Indikator Pasokan Dan Permintaan Valas, Supply Dan Demand, Permintaan-Penawaran Valuta Asing .

Peringkat broker opsi biner:

Supply Dan Demand, Permintaan-Penawaran Valuta Asing

Pengertian Permintaan Dan Penawaran Valuta Asing. Analisis terhadap mekanisme penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar valuta asing dapat menjelaskan bagaimana suatu kurs ditetapkan. Perubahan mekanisme penawaran dan permintaan dapat merubah titik kesetimbangan, dan kurs berubah sesuai dengan kesetimbangannya.

Teori mekanisme pasar menjelaskan bahwa perubahan penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar menyebabkan perubahan terhadap nilai suatu barang. Dengan pendekatan yang sama, maka kurs mata uang asing akan ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran. Perubahan kekuatan permintaan dan penawaran terhadap suatu mata uang menyebabkan perubahan kurs mata uang tersebut.

Keseimbangan Valuta Asing

Kurs yang terbentuk merupakan cerminan dari keinginan para pelaku pasar. Pada akhirnya kurs merepresentasikan kemampuan para pelaku pasar dalam menggeser atau mempertahankan kurva permintaan dan penawaran. Melalui mekanisme permintaan dan penawaran akan dicapai suatu kesepakatan dan terbentuknya kesetimbangan kurs.

Apabila permintaan terhadap suatu mata uang, misal permintaan terhadap Euro lebih tinggi dari penawarannya, maka nilai Euro akan naik, begitu pula sebaliknya. Kurs terbentuk ketika jumlah dan kurs yang diminta sama dengan jumlah dan kurs mata yang ditawarkan. Kondisi ini disebut sebagai kondisi kesetimbangan kurs.

Pereseran Kurva Permintaan Valuta Asing

Gambar di bawah menunjukkan contoh perubahan mekanisme permintaan dan penawaran terhadap mata uang asing dalam hal ini Euro dan Dollar Amerika yang membentuk kesetimbangan untuk penetapan kurs EUR/USD. Kesetimbangan awal ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva penawaran dan permintaan D1. Kesetimbangan kurs EUR/USD terjadi pada nilai E/U1 = 1,230 dengan quantitas Euro yang diperdagangkan sebesar QA.

Peringkat broker opsi biner:

Kurva Grafik Permintaan Valuta Asing

Transaksi antara kedua mata uang asing tersebut berlanjut dengan kekuatan permintaan terhadap Euro menjadi lebih tinggi. Transaksi dapat menggeser kurva permintaan dari posisi D1 ke D2. Namun demikian transaksi tidak cukup mampu merubah kurva penawaran terhadap Euro.

Keadaan ini akan membentuk kesetimbangan kurs EUR/USD menjadi lebih tinggi daripada kurs sebelumnya. Kesetimbangan kurs disepakati pada nilai E/U2 = 1,240 dengan quantitas Euro yang diperdagangkan pada QB. Penguatan kurs EUR/USD menunjukkan Euro menjadi lebih mahal terhadap Dollar Amerika.

Pergeseran Kurva Penawaran Valuta Asing.

Gambar di bawah menjelaskan perubahan kesetimbangan kurs yang terjadi akibat naiknya penawaran mata uang Euro. Kesetimbangan awal terjadi pada perpotongan antara kurva permintaan dan penawaran S1. Kesetimbangan ini menetapkan kurs EUR/USD pada nilai E/U1 = 1,230 dengan quantitas Euro yang ditransaksikan sebesar QA.

Transaksi selanjutnya menghasilkan kekuatan penawaran Euro lebih tinggi, sehingga kurva penawaran bergeser dari S1 ke S2, sedangkan permintaan terhadap Euro tidak berubah. Terjadi kesetimbangan baru pada kurs EUR/USD yang lebih rendah, yaitu pada nilai E/U2 = 1,220 dengan quantitas Euro yang ditransaksikan pada QB.

Kurva Grafik Penawaran Valuta Asing

Tentu saja mekanisme permintaan dan penawaran ini bukan di dasarkan atau terjadi pada suatu negara, namun merupakan mekanisme yang terjadi di pasar valuta asing dunia. Artinya satu mata uang asing dapat ditransaksikan untuk dipertukarkan oleh berbagai mata uang asing pada periode yang hampir bersamaan.

Meningkatnya permintaan Dollar Amerika tidak hanya disebabkan oleh transaksi Euro yang dipertukarkan dengan Dollar Amerika, namun disebabkan juga oleh transaksi Yen Jepang yang dipertukarkan dengan Dollar Amerika, Poundsterling Inggris yang dipertukarkan dengan Dollar Amerika, dan mata uang asing lainnya yang dipertukarkan dengan Dollar Amerika.

Begitupun sebaliknya, meningkatnya penawaran Dollar Amerika tidak hanya disebabkan oleh transaksi Dollar Amerika yang dipertukarkan dengan Euro, namun disebabkan juga oleh transaksi Dollar Amerika yang dipertukarkan dengan Yen Jepang, Dollar Amerika yang dipertukarkan dengan Poundsterling Inggris dan Dollar Amerika yang dipertukarkan dengan mata uang asing lainnya.

Pemahaman tentang valuta asing dan perilakunya pada pada pasar valas dapat dibaca pada artikel di bawah. Pembahasan mulai dari pengertian dan perhitungan sampai cara membaca kuotasi kurs. Untuk dapat membaca Artikel Yang Membahas Tentang Valuta Asing.

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Valuta Asing

Seperti juga dengan harga barang dan jasa, pada dasarnya nilai tukar dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, tentunya yang diminta dan ditawarkan adalah valuta asing.

Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Valuta Asing

1). Pembayaran Transaksi Impor

Semakin tinggi impor barang dan jasa, maka semakin tinggi pula kebutuhan terhadap valuta asing. Tingginya kebutuhan permintaan valuta asing ini akan mendorong tingginya nilai valuta asing. Artinnya mata uang domestic nilainya turun atau melemah terdepresiasi

Sebaliknya, jika impor barang dan jasa menurun, maka permintaan terhadap valuta asing akan rendah. Turunnya permintaan terhadap valuta asing ini akan mendorong turunnya nilai valuta asing tersebut. Sehingga mata uang domestic menguat atau terapresiasi.

2). Aliran Modal Keluar, Capital Outflow

Aliran modal keluar negeri menunjukkan adanya permintaan terhadap valuta asing. Semakin tinggi aliran modal keluar negeri, maka semakin tinggi permintaan valuta asing. Aliran modal ke luar negeri meliputi pembayaran utang penduduk negara bersangkutan baik swasta maupun pemerintah kepada pihak asing. Aliran ke luar juga dapat juga berupa penempatan dana penduduk domestic keluar negeri.

3). Kegiatan Spekulasi

Splekulasi merupakan kegiatan yang mampu mempengaruhi permintaan dan penawaran valutan asing. Semakin tinggi aktivitas spekulasi yang dilakukan, maka semakin tinggi pula permintaan dan penawaran valuta asing. Ketika permintaan valuta asing tinggi, maka mata uang domestic cenderung terdeprisiasi melemah. Dan sebaliknya, berkurangnya permintaan valuta asing untuk spekulasi, maka mata uang domestic cenderung terapresiasi menguat.

Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Valuta Asing.

1). Penerimaan Transaksi Ekspor

Transaksi ekspor akan menghasilkan aliran valuta asing masuk ke dalam negeri. Artinya, transaksi ekspor akan mempengaruhi penawaran valuta asing. Semakin tinggi nilai transaksi ekspor semakin tinggi penawaran valuta asing. Penawaran yang tinggi cenderung menurunkan nilai valuta asing atau menguatkan mata uang domestic.

Sebaliknya, nilai transaksi ekspor yang rendah, menyebabkan rendahnya penawaran valuta asing. Sehingga mata uang domestic cenderung terdepresiasi melemah.

2). Aliran Modal Ke dalam Negeri, Capital Inflow

Aliran modal ke dalam negeri menunjukkan adanya penawaran valuta asing. Semakin tinggi modal masuk ke dalam negeri, semakin tinggi valuta asing yang ditawarkan di domestic. Penawaran valuta asing yang tinggi akan menyebabkan mata uang domestic terapresiasi atau menguat.

Sebaliknya, jika aliran modal ke dalam negeri rendah, maka penawaran valuta asing juga rendah. Penawaran valuta asing rendah ini, cenderung melemahkan nilai mata uang domestic. Sehingga mata uang domestic terdepresiasi.

3). Spekulasi

Spekulasi akan menaikkan penawaran ketika para spekulan menukarkan valuta asing hasil kegiatannya menjadi mata uang domestic. Sehingga mata uang domestic cenderung menguat terapresiasi.

Sebaliknya, ketika para spekulan menduga valuta asing akan menguat, maka para spekulan akan menjual mata uang domestic untuk mendapatkan valuta asing. Artinya, penawaran mata uang domestic menjadi tinggi atau permintaan valuta asing menjadi tinggi. Hal ini cederung menurunkan nilai mata uang domestic.

BELAJAR EKONOMI

ilmu ekonomi untuk semua generasi

Jumat, 16 Februari 2020

Konsep Permintaan (Demand) dan Penawaran (Supply) dalam Ilmu Ekonomi

Pada materi berikut ini, kita akan belajar tentang hakikat permintaan (demand) dan penawaran (supply), kurva permintaan dan penawaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.

1. KONSEP PERMINTAAN DAN KURVA PERMINTAAN.

1.1. Pengertian Permintaan.

Pada hakikatnya, permintaan akan suatu barang merupakan jumlah barang yang diinginkan pembeli untuk dibeli/dimiliki.

Dalam pemahaman tersebut, dikenal hukum permintaan , yakni jika semua unsur lain dianggap konstan, maka permintaan barang akan berkurang apabila terjadi kenaikan harga atas barang tersebut ; demikian juga sebaliknya.

Untuk membantu memahami pengertian diatas, dibuatlah kurva permintaan , yakni kombinasi yang menunjukkan hubungan antara harga suatu barang dengan kuantitas yang diinginkan.

1.2. Kurva permintaan.

Untuk mempermudah pemahaman, kita umpamakan permintaan donat oleh individu 1 (John), seperti terlihat di Gambar 1.

keterangan:

  • kurva permintaan pasar atas donat merupakan gabungan permintaan individu (John dan Doel). Adapun kombinasi harga dan kuantitas donat yang diinginkan pasar terlihat di titik V (500, 0), W (300, 3), X (100, 6), serta Y (0, 7.5).

1.3. Pergeseran Kurva Permintaan.

Pergeseran kurva permintaan terjadi karena adanya faktor tertentu yang mengintervensi kurva awal , seperti terlihat di Gambar 4.

keterangan:

  • perubahan yang mengakibatkan berkurangnya kuantitas barang yang ingin dibeli, akan menggeser kurva awal (D1) ke D2.
  • perubahan yang mengakibatkan meningkatnya kuantitas barang yang ingin dibeli, akan menggeser kurva D1 ke D3.

Adapun faktor-faktor yang berpotensi menggeser kurva permintaan antara lain tersebut dibawah ini.

Harga produk yang diinginkan. Secara umum, ketika harga suatu produk meningkat, maka permintaan akan produk tersebut cenderung mengalami penurunan; demikian juga sebaliknya, jika harga produk menurun, maka permintaan cenderung meningkat.

Pendapatan (income). Pendapatan adalah tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh individu, yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi atau menambah aset. Ketika pendapatan seseorang meningkat, maka konsumsi atas suatu produk cenderung meningkat, demikian juga sebaliknya (dengan catatan: ini terjadi pada barang normal, bukan barang inferior).

Adapun perbedaan dua barang tesebut bisa digambarkan sebagai berikut:

  • Barang normal (normal goods): merupakan barang, dimana ketika ada peningkatan pendapatan akan memicu peningkatan permintaan atas barang tersebut, dengan asumsi faktor lain dianggap konstan.
  • Barang inferior (inferior goods): adalah barang, dimana saat ada peningkatan income, justru akan menurunkan permintaan terhadap barang yang dimaksud, dengan asumsi faktor lain dianggap konstan.

Perlu diingat bahwa pembandingan barang normal dengan barang inferior merupakan subjektivitas individu (misalnya: beras dengan singkong, beras dengan gaplek, dst).

Harga produk sejenis. Misalnya terdapat kondisi dimana harga susu sapi meningkat akibat menurunnya produktivitas sapi perah, sementara harga susu kambing tetap stabil. Pada kasus seperti ini, ada kemungkinan individu mengurangi konsumsi susu sapi atau menggantinya dengan susu kambing. Dari konteks tersebut, kita bisa mengetahui adanya dua sifat barang, yakni substitusi dan komplementer.

Sekarang kita umpamakan susu sapi adalah produk A, susu kambing = produk B, dan madu = produk C. Dari perumpamaan tersebut kita bisa memahami pengertian barang substitusi dan barang komplementer, sebagai berikut:

  • Barang substitusi: merupakan kondisi dimana ketika harga produk A naik akan memicu kenaikan permintaan terhadap produk B; dengan asumsi produk A dan produk B merupakan barang sejenis; atau dalam bahasa sederhana disebut sebagai barang pengganti (dalam kasus ini konsumsi susu sapi diganti dengan susu kambing).
  • Barang komplementer: merupakan kondisi dimana ketika harga produk A naik akan memicu kenaikan permintaan atas produk C. Pada dasarnya barang komplementer merupakan pasangan barang yang bisa dikonsumsi secara bersama-sama; atau secara sederhana disebut sebagai barang yang bersifat melengkapi (dalam hal ini produk susu sapi dikonsumsi bersama madu).

Selera. Selera merupakan cara pandang individu dalam mengindera produk yang tersedia. Selera yang tinggi pada suatu barang cenderung berkorelasi positif terhadap permintaan atas barang tersebut.

Ekspektasi. Ekspektasi atau harapan adalah perspektif individu akan kejadian masa depan yang mampu mempengaruhi permintaan produk di masa kini. Misalnya: jika seseorang mengharapkan adanya peningkatan income sebulan kedepan, maka bisa jadi ia akan melakukan konsumsi lebih banyak produk pada saat ini.

2. KONSEP PENAWARAN DAN KURVA PENAWARAN.

2.1. Pengertian Penawaran.

Penawaran mengindikasikan jumlah produk yang mampu dan tersedia untuk dijual oleh produsen.

Disini dikenal hukum penawaran , yang menyatakan bahwa jika faktor lain dianggap konstan, maka jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat ketika harga barang tersebut naik.

Untuk memahami hal diatas, dibuatlah kurva penawaran , yakni grafik yang menghubungkan antara kuantitas dan harga barang yang ditawarkan.

2.2. Kurva Penawaran.

Dalam perumpamaan sederhana, misalnya terdapat penawaran jaket oleh penjual 1 (Alfa), seperti terlihat di Gambar 5.

keterangan:

  • perbandingan harga dan kuantitas jaket yang ditawarkan di pasar adalah gabungan penawaran penjual (Alfa dan Romeo), yakni di titik T (10, 1), U (30, 5), atau V (50, 9).

2.3. Pergeseran Kurva Penawaran.

Seperti pada kurva permintaan, pergeseran pada kurva penawaran terjadi karena adanya intervensi terhadap kurva awal.

keterangan:

  • perubahan yang mengakibatkan menurunnya kuantitas barang yang ditawarkan akan menggeser kurva awal (S1) ke S2.
  • perubahan yang mengakibatkan meningkatnya kuantitas barang yang ditawarkan akan menggeser kurva S1 ke S3.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran antara lain diterangkan dibawah ini.

Harga Produk. Harga merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kuantitas produk yang tersedia di pasar.

Harga Faktor Produksi. Besarnya harga bahan baku yang digunakan untuk produksi, ongkos tenaga kerja, serta jumlah modal, akan mempengaruhi harga jual produk jadi.

Teknologi. Pada prinsipnya, teknologi akan mempercepat dan mempermudah proses produksi, sehingga mampu menekan harga produk jadi. Namun demikian, semakin canggih teknologi yang disematkan pada suatu produk, cenderung membuat harga produk tersebut semakin mahal.

Ekspektasi. Seperti halnya pada pasar permintaan, ekspektasi atas pemanfaatan/konsumsi suatu produk di masa mendatang ikut mempengaruhi ketersediaan produk di pasar saat ini.

Demikian penjelasan mengenai konsep permintaan dan penawaran, terbentuknya kurva permintaan dan penawaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva permintaan dan penawaran. *

Referensi:

  1. Mankiw, Gregory N. (2008). Principles of Microeconomics, Fifth Edition, South-Western Cengage Learning.
  2. Samuelson, Paul A., and William D. Nordhaus. (2002). Economics, Seventeenth Edition, McGraw-Hill.

Materi sebelumnya:
Mengenal Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro, Konsep Pasar, serta Hakikat Perdagangan
Memahami Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: