Indikator Terbaik Forex, Cara Memilih Indikator Forex Terbaik

Peringkat broker opsi biner:

Memilih Indikator

Dibaca Normal 7 menit

Memilih indikator teknikal yang tepat bisa mempermudah Anda menganalisa pergerakan chart pada trading, serta menemukan momentum entry yang pas.

Memilih indikator teknikal adalah bentuk pencarian jati diri bagi seorang trader. Bagi trader pemula, mencari indikator teknikal adalah hal yang seru untuk dilakukan. Dalam kondisi menggebu-gebu dan rasa ingin tahu tinggi, mereka tidak akan segan bereksperimen dengan berbagai indikator yang ada.

Memilih indikator teknikal tepat tidak lepas dari keinginan utama trader untuk masuk pasar di situasi yang tepat, contohnya masuk sesuai dengan trend yang ada saat ini, bukan malah melawan trend.

Seorang trader wajib melakukan entry berlandaskan analisa dan sistem trading yang digunakan. Jadi tidak boleh asal entry di pasar tanpa adanya alasan yang kuat. Jika dasar yang digunakan untuk entry adalah analisa teknikal, maka memilih indikator teknikal adalah hal yang penting dilakukan. Pertanyaannya, bagaimana cara memilih indikator teknikal paling tepat? Semua akan dibahas secara lengkap melalui penjelasan di bawah ini.

Kenapa Tidak Boleh Asal Open Posisi?

Kurangnya riset dan tidak adanya keinginan belajar membuat banyak trader melakukan entry secara asal-asalan atau mengira-ngira saja. Hal ini kerap terjadi pada trader baru yang benar-benar masih pemula dan tidak paham satu indikator pun. Lucunya lagi, mereka bahkan tidak tahu kalau chart itu bisa diubah menjadi Candlestick. Mereka melihat pergerakan chart dalam bentuk yang masih garis. Kurangnya pengetahuan tentang tipe chart ini menandakan bahwa masih banyak yang harus dipelajari oleh para pemula.

Perlu diketahui bahwa cara open position yang asal tebak seperti itu sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Di sinilah seorang trader perlu untuk memahami indikator dan masing-masing fungsinya. Namun kemudian, satu masalah kembali mencuat: saking banyaknya indikator yang tersedia dan perlu dipahami, beberapa trader malah kebingungan memilih indikator teknikal mana yang harus dipakai.

Peringkat broker opsi biner:

Tips Memilih Indikator Teknikal Andalan

Banyak yang kemudian bertanya ke teman-teman trader senior, indikator apa saja yang biasa mereka pakai. Namun hal tersebut tidak menyelesaikan masalah, karena asing-masing trader memilih indikator teknikal andalan yang berbeda-beda. Jadi makin bingung, kan? Lalu sebenarnya apa indikator yang paling baik?

Berikut ada beberapa saran yang bisa Anda ikuti dalam memilih indikator teknikal yang digunakan sebagai bahan analisa trading:

1. Pahami Plus Minus Tiap-Tiap Indikator

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa Anda salah besar jika menganggap indikator bisa meningkatkan persentase profit. Yang tepat, indikator hanya berfungsi membantu trader mengidentifikasi arah trend yang sedang berlangsung saat ini. Jadi jangan harap ada indikator yang paling sempurna atau paling hebat dibandingkan yang lain.

Setiap indikator memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu, gunakanlah waktu luang Anda untuk menelaah sendiri masing-masing keunggulan dan kelemahan dari indikator-indikator tersebut. Anda bisa melakukannya di hari libur pasar yakni Sabtu-Minggu, atau bisa juga mencari celah free time saat bersantai di rumah.

Secanggih dan seakurat apapun suatu indikator teknikal, mereka tidak akan mampu meramalkan kemana harga akan bergerak selanjutnya. Risiko fake signal (sinyal palsu) tetap akan membayangi Anda meski menggunakan indikator jenis apapun.

2. Pilihlah Kombinasi Indikator Yang Tepat

Indikator pun terbagi menjadi beberapa fungsi, ada indikator untuk mengamati trend, ada pula untuk melihat momentum, dan ada yang untuk mengetahui Support Resistance. Jadi bagi Anda yang ingin memilih indikator teknikal secara tepat, alangkah baiknya jika memilih 3 indikator yang masing-masing menggambarkan trend, momentum, dan Support Resistance tersebut.

Pilihan indikator yang menggambarkan trend antara lain Moving Average dan Parabolic SAR. Untuk indikator tipe momentum, ada MACD (Moving Average Convergence Divergence), RSI (Relative Strength Index), ADX (Average Directional Movement Index), dan W%R (William Percent Range). Lalu untuk patokan Support dan Resistance, silahkan memakai perhitungan Pivot Point dan Fibonacci Retracement.

Ramuan dari ketiga indikator di atas setidaknya bisa dijadikan pedoman untuk mendapatkan gambaran tentang arah pergerakan chart, kekuatan dari sebuah trend, dan level penting yang bisa menjadi batasan-batasan pergerakan harga.

Contoh gabungan dari ketiga indikator di atas kurang lebih tampak sebagai berikut:

Pada chart EUR/USD TF 4H di atas, terdapat 3 indikator (ditandai dengan garis warna hijau muda), yaitu Parabolic SAR, William Percentage Range, dan Fibonacci Retracement. Informasi apakah yang bisa didapatkan dari 3 indikator di atas?

Pertama, melalui indikator Parabolic SAR, Anda bisa melihat adanya titik bulat di bagian atas chart dan bawah chart. Munculnya titik di bagian atas chart menandakan pasar dalam kondisi downtrend. Sebaliknya, munculnya titik di bagian bawah chart menandakan pasar dalam kondisi uptrend. Pada gambar di atas, tampak titik terakhir muncul pada bagian atas, yang menandakan bahwa trend saat ini adalah Bearish.

Kedua, dari indikator W%R, Anda bisa menentukan momentum yang terjadi di pasar, apakah sedang overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). Pada gambar di atas, pasar terlihat dalam kondisi oversold, ditandai dengan garis yang terdapat di bagian pojok kanan bawah menyentuh level W%R -80 hingga -100. Ini bisa menjadi isyarat bagi trader untuk melakukan entry Buy karena harga sudah masuk di titik oversold-nya.

Ketiga, nampak garis Fibonacci Retracement ditarik dari Low terendah ke High tertinggi pada chart. Dari sinilah trader bisa menemukan batas Support dan Resistance harga saat ini. Pada gambar di atas, setelah ditarik garis Fibonacci, terlihat titik Support terdekat berada pada area 50.0%, sedangkan titik Resistance terdekat berada pada level 23.6%.

Dari pembacaan di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun trend harga sedang turun, tapi momentumnya justru sudah jenuh jual. Ini artinya, harga masih memiliki kekuatan untuk naik ke atas. Anda bisa mencari peluang buy ketika harga sudah terkonfirmasi memantul dari level Fibonacci 50.0%.

3. Lakukan Backtest Untuk Menguji Indikator

Saat memasang suatu indikator pada chart trading, parameter yang muncul pada indikator tersebut adalah parameter default. Contohnya jika Anda menggunakan indikator Stochastic, maka parameter standarnya adalah 5,3,3. Lalu untuk indikator RSI, parameter default-nya adalah 14. Di sini, Anda bebas menggunakan parameter default tersebut, atau Anda bisa mengubah parameternya sesuai kebutuhan. Supaya bisa menemukan parameter indikator yang ideal, Anda bisa melakukan Backtest.

Pertama, set terlebih dahulu berapa angka parameter yang diinginkan. Kemudian, lakukan Backtest sebanyak 200 kali trading. Jika 150 trading loss dan 50 lainnya profit, maka Win-to-Loss Ratio Anda adalah 25:75. Anda bisa mempertimbangkan untuk set parameter indikator tersebut di angka lainnya, sampai menemukan Win-to-Loss Ratio yang diinginkan.

4. Pilih Indikator Alternatif Selain Bawaan Metatrader

Bank Indikator merupakan surganya para teknikalis untuk memilih indikator teknikal unik yang tidak ada di MetaTrader 4. Silahkan melakukan riset sebanyak mungkin di bank indikator tersebut supaya menemukan indikator yang sesuai dengan setup trading Anda.

Memilih indikator teknikal unik yang menurut Anda potensial sebenarnya boleh-boleh saja. Asalkan indikator tersebut benar-benar sudah teruji dan bisa membantu Anda meraih profit yang diinginkan. Yang terpenting, kunci sukses dalam trading tidak terletak pada indikator apa yang Anda gunakan, tapi tentang bagaimana kemampuan Anda untuk memanfaatkan indikator tersebut secara maksimal.

Agar lebih jelas, berikut infografis untuk memilih indikator teknikal andalan selama bertrading:

Akhir Kata

Itulah beberapa saran yang bisa Anda lakukan saat memilih indikator teknikal. Sekali lagi, semua indikator pada hakikatnya sama baiknya, yang terpenting adalah bagaimana pemahaman Anda mengenai indikator tersebut. Tentu mempelajari indikator memerlukan ketelatenan tersendiri. Tapi selama Anda enjoy melakukannya, semua akan terasa seru dan mengasyikan. Trading forex itu sebetulnya seru, kok.

Tak perlu berlama-lama lagi, segeralah memilih indikator teknikal yang sesuai dengan gaya trading Anda. Jika sudah menemukannya, jangan bersuka hati dulu. Masih ada satu PR yang harus dilakukan, yakni menggunakan indikator tersebut sesuai pedoman yang tepat. Untuk itu, silahkan mempelajarinya melalui artikel kami berjudul 10 Acuan Menggunakan Indikator Teknikal Dari Barbara Rockefeller.

Indikator Terbaik dan Akurat untuk Trading Forex

5 / 5 ( 3 ) Bicara indikator terbaik dan akurat untuk trading forex mungkin sudah menjadi pencarian yang sudah sangat lama, bahkan usang. Soalnya banyak juga yang sudah menjadi trader lebih dari 3 tahun atau lebih masih mencari indikator terbaik dan akurat untuk trading forex.
Memang yang namanya trader gak pernah bosen untuk melakukan kegiatan yang satu ini, maklum mencari memang saat-saat yang paling indah, apalagi jika telah menemukan sesuatu yang baru. Lagi anget-anget tahi ayam kata orang, bikin kita bahagia banget. Dipacari sementara, tapi lama-lama ketika bosen, ya mencari pacar baru lagi. Entah kenapa, orang koq sering bosen ya, apalagi jika melihat ada yang lebih baik dan lebih ‘cling’ lagi… hihihihi.

Anehnya, setiap trader saya rasa sudah menggunakan indikator terbaik menurut versi mereka, karena setiap trader juga sudah melakukan pencarian indikator terbaik dan digunakannya… tetapi koq ya masih loss dan MC… kenapa ya? Banyak strategi di blog-blog, mereka si owner blog juga bilang, “simple dan profitable” tetapi mengapa user dan follower tidak juga profit konsisten?
Indikator MACD begini begini begini….
Indikator Bolinger Banda begini-begini begini….
Indikator RSI begini begini begini….
Indikator custom bla bla bla….
Akhirnya download ……….

Ada banyak trader juga sudah mempelajari bagaimana cara kerja indikator grafik pada umumnya. Lebih baik lagi, mereka sudah bisa menggabungkan beberapa indikator dan melihat bagaimana sinyal perdagangan mereka berjalan dengan baik. Hal ini pun sudah dilakukan tetapi pada akhirnya? Masih sering loss juga dibanding profitnya…
Kemudian ganti lagi indikatornya dan ganti pula strateginya…. Entah di “kota mana” akan tertambat hatinya dan berhenti diperempatan batas lalu mencintai selamanya. Khakhakhakhakha.. Ujung-ujungnya; masih seperti dulu…”kecewa”.
Ternyata sobat, masalahnya adalah bahwa kita tidak hidup di dunia yang sempurna, dan masing-masing indikator memiliki ketidaksempurnaan. Itulah sebabnya banyak trader menggabungkan berbagai indikator secara bersama sehingga mereka dapat “mengisi” satu sama lain. Mereka mungkin memiliki 3 indikator yang berbeda dan mereka tidak akan memasuki pasar kecuali 3 indikator tersebut memberikan sinyal yang sama. Bahkan lagi, sudah digabung-gabung, juga masih sering memberikan sinyal flase-nya. Lalu trader merasa: serba salah…
Kemudian dibuang indikator-indikator itu, lalu berganti dengan pola candle dan naked trading. Belajar lagi lebih tekun, alasan utamanya karena ‘menarik’ dan tidak akan terjebak yang namanya indikator lagi…, tidak semua trader bisa trading naked.

Mereka mendalami, serius…. apa yang terjadi kemudian…? Lho, koq ya masih loss dan MC lagi.
Dengan alasan belajar dan belajar, trader ini melanjutkan semangatnya… bahwa “forex mesti bisa ditaklukkan!” hehehehehe
Setelah babak belur dengan naked trading, kembali melirik-lirik indikator… soalnya melihat kawannya mengggunakan indikator tertentu dan profitable. Akhirnya, ya come back. hahahahahaha

Anda melanjutkan perjalanan Anda sebagai seorang trader, Anda meyakini telah menemukan indikator baru yang paling cocok untuk Anda. Setiap trader di luar sana telah berusaha untuk menemukan “kombinasi ajaib” indikator yang akan memberikan sinyal yang tepat sepanjang waktu, tetapi kenyataannya? Kembali Anda tidak menemukan sesuatu yang Anda cari, yang holygrail…! Ya, karena kenyatannya adalah bahwa tidak ada hal yang seperti yang Anda inginkan itu.
Apa yang telah anggap sebagai indikator “kombinasi ajaib” pun akhirnya ajaib beneran… sekali “cling. ” Hilang. Dan tidak ada gunanya lagi…bagi Anda.

Beralih ke EA…
Awal-awal yang baik untuk sesuatu yang menghasilkan dalam trading forex. Pada saatnya, nasibnya juga ternyata sama… “tidak ada kesempurnaan di dunia ini”. Meski konsep sesungguhnya tentang EA ini adalah: “Tergantung pribadi masing-masing…! EA dibuat untuk mempermudah perdagangan kita ini sama halnya jika kita memiliki usaha dan kita sudah memiliki systemnya maka kita hanya membutuhkan asisten untuk mempermudah pekerjaan kita….. EA sebenarnya bukanlah sesuatu yg buruk…. Trading adalah perdagangan, dan indikator sama halnya dengan sebuah timbangan dalam perdagangan, sedangan EA sama halnya asisten yang mewakili diri kita….! Bahkan contest EA sendiri berhadiah lebih besar ketimbang contest forex….!” Demikian kata guru saya: Vdj Valas.
Hemmm…. akhirnya saya banyak belajar dari kesimpulan perjalanan seorang trader, “Ketika orang mencari kesempurnaan di dunia ini, ujungnya adalah kekecewaan. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan”
Nah sekarang, trader mau mencari apa. Dari tadi koq disalahkan mulu….
Oh gak Boss…! Saya gak menyalahkan trader…! Apa yang pernah Anda jalani, saya juga mungkin lebih dulu mengalaminya koq… !
Piss…..

Coba kalau sekarang saya mau ngomong seperti ini… “Boss…. saya sudah bilang, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Mari kita berbuat yang terbaik meski tidak sempurna dan bersyukur kita masih memiliki otak dan akal. Jadi yang tidak sempurna itu kita lengkapi bagaimana agar ‘paling tidak’ mendekati sempurna.

Nah. saya ingin mendorong Anda untuk mempelajari setiap indikator yang Anda gunakan sampai Anda mengetahui bagaimana kecenderungan relatif terhadap pergerakan harga, kemudian dengan kombinasi Anda sendiri yang Anda mengerti dan yang sesuai dengan gaya trading Anda. Yang penting ketika trader menggunakan indikator, dia gunakan otaknya dulu untuk memahami dan mengerti apa fungsi indikator itu, cara kerjanya seperti apa dan informasi apa yang akan didapatkan menggunakan indikator itu. Indikator yang tidak menjadi perdebatan ya indikator otak. Artinya, gunakan Indikator Terbaik kita yakni OTAK ini saat menggunakan indikator-indikator itu.
Biar kita ngerti dan mendapatkan informasi yang berguna buat trading saat menggunakan indikator apapun. Mungkin ini PR besarnya seorang trader ketika membaca tulisan ini. Yang penting tetap belajar dan berlatih, maksimalkan Potensi OTAK kita untuk mengetahui “PERILAKU MARKET”. Yang saya yakini, akan ada hasilnya jika kita tetap semangat dan berusaha. Insya allah.”

Optimalkan Otak kita dalam bertrading, karena itu Anugerah Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Terus belajar dan belajar ilmu profitnya…!
Apa Anda masih bingung juga cara mengoptimalkan kerja otak? Khakhakahkahahaa… Setelah menjadi trader, lebih banyak ‘sering bingung’ nih…! Lebih gampang kalau cengar-cengir…
Ya, bahasan tentang hal ini masih panjang sebenarnya… tapi apa ente seneng baca? Jika ente seneng membacanya kan saya yang gak seneng nulisnya…’capek, tahuuuuu!’

Begini saja: Pahami bahwa otak kita pada akhirnya menjadi indikator terbaik dalam mengambil keputusan apapun (termasuk dalam hal ini keputusan OP). Jangan salahkan indikator Anda jika Anda loss atau MC…! Mosok mau meng-error-kan otak sendiri…? Ya jangan menuding-nuding otak Anda sendiri bahwa dia sumber malapetaka buat hidup Anda… ! Waspadai “trader gemblung” khakhakahkahaa….
Akhirnya, tidak bisa dipungkiri, otak lah yang paling baik untuk menganalisa market, karena kalau tidak salah semua indikator yang ada di trading ini adalah buatan dari manusia semua. tetapi selain itu yang harus kita ingat ada banyak faktor X-nya juga yang menghambat pemikiran kita, yaitu emosi setiap trader itu masing – masing.
Sebenarnya masalah ini belum selesai, tetapi tulisan ini harus selesai, sebelum gemblung. Gemblung karena selalu mencari indikator terbaik dan akurat untuk trading forex khakhakhakhaaa…!

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: