Kami Sistem Klasifikasi Merek Dagang – DC Comics Gugat Merek Superman

Peringkat broker opsi biner:

DC Comics Gagal Batalkan Merek Superman Milik Perusahaan Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – DC Comics, perusahaan komik asal Amerika Serikat (AS) yang terkenal dengan tokoh macam Superman, Batman, Wonder Woman, hingga The Flash terpaksa gigit jari. Pasalnya, gugatannya terhadap PT Marxing Fam Makmur, perusahaan Food and Beverage asal Surabaya terkait merek “Superman” akhirnya kandas.

DC Comics menggugat Marxing Fam agar Ditjen Haki Kementerian Hukum dan HAM mencoret pendaftaran merek Superman.

“Gugatan penggugat tidak dapat dikabulkan karena seperti gugatan yang kabur dan tidak jelas,” dikutip dari putusan Mahkamah Agung (MA) yang ditandatangani Ketua Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Hamdi.

Hal tersebut juga telah dikonfirmasi oleh kuasa hukum Marxing Fajar Nugraha.

Fajar mengatakan, putusan MA tersebut memperkuat kepemilikan merek Superman tersebut.

PT Marxing Fam Makmur merupakan pihak yang berhak memakai dan menggunakan merek Superman. “MA menolak Permohonan Kasasi yang diajukan oleh DC Comics,” terang Fajar.

Peringkat broker opsi biner:

Putusan tersebut dinilai menjadi penegasan bagi penggunaan merek Superman.

Fajar menyebut, salah satu produk yang menggunakan merek tersebut adalah wafer coklat produk dari PT Siantar Top, Tbk. (Abdul Basith)

DC Comics Gugat Merek Superman

Bisnis.com, JAKARTA – DC Comics, penerbit buku komik asal Amerika Serikat menggugat perusahaan lokal PT Marxing Fam Makmur yang berdomisili di Surabaya untuk membatalkan merek Superman di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Gugatan dengan nomor registrasi 17/Pdt.Sus-HKI/Merek/2020/PN Niaga Jkt. Pst itu telah didaftarkan pada 3 April 2020 lalu, dan sudah pada tahap agenda pemanggilan tergugat pada Senin (28/5).

Kuasa hukum DC Comics Prudence Jahja mengatakan bahwa dengan adanya gugatan tersebut, kliennya meminta kepada PT Marxing Fam Makmur supaya membatalkan merek Superman, serta nomor daftar IDM000374438 dan IDM000374439 dari daftar umum merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Klien kami punya merek Superman untuk berbagai produk, jadi tidak hanya produk baju saja yang digugat. Intinya, kami menggugat untuk pembatalan merek,” kata Prudence kepada Bisnis, Senin (28/5).

Namun demikian, Prudence enggan membeberkan lebih banyak terkait dengan nomor pendaftaran merek milik kliennya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, termasuk nomor kelas merek.

“Itu sudah masuk substansi ya, saya tidak bisa berkomentar. Kita lihat saja nanti pada persidangan selanjutnya,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran Bisnis di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, DC Comics (penggugat) menyatakan bahwa perusahaannya sebagai pemilik merek-merek Superman, Logo S, dan Superman+Lukisan.

Penggugat mengklaim mempunyai hak eksklusif terhadap merek-merek tersebut di wilayah Indonesia. Selain itu, DC Comics juga menyatakan bahwa merek Superman, Logo S, dan Superman+Lukisan milik penggugat adalah merek-merek terkenal.

Dengan demikian, penggugat meminta pengadilan menyatakan merek Superman dengan nomor daftar IDM000374438 dan IDM000374439 atas nama PT Marxing Fam Makmur (tergugat) telah didaftarkan dengan iktikad tidak baik.

Selain itu, penggugat juga meminta pembatalan merek Superman dengan nomor daftar IDM000374438 dan IDM000374439 atas nama tergugat dengan segala akibat hukumnya.

Gugatan lainnya dari DC Comics juga meminta kepada pengadilan untuk mencoret pendaftaran merek nomor agenda D002020034068, D0020202022866, D002020034070, dan D002020034066 apabila telah didaftarkan ke DJKI.

TANGGAPAN RESMI

Dalam sidang terbuka untuk umum, Ketua hakim Desbenneri Sinaga mengatakan bahwa persidangan perdana belum bisa digelar karena Pengadilan Negeri Surabaya belum mendapatkan tanggapan resmi dari PT Marxing Fam Makmur.

“Sidang ditunda pada 26 Juni 2020 karena tergugat tidak hadir dan berada di Surabaya. PN Surabaya sudah mengirim surat ke tergugat,” kata dia.

DC Comics merupakan anak usaha dari Warner Bros Company yang didirikan pada 1934 oleh Malcolm Wheeler-Nicholson, dan berlokasi di Burbank, California (Amerika Serikat).

Tidak hanya Superman saja, perusahaan itu juga membuat fiksi superhero karakter lain seperti Batman, Wonder Woman, Green Lantern, The Flash, Swamp Thing, The Spectre, The Atom, Aquaman, Hawkman, Martian Manhunter, Supergirl, Nightwing, Green Arrow, Static, Starfire, Black Canary, Zatanna, dan Cyborg.

Selain membuat komik-komik superhero, DC Comics juga mempublikasikan genre komik lain seperti fantasi, ilmu fiksi, aksi, dan petualangan.

Sementara itu, Augustiwan Muhammad, Staf Litigasi dan Pertimbangan Hukum, Direktorat Merek DJKI, mengatakan bahwa PT Marxing Fam Makmur telah mendaftar lebih dulu mereknya kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sebelum DC Comics.

“Tergugat lebih awal mendaftarkan ke kami, bahkan sudah melakukan perpanjangan pendaftaran [untuk merek yang sama],” tuturnya.

Dia menjelaskan merek yang dimohonkan penggugat masuk di dalam kelas 30. Dalam sistem klasifikasi merek Direktorat Kekayaan Intelektual kelas 30 mencakup kopi, teh, kakao, gula, beras, tapioka, sagu, bahan pengganti kopi, tepung, dan sediaan terbuat dari gandum.

Barang lain berupa roti, kue, kembang gula, es konsumsi, madu, sirup, ragi, bubuk untuk membuat roti, garam, mostar, cuka, saos, rempah-rempah dan es.

DC Comics, penerbit buku komik asal Amerika Serikat menggugat perusahaan lokal PT Marxing Fam Makmur yang berdomisili di Surabaya untuk membatalkan merek Superman di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: