Laba Rugi Forex Yang Tidak Disesuaikan Dalam Penghitungan 9 – Berita Forex hari ini terakurat

Peringkat broker opsi biner:

Antara Laba dan Rugi Trading Forex

Dibaca Normal 4 menit

Bermacam strategi manajemen uang di pasar sebenarnya kurang tepat. Ide-ide itu perlu disesuaikan kembali agar cocok untuk sistem trading forex.

Ketika kita trading di pasar forex atau pasar lainnya, maka kita sering mendapat sebuah cerita mengenai berbagai macam strategi, baik itu manajemen uang umum yang mensyaratkan bahwa keuntungan rata-rata lebih dari kerugian rata-rata per-dagangan. Memang sangat mudah untuk mengasumsikan bahwa nasihat umum tersebut adalah benar. Namun, jika kita telaah kembali lebih dalam pada hubungan antara keuntungan dan kerugian trading forex, jelas bahwa ide-ide tersebut mungkin perlu disesuaikan kembali.

Rasio Laba – Rugi
Rasio laba – rugi mengacu pada ukuran keuntungan rata-rata apabila dibandingkan dengan ukuran rata-rata kerugian perdagangan yang telah kita lakukan. Misalnya, jika keuntungan yang diharapkan adalah $900 dan kerugian diharapkan adalah $300 untuk perdagangan tertentu, rasio laba – rugi adalah 3:1 – $900 dibagi dengan $300. Pada awalnya, orang akan setuju dengan rekomendasi ini. Lagi pula, bukankah seharusnya potensi kerugian agar dapat dijaga sekecil mungkin dan setiap potensi keuntungan agar menjadi semakin besar ? Jawabannya adalah, tidak selalu.

Bahkan, ini bagian umum dari saran ini bisa menyesatkan, dan dapat menyebabkan ancaman ke account trading anda. Sedangkan saran yang lainnya memiliki rasio laba – rugi minimal 2:1 atau 3:1 pada setiap open posisi perdagangan adalah lebih-sederhana karena tidak mempertimbangkan kenyataan praktis dari pasar forex (atau pasar lain), perdagangan individu gaya dan profitabilitas rata-rata individu per-faktor perdagangan (APPT), yang juga disebut harapan statistik.

Pentingnya Profitabilitas Rata-rata per-Trade
Rata-rata keuntungan perdagangan (APPT) pada dasarnya mengacu pada jumlah rata-rata yang dapat anda harapkan untuk menang atau kalah pada setiap perdagangan. Kebanyakan orang hanya terfokus pada keuntungan mereka saja, baik menyeimbangkan rasio kerugian maupun atas pendekatan tingkatan akurasi pada perdagangan mereka bahwa mereka tidak menyadari terdapat gambar yang lebih besar ialah performa dari transaksi suatu trading anda tergantung pada APPT anda sendiri. Ini adalah formula untuk menghitung keuntungan rata-rata dari setiap perdagangan yang bisa anda jadikan sebuah patokan umum : Rata-rata Per Profitabilitas Perdagangan = (Probabilitas Menang x Rata-rata Menang) – (Probabilitas Rugi x Rata-rata Rugi).

Mari kita jelajahi APPT dari skenario hipotetis berikut ini,

Skenario A : Katakanlah dari 10 transaksi yang anda buka, anda mendapatkan keuntungan atas transaksi tersebut, sedangkan yang lainnya anda mengalami kerugian. Probabilitas anda menang adalah 30%, atau 0,3, sedangkan probabilitas kerugian anda adalah 70%, atau 0,7. perdagangan rata-rata profit anda sekitar $600 dan kerugian rata-rata $300. Dalam skenario ini, APPT adalah: (0,3 x $ 600) – (0,7 x $ 300) = – $ 30 Seperti yang anda lihat, APPT adalah angka negatif, yang berarti bahwa untuk setiap trade anda, dimana anda akan kehilangan sekitar $30. Itu proposisi kehilangan. Meskipun rasio laba – rugi 2:1, pendekatan trading ini take profit sekitar 30%, dan meniadakan manfaat yang seharusnya memiliki keuntungan rasio laba – rugi 2:1.

Peringkat broker opsi biner:

Sedangkan skenario B : Mari kita mengeksplorasi APPT dari pendekatan perdagangan dengan menggunakan rasio laba – rugi 1:3, tetapi lebih banyak Profit daripada yang loss. Katakanlah dari 10 transaksi, anda membuat keuntungan pada delapan Transaksi yang anda lakukan, sedangkan yang dua lagi anda mengalami loss. Berikut adalah APPT ini: (0,8 x $100) – (0.2 x $300) = $20 Dalam hal ini, meskipun pendekatan ini memiliki rasio laba – rugi 1:3, APPT positif, yang berarti anda bisa mengalami keuntungan dari waktu ke waktu.

Banyak Cara untuk mendapatkan profit Ketika kita trading pada pasar forex, tidak ada satu ukuran yang cocok dalam setap pengelolaan uang ataupun pendekatan trading. Mungkin sebuah saran tradisional perlu untuk anda pahami, seperti memastikan Profit yang lebih besar bila dibandingkan dengan kerugian, tidak memiliki banyak nilai substansial dalam dunia real trading kecuali anda memiliki probabilitas tinggi dalam mewujudkan perdagangan yang menurut anda akan mendapatkan keuntungan yang besar. Yang penting adalah bahwa APPT anda muncul positif dan keuntungan anda secara keseluruhan lebih dari kerugian anda secara keseluruhan.

Mengapa 95% Trader Forex Rugi? Kenali Penyebab dan Cara Antisipasinya

Pasar valuta asing terkenal dengan besarnya peluang untuk menghasilkan uang. Namun walaupun begitu, 95% trader forex rugi. Apakah penyebabnya?

Setiap harinya, tidak kurang dari US$5 triliun transaksi terjadi di pasar keuangan terbesar di dunia tersebut. Berdasarkan data Bloomberg pada tahun 2020, sebanyak 68% trader forex mengalami kerugian.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Apakah terjadi kecurangan dalam mekanisme transaksi? Ataukah kesalahan dalam analisis atau strategi trading?

Fase Kerugian

Secara umum trader yang mengalami kerugian melewati 4 fase loss yaitu penolakan, rasionalisasi, depresi dan menerima.

Dengan memahaminya, diharapkan trader dapat melewati fase ini dengan cepat dan memperbaiki diri. Berikut penjelasan mengenai 4 fase tersebut:

# Fase 1: Penolakan

Pada fase ini trader tidak setuju jika dikatakan metode trading-nya belum tepat dan kerugian yang terjadi dirasakan bukan atas kekeliruannya.

Namun ia masih menerima kerugian yang terjadi di permulaan ini dengan ikhlas dan tidak menganggapnya suatu hal serius. Hal tersebut sebenarnya baik supaya trader bisa move on dari kesalahannya dan bisa memperbaiki diri.

Trader sebaiknya menerima kondisi kerugian tersebut dan diikuti dengan mengevaluasi metode trading yang digunakan.

# Fase 2: Rasionalisasi

Setelah melewati fase penolakan, trader kembali mengecek trading plan nya, berusaha mencari dimana letak kesalahan trading.

Mengevaluasi apakah target profit terlalu besar atau stop loss yang terlalu dekat atau bahkan terlalu jauh. Namun sayangnya ia masih tetap belum menemukan dimana letak kesalahan metode tersebut.

# Fase 3: Depresi

Di fase ini trader mencari segala hal eksternal yang mungkin menjadi penyebab kerugian trading. Lalu menemukan penyebab kerugiannya datang dari dirinya sendiri.

Meski menyadari kesalahan dan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi, bukanlah hal yang bijak jika terus menerus menyalahkan dan meratapi kerugian.

Di fase ini pula trader merasa bimbang, apakah trading forex adalah bidangnya? Ataukah dia memang tidak berbakat untuk sukses disini?

Sebagian besar trader yang mengalami kerugian terus menerus akan berhenti hanya sampai di fase depresi ini. Ia meninggalkan dunia trading forex dan membagikan kisah kekecewaannya di dunia trading.

# Fase 4: Menerima

Pada akhir fase ini trader menyadari bahwa tidaklah baik jika terus menerus menyalahi diri sendiri. Meski trader sadar atas kesalahan yang membuatnya rugi, ia juga menyadari ada faktor di luar sana yang tidak bisa dikontrol.

Sebaiknya setelah menyadari dan menerima kerugian yang sudah terlanjur terjadi sebagai bagian dari proses belajar, trader dapat memperbaiki diri supaya bisa pulih dari kerugian dan mencapai kesuksesan dalam trading forex.

Penyebab kerugian

Ada banyak faktor yang dapat membuat transaksi menjadi rugi, baik faktor internal dari si trader maupun faktor eksternal. Berikut ini hal- hal yang menjadi penyebab kerugian pada sebagian besar trader:

#1 Over Ekspektasi

Bertransaksi forex terlihat mudah dilakukan dan sederhana. Semua trader pasti tau prinsip beli di harga rendah, jual di harga lebih tinggi.

Beginner’s luck adalah istilah yang menjelaskan kondisi “beruntung” pada trader pemula di transaksi-transaksi pertama nya.

Tidak jarang pemula mencoba latihan trading forex menggunakan akun simulasi dan memperoleh profit besar padahal baru beberapa minggu atau beberapa bulan selesai ikut seminar/workshop.

Tanpa ingin membuang waktu lebih lama, ia segera memulai transaksi di akun sungguhan (real trading) dan berencana segera resign dari pekerjaan karena sebentar lagi akan kaya raya dari forex.

Tidak ada yang salah dengan semangat ingin memperbaiki kehidupan. Perlu disadari bahwa trading forex tidak sesederhana yang dikira.

Jika trading forex semudah itu, tentunya tidak akan ada orang yang miskin lagi karena semua akan dengan mudahnya kaya raya dengan trading. Meski menjanjikan, kesuksesan dan profit konsisten perlu diraih dengan kerja keras serta waktu.

Sama halnya ketika seseorang hendak menguasai suatu keahlian baru seperti mengendarai kendaraan, belajar ilmu bela diri, bahkan kuliah pun semuanya perlu waktu belajar yang cukup dan ketekunan.

Dalam sektor apapun tidak ada kesuksesan yang instan. Selama proses belajar wajarlah jika melakukan kesalahan atau memperoleh hasil yang belum optimal.

Sama halnya seperti saat kita belajar berkendara, nabrak, menyerempet, ditilang adalah hal yang wajar, bukan? Tentukanlah target yang masuk akal.

Target yang besar memang memotivasi, namun jika tidak terpenuhi akan meninggalkan kekecewaan dan membawa frustasi pada transaksi-transaksi berikutnya.

Hal tersebut juga mendorong trader menjadi serakah atau trading yang subjektif (tidak sesuai trading plan dan mengira kondisi pasar sesuai harapannya).

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: