Mata Uang Digital Etc Selain Bitcoin, 5 Mata Uang Digital Ini Bisa Jadi Alternatif Investasi –

Peringkat broker opsi biner:

Selain Bitcoin, 5 Mata Uang Digital Ini Bisa Jadi Alternatif Investasi

06 Jul 2020, 08:00 WIB Diperbarui 06 Jul 2020, 08:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Sejak kemunculannya, cryptocurrency mata uang digital kian digemari sebagai salah satu instrumen investasi.

Bitcoin memang masih menjadi mata uang kripto dengan nilai paling fantastis. Namun, selain itu masih ada beragam alternatif lain yang bisa kamu manfaatkan untuk berinvestasi.

Dilansir dari Swara Tunaiku, ini dia lima mata uang digital dengan kapitalisasi pasar tertinggi selain Bitcoin yang bisa jadi pilihan. (Seluruh data harga dan kapitalisasi pasar diambil dari CoinMarketCap pada tanggal 11-12 Juni 2020)

1. Ethereum (ETH)

Ethereum merupakan mata uang digital yang paling populer setelah Bitcoin. Muncul pertama kali pada 2020 lalu, nilai tukarnya selama 18 bulan pertama cuma sekitar USD 10. Namun, nilai ETH pada awal 2020 berhasil melonjak hingga menyentuh angka USD 1.389 atau sekitar Rp 19,4 juta. Saat ini, ETH berada di harga sekitar USD 531 dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 53 miliar.

2. Ripple (RXP)

Awalnya, mata uang digital yang satu ini digunakan secara tertutup untuk transaksi internal di Ripple Network. Namun, Ripple akhirnya go public pada tahun 2020 untuk digunakan sebagai alat tukar dan pembayaran secara luas.

Pada saat artikel ini ditulis, kapitalisasi pasar RXP menyentuh angka USD 59 miliar atau sekitar Rp 823,8 triliun. Membeli mata uang kripto ini tidak segampang Bitcoin dan yang lainnya, karena Ripple tidak tersedia di bursa perdagangan Coinbase. Harga Ripple saat ini berada di angka USD 0,5, masih murah kalau mau beli.

Peringkat broker opsi biner:

3. Litecoin (LTC)

Litecoin dikembangkan oleh Charles Lee, bekas karyawan Google, dan mulai melantai di bursa cryptocurrency sejak 2020. Dibandingkan Bitcoin, Litecoin punya waktu transfer yang lebih cepat dan menjadi mata uang digital pertama yang menggunakan sistem keamanan scrypt.

Awal tahun 2020, kapitalisasi pasar Litecoin berhasil menyentuh USD 14 miliar (Rp 182 triliun), sedangkan di bulan Mei berada di angka USD 6 miliar. Sementara, 1 LTC saat ini bernilai sekitar USD 107.

4. IOTA (MIOTA)

Selain harganya masih murah, IOTA juga memiliki tren yang cenderung positif. Oleh karena itu, mata uang digital ini direkomendasikan sebagai alternatif jika kamu hendak investasi cryptocurrency. Saat ini, harga 1 MIOTA cuma sekitar USD 1,41 dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 3,9 miliar (setara Rp 54,4 triliun).

5. DASH

Diciptakan dengan basis software Bitcoin, DASH merupakan pengembangan dari Bitcoin itu sendiri. Namun, cryptocurrency ini diklaim lebih baik dari segi kecepatan transaksi dan anonimitas.

Oleh Evan Duffield, penciptanya, DASH diharapkan bakal menjadi mata uang paling user-friendly dan on-chain-scalable dibandingkan cryptocurrency lainnya. Saat ini, harga 1 DASH berada di angka USD 271 dengan nilai kapitalisasi pasar hingga USD 2,2 miliar (setara Rp 30 triliun).

Di Indonesia sendiri, mata uang kripto belum diakui sebagai alat tukar yang sah. Namun, kamu tetap dapat memanfaatkannya sebagai instrumen investasi.

Tak Cuma Bitcoin, Ini 7 Mata Uang Digital yang Paling Bernilai di Dunia

Buat kamu yang mengikuti perkembangan teknologi, istilah Bitcoin mungkin sudah terdengar akrab di telinga kamu. Bitcoin ialah salah satu jenis cryptocurrency yang paling bernilai di dunia.

Cryptocurrency sendiri adalah sebuah penemuan di internet, yakni mata uang digital yang beroperasi secara independen tanpa campur tangan bank sentral. Idenya adalah bagaimana membuat sistem di mana uang tidak terikat oleh lokasi geografis, seperti internet.

Mata Uang Digital dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Meski Bitcoin merupakan cryptocurrency yang paling banyak diperbincangkan, sebenarnya ada 3.000 lebih jenis mata uang digital di dunia ini. Dikutip dari Hongkiat, berikut 7 cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar berdasarkan analisa CoinGecko.

1. Bitcoin

Bitcoin (BTC) adalah mata uang digital pertama dan disebut-sebut sebagai yang terbaik. Bitcoin ini diciptakan oleh Satoshi Nakamoto dan diluncurkan ke publik secara open source pada tahun 2009.

Saat ini Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar terbesar yaitu sekitar US$ 15 miliar. Biasanya kebanyakan orang menggunakan mata uang digital Bitcoin, sebelum mencoba yang lain karena bitcoin memiliki reputasi baik.

Selain Bitcoin, semua mata uang digital lainnya disebut sebagai ‘altcoins’ (koin alternatif). Bitcoin dikenal karena ia menjadi yang pertama, paling mudah untuk didapatkan, dan penerimaan terluas.

2. Ethereum

Banyak pihak yang coba menyaingi popularitas Bitcoin, namun belum ada yang berhasil melakukannya. Hingga pada tahun 2020, Vitalik Buterin membuat sebuah platform bernama Ethereum.

Platform tersebut pun mempunyai mata uang virtual seperti Bitcoin, yang diberi nama Ether. Dengan bantuan beberapa rekannya, ia berhasil meraih dana sebesar US$ 18 juta secara crowdfunding untuk mendanai pengembangan platform tersebut. Saat ini, nilai seluruh Ether di dunia sudah mencapai angka US$ 942 juta.

Ethereum di kenal karena kemampuannya untuk melakukan pembayaran dengan cara Peer-to-peer tanpa menggunakan pihak ketiga.

3. Litecoin

Litecoin atau LTC dirilis secara resmi ke publik pada tahun 2020. Cryptocurrency ini dibuat oleh mantan karyawan Google, Charles Lee, dengan tujuan untuk membuat Bitcoin yang lebih baik.

Seperti Bitcoin, Litecoin digunakan sebagai mata uang virtual untuk transaksi barang dan jasa. Saat ini Litecoin memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 200 juta, jauh dari puncak tertinggi US$ 1,2 miliar pada 2020.

4. Monero

Bitcoin sering disalahartikan sebagai mata uang ‘anonim’, padahal tidak demikian. Nah Monero ialah mata uang digital yang lebih berfokus pada privasi, sehingga Monero lebih aman dan tidak dapat dilacak.

Monera berada pada posisi keempat dengan kapitalisasi pasar sekitar US$181 juta. Monero banyak digunakan oleh individu yang ingin tetap menjadi anonim di internet.

5. Dash

Dash merupakan kepanjangan dari Digital Cash yang awalnya bernama Darkcoin dan harus diganti untuk keperluan pemasaran. Berbeda dengan Bitcoin dan Litecoin, DASH menggunakan algoritma X11 yang menggunakan 11 putaran fungsi hash yang berbeda-beda.

Algoritma tersebut diklaim lebih cepat dan menggunakan kinerja komputer yang lebih efisien. Kapitalisasi pasar Dash sekarang ialah US$ 113 juta.

6. Ripple

Ripple atau dikenal juga dengan XPR merupakan mata uang digital yang awalnya dikembangkan secara tertutup oleh Ripple Network untuk membuat sistem pembayaran yang aman, mudah, dan cepat.

Namun pada tahun 2020, Ripple Network memutuskan untuk membuat proyek ini menjadi open source di bawah lisensi ISC. Ripple menggunakan algoritma Consensus yang memungkinkan proses pembayaran, pertukaran, dan pengiriman uang secara terdistribusi.

Kini sistem Ripple telah diintegrasikan ke beberapa bank dan jaringan pembayaran untuk mengurangi biaya. Kapitalisasi pasar Ripplw saat ini ialah US$ 234 juta.

7. Zcash

Kelebihan Zcash ialah dapat mengenkripsi transaksi dan jumlah yang ditransaksikan, sehingga tidak bisa dilacak.

Zcash sendiri dibangun atas dasar algoritma kriptografi yang disebut zero-knowledge proof. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk membuktikan bahwa mereka memiliki uang tanpa menunjukkan identitas atau berapa uang yang akan mereka transaksikan.

Dengan demikian, pengguna akan memiliki kontrol yang lebih besar tentang privasi dalam transaksi digital.

Kesimpulan

Seperti aset lainnya (saham atau properti), harga mata uang digital ini juga bisa naik dan turun dengan cepat. Kita bisa berinvestasi untuk memperoleh keuntungan namun juga dapat berisiko kerugian. Jadi, apakah kamu tertarik atau pernah menggunakan mata uang digital tersebut? Share pendapat kamu!

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: