Menangkan Ulasan Perdagangan Forex – Jurus Anti Rugi Trading Forex

Peringkat broker opsi biner:

Mengapa 95% Trader Forex Rugi? Kenali Penyebab dan Cara Antisipasinya

Pasar valuta asing terkenal dengan besarnya peluang untuk menghasilkan uang. Namun walaupun begitu, 95% trader forex rugi. Apakah penyebabnya?

Setiap harinya, tidak kurang dari US$5 triliun transaksi terjadi di pasar keuangan terbesar di dunia tersebut. Berdasarkan data Bloomberg pada tahun 2020, sebanyak 68% trader forex mengalami kerugian.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Apakah terjadi kecurangan dalam mekanisme transaksi? Ataukah kesalahan dalam analisis atau strategi trading?

Fase Kerugian

Secara umum trader yang mengalami kerugian melewati 4 fase loss yaitu penolakan, rasionalisasi, depresi dan menerima.

Dengan memahaminya, diharapkan trader dapat melewati fase ini dengan cepat dan memperbaiki diri. Berikut penjelasan mengenai 4 fase tersebut:

# Fase 1: Penolakan

Pada fase ini trader tidak setuju jika dikatakan metode trading-nya belum tepat dan kerugian yang terjadi dirasakan bukan atas kekeliruannya.

Namun ia masih menerima kerugian yang terjadi di permulaan ini dengan ikhlas dan tidak menganggapnya suatu hal serius. Hal tersebut sebenarnya baik supaya trader bisa move on dari kesalahannya dan bisa memperbaiki diri.

Peringkat broker opsi biner:

Trader sebaiknya menerima kondisi kerugian tersebut dan diikuti dengan mengevaluasi metode trading yang digunakan.

# Fase 2: Rasionalisasi

Setelah melewati fase penolakan, trader kembali mengecek trading plan nya, berusaha mencari dimana letak kesalahan trading.

Mengevaluasi apakah target profit terlalu besar atau stop loss yang terlalu dekat atau bahkan terlalu jauh. Namun sayangnya ia masih tetap belum menemukan dimana letak kesalahan metode tersebut.

# Fase 3: Depresi

Di fase ini trader mencari segala hal eksternal yang mungkin menjadi penyebab kerugian trading. Lalu menemukan penyebab kerugiannya datang dari dirinya sendiri.

Meski menyadari kesalahan dan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi, bukanlah hal yang bijak jika terus menerus menyalahkan dan meratapi kerugian.

Di fase ini pula trader merasa bimbang, apakah trading forex adalah bidangnya? Ataukah dia memang tidak berbakat untuk sukses disini?

Sebagian besar trader yang mengalami kerugian terus menerus akan berhenti hanya sampai di fase depresi ini. Ia meninggalkan dunia trading forex dan membagikan kisah kekecewaannya di dunia trading.

# Fase 4: Menerima

Pada akhir fase ini trader menyadari bahwa tidaklah baik jika terus menerus menyalahi diri sendiri. Meski trader sadar atas kesalahan yang membuatnya rugi, ia juga menyadari ada faktor di luar sana yang tidak bisa dikontrol.

Sebaiknya setelah menyadari dan menerima kerugian yang sudah terlanjur terjadi sebagai bagian dari proses belajar, trader dapat memperbaiki diri supaya bisa pulih dari kerugian dan mencapai kesuksesan dalam trading forex.

Penyebab kerugian

Ada banyak faktor yang dapat membuat transaksi menjadi rugi, baik faktor internal dari si trader maupun faktor eksternal. Berikut ini hal- hal yang menjadi penyebab kerugian pada sebagian besar trader:

#1 Over Ekspektasi

Bertransaksi forex terlihat mudah dilakukan dan sederhana. Semua trader pasti tau prinsip beli di harga rendah, jual di harga lebih tinggi.

Beginner’s luck adalah istilah yang menjelaskan kondisi “beruntung” pada trader pemula di transaksi-transaksi pertama nya.

Tidak jarang pemula mencoba latihan trading forex menggunakan akun simulasi dan memperoleh profit besar padahal baru beberapa minggu atau beberapa bulan selesai ikut seminar/workshop.

Tanpa ingin membuang waktu lebih lama, ia segera memulai transaksi di akun sungguhan (real trading) dan berencana segera resign dari pekerjaan karena sebentar lagi akan kaya raya dari forex.

Tidak ada yang salah dengan semangat ingin memperbaiki kehidupan. Perlu disadari bahwa trading forex tidak sesederhana yang dikira.

Jika trading forex semudah itu, tentunya tidak akan ada orang yang miskin lagi karena semua akan dengan mudahnya kaya raya dengan trading. Meski menjanjikan, kesuksesan dan profit konsisten perlu diraih dengan kerja keras serta waktu.

Sama halnya ketika seseorang hendak menguasai suatu keahlian baru seperti mengendarai kendaraan, belajar ilmu bela diri, bahkan kuliah pun semuanya perlu waktu belajar yang cukup dan ketekunan.

Dalam sektor apapun tidak ada kesuksesan yang instan. Selama proses belajar wajarlah jika melakukan kesalahan atau memperoleh hasil yang belum optimal.

Sama halnya seperti saat kita belajar berkendara, nabrak, menyerempet, ditilang adalah hal yang wajar, bukan? Tentukanlah target yang masuk akal.

Target yang besar memang memotivasi, namun jika tidak terpenuhi akan meninggalkan kekecewaan dan membawa frustasi pada transaksi-transaksi berikutnya.

Hal tersebut juga mendorong trader menjadi serakah atau trading yang subjektif (tidak sesuai trading plan dan mengira kondisi pasar sesuai harapannya).

Jurus Anti Rugi Untuk Trader Forex Pemula

Dibaca Normal 10 menit

Anda trader Forex pemula? Hati-hati lihat iming-iming profit gede. Salah-salah malah rugi besar. Temukan cara terbaik untuk mendapatkan profit trading di sini.

Coba angkat tangan, siapa yang tertarik masuk pasar Forex karena iming-iming menghasilkan profit trading Forex 100% (atau lebih) dalam waktu singkat? Pasti ada saja anak kemarin siang nekad trading Forex karena “dibohongin” iklan-iklan fantastis. Bunyinya kurang lebih seperti ini; “hasilkan $xxx tiap hari dengan trading online” atau “dapatkan profit sampai ratusan persen, per hari”. Lalu setelah trading, malah rugi total.

Lah iya, koq ada aja orang percaya, kalau cara menghasilkan profit trading Forex memang semudah itu, kenapa tidak semua orang saja melakukan hal serupa? Fakta trading itu pahit. Simak realitanya di sini, berikut jurus anti rugi yang sesungguhnya.

Ini Dia Fakta Yang Perlu Diketahui Trader Forex Pemula

Nyatanya, nih, saya beritahu saja apa adanya:

Menurut data mining oleh DailyFX pada tahun 2020, ditemukan bahwa rata-rata trader Forex pemula mengalami kerugian. Padahal dari tabel di bawah ini, sebagian besar dari mereka sebenarnya mampu menebak arah pergerakan harga sebanyak 50% ke atas.

Sumber: Data diambil dari FX broker ternama pada 15 pair paling sering ditradingkan dari tanggal 1/3/2020 ke 31/3/2020.

Logikanya, kalau total posisi untung lebih dari 50%, harusnya sudah bisa menghasilkan profit trading Forex sedikit. Paling tidak impas.

Lah iya, tapi kenapa bisa sebagian besar dari mereka mengalami kerugian?

Sebenarnya, penjelasannya cukup sederhana. Itu karena trader forex pemula terlalu emosional. Intinya, mereka masih belum mampu mengembangkan cara menghasilkan profit trading Forex secara konsisten.

Sebenarnya, masalah terbesarnya bukan karena akurasi buka posisi (OP), tetapi justru ketika trader forex pemula dihadapkan pada keputusan kapan posisi tersebut akan ditutup (closing).

Inilah Alasan Kenapa Sebagian Besar Trader Forex Pemula Mengalami Kerugian

Dasarnya, dalam pasar Forex, kita dapat menahan posisi selama harga mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu. Mudahnya, sebenarnya itu cuma masalah kapan buka lalu tutup posisinya.

Nah, masalahnya, menghasilkan profit trading Forex tidak bisa didasarkan dari berapa lama kita menahan posisi. Inilah faktor utama pembeda pasar Forex dengan investasi jangka panjang, misalnya seperti pasar saham blue-chip.

Gejolak harga di pasar Forex lebih “menyeramkan” daripada instrumen finansial lainnya.

Pertama, gejolak pergerakan harga lebih sering terjadi di Forex. Wajar, karena sebetulnya yang kita trading-kan adalah pair mata uang dari dua negara berbeda. Nah, karena perekonomian suatu negara sangat luas sekali cakupannya, maka arus permintaan dan penawarannya bisa berupa volume trading raksasa dalam waktu singkat pula.

Jadi, volume trading super besar = gonjang-ganjing harga. So, para trader forex pemula sekalian, siap-siap saja pakai sabuk pengaman, yah.

Grafik volatilitas/gejolak gerak harga pasar forex (chart biru) dibandingkan pasar komoditas.

Jangan heran jika pada momen-momen tertentu (biasanya waktu rilis berita ekonomi), harga tiba-tiba mengalami lonjakan tajam. Misalnya selama rilis NFP AS, pair-pair mayor bisa saja reli atau jatuh beberapa ratus pip hanya dalam hitungan menit.

Dalam situasi tersebut, kita bisa saja memanfaatkan pergerakan harga untuk menghasilkan profit trading Forex dalam waktu singkat.

Eh, tapi bukan berarti tanpa resiko! Justru penting untuk digarisbawahi bahwa membuka posisi saat harga sedang bergejolak berarti Anda telah siap menerima kemungkinan untuk cepat merugi juga!

Dalam jangka panjang pun, naik-turunnya suatu pair Forex bisa seperti roller-coaster. Bandingkan dengan pergerakan index saham dan saham blue-chip yang umumnya bergerak mendaki perlahan. Misalnya seperti contoh gambar chart GBP/USD berikut:

Selama awal Januari sampai awal Maret 2020, Poundsterling mengalami penurunan tajam sebesar 9% terhadap Dollar AS. Selama periode tadi, banyak trader memanfaatkan kesempatan untuk ramai-ramai menjual Pound Inggris sampai menyentuh titik terendahnya.

Nah, selama 3 bulan setelahnya, pergerakan harga mulai bergejolak cukup tajam. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh silih bergantinya kekuatan dominasi antara buyer melawan seller. Intinya, bagi trader Forex pemula, arah trend lebih susah dianalisa, apalagi dalam menentukan kapan harus masuk lalu keluar dari pasar Forex.

Mengejutkannya lagi, dalam tahun yang sama, ternyata Poundsterling mampu bangkit reli dari titik terendah sampai menembus titik resistensi sebelumnya.

Itu dia alasannya kenapa pasar Forex memang diminati oleh scalper. Perubahan harganya bisa terjadi dalam waktu singkat, dan dengan metode scalping, trader Forex pemula bisa menghasilkan profit trading Forex hanya dengan menahan posisi selama beberapa menit saja.

Itu baru teorinya.

. dalam kenyataannya, gejolak harga justru lebih sering bikin trader Forex pemula panik. Saking bingungnya, seringkali mereka terlalu cepat menutup posisi untung dan terlalu bimbang untuk segera menutup posisi rugi.

Trader Forex pemula kesulitan menentukan strategi untuk exit

Jadi begini, saat harga bergejolak, tingkat kesulitan dalam menentukan arah trend semakin tinggi, begitu juga dengan resikonya. Apalagi jika menggunakan timeframe rendah.

Misalnya, saat trading pada timeframe 15 menit untuk mencoba teknik scalping, bisa saya pastikan pergerakan harga akan lebih cepat memicu emosi.

Intinya, trader Forex pemula lebih cepat kehilangan potensi menghasilkan profit trading Forex, karena beberapa hal berikut:

  1. Saat harga bergerak sesuai posisi (untung), kebanyakan trader Forex pemula akan segera menutup posisi karena khawatir harga akan segera berbalik arah. Padahal, jika posisi tersebut ditahan lebih lama sedikit, maka raihan profit akan cukup besar untuk menutup posisi-posisi rugi berikutnya.
  2. Sebaliknya, jika harga bergerak melawan posisi, anehnya justru bakal ditahan-tahan oleh trader Forex pemula. Daripada memotong kerugian sebelum membengkak, biasanya mereka malah berharap harga akan berbalik arah untuk mencapai target profit.
  3. Dikombinasikan, kedua hal di atas memperparah “pendarahan” ekuitas pada akun trading. Meskipun sudah untung lebih dari 50% total posisi yang sudah di-close, namun gross profit belum bisa menutupi gross loss. Jangankan impas (break-even), kalau diteruskan justru akan mendapat panggilan dari broker alias Margin Call.

Pada titik inilah biasanya trader Forex pemula baru mulai merasakan “asam”-nya bertrading Forex. Bukannya menghasilkan profit trading Forex tinggi seperti yang dijanjikan, jadinya malah menderita kerugian.

Ekspektasi trader Forex pemula terhadap persentasi profit trading di Forex terlalu besar

Bicara mengenai profit, biasanya kita akan memberikan tolok ukur berupa persentase return dari modal awal kita. By the way, berapa sih persentasi profit trading Forex yang sepantasnya?

Apakah tiap posisi harus menghasilkan profit trading Forex sebesar 100%?

. atau bahkan sampai ribuan persen?

Sebagai perbandingannya, berikut adalah rate of return (persentase imbal hasil investasi) beberapa perusahaan investasi ternama dunia pada tahun 2020.

Tabel daftar persentase imbal hasil investasi beberapa perusahaan investasi ternama dunia pada tahun 2020.

Perhatikan saja, tidak ada satupun dari perusahaan dalam daftar tersebut mampu menghasilkan return sebesar 100%. Diantara mereka, dua lembaga teratas berdasarkan jumlah AUM (Assets Under Management) ternyata hanya bisa menghasilkan profit trading di bawah 20% dari modal awalnya.

Hanya dua digit. Per tahun.

Jika perusahaan kawakan dengan teknologi dan kecakapan finansial jauh lebih maju dari trader Forex pemula hanya mampu menghasilkan profit trading di bawah 100%, apa iya kita pantas mentarget profit jauh lebih tinggi dari itu?

Lalu, Bagaimana Cara Menghasilkan Profit Trading Forex Yang Tepat?

Kata kuncinya sebenarnya sederhana; berpikirlah secara realistis.

Jika seorang trader Forex pemula berniat memasang posisi di pasar Forex, dia terlebih dahulu harus mengetahui potensi kerugian melawan resikonya. Dengan kata lain, dia harus mengatur berapa besar rasio risk vs. reward-nya.

  • Gunakan Rasio Risk vs. Reward untuk mengatur tingkat resiko trading.

Daripada memelototi chart terus-menerus, ada metode lebih baik untuk mengatur supaya posisi di-close secara otomatis berdasarkan perhitungan rasio risk vs. reward.

Dasarnya, rasio risk vs. reward adalah perbandingan seberapa besar resiko yang akan ditanggung untuk meraih target profit. Secara teknis, hal tersebut dapat dilakukan dengan mengatur letak Stop Loss dan Take Profit.

Contoh:

Budi memiliki modal awal sebesar USD 2,000. Dia ingin menghasilkan profit trading Forex sebesar USD 100 dengan membuka satu posisi saja di akun standard.

Langkah pertama, dia membuka satu posisi dengan volume trading sebesar 0.1. Kenapa sekecil itu? Karena dengan lot sebesar sepersepuluh tadi, butuh pergerakan sebesar 100 pip untuk menanggung rugi atau menerima keuntungan sebesar USD 100. Intinya, dengan lot kecil resikonya lebih mudah ditanggung.

Berikutnya, Budi menentukan rasio risk dan reward sebesar 1:1. Itu berarti nantinya dia akan memberikan jarak Stop Loss dan Take Profit sama besar dari posisi entry-nya. Jadi, jika dia mentarget untuk menghasilkan profit trading Forex sebesar USD 100 maka Stop Loss dan Take Profit akan sama-sama dipasang sejauh 100 pip dari posisi awal.

Berhati-hatilah dalam menggunakan Stop Loss dan Take Profit

Dengan bantuan Stop Loss dan Take Profit, menghasilkan profit trading Forex secara konsisten menjadi lebih mudah. Alasannya, sistem akan secara otomatis menutup posisi berdasarkan target Take Profit atau Stop Loss.

Itu kalau Anda menggunakannya dengan tepat. Kalau tidak, malah kerugian yang akan didapat. Maka dari itu, hindari kesalahan-kesalahan dalam memasang Take Profit dan Stop Loss.

Pertimbangkan ketahanan modal Anda sebelum bertrading Forex

Masih ingat berapa jumlah modal si Budi tadi, kan?

Dengan modal awal USD 2,000 dia menargetkan profit sebesar USD 100 pada satu posisi di akun standard. Itupun dengan lot 0.1. Artinya, dia menanggung resiko sekitar 5% dari ekuitasnya untuk membuka satu posisi tadi.

Apakah keputusan si Budi ini sudah tepat?

Bisa iya, bisa tidak.

. iya, sudah tepat kalau Budi termasuk trader ritel yang menyukai tingkat resiko relatif tinggi untuk mendapat keuntungan lebih. Bisa jadi pada saat itu dia memberanikan diri untuk membuka posisi dengan “taruhan” 5% dari ekuitasnya karena trend market sedang terbentuk jelas.

Bisa juga tidak tepat, kalau Budi adalah trader konservatif (menghindari resiko tinggi). Resiko sebesar itu hanya untuk satu posisi tidaklah direkomendasikan jika dari awal dia sudah menentukan strategi “biar pelan asal selamat”.

Lah iya, resiko 5% saja sudah harus diperhitungkan. Itu karena, sekali lagi, pasar Forex beresiko tinggi. Bisa saja Anda membuka lebih dari satu posisi, dan tiap posisi tersebut pada dasarnya adalah “sekian persen dari deposit modal yang akan saya pertaruhkan di pasar Forex”.

Intinya, dari semua posisi tadi, seorang trader harus mengupayakan supaya gross profit (total keuntungan) dari total posisi menang harus lebih besar dari gross loss dari total posisi-posisi rugi. Karena itulah, ketahanan modal menjadi faktor penting.

Usahakan modal Anda cukup untuk mempertahankan posisi-posisi menguntungkan. Jikapun suatu posisi sudah merugi, jangan ragu untuk memotong kerugian sebelum membengkak.

Kesimpulan

Tidak dipungkiri bahwa daya pikat pasar Forex adalah potensinya dalam menghasilkan profit trading tinggi. Tapi perlu diperhatikan, trading Forex juga memiliki resiko tinggi. Untuk mengantisipasinya, coba terapkan 3 cara yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Supaya mempermudah pemahaman Anda, berikut infografi yang meangkum pembahasan tersebut:

Sebagai trader Forex Pemula bijak-bijaklah dalam menentukan dengan broker mana Anda bertrading. Setelah itu, pelajarilah tata-cara bertrading dengan tepat. Artinya, untuk menghasilkan profit trading Forex secara konsisten, buang jauh-jauh dulu iming-iming tak masuk akal tadi. Pilah strategi mana yang masuk akal dan praktikkan terlebih dahulu di akun demo.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: