Melakukan Kerja Sistem Perdagangan Forex – Pentingnya Sistem Trading Bagi Semua Trader

Peringkat broker opsi biner:

Apa Itu Sistem Trading Forex?

Trading adalah aktivitas transfer barang atau jasa dari satu entitas (orang atau perusahaan) ke entitas lain. Dalam bahasa Indonesia lazim disebut sebagai perdagangan. Bentuk trading paling awal berupa barter, tetapi aktivitas trading saat ini umumnya melibatkan uang sebagai alat pembayaran. Produk yang diperdagangkan dalam aktivitas trading tersebut juga tidak terbatas pada komoditi fisik saja, melainkan juga surat berharga dan valas.

Aktivitas trading forex (perdagangan valas) berevolusi dari kebutuhan pertukaran uang antar pedagang dari wilayah yang berbeda. Sistem perbankan modern memungkinkan lahirnya pasar mata uang yang menjadi tempat jual-beli valas di luar bursa (over-the-counter) bagi entitas seperti pemerintah, perusahaan komersil, perbankan, dan lain sebagainya yang membutuhkan transaksi lintas negara. Seiring dengan perkembangan teknologi selanjutnya, perdagangan valas dapat dilakukan secara online semata-mata demi memperoleh keuntungan dari perubahan nilai tukar mata uang saja.

Orang-orang yang berupaya untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan nilai tukar mata uang itu disebut spekulan atau trader. Para trader forex berusaha menganalisis pergerakan nilai tukar di pasar dunia, kemudian melakukan jual atau beli mata uang berdasarkan hasil analisis dan sistem trading forex tertentu. Namun, apa itu sistem trading? Nah, dalam artikel Belajar Forex kali ini, kita akan mengulas mengenai apa itu sistem trading forex.

Salah satu tanda apakah seseorang sudah sukses belajar forex atau belum, dapat dilihat dari apakah dia sudah bisa mengembangkan sistem trading yang handal atau belum. Ini karena profit dalam trading forex tidak bisa didapat dari asal tebak, petunjuk primbon, atau tuntunan firasat saja. Sistem trading mutlak diperlukan agar modal yang ditanamkan bisa berkembang secara konsisten, bukannya ludes.

Struktur Sistem Trading yang Lengkap dan Efektif

Sistem trading adalah aturan-aturan yang ditentukan sebagai rencana awal oleh trader dan dijalankan terus menerus atau berulang-ulang dalam aktivitas jual-beli. Setiap orang bisa mengikuti dan mengembangkan sistem trading yang berbeda-beda. Akan tetapi, sistem trading forex sedikitnya meliputi pilihan aset, waktu trading, volume trading, ketentuan entry dan exit posisi trading, serta manajemen risiko per posisi.

1. Pilihan aset: Currency, Indeks, atau Commodity apa yang akan ditradingkan?

Ada banyak sekali aset finansial yang bisa ditradingkan untuk mendapat profit. Langkah pertama dalam membuat sistem trading adalah memutuskan mana yang akan ditradingkan. Jika memutuskan Currency, misalnya, maka pasangan mata uang apa? Ada tujuh pasangan mata uang mayor (major pairs) yang dapat diperdagangkan serta puluhan pasangan mata uang cross dan eksotik. Apabila masih pemula, maka sebaiknya fokus memilih trading pada maksimum tiga diantara tujuh pair yang jadi favorit trader, yaitu EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, USD/CHF, NZD/USD, dan USD/CAD.

Peringkat broker opsi biner:

Selain Currency, Anda juga bisa memilih untuk trading Commodity dan Indeks. Namun, tetap saja harus menentukan aset persis-nya. Jika Commodity, apakah emas, oil, atau perak? Jika Indeks, apakah Dow Jones, Hang Seng, Kospi, atau yang lain? Saat awal mulai trading, sebaiknya Anda tak memilih terlalu banyak aset. Namun, setelah mahir dan profesional, maka dapat mengeksplorasi peluang profit lebih banyak dari beragam pilihan aset ini.

2. Waktu trading: kapan Anda akan bertrading?

Pasar forex dibuka selama 24 jam mulai Senin pagi hingga Sabtu dini hari. Ini artinya, Anda bisa memilih akan bertrading di siang hari, sore, atau malam, kapanpun ada waktu luang. Platform trading forex masa kini sudah tersedia dalam bentuk software untuk laptop/PC maupun aplikasi mobile, sehingga Anda bahkan bisa memanfaatkan situasi terjebak macet untuk mengincar profit. Namun, sebaiknya Anda menentukan waktu-waktu tertentu untuk menganalisis pasar dan mengeksekusi trading.

Seorang trader yang punya pekerjaan full-time lain, bisa membuat analisis pasar pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor, lalu mengeksekusi trading seusai kerja. Sesi pasar paling ramai adalah pasar Eropa dan Amerika, antara pukul dua siang sampai dini hari, sehingga banyak trader Indonesia memilih beraksi malam hari. Anda bisa menyesuaikan sendiri waktu trading dengan jadwal kegiatan harian.

3. Volume trading: berapa ukuran (lot) per transaksi?

Penentuan ukuran (lot) per transaksi ini harus ditentukan selaras dengan besar modal dan leverage yang dipakai guna menjaga agar dana modal tidak lekas tersapu bersih. Umpama Anda menanamkan modal sebesar $500 dengan leverage 1:100, maka Anda hanya akan punya “kekuatan” untuk bertrading aktual setara $50,000 saja. Dengan dana ini, Anda tak dapat trading forex dengan lot standar ataupun lot mini, melainkan hanya bisa trading dengan lot mikro (0.01 lot atau setara 1000 mata uang dasar).

Semakin besar ukuran lot yang Anda gunakan per transaksi, makin cepat kemungkinan profit terkumpul, tetapi juga makin tinggi pula kemungkinan rugi-nya. Lho, kok bisa? Ya, karena perubahan harga aset dalam trading forex akan langsung direfleksikan dalam bentuk pertambahan keuntungan maupun kerugian dalam saldo akun Anda. Jadi, pastikan volume trading berada dalam jangkauan yang bisa dikendalikan. Apabila masih pemula, gunakan saja lot 0.01 terus dalam setiap posisi trading. Jangan bereksperimen dengan lot penuh (1 lot standar atau setara 100,000 mata uang dasar).

4. Aturan penentuan kapan masuk pasar atau buka posisi (Entry)

Setelah menentukan lot yang akan dipakai, langkah berikutnya adalah membuat aturan kapan Anda akan buka posisi trading. Ini tidak boleh sembarangan, karena dalam forex ada yang namanya analisa dan indikator, baik teknikal maupun fundamental.

Tergantung pada strategi trading apa dan indikator trading apa yang dipakai, setiap orang bisa mengembangkan taktik Entry-nya sendiri. Seseorang yang menggunakan strategi scalping dengan seperangkat indikator Moving Average, misalnya, bisa membuat aturan untuk bertrading hanya jika ada sinyal-sinyal indikator pada timeframe 5 menit atau 10 menit.

5. Aturan penentuan kapan bakal close atau menutup posisi (Exit Strategy)

Kalau sudah ada tata tertib untuk memulai transaksi, tentu harus pula ada tata tertib untuk mengakhiri transaksi. Tata tertib ini biasanya disebut “Exit Strategy” dan meliputi langkah-langkah yang menentukan kapan suatu posisi trading akan di-close, baik itu dalam kondisi profit, loss, ataupun impas (BEP).

Exit Strategy meliputi skenario untuk: Stop Loss (SL), Target Profit (TP), dan Cut Loss (ditutup sebelum mencapai SL maupun TP karena diperkirakan harga akan berbalik arah). Ketiga skenario itu sama-sama mungkin terjadi pada suatu posisi trading, walau tentu potensi profit akan lebih besar kalau strategi yang dipakai lebih akurat dan handal. Sebagaimana Entry, rincian Exit Strategy juga tergantung pada strategi dan indikator yang digunakan masing-masing trader.

6. Aspek sistem trading lainnya

Selain kelima poin di atas, ada lagi hal-hal lain yang bisa Anda kembangkan sendiri setelah belajar forex dan berlatih trading. Diantaranya adalah soal Rasio Risk/Reward (RR) dan Manajemen Risiko. Manajemen Risiko dapat pula disebut sebagai rencana cadangan apa yang akan dilakukan jika posisi trading tidak menguntungkan, beserta aturan-aturan lain yang menentukan cara Anda mengelola akun trading.

Rasio Risk/Reward merupakan rasio perbandingan antara target profit yang diharapkan dengan kemungkinan kerugian. Kadangkala juga diterjemahkan sebagai berapa poin SL dan berapa poin TP. Tentunya tidak lucu jika SL 50 poin, tetapi Target Profit hanya 10 poin. Nah, Rasio Risk/Reward digunakan untuk menimbang aspek ini. Umumnya trader menggunakan RR 1:2, yang berarti apabila SL 50 poin, maka TP harus 100 poin (dua kali lipat SL).

Manajemen Risiko mencakup aturan-aturan yang harus diikuti bila posisi trading loss. Ini erat kaitannya dengan poin kelima. Apakah posisi trading itu akan langsung di-cut loss, atau akan beralih (switching) dari buy ke sell (atau dari sell jadi buy), dan seterusnya. Semua sistem trading ini bisa Anda kembangkan sendiri dari membaca artikel-artikel tentang belajar forex di internet, buku, ataupun berbagi dengan kawan sesama trader.

Pentingnya Sistem Trading Bagi Semua Trader

Sistem trading yang lengkap dan efektif harus mencakup keenam aspek tersebut di atas dan dilaksanakan secara disiplin. Apabila Anda menyimpang dari sistem trading yang telah ditentukan, maka kemungkinan besar Anda akan membuka dan menutup posisi berdasarkan emosi sesaat atau malah bisikan orang lewat. Padahal, gejolak emosi dan rumor seperti itu merupakan faktor penyebab kerugian yang paling sering dialami oleh trader pemula maupun profesional.

Ambil contoh misalnya ketika Anda menyaksikan pergerakan harga berbalik ke arah yang berlawanan dengan prediksi. Awalnya, Anda menganalisis EUR/USD akan meningkat, sehingga membuka posisi buy. Tak dinyana, ketika Anda menengok posisi trading itu satu jam kemudian, pergerakan harga malah menurun dan posisi Anda sudah -15 pips. Apa yang akan Anda lakukan?

Apabila mengambil keputusan berdasarkan emosi, maka Anda bisa jadi akan langsung menutup posisi trading itu, lalu open lagi posisi sell EUR/USD dengan harapan memperoleh profit ketika harga menurun terus. Namun, itu merupakan keputusan yang salah. Bagaimana jika nantinya harga malah berbalik naik lagi!? Bukankah Anda malah akan rugi dua kali!?

Dalam situasi tadi, langkah yang paling tepat bagi Anda cuma satu: menengok sistem trading dan rencana open posisi awal. Perhatikan bagaimana aturan exit Anda. Apakah penurunan harga saat itu sudah mencapai titik exit untuk Stop Loss atau Cut Loss? Jika belum, maka selayaknya Anda biarkan saja posisi itu, karena kemungkinan nanti toh harga akan bergerak naik sesuai prediksi awal Anda. Apabila pergerakan harga sudah memenuhi syarat untuk Stop Loss atau Cut Loss, barulah Anda boleh close posisi tersebut dan mencari peluang trading lain. Hanya dengan cara ini lah Anda dapat mengurangi risiko kerugian dan mencapai profit konsisten dalam trading forex.

Contoh Sistem Trading yang Dapat Diaplikasikan

Apakah masih merasa bingung dengan penjelasan di atas? Untuk membantu Anda belajar forex secara lebih aplikatif, berikut ini contoh sistem trading yang cukup sederhana:

Pilihan Aset: EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY

Waktu Trading: pukul 15:00-20:00, atau bertepatan dengan Sesi London hingga New York

Volume Trading: lot 0.01 per posisi trading

Aturan Entry:

  1. Menggunakan indikator Bollinger Bands sesuai parameter default (bawaan Metatrader).
  2. Apabila harga bergerak melintasi garis tengah Bollinger Bands dari bawah ke atas, maka open Buy. Target profit setara dengan level tertinggi (high) sebelumnya.
  3. Apabila harga bergerak melintasi garis tengah Bollinger Bands dari atas ke bawah, maka open Sell. Target profit setara dengan level terendah (low) sebelumnya).

Aturan Exit:

  1. Rasio Risk/Reward 1:2, artinya jika target profit (TP) sebesar 20 pips, maka level Stop Loss (SL) ditetapkan pada jarak 10 pips dari harga entry.
  2. Close posisi manual jika pergerakan harga pada posisi buy sudah mencapai batas atas Bollinger Bands, atau jika pergerakan harga pada posisi sell sudah mencapai batas bawah Bollinger Bands.

Contoh sistem trading forex ini sangat sederhana, bukan!? Anda juga dapat mengaplikasikannya dengan mudah, berapapun modal awal trading Anda. Sebelum mencoba bikin sistem trading yang lebih baik, maka cobalah trial and error sistem ini dulu pada akun demo. Apabila sudah menguasainya dengan baik, memahami seluk-beluk pembuatan dan pelaksanaan sistem trading forex, barulah Anda dapat mengeksplorasi beragam alternatif lain.

Semua broker forex menyediakan akun demo gratis sebagai sarana bagi trader untuk belajar atau menguji sistem. Anda tak perlu menyetorkan modal sepeserpun untuk trading demo, karena broker telah menyiapkan uang virtual yang bisa diisi ulang. Tujuan akun demo memang untuk belajar dengan bebas, agar Anda memiliki bekal memadai untuk mendapatkan keuntungan. Jadi, manfaatkanlah kesempatan simulasi sistem trading dan memperkaya pengalaman ini semaksimal mungkin sebelum membuka akun forex riil.

Sistem Trading Forex Yang Baik Itu Bagaimana?

Dibaca Normal 11 menit

Saat mendengar kata sistem trading, apa yang ada di pikiran Anda? Jika Anda belum memiliki gambaran, grup belajar Sistem Trading akan memberikan pencerahannya.

Saat memutuskan terjun di dunia trading forex, tentu banyak pertanyaan yang muncul di benak trader pemula. Mulai dari kapan masuk pasar, posisi apa yang diambil, penggunaan titik Stop Loss dan Take Profit, itu semua masuk ke dalam sebuah sistem trading forex yang baik dan perlu dipahami.

Melalui grup telegram Belajar Sistem Trading, Seputarforex menghadirkan wadah bagi para trader untuk saling berbagi ilmu dan menemukan pencerahan langsung dari masternya. Grup yang dinamis ini dikelola oleh tim Seputarforex, menggandeng analis Muhammad Nuzul (@massinar) dan Rizki Rosadi sebagai mentor untuk menjawab pertanyaan member. Selama ini, keduanya telah berkontribusi dengan memberikan analisa-analisa di website Seputarforex.

Seperti apa obrolan yang berlangsung di grup Telegram Belajar Sistem Trading? Cek pada artikel di bawah ini.

1. Menentukan Time Frame Yang Pas Untuk Entry

Q: Untk menentukan entry sebaiknya di Time Frame brapa pak?

Rizki (R): Anda tipe trader harian (daytrader), swing trader, atau position trader pak?

Q: Bedanya apa ya pak?

R: seperti ini penjelasannya.

  1. Daytrader/ Intraday trader: Trader yang membuka dan menutup posisi pada hari yg sama. Atau dengan kata lain posisinya tidak pernah bermalam makanya disebut trader harian.
  2. Swing trader: Trader yang bisa menahan posisi dalam beberapa hari hingga 3 minggu. Biasa menggunakan tf weekly untuk dasar trendnya.
  3. Position trader: Trader yg menahan posisinya berminggu2 hingga berbulan2. Time Frame yg dijadikan dasar trendnya biasanya Monthly.
  4. Trader yg menahan posisinya berminggu2 hingga berbulan2. TF yg dijadikan dasar trendnya biasanya Monthly.

Kalau Day Trader:

  • menentukan trend di daily
  • melihat gelombang dan key level (fibo) di h1
  • Entry di M5, M15 atau M30, posisi diambil searah dengan tren Daily

Q: Saya masuk intraday trader dong!

2. Mengenal Titik Stop Loss (SL) Dan Take Profit (TP)

Q: Bagaimana cara menentukan dan Menggunakan SL Dan TP yang benar?

Nuzul (@Massinar): Jadi mengenai cara peletakan SL dan TP sebenarnya tidak ada aturannya. Tidak pakai SL dan tp juga boleh kok. Yg ada aturan peletakan SL dan TP itu pada sistem trading tertentu.

Contoh nih, kalau sistem saya yang pake Support And Demand, misalkan saya buy di zona demand H1, saya harus pasang SL beberapa pips di sekitar batas bawah zona demand tersebut. Dan TP harus dipasang menggunakan RR 1:3. Ini bersifat harus kalau di sistem yg saya gunakan. Wajib dan gak boleh dilanggar.

Contoh lagi nih, jika menggunakan sistem breakout high/low (buy saat break high, sell saat break low). SL diletakkan tepat di sekitaran level yang di break. Tapi TP? Tidak ada aturannya. Karena memang sifat strategi break high/low yg memanfaatkan trending market, profit bisa mengalir tanpa dikasih batasan TP.

Biasanya orang-orang akan bilang TP suka-suka. Jadi sebenarnya semua kembali lagi kepada sistem dan strategi trading yang digunakan. Kalau misalnya di sistem trading forex yang baik menurut Anda tidak ada patokan, cara yg paling mudah menempatkan SL dan TP adalah menempatkannya pada level-level Support And Resistance pada Time Frame yang digunakan.

3. Memilih Pakai Stop Loss Atau Tidak?

Q: Apakah rekan2 disini ketika op pake stop loss atau manual?

N: Kalau untuk saya SL dan TP itu wajib adanya. Dengan adanya SL yg fixed, hati jadi lebih gampang ikhlas dan tidak keluar perasaan-perasaan berharap harga akan berbalik suatu saat. SL fixed juga punya kelebihan dari sisi lebih mudah dievaluasi saat nanti sistem trading forex yang baik tersebut waktunya diaudit.

Q: kalo bapak sendiri, berapa RR antar SL dan TP setiap OP? Apakah selalu sama atau tergantung peluang?

N: kalau mau pake patokan hedge fund profesional ya ini. kisaran 20-30% perbulan, atau 1-3% perhari

4. Mengenal Tren Yang Muncul

Q: Permisi bang, trima kasih sebelumnya. Pertama saya mau tanya, saya liat posisi saat arah trend pada Time Frame D1 naik. Terus saya entry posisi buy karena melihat di Time Frame H4 juga naik, cuman sesaat kemudian trend Time Frame H4 berubah jadi turun, apakah sebaiknya saya close atau tahan?

N: Masalah pertama yg perlu dipahami adalah struktur harga pada pasar terlebih dahulu. Utamanya ada 2 kondisi yang ada pada market yaitu trending, dan sideway. Dimana keadaan sideway nanti bisa berujung pada pembalikan trend atau penerusan trend.

Saat keadaan trending, trend pada tf kecil akan selalu mengikuti trend pada tf besar. Namun, pada kondisi pembalikan atau perubahan trend harga Time Frame kecil akan membentuk perubahan ke Time Frame besar.

Jadi seperti pertanyaan bapak, open posisi buy saat d1 uptrend, dan h4 juga uptrend. Namun saat ini h4 sudah berubah menjadi downtrend. Apakah harus ditahan? Kalau menurut saya seharusnya bapak sudah menutup posisi sesaat setelah h4 berubah trend menjadi down.

Q: Saat kita merubah time frame dari 1 jam ke daily, terkadang kita melihat ada perbedaan trend yang terjadi. Time Frame 1 jam bilangnya Uptrend, sementara TF daily bilangnya Downtrend. Itu cara menyikapinya gmn mas Nuzul? Mana yang harus kita jadikan acuan?

N: Menyikapinya mudah kok. Disiplin sama Time Frame yang digunakan untuk entry. Perhatikan ilustrasi berikut:

USD/JPY daily Downtrend. Naah kalau coba perhatikan, dalam Downtrend-nya di daily tersebut, pada TF kecilnya (H4 dan H1) terbentuk Uptrend, Sideways, dan Downtrend. Inilah yg namanya struktur harga saat trending, meskipun mampu membentuk trend berkebalikan di tf kecil, pada akhirnya trend tetap akan berubah dan ikut ke arah tf besar. Contohnya seperti ini:

Naah, itu kan kalau trending mas. Kalau pembalikan trend, strukturnya akan berbeda di tf kecil. Jadi misal dicontohkan dalam kasus USD/JPY tadi, kenaikan H1 dan H4 akan berterusan hingga merubah trend di daily.

Pada obrolan tersebut, selanjutnya ada juga ‘tantangan’ yang bisa dicoba oleh member:

Saya kasih tugas kasih contoh struktur harga pada pembalikan trend yaa. lebih baik salah saat ini (di akun Demo), daripada nanti kalau sudah open posisi dan salah. – Nuzul (@massinar)

5. Menentukan Manajemen Risiko

Q: Bagaimana cara menentukan Lot utk OP per trade & nilai SL per pip/pair jika SL nya 30 pips /trade? Untuk penentuan buka lot per trade dibutuhkan satu komponen lagi selain jarak SL/TP nya, apa itu?

N: Komponen tersebut adalah jika trade berakhir loss, berapa besar resiko dari besar modal mas yang siap hilang (manajemen risiko). Jadi misalnya mas punya modal 10 ribu USD, berapa persen dari 10 Ribu tersebut yg siap diikhlaskan dalam satu posisi trade. Tidak ada batasan pastinya kok berapa. Cuma kalau saya sih antara 3-5% dari total modal.

Jadi misalnya ambil yg 5%, hitungnya nanti gini:

5% * 10000 = 500 usd per trade.
SL = 30 pips atau 300 points di 5 digit
lot = 500 / 300 = 1,6 lot

Q: Oke terima kasih mas.

6. Kupas Strategi Day Trading

Q: Saya mau bertanya untuk strategi trading Day Trade. Apa saja yang menjadi poin-poin penting untuk menjadi Day Trader. Mulai dari TF yg cocok, Pair, dll?

R: Untuk strategi trading day trade atau ada juga yg menyebutnya intraday trading, sy pribadi menggunakan Daily-H1-M5.

  1. Tentukan trend di Daily, beserta kondisi impulse/koreksi, dan fasenya (awal, tengah, akhir)
  2. H1 untuk menarik Fibonacci, sy gunakan FR 38.2 – 61.8% untuk area key level. Cocokkan level FR ini dengan support/resisten
  3. Masuk di M5. Sy gunakan candlestick signal sebagai awal entry. Kalau candle signal tdk muncul di M15, sy naik ke M15 mgkn terdapat bentuk signifikan.

Ketiga langkah diatas harus berurutan. Pada dasarnya kt masuk di wave H1, awal impulse.

N: Saya sepakat dengan mas rizki. tf patokan trend harus di daily. untuk strategi yang di gunakan sih bebas mau pakai apa. mengenai poin2 pentingnya sih menurut saya lebih banyak sabar. Bangun pagi amati pair2 dan tandai yang berpotensi. Amati secara bertahap sepanjang hari dan entry saat momen yg tepat. pairnya bebas, tp kalau pemula saya sarankan major pair dulu aja ga usah aneh2

R: Poin penting menjadi daytrader.

Kesiapan

Reaksi Cepat

Mental

7. Strategi Swing Trading Dengan Indikator

Q: Saya termasuk pengemar Swing Trade. Salah satu alasannya saya bisa santai saat trade, namun saya banyak kendala menentukan point entry/masuk ke pasar saat. Saya biasa mengunakan BB dan MA untuk indikator dan fokus di TF daily sampai H1. Namun masih banyak keraguan, mohon di bantu

N: Untuk penggunaan BB dan MA itu simpel sekali. BB dan MA dua-duanya merupakan indicator berbasis trend. Entry yg paling baik adalah saat trend kedua indikator sudah terlihat jelas. Karena saya jg menggunakan BB dan MA, saya contohkan dengan sistem saya yaa.

Dalam sistem saya bb default (20) dan ema 50

Nah, dalam penggunaan BB terdapat 2 keadaan

  1. Keadaan sideway saat top, mid, dan low bb dalam keadaan sejajar
  2. Keadaan trending, saat 3 garis bb membuka lebar atau mengarah ke satu sisi saja

Dari BB sendiri kondisi trending dimulai dengan breakout yg terjadi pada Low atau Top BB. kalau break top bb jadi uptrend, kalau break low bb jadi downtrend, itu dasar bb. Selanjutnya untuk MA sendiri simpel sekali. Kalau harga break ke atas MA jadi uptrend, kalau harga break ke bawah MA jadi downtrend. Dari BB sendiri kondisi trending dimulai dengan breakout yg terjadi pada Low atau Top BB. kalau break top bb jadi uptrend, kalau break low bb jadi downtrend. Itu dasar bb.

Nah, pertanyaannya, bagaimana kalau keduanya digabungkan? dimana entry, SL dan TP?

Sebelum masuk ke penempatan-penempatan tersebut, keduanya digabungkan dengan tujuan filter sinyal-sinyal palsu yg ada pada penggunaan BB saja atau MA saja. Filter yg digunakan di sini adalah garis Mid BB serta MA yg digunakan dalam sistem anda. (dalam contoh saya EMA 50)

Jadi saya hanya akan Buy, setelah harga mengalami momentum di top BB serta telah terjadi crossover antara mid BB dan EMA-50. SL bisa ditempatkan pada mid BB atau low BB. untuk TP bisa menggunakan RR 1:3 atau pada Resistance terdekat.

Q: Cross over di sini mid BB di atas MA 50 pak??

N: iya donk, untuk Sell kebalikannya dari yg buy yaa

Selain obrolan di atas, masih ada beragam topik menarik dan kaya ilmu yang dihadirkan pada grup telegram Belajar Sistem Trading, dengan tujuan untuk mengetahui sistem trading forex yang baik. Contohnya adalah cara menentukan profit yang realistis, cara agar terhindar dari Fake Signal, hingga cara mengukur kesuksesan sistem trading. Agar tak ketinggalan keseruannya, Anda dapat bergabung di grup belajar sistem trading forex yang baik ini sekarang juga.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: