Indikator Yang Berguna Forex #1. Indikator Tren

Peringkat broker opsi biner:

Indikator-indikator Yang Bisa Memprediksi Arah Trend

Dibaca Normal 8 menit

Trader mengandalkan sejumlah indikator untuk memprediksi arah trend forex berdasarkan analisa teknikal. Berikut adalah indikator pilihan terbaik yang dapat langsung Anda coba.

Membaca arah trend harga terkini itu perkara mudah, karena Anda dapat menelaah arah pergerakan harga dari posisi nilai tertinggi dan terendah candle-candle terakhir dengan mata telanjang. Beda perkaranya dengan memprediksi arah trend Forex. Meski lebih sulit, tapi ketrampilan memproyeksikan arah pergerakan harga adalah keterampilan dasar untuk meraup keuntungan. Dalam trading, semua trend bisa dikenali melalui berbagai cara. Salah satunya dengan memanfaatkan tool maupun indikator.

Perlu diingat, memprediksi arah trend Forex tidak sama dengan berspekulasi atau ramalan tanpa dasar. Karena itulah, trader memerlukan pemetaan proyeksi harga dengan peraturan-peraturan tertentu.

Berikut adalah daftar beberapa alternatif indikator trend Built-In populer yang sering digunakan trader dalam beragam Pair dan Timeframe:

Indikator Trend Overlay

Indikator Overlay tampil menumpuk di atas Candlestick. Jadi, indikator trend ini dapat secara langsung menginformasikan ke mana arah trend selanjutnya akan berlangsung.

a. Moving Average

Indikator trend sederhana ini benar-benar peralatan paling dasar dan sering menjadi referensi bagi analisa teknikal sehari-harinya. Hampir wajib hukumnya bagi pemula untuk belajar dasar-dasar cara menggunakan Simple Moving Average.

Garis merah melintang di atas grafik harga adalah garis Moving Average (MA) berperiode 20. Dalam periode konsolidasi (Sideways), harga terlihat cukup sering menyeberang garis MA 20 dari atas atau bawah, sehingga pergerakan terlihat tak tentu arah atau mendatar. Dalam situasi tersebut, trader dapat memprediksi arah trend Forex ketika gejala Breakout terjadi.

Peringkat broker opsi biner:

Pada kotak abu-abu paling kiri, harga menampilkan candle merah panjang sebagai indikasi Breakout telah terjadi. Dari situ, harga longsor membentuk Downtrend dengan posisi selalu berada di bawah MA 20. Sedangkan pada kotak tengah, harga juga menampakkan breakout, lalu Uptrend berlangsung dengan harga berada di atas garis MA 20.

Pada kotak terakhir, jika harga menembus batas atas kotak, maka Uptrend kemungkinan besar akan mulai terbentuk. Sebaliknya, bila harga terjun sampai batas bawah kotak, maka Downtrend berpeluang besar untuk terbentuk.

Anda juga dapat menambahkan jumlah garis MA untuk menghasilkan sinyal trading Crossover. Cara kerjanya, cermati pergerakan garis MA berperiode lebih pendek terhadap MA berperiode lebih panjang. Jika MA berperiode pendek bergerak ke atas memotong MA berperiode panjang, sinyal Buy muncul. Sebaliknya, bila MA berperiode pendek bergerak ke bawah memotong MA berperiode panjang, sinyal Sell terhasilkan.

Lingkaran paling kiri menghasilkan sinyall Sell ketika garis MA berperiode lebih pendek (merah, MA 20) bergerak ke bawah memotong MA berperiode lebih panjang (biru, MA 50). Bandingkan dengan lingkaran berikutnya, sinyal Buy muncul ketika MA 20 bergerak ke atas memotong MA 50.

Berikutnya, trader dapat memprediksi arah trend Forex pada lingkaran kanan dengan menunggu terjadinya perpotongan (Crossover) antara MA 20 dan 50.

b. Bollinger Bands

Bollinger Bands (BB) merupakan perkembangan dari Moving Average. Garis tengah pada Bollinger Bands adalah Simple MA 20, sedangkan garis atas dan garis bawah (Upper dan Lower Band) adalah deviasi dari garis tengah tersebut.

Umumnya, trader menggunakan indikator trend BB untuk mengetahui kekuatan tren terkini. Secara teknis, kekuatan tren untuk berlanjut ke salah satu arah akan teruji ketika menghadapi Resistance pada Upper Band atau Support pada Lower Band.

Dari gambar grafik USDJPY (H4) di atas, trader memprediksi arah trend Forex dengan cara memperhatikan momen-momen sewaktu candlestick menyentuh garis-garis BB. Lingkaran merah menyorot bagaimana harga memantul (Bounce) dari Upper Band sebagai Resistance selama harga berusaha mendaki. Sebaliknya, lingkaran biru menunjukkan perlawanan dari Buyer ketika harga mendekati Support dari Lower Band.

Bollinger Bands tidak terbatas hanya untuk mengantisipasi memantulnya harga dari Upper dan Lower Band saja. Alasannya, harga juga dapat bergerak menembus batas Support atau Resistance (Breakout), terutama selama gelang Bollinger mengalami penyempitan.

Cermati bagaimana gelang Bollinger mengalami penyempitan selama pasar memasuki periode konsolidasi. Trader dapat memprediksi arah trend Forex ketika candlestick bergerak menembus Lower Band, lalu membentuk periode tren menurun (Downtrend).

Indikator Trend Oscillator

Berbeda dengan tampilan indikator Overlay, indikator trend Oscillator muncul secara terpisah dari grafik pergerakan harga. Meski terpisah, indikator trend ini dapat memberikan informasi penting bagi trader untuk memprediksi arah trend Forex, melalui dinamika pergerakan garis Oscillator pada patokan level tertentu.

a. MACD

MACD menjadi salah satu indikator trend andalan karena kemudahannya sebagai alat untuk menunjukkan kekuatan tren. Osilasi garis MACD dan garis sinyal di atas titik 0 mengindikasikan berlangsungnya Uptrend. Sementara itu, jika kedua garis berada di bawah titik 0, artinya momentum Downtrend masih cukup dominan.

Garis biru adalah garis MACD dan garis merah adalah garis sinyal

Selama dalam kondisi Uptrend, semakin tinggi harga mendaki, semakin kuat tekanan penjual untuk menurunkan harga. Lingkaran oranye menunjukkan sinyal Bearish ketika garis MACD bergerak ke bawah memotong garis sinyal. Berikutnya, perpotongan kedua garis tersebut diikuti oleh menurunnya harga.

Sebaliknya dalam tren menurun, semakin rendah harga, semakin besar pula minat pembeli untuk mendorong harga naik. Lingkaran biru menyorot sinyal Bullish dengan perpotongan garis MACD ke atas. Setelah sinyal itu muncul, harga mendaki bertahap.

Selain sinyal trading dari pergerakan kedua garis MACD di atas atau di bawah angka 0. Trader juga dapat menggunakan strategi divergensi untuk memprediksi arah trend Forex.

b. RSI

Dasar pengunaannya hampir sama seperti MACD. Hanya saja, jika MACD menggunakan acuan angka tengah atau 0, standar osilasi RSI dipatok pada angka 30 dan 70.

Pada Default Setting indikator RSI, kondisi jenuh beli (Overbought) tercapai jika harga menyentuh batas angka 70, sedangkan kondisi jenuh jual (Oversold) pada batas angka 30. Setelah melalui batas zona Overbought, maka besar peluang harga untuk menurun dari puncaknya. Sebaliknya, setelah harga menembus di zona Oversold, semakin kuat potensi pembeli untuk mendorong harga naik dari dasar tren.

Masalahnya, indikator trend RSI tidak mampu mendeteksi sejauh mana harga akan bertahan di zona Oversold atau Overbought. Jadi, trader harus menghadapi risiko salah prediksi seandainya harga ternyata bertahan lama pada zona tersebut.

Sebagai alternatif, teknik divergensi indikator RSI dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi dalam memprediksi arah trend Forex. Contohnya seperti pada grafik berikut:

Teknik divergensi menyorot terjadinya perbedaan arah tren harga dengan arah Oscillator RSI. Sinyal Bearish muncul ketika trend menunjukkan nilai tinggi berjenjang (Higher High), tapi osilator RSI justru bergerak berlawanan arah (ditandai dengan Lower High).

Indikator Trend Price Action

Secara visual, indikator Price Action juga tampil menumpuk (Overlay) di atas grafik harga. Bedanya, indikator trend ini bersifat lebih subyektif karena trader memiliki kebebasan penuh untuk mengatur penempatannya di chart.

Kelebihan utama dari Indikator Price Action dibanding Overlay tentu saja terletak di fleksibilitasnya. Trader dapat menghasilkan peraturan pembukaan dan penutupan (Entry & Exit Rules) sesuai dengan kebutuhan trading pribadinya. Sayangnya, karena pengaturannya relatif tak menentu, trader pemula sering mengalami keraguan atau kesalahan membaca sinyal indikator, sehingga menentukan eksekusi pembukaan dan penutupan posisi trading yang ideal akan menjadi semakin sulit.

a. Fibonacci Retracement

Hampir semua trader profesional menggunakan acuan Fibonacci Retracement untuk mengukur kekuatan tren dalam proses analisa mereka. Secara mendasar, Fibonacci Retracement memberikan informasi penting pada level berapa harga mulai bergerak kembali searah tren utama, setelah mengalami koreksi sementara.

Gambar di atas menjelaskan cara dasar memprediksi arah trend Forex dengan Fibonacci Retracement:

  • Bila harga memantul pada level Retracement 38.2%, maka harga diproyeksikan akan melaju kuat melanjutkan tren utama.
  • Jika harga mengalami Bounce pada level Retracement 50%, trend diprediksikan melanjutkan tren utama dengan momentum normal.
  • Jika harga memantul di dekat level Retracement 61.8%, trend utama diekspektasikan telah melemah dan koreksi sudah layak dipertimbangkan sebagai tren pembalikan.

Sesuai arahan chart di atas, trader dapat memprediksi arah trend forex dengan mengacu pada kondisi candlestick, ketika harga mendekati level Fibonacci Retracement tertentu. Karena candlestick tampak mengalami tekanan dari Seller di level Retracement 0.382 (38%), maka harga berpotensi besar untuk berlanjut menurun meneruskan tren utama.

b. Trendline

Trendline merupakan salah satu indikator trend paling sederhana yang populer digunakan trader untuk mengantisipasi kapan Breakout atau Bounce dapat terjadi selama trend sedang menguji level Resistance atau Support.

Dari gambar di atas, Level Support ditarik sejajar dengan level-level rendah (Low), sedangkan level Resistance diletakkan sejajar dengan level-level tinggi (High). Karena trend utama sedang dalam kondisi mendaki, maka posisi trendline akan serong ke atas.

Trader dapat memprediksikan arah trend Forex dengan memperhatikan posisi candlestick terkini, yang relatif dengan masing-masing trendline. Pada kondisi trend mendaki, peluang beli lebih menguntungkan saat candlestick memantul dari level Support. Berikutnya, posisi beli tersebut dapat ditutup saat akan mendekati level Resistance terdekat.

c. Elliott Wave

Dibanding Trendline dan Fibonacci Retracement, gelombang Elliott memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi. Penggunaannya lebih subyektif, karena trader harus menentukan sendiri letak masing-masing fraktal.

Fraktal impuls (Impulse Wave) adalah “potongan” trend utama, sedangkan fraktal koreksi (Correction Wave) adalah “potongan” retracement saat tren utama mengalami perlawanan. Trader dapat memprediksi arah trend Forex melalui pembentukan siklus fraktal berikutnya, yaitu gelombang/fraktal Impuls #2.

Analisa trend forex memang bisa dibantu indikator, tapi ada kalanya perhitungan indikator meleset atau memancarkan False Signal saat ada perubahan kondisi pasar ekstrim. Bagaimana cara mengantisipasinya? Anda bisa ajukan pertanyaan ini atau kesulitan lainnya di rubrik tanya jawab kategori trend.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

5 Jenis Indikator di Trading Forex

Trading forex bisa menjadi hal yang menyulitkan untuk trader pemula, dan di sinilah peran indikator dalam membantu trader. Sebagai gambaran awal, ada beberapa jenis indikator di trading forex yang harus dipahami trader.

Pada dasarnya, peran indikator tak bisa disepelekan lagi. Tiap jenis indikator menyuguhkan fungsi berbeda yang pada intinya bisa digunakan membantu trading. Jika ingin mendapat hasil bagus dari trading forex hari Sabtu misalnya, trader harus bisa memanfaatkan indikator yang tersedia.

Indikator bisa menjadi teman terbaik trader dalam memahami perilaku market karena mampu menyediakan beberapa variabel kunci yang diperlukan trader. Bahkan agak sedikit tidak mungkin jika trader membuka trading tanpa memakai indikator satupun.

Analis teknikal forex kerap memakai sejumlah indikator untuk membagikan pandangannya terkait kondisi market. Indikator ini dimanfaatkan untuk memantau nilai tukar juga peluang lain yang ada dalam market. Itu sebabnya peran indikator kian krusial untuk trader.

#1. Indikator Tren

Di antara semua jenis indikator yang tersedia untuk menganalisa market, indikator tren berperan seperti penunjuk arah untuk trader. Arah yang ditunjukkan indikator tren akan berguna untuk trader dalam memahami situasi terbaru dari market hingga ke detil yang lebih kecil.

Dengan manfaat tersebut, indikator tren juga kerap diafiliasikan sebagai indikator penunjuk arah. Indikator tren pada dasarnya sering dimanfaatkan untuk mengilustrasikan situasi market dari awal sampai akhir sehingga terlihat gambaran besarnya.

Indikator tren akan membuat mudah trader dalam mem-visualisasi keadaan market beserta status terakhirnya. Ada beberapa jenis indikator tren yang populer di kalangan trader seperti parabolic SAR, moving average convergence divergence (MACD), moving average, (MA) dan lainnya.

Beberapa indikator tersebut berguna untuk mengidentifikasi tren yang terjadi pada market sehingga trader bisa memakai tren sewaktu akan membuka trading. Meski masih sangat diperbedatkan, tapi tiap trader sangat dianjurkan untuk memakai salah indikator tren jika ingin membuka trading.

Indikator tren memang bisa membantu trader dalam membuat keputusan trading, dan mampu mendikte sekaligus mengarahkan trader sebelum membuka trading. Selanjutnya terserah trader, yaitu poin mana yang akan diambil untuk masuk trading.

#2. Indikator Volume

Sangat penting untuk mengetahui volume terbaru dari market jika ingin membuka trading. Mengetahui volume trading bisa memberi tahu trader tentang arah tren yang sedang muncul, lalu melihat apakah ada kemungkinan pembalikan saat tren berlangsung.

Volume trading rendah berarti akan ada kemungkinan terjadinya tren pembalikan, dan jika volume naik berarti ada kemungkinan harga akan ikut terdorong naik. Walau demikian, volume market yang tinggi belum tentu membuat harga ikut terdorong naik.

Sangat mungkin pair mata uang ditransaksikan dengan range yang cukup sempit, atau dalam hal ini akan terjadi breakout. Ada banyak contoh dari indikator volume yang biasa dipakai trader seperti money flow, money flow index, on balance volume, demand index, dan lainnya.

Tapi seperti namanya, fungsi utama indikator volume yaitu untuk melihat volume trading dibalik suatu pergerakan harga yang mana bisa sangat menguntungkan trader karena pergerakan harga umumnya terjadi karena ada volume trading tinggi.

Volume trading tinggi merupakan instumen yang bagus untuk mencari sinyal daripada pergerakan harga itu sendiri. Alasannya, volume trading pasti dihasilkan dari dorongan harga dalam jumlah besar sehingga mampu menggerakkan market.

#3. Indikator Momentum

Dengan memanfaatkan indikator momentum, trader bisa mengetahui apakah market sedang ada dalam posisi overbought atau oversold. Saat market ada dalam area overbought, ada kemungkinan besar bahwa harga akan turun hingga ke dalam kondisi yang tak terprediksi.

Harga yang terus turun bahkan akan sangat mungkin mencapai area oversold. Situasi oversold bisa dimaknai dengan karena harga terus turun dalam periode lama, maka pada poin tertentu pasti akan naik. Ada banyak contoh dari indikator momentum yang banyak dipakai trader.

Beberapa jenis indikator momentum yang populer seperti relative strength index (RSI), commodity channel index (CCI), momentum and stochastic, dan lainnya. Indikator tersebut pada dasarnya merupakan indikator yang sudah dibuat oscillator.

Fungsi utamanya yaitu untuk menentukan posisi oversold dan overbought yang mana akan sangat berguna untuk mencari sinyal awal dari terbentuknya tren. Dari sini, trader bisa mendapat gambaran seberapa bagus momentum jika masuk ke market pada posisi tersebut.

#4. Indikator Volatilitas

Indikator volatilitas pada umumnya sering disebut dengan indikator band. Harga dan volatilitas saling terkoneksi, yang mana saat salah satunya berubah, yang lain akan ikut berubah. Indikator volatilitas memungkinkan trader mengetahui kisaran harga dan mempelajari situasi market terbaru.

Dalam hal ini, indikator volatilitas akan menentukan apakah market sedang dalam kondisi aktif atau tidak. Saat dalam kondisi aktif, market akan mempunyai variasi pergerakan harga yang optimal. Sampai saat ini, terdapat banyak indikator volatilitas yang bisa dipakai trader.

Beberapa indikator volatilitas yang populer dipakai trader seperti Bollinger bands, moving average (MA), envelopes, dan lainnya. Indikator tersebut umumnya memakai kisaran untuk menunjukkan perilaku harga dan volume di balik tiap pergerakan yang terjadi pada market.

Indikator volatilitas tentu sangat berguna untuk trader karena tiap perubahan perilaku bisa menyediakan sinyal entry yang bagus. Sinyal inilah yang nantinya bisa dimanfaatkan trader untuk membuka posisi dalam market, tentunya dibarengi dengan strategi yang sesuai.

Tapi terlepas dari rencana dan strategi trading yang nantinya dipakai untuk membuka posisi di market, trader sebaiknya melengkapi dengan satu indikator dari tiap jenisnya. Gunanya yaitu untuk mencari konfirmasi tambahan terkait posisi trading yang akan diambil.

#5. Indikator Profit Taking

Pemanfaatan indikator pada akhirnya bertujuan untuk mencari profit dengan kadar maksimal. Tapi khusus untuk mencari profit, terdapat sejumlah indikator khusus yang bisa dipakai trader. Indikator jenis ini akan membantu trader dalam menentukan kapan saat yang tepat untuk mengambil profit.

Ada banyak indikator di trading forex yang tersedia untuk keperluan ini, termasuk indikator RSI dengan time frame tiga hari. Jika memakai indikator ini, trader yang mengambil posisi long harus mengambil profit jika RSI durasi tiga hari naik ke level tinggi dari angka 80.

Di sisi berlawanan, jika trader mengambil posisi short, indikator RSI harus menunjukkan level terendah, yaitu 20 atau di bawahnya. Indikator lain yang juga bisa dimanfaatkan untuk mengambil profit yaitu Bollinger band yang menggunakan standar deviasi dari data perubahan harga di periode tertentu.

Pembagian jenis indikator di atas sebenarnya tidak mutlak karena masih ada banyak indikator yang tersedia. Indikator seperti apa yang akan dipakai untuk trading itu sepenuhnya bergantung pada trader, termasuk rencana dan strategi trading yang dipakai.

Manfaat indikator di trading forex adalah tentang mencari peluang terbaik sehingga saat mengambil posisi long misalnya, trader bisa mendapat sinyal yang paling optimal. Sinyal seperti ini mengindikasikan adanya kemungkinan tinggi untuk mendapat profit.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: