Hindari Sinyal-sinyal Perdagangan Palsu, Cara membeli saham mandiri sekuritas

Peringkat broker opsi biner:

5 Langkah Ampuh Hindari Sinyal Palsu

Dibaca Normal 5 menit

Jangankan pemula, trader kawakan saja masih bisa mengalami loss karena ulah sinyal tipu-tipu. Supaya loss dapat diminimalisir, berikut 5 langkah ampuh untuk menghindarinya.

Layaknya belajar bersepeda kaki, kita harus berkali-kali terjatuh dulu sebelum menjadi mahir. Sama halnya dengan bertrading, seringkali kita terpancing oleh sinyal palsu (fake signal) yang ujung-ujungnya membawa kerugian. Nah, jangankan pemula, trader kawakan saja masih bisa mengalami loss karena ulah si sinyal tipu-tipu ini. Supaya kesalahan tersebut dapat diminimalisir, berikut 5 langkah ampuh untuk menghindarinya!

Sinyal palsu umumnya muncul saat trader sedang menelaah pasar dengan analisa teknikal dari beragam indikator dan/atau pola-pola price action. Sinyal menipu tersebut akan menggoda trader pemula untuk membuka posisi terlalu dini. Belakangan, harga bergerak melawan posisi tadi dan alhasil, perolehan pip menjadi minus alias merugi.

5 Langkah Ampuh Hindari Sinyal Palsu

Apapun strategi trading dan analisa teknis andalan Anda, berikut adalah 5 garis besar panduan untuk meminimalisir kesalahan dalam menghadapi sinyal palsu:

1. Gunakan Time Frame Daily
Kesalahan dasar seringkali terjadi karena pengaturan sistem trading sederhana seperti pada time frame. Pilihan time frame menentukan langsung kualitas sinyal karena frekuensi kemunculan batang candlestick (bar) bergantung kepada tinggi-rendahnya jeda waktu.

Sinyal palsu akan lebih sering muncul pada time frame rendah (di bawah h4). Jadi bayangkan saja jika Anda menggunakan pilihan M15 di mana setiap bar baru akan muncul setiap 15 menit. Pola-pola price action akan bermunculan dalam kualitas rendah dan indikator Anda akan bergerak naik turun dengan fluktuasi tinggi. Jelas, kepala akan menjadi pusing menghadapinya.

Gambar di atas menggunakan indikator MACD dan time frame M15, lingkaran-lingkaran merah menampilkan pergerakan harga pasar “choppy” di mana bar candlestick bermunculan setiap 15 menit sekali. Akibatnya, sinyal-sinyal palsu seringkali menjebak trader untuk membuka posisi berujung kerugian.

Peringkat broker opsi biner:

Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan pilihan D1 (daily) bagi para pemula agar sinyal trading yang dimunculkan semakin tinggi tingkat validitasnya.

2. Pahami letak Support-Resistance
Sebelum bereaksi terhadap suatu sinyal, Anda harus mengetahui di mana letak titik support dan resistance. Hal tersebut penting karena sifat pasar berulang. Harga kemungkinan besar akan memantul (bounce) di sekitar titik batas tersebut, kecuali dalam kasus breakout (harga bergerak jauh menembus batas support/resistance kunci).

Sinyal palsu biasanya muncul sebelum harga bergerak menyentuh batas-batas tersebut. Katakanlah saat kondisi pasar sedang trending muncul sebuah sinyal reversal. Jika Anda membuka posisi berdasarkan sinyal tadi tanpa mengetahui di mana garis resistansi/support-nya, kemungkinan besar Anda akan terjebak dengan sinyal palsu.

Periksa kembali kualitas sinyal dengan mengidentifikasi letak titik support dan resistansi-nya. Sinyal reversal dengan kualitas baik apabila mendekati titik batas tersebut. Di sisi lain, sinyal kontinuitas juga dapat menggunakan referensi titik batas tadi sebagai area konfluensi.

3. Waspadalah dengan News & Event
Berita ekonomi berdampak tinggi mampu menggerakkan harga tanpa peringatan dari sinyal apapun sebelumnya. Jika Anda menangkap suatu sinyal saat atau di sekitar waktu rilis berita, kemungkinan besar sinyal tersebut sudah tidak valid dalam mengikuti volatilitas pasar. Hal tersebut dikarenakan sentimen pasar yang bergejolak selama rilis berita berdampak tinggi.

Maka dari itu, Anda dapat menggunakan kalender forex untuk menghindari kondisi pasar dengan tingkat volatilitas dan resiko tinggi tersebut. Berita berdampak tinggi umumnya akan ditandai dengan marka tiga bintang, tiga kepala banteng, warna merah, dan skala tertinggi lainnya.

4. Kurangi Overtrading
Bahaya resiko sinyal palsu akan menghantui Anda apabila Anda termasuk trader dengan keinginan untuk memasuki pasar dengan frekuensi tinggi. Pasar Forex memang termasuk pasar terbesar dengan peluang trading sepanjang waktu, tidak heran jika banyak trader pemula selalu tergoda untuk membuka posisi setiap kali sinyal dari indikator atau pola price action muncul pada chart pair mereka.

Menurut beberapa trader profesional seperti Nial Fuller, overtrading atau impuls untuk terus menerus membuka-tutup posisi berdasarkan sinyal-sinyal berkualitas rendah (sinyal palsu) tidak hanya akan memaparkan resiko loss terhadap margin akun Anda, tetapi juga tekanan mental yang akan berujung pada frustrasi berkepanjangan. Menurutnya, trader pemula harus belajar untuk bersabar dan mengontrol impulsnya untuk hanya bereaksi (membuka posisi) hanya pada saat sinyal dengan kualitas terbaik muncul (mengikuti syarat dari ketiga langkah di atas).

5. Hindari Sistem Trading Inkonsisten
Seiring waktu, satu trader akan mengembangkan satu sistem trading berbeda/unik dari trader lainnya. Kunci kesuksesan suatu sistem trading tentu adalah konsistensi dari metode setiap langkah dari sistem tersebut.

Pada umumnya trader pemula masih belum memiliki sistem trading mapan. Mereka biasanya hanya menyalin dan berganti-ganti sistem trading dari trader-trader profesional lain hanya untuk sekedar mencari profit. Masalahnya, pemahaman dari satu trader tidak dapat secara mentah-mentah diadopsi trader lain. Akibatnya, trader pemula tadi justru mendapatkan sinyal palsu dari kesalahan penggunaan suatu sistem trading.

Kesimpulan

Sinyal palsu sebenarnya adalah bagian “natural” dari kegiatan trading. Hanya saja, jam terbang dan ketrampilan tiap trader akan bervariasi satu sama lain dalam menyikapi sinyal-sinyal palsu tersebut.

Lima langkah untuk menghindari sinyal palsu di atas hanyalah panduan dasar saja. Trader masih dapat mengembangkan sendiri sistem trading anti sinyal palsu masing-masing. Intinya, seperti belajar bersepeda tadi, bersiaplah untuk terjatuh dan kembali bangkit dari kesalahan lampau. Semua itu termasuk bagian dalam proses belajar trading forex.

Dari penjelasan di atas, apakah traders masih merasa bingung? Kalau iya, trader dapat menonton ulasannya dalam video berikut ini. Dengan begitu, pemahaman trader akan lebih mudah.

Jika Anda tidak ingin terkena sinyal palsu atau salah masuk posisi, Anda bisa mengkonsultasikannya pada ahli kami pada forum tanya jawab berikut khusus analisa teknikal ini.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

Teliti Sinyal Trading Sebelum Buka Posisi, Jangan Terjebak

Dibaca Normal 5 menit

Jangan buru-buru buka posisi setelah muncul sinyal trading. Perhatikan dulu pedoman-pedoman berikut agar terhindar dari sinyal palsu saat trading forex.

Seringkali sebagai trader kita dikuasai keinginan untuk mendapatkan keuntungan instan dengan berkali-kali membuka posisi meskipun kondisi pasar masih sedang sepi pergerakan atau sideway. Sama halnya ketika muncul sinyal trading dari indikator, beberapa trader langsung membuka posisi tanpa berusaha menyaring noise, sehingga mereka terjebak oleh sinyal trading palsu.

Masalah mulai muncul, ketika ternyata secara perlahan ekuitas atau deposit akun mengalami “pendarahan” karena jumlah posisi rugi (loss) terus membengkak melebihi perolehan keuntungan. Jika dibiarkan tanpa perbaikan, bukan tidak mungkin akun bermasalah tersebut akan segera menyentuh batas Margin Call.

3 Tips Sederhana Untuk Menghindari Sinyal Trading Palsu

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengurangi resiko terjebak sinyal palsu adalah dengan menghindarinya. Berikut adalah metode-metode mudah dan praktisnya:

Hindari Timeframe super rendah.

Ketagihan buka posisi trading di Timeframe dalam hitungan menit? Jika tujuan awalnya adalah untuk mencari keuntungan instan dari pergerakan kecil di Timeframe rendah, maka bersiaplah juga untuk menderita kerugian beruntun.

Dari contoh chart XAU-USD dengan Timeframe 5 menit (M5) di atas, pola candlestick pada lingkaran biru (Engulfing Bearish) mengindikasikan bahwa harga berpotensi cukup tinggi untuk bergerak menurun setelah mencapai puncak. Candlestick berikutnya ternyata adalah Doji, dengan indikasi bahwa antara buyer dan seller masih berupaya untuk saling menekan. Jika Anda membuka posisi tepat pada level penutupan candlestick Doji tersebut, maka 10 menit berikutnya, keuntungan sebesar 100 pip dari posisi Short (Sell) sudah bisa dinikmati.

Namun, masalah utamanya setiap candlestick tersebut hanya berlangsung selama 5 menit saja. Jadi, jika Anda terlalu lama menahan posisi, keuntungan akan terhapus. Lebih buruknya lagi, jika posisi baru dibuka karena terlambat mengikuti pergerakan pasar atau terjebak sinyal palsu (lingkaran merah), maka kerugian dengan mudah juga mencapai ratusan pip dalam waktu singkat.

Jangan terlalu bergantung pada satu indikator saja.

Seperti yang dicontohkan pada chart XAUUSD (M5) sebelumnya, sinyal trading dari satu indikator saja masih belum cukup akurat untuk dijadikan dasar pembukaan posisi. Selalu gunakan indikator pendukung lain sebagai konfirmator untuk meningkatkan akurasi sinyal trading. Misalnya jika indikator MACD menghasilnya sinyal sell, cek apakah ada tanda-tanda konfirmasi serupa dari pergerakan harga dari beberapa candlestick terakhir (Price Action).

Hindari kustomisasi indikator super rumit atau tak efisien.

Terlalu banyak tumpukan indikator bersliweran di chart juga beresiko tinggi untuk menghasilkan sinyal trading palsu. Satu indikator berlawanan arah dengan indikator lain saja sudah membuat kita ragu untuk buka posisi, apalagi lebih dari itu.

Sebaiknya, gunakan indikator sederhana yang Anda kenal dan pahami betul cara kerjanya. Jangan terlalu sering mengganti atau mencoba-coba indikator baru hanya karena ingin mengikuti metode trader lain.

Tentu saja masih ada tips-tips lain untuk menghindari sinyal palsu. Anjuran-anjuran di atas masih bisa dikembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan dan strategi trading masing-masing.

Bagaimana Cara Membedakan Sinyal Trading Akurat Dengan Sinyal Trading Palsu?

Langkah selanjutnya, saring sinyal trading palsu sebelum membuka posisi trading. Pastikan bahwa order market hanya dieksekusi berdasarkan konfirmasi sinyal trading akurat. Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Ketahui arah dan kekuatan trend terkini.

Proses identifikasi arah dan kekuatan trend adalah langkah pertama untuk menyaring sinyal trading palsu. Maksudnya, bila muncul satu trading sinyal dengan arah yang berlawanan dengan arah trend terkini, maka Anda perlu ekstra hati-hati.

Pada chart EURUSD (Daily) di atas, Trendline Channel memberikan petunjuk visual bahwa trend mendaki masih berlanjut dengan kuat. Dalam kondisi ini, peluang Buy pada batas-batas support garis bawah trendline peluang untungnya jauh lebih tinggi daripada peluang Sell.

Perhatikan munculnya sinyal Sell pada MACD (lingkaran merah bawah) diikuti oleh terbentuknya pola candlestick Three Outside Down (lingkaran merah atas), seharusnya harga sudah mulai bergerak turun dari puncaknya. Namun, berikutnya ternyata harga malah berbalik arah tepat di garis tengah Trendline Channel hingga menembus batas atas resistance.

Dari contoh di atas, kita dapat menyaring sinyal trading palsu dengan mengetahui arah dan kekuatan trend umum. Resiko lebih besar jika sinyal trading muncul berlawanan dengan trend.

2. Latih kesabaran menunggu konfirmasi sinyal trading.

Meskipun sinyal trading mulai tampak meyakinkan, jangan terburu-buru buka posisi. Tunggu dulu konfirmasi dari indikator pendukung sampai benar-benar searah dengan sinyal trading.

Pada chart EUR/USD di atas, lingkaran biru pertama dari kiri menyorot potensi reversal saat harga mendekati resistance Trendline Channel. Peluang sell juga telah dikonfirmasi oleh garis MACD yang memotong garis sinyal dari atas. Berikutnya, harga bergerak menurun meski sempat rebound sementara. Begitu pula dengan lingkaran biru kedua dari kiri.

Perhatian apa yang terjadi pada sinyal trading sell (Three Inside Up) di lingkaran merah. Selain bergerak melawan trend umum, sinyal palsu ini juga tidak dikonfirmasi oleh bantuan indikator pendukung lain.

Menunggu konfirmasi dari indikator pendukung memang membutuhkan kesabaran ekstra karena trader pada umumnya khawatir tertinggal peluang trading. Meskipun begitu, lebih baik tertinggal pergerakan beberapa pip daripada terjebak sinyal palsu.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: