerima kemungkinan untuk cepat merugi juga!

Dalam jangka panjang pun, naik-turunnya suatu pair Forex bisa seperti roller-coaster. Bandingkan dengan pergerakan index saham dan saham blue-chip yang umumnya bergerak mendaki perlahan. Misalnya seperti contoh gambar chart GBP/USD berikut:

Selama awal Januari sampai awal Maret 2020, Poundsterling mengalami penurunan tajam sebesar 9% terhadap Dollar AS. Selama periode tadi, banyak trader memanfaatkan kesempatan untuk ramai-ramai menjual Pound Inggris sampai menyentuh titik terendahnya.

Nah, selama 3 bulan setelahnya, pergerakan harga mulai bergejolak cukup tajam. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh silih bergantinya kekuatan dominasi antara buyer melawan seller. Intinya, bagi trader Forex pemula, arah trend lebih susah dianalisa, apalagi dalam menentukan kapan harus masuk lalu keluar dari pasar Forex.

Mengejutkannya lagi, dalam tahun yang sama, ternyata Poundsterling mampu bangkit reli dari titik terendah sampai menembus titik resistensi sebelumnya.

Itu dia alasannya kenapa pasar Forex memang diminati oleh scalper. Perubahan harganya bisa terjadi dalam waktu singkat, dan dengan metode scalping, trader Forex pemula bisa menghasilkan profit trading Forex hanya dengan menahan posisi selama beberapa menit saja.

Itu baru teorinya.

. dalam kenyataannya, gejolak harga justru lebih sering bikin trader Forex pemula panik. Saking bingungnya, seringkali mereka terlalu cepat menutup posisi untung dan terlalu bimbang untuk segera menutup posisi rugi.

Trader Forex pemula kesulitan menentukan strategi untuk exit

Jadi begini, saat harga bergejolak, tingkat kesulitan dalam menentukan arah trend semakin tinggi, begitu juga dengan resikonya. Apalagi jika menggunakan timeframe rendah.

Misalnya, saat trading pada timeframe 15 menit untuk mencoba teknik scalping, bisa saya pastikan pergerakan harga akan lebih cepat memicu emosi.

Intinya, trader Forex pemula lebih cepat kehilangan potensi menghasilkan profit trading Forex, karena beberapa hal berikut:

  1. Saat harga bergerak sesuai posisi (untung), kebanyakan trader Forex pemula akan segera menutup posisi karena khawatir harga akan segera berbalik arah. Padahal, jika posisi tersebut ditahan lebih lama sedikit, maka raihan profit akan cukup besar untuk menutup posisi-posisi rugi berikutnya.
  2. Sebaliknya, jika harga bergerak melawan posisi, anehnya justru bakal ditahan-tahan oleh trader Forex pemula. Daripada memotong kerugian sebelum membengkak, biasanya mereka malah berharap harga akan berbalik arah untuk mencapai target profit.
  3. Dikombinasikan, kedua hal di atas memperparah “pendarahan” ekuitas pada akun trading. Meskipun sudah untung lebih dari 50% total posisi yang sudah di-close, namun gross profit belum bisa menutupi gross loss. Jangankan impas (break-even), kalau diteruskan justru akan mendapat panggilan dari broker alias Margin Call.

Pada titik inilah biasanya trader Forex pemula baru mulai merasakan “asam”-nya bertrading Forex. Bukannya menghasilkan profit trading Forex tinggi seperti yang dijanjikan, jadinya malah menderita kerugian.

Ekspektasi trader Forex pemula terhadap persentasi profit trading di Forex terlalu besar

Bicara mengenai profit, biasanya kita akan memberikan tolok ukur berupa persentase return dari modal awal kita. By the way, berapa sih persentasi profit trading Forex yang sepantasnya?

Apakah tiap posisi harus menghasilkan profit trading Forex sebesar 100%?

. atau bahkan sampai ribuan persen?

Sebagai perbandingannya, berikut adalah rate of return (persentase imbal hasil investasi) beberapa perusahaan investasi ternama dunia pada tahun 2020.

Tabel daftar persentase imbal hasil investasi beberapa perusahaan investasi ternama dunia pada tahun 2020.

Perhatikan saja, tidak ada satupun dari perusahaan dalam daftar tersebut mampu menghasilkan return sebesar 100%. Diantara mereka, dua lembaga teratas berdasarkan jumlah AUM (Assets Under Management) ternyata hanya bisa menghasilkan profit trading di bawah 20% dari modal awalnya.

Hanya dua digit. Per tahun.

Jika perusahaan kawakan dengan teknologi dan kecakapan finansial jauh lebih maju dari trader Forex pemula hanya mampu menghasilkan profit trading di bawah 100%, apa iya kita pantas mentarget profit jauh lebih tinggi dari itu?

Lalu, Bagaimana Cara Menghasilkan Profit Trading Forex Yang Tepat?

Kata kuncinya sebenarnya sederhana; berpikirlah secara realistis.

Jika seorang trader Forex pemula berniat memasang posisi di pasar Forex, dia terlebih dahulu harus mengetahui potensi kerugian melawan resikonya. Dengan kata lain, dia harus mengatur berapa besar rasio risk vs. reward-nya.

  • Gunakan Rasio Risk vs. Reward untuk mengatur tingkat resiko trading.

Daripada memelototi chart terus-menerus, ada metode lebih baik untuk mengatur supaya posisi di-close secara otomatis berdasarkan perhitungan rasio risk vs. reward.

Dasarnya, rasio risk vs. reward adalah perbandingan seberapa besar resiko yang akan ditanggung untuk meraih target profit. Secara teknis, hal tersebut dapat dilakukan dengan mengatur letak Stop Loss dan Take Profit.

Contoh:

Budi memiliki modal awal sebesar USD 2,000. Dia ingin menghasilkan profit trading Forex sebesar USD 100 dengan membuka satu posisi saja di akun standard.

Langkah pertama, dia membuka satu posisi dengan volume trading sebesar 0.1. Kenapa sekecil itu? Karena dengan lot sebesar sepersepuluh tadi, butuh pergerakan sebesar 100 pip untuk menanggung rugi atau menerima keuntungan sebesar USD 100. Intinya, dengan lot kecil resikonya lebih mudah ditanggung.

Berikutnya, Budi menentukan rasio risk dan reward sebesar 1:1. Itu berarti nantinya dia akan memberikan jarak Stop Loss dan Take Profit sama besar dari posisi entry-nya. Jadi, jika dia mentarget untuk menghasilkan profit trading Forex sebesar USD 100 maka Stop Loss dan Take Profit akan sama-sama dipasang sejauh 100 pip dari posisi awal.

Berhati-hatilah dalam menggunakan Stop Loss dan Take Profit

Dengan bantuan Stop Loss dan Take Profit, menghasilkan profit trading Forex secara konsisten menjadi lebih mudah. Alasannya, sistem akan secara otomatis menutup posisi berdasarkan target Take Profit atau Stop Loss.

Itu kalau Anda menggunakannya dengan tepat. Kalau tidak, malah kerugian yang akan didapat. Maka dari itu, hindari kesalahan-kesalahan dalam memasang Take Profit dan Stop Loss.

Pertimbangkan ketahanan modal Anda sebelum bertrading Forex

Masih ingat berapa jumlah modal si Budi tadi, kan?

Dengan modal awal USD 2,000 dia menargetkan profit sebesar USD 100 pada satu posisi di akun standard. Itupun dengan lot 0.1. Artinya, dia menanggung resiko sekitar 5% dari ekuitasnya untuk membuka satu posisi tadi.

Apakah keputusan si Budi ini sudah tepat?

Bisa iya, bisa tidak.

. iya, sudah tepat kalau Budi termasuk trader ritel yang menyukai tingkat resiko relatif tinggi untuk mendapat keuntungan lebih. Bisa jadi pada saat itu dia memberanikan diri untuk membuka posisi dengan “taruhan” 5% dari ekuitasnya karena trend market sedang terbentuk jelas.

Bisa juga tidak tepat, kalau Budi adalah trader konservatif (menghindari resiko tinggi). Resiko sebesar itu hanya untuk satu posisi tidaklah direkomendasikan jika dari awal dia sudah menentukan strategi “biar pelan asal selamat”.

Lah iya, resiko 5% saja sudah harus diperhitungkan. Itu karena, sekali lagi, pasar Forex beresiko tinggi. Bisa saja Anda membuka lebih dari satu posisi, dan tiap posisi tersebut pada dasarnya adalah “sekian persen dari deposit modal yang akan saya pertaruhkan di pasar Forex”.

Intinya, dari semua posisi tadi, seorang trader harus mengupayakan supaya gross profit (total keuntungan) dari total posisi menang harus lebih besar dari gross loss dari total posisi-posisi rugi. Karena itulah, ketahanan modal menjadi faktor penting.

Usahakan modal Anda cukup untuk mempertahankan posisi-posisi menguntungkan. Jikapun suatu posisi sudah merugi, jangan ragu untuk memotong kerugian sebelum membengkak.

Kesimpulan

Tidak dipungkiri bahwa daya pikat pasar Forex adalah potensinya dalam menghasilkan profit trading tinggi. Tapi perlu diperhatikan, trading Forex juga memiliki resiko tinggi. Untuk mengantisipasinya, coba terapkan 3 cara yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Supaya mempermudah pemahaman Anda, berikut infografi yang meangkum pembahasan tersebut:

Sebagai trader Forex Pemula bijak-bijaklah dalam menentukan dengan broker mana Anda bertrading. Setelah itu, pelajarilah tata-cara bertrading dengan tepat. Artinya, untuk menghasilkan profit trading Forex secara konsisten, buang jauh-jauh dulu iming-iming tak masuk akal tadi. Pilah strategi mana yang masuk akal dan praktikkan terlebih dahulu di akun demo.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

Berapa Potensi Keuntungan dan Kerugian Dalam Trading Forex ?

Sebenarnya jika Anda trading forex secara tradisional, dalam arti membeli mata uang asing dan menyimpannya di brankas, potensi kerugian bisa dibilang kecil. Karena Anda dapat menyimpannya sampai harga naik nanti. Jadi di dalam sudut pandang investasi jangka panjang, potensi kerugian forex bisa diminimalisir.

Namun bila Anda bertransaksi forex dalam konteks trading, dalam hal ini di dalam online forex trading, potensi rugi semakin besar. Hal ini disebabkan di dalam online forex trading ada yang disebut dengan LEVERAGE.

Leverage (dimana arti harafiahnya pengungkit) adalah kernampuan untuk menggunakan uang Anda lebih besar dari yang sebenarnya. Seperti fungsi pengungkit atau dongkrak, mengangkat benda yang lebih berat dengan tenaga yang lebih kecil. Misalnya broker memberikan leverage 1:100, maka dengan modal $1000, Anda dapat bertransaksi sampai $1000 x 100 = $100.000. memberikan 1:100, ada pula 1:200, bahkan sampai 1:500. Umumnya broker memberikan minimal 1:100.

Di pasar forex tradisional, seperti di Money Changer, leverage yang dipakai adalah 1:1. Berarti untuk bertransaksi senilai $1000 kita membutuhkan uang $1000 juga. Dengan demikian transaksi forex di pasar tradisional memerlukan modal yang besar. Sedangkan di online forex trading, leverage dapat mencapai 1:100, yang berarti dengan $1000 Anda dapat bertransaksi sampai $100.000. Selanjutnya $1.000 atau modal yang Anda gunakan ini disebut sebagai margin.

Broker yang akan mengeluarkan uang sejumlah $100.000 tersebut untuk kita gunakan, sehingga kita hanya perlu mengeluarkan uang untuk menanggung kerugian dan keuntungan dari transaksi $100.000 itu. Jadi $1.000 itu bertindak sebagai jaminan penggunaan $100.000.

Dengan sistem leverage, transaksi forex di online forex trading memang menjadi semakin menarik. Hanya dengan $100, Anda bisa bertransaksi sampai $10.000. Karena itu dengan modal kecil Anda bisa untung besar. Tetapi sisi buruknya transaksi forex juga menjadi semakin berisiko. Semakin banyak uang yang dipakai, berarti potensi rugi juga semakin besar.

Selain itu transaksi forex sifatnya adalah zero sum game. Yaitu selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Berbeda dengan pasar saham, di mana bisa naik terus seiring dengan performa perusahaan. Di forex, harga mata uang juga segitu¬segitu saja. Bolak-balik di kisaran tertentu. Ambil contoh Rupiah terhadap USD, dari tahun 2000-2009 kisarannya ada di 8.000¬13.000.

Setelah Anda mengetahui bahwa forex sangat berisiko, apalagi bagi pemain kecil seperti kita, apakah forex harus dihindari? Jawabannya bergantung pada Anda, kalau Anda siap menanggung risiko dan mau belajar mengelola risiko, maka forex bisa menjadi salah satu sumber penghasilan Anda.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: