Menghitung Risiko Perdagangan Forex Menghitung Transaksi Berdasarkan Money Management

Peringkat broker opsi biner:

Menghitung Transaksi Berdasarkan Money Management

Dibaca Normal 6 menit

Kemampuan untuk menghitung transaksi melalui dasar-dasar Money Management adalah modal utama menghindari kerugian. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Jika kita memberikan modal kepada 2 orang awam yang tidak tahu cara menghitung Money Management forex, lalu menyuruh mereka untuk menaruh posisi Buy dan Sell yang berlawanan pada platform, maka kemungkinan besar yang terjadi adalah dua-duanya mengalami kerugian hingga modal tersebut habis tidak bersisa. Berbeda kasusnya jika kita memberikan modal tersebut kepada 2 trader berpengalaman. Meskipun terjadi kerugian, modal tersebut tidak akan habis hingga tidak bersisa.

Hal ini terasa aneh jika kita belum mengetahui cara menghitung Money Management forex. Kasus pertama, jika 2 orang menaruh posisi berlawanan, seharusnya salah satu dari mereka bisa untung, bukan? Sedangkan pada kasus kedua, kedua-keduanya masih bisa ‘selamat’ dari pertarungan (modal masih tersisa) meskipun membuka posisi yang berbeda.

Kenapa bisa begitu? Artikel ini akan menjelaskan secara gamblang bagaimana cara menghitung Money Management forex, sehingga Anda bisa menaruh posisi tanpa harus kehilangan seluruh modal yang dimiliki.

Alasan Mengapa Menghitung Money Management Forex Itu Penting

Ibaratkan kita berjalan ke sebuah tempat baru, mengatur strategi agar bisa sampai ke tujuan adalah hal yang sangat penting. Kita menyiapkan peta, akomodasi yang dipakai, jumlah bekal serta rencana-rencana darurat. Jika kita hanya melangkah mengikuti insting, maka kemungkinan besarnya akan tersesat. Dalam melakukan aktivitas trading, Money Management forex adalah persiapan tersebut.

Trader yang belum bisa mengendalikan emosi trading dan tidak berdisiplin dengan Money Management, cenderung mengalami kerugian di luar batas kemampuan dan merasa kapok untuk kembali ke dunia trading forex. Akibatnya, bukan keuntungan yang didapat, justru pengalaman tidak menyenangkan. Oleh karena itu, salah satu komponen penting dalam menyusun Money Management adalah menentukan batas kerugian.

Meskipun terasa tidak menyenangkan, keberanian dalam menentukan kerugian adalah kunci sukses dari trading forex. Kebanyakan trader merasa tidak perlu menentukan seberapa besar kerugian yang mereka risikokan, akibatnya justru seluruh modalnya lah yang menjadi risiko. Sebaliknya, jika kita telah menentukan seberapa besar kerugian yang siap ditanggung, maka kita akan tahu kapan waktunya untuk rehat sejenak dan tidak memaksakan diri untuk membuka posisi.

Berapa Besar Transaksi Yang Bisa Dibuka?

Banyak faktor yang harus diperhatikan saat kita mempelajari Money Management forex, tetapi setidaknya ada 3 hal yang perlu kita pahami sebelum mulai membuka platform trading dan klik sana-sini untuk memasang posisi di pasar. Transaksi trading biasa dihitung dalam satuan lot, dan trader bisa membuka transaksi dalam ukuran standard lot, mikro lot, ataupun mini lot. Setelah mengetahui jenis-jenis lot yang ada, maka Anda bisa mempelajari hal-hal berikut:

1. Win Rate Ratio

Daripada membuang modal dengan percuma, manfaatkanlah akun demo untuk mengetahui persentase profit (Win Rate Ratio). Dari sini, Anda bisa mengukur kemampuan sebelum benar-benar terjun ke akun Riil. Lantas, apa sih persentase profit itu?

Persentase profit adalah jumlah trade yang profit dibagi jumlah keseluruhan trade yang telah dilakukan.

Misalnya: seorang trader mendapatkan profit 4x dari 5 trade yang telah dilakukan, maka persentase profitnya adalah 80%. Tetapi, perlu diingat bahwa Win Rate yang besar tidak selalu berarti membawa keuntungan besar.Yang lebih penting adalah: jumlah keuntungan murni yang dilihat dari jumlah pips, bukan Win Rate.

2. Risk/Reward Ratio

Dalam menentukan Risk/Reward Ratio, yang perlu ditentukan terlebih dahulu adalah risikonya, baru kemudian Reward yang dihitung sebagai kelipatan dari risiko. Pada umumnya, rasio yang digunakan untuk mendapatkan profit konsisten adalah 1:2 (1 kerugian berbanding dengan 2 keuntungan). Jika Anda menggunakan rasio tersebut dan menetapkan kerugian per trade sebesar 100 USD, maka berikut penerapannya:

Kerugian per trade = 100 USD

Win Rate Ratio: Loss 65%, profit 35%

Total Risk = 65 X 100 USD = 6500 USD.

Total Reward = 35 X 200 USD = 7,000 USD

Hasil akhir yang didapat = 7,000 USD – 6,500 USD = 500 USD.

Dari contoh di atas, terlihat bahwa meskipun Win Rate Ratio hanya sekitar 35%, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan jika selalu menaati aturan Risk/Reward Ratio yang ditetapkan.

Penerapan Risk/Reward Ratio biasanya dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur Stop Loss dan Take Profit. Stop Loss pun ada yang Manual, Otomatis, maupun Trailing Stop. Pada umumnya, kesalahan yang sering terjadi pada trader pemula adalah menempatkan Stop Loss terlalu ketat karena perasaan takut merugi, atau malah terlalu lebar dengan harapan bisa mengakomodasi volatilitas harga. Hal ini bisa terjadi, tetapi semuanya kembali ke besar modal yang siap dirisikokan.

3. Batas Toleransi Resiko

Langkah terakhir setelah mencoba trading dengan menerapkan 2 poin di atas adalah menghitung transaksi yang bisa dibuka berdasarkan batasan kita sendiri. Dengan mengetahui berapa jumlah transaksi yang dibuka, kita dapat terhindar dari risiko mengalami Margin Call. Setiap broker memiliki level Margin Call yang berbeda-beda. Jadi, pastikan untuk mengecek level MC yang disediakan oleh broker Anda.

Dalam dunia trading forex, sering dikenal istilah trader Agresif dan Konvensional. Trader Agresif adalah mereka yang menetapkan batas toleransi risiko cukup tinggi, sekitar 5% atau bahkan lebih. Pada umumnya, mereka berpegang teguh pada prinsip “High risk, High return”. Sebaliknya, trader konvensional lebih suka mematok batas toleransi risiko yang lebih rendah. Dalam hal ini, Anda dapat memilih mana yang lebih cocok dengan gaya trading masing-masing. Namun, perlu diingat bahwa trading dengan gaya Agresif cenderung membutuhkan modal lebih tinggi karena risiko kerugiannya.

Sebagai gambaran, perhatikan ilustrasi berikut:

Batas toleransi risiko: 1%

Jumlah maksimal yang bisa dirisikokan: 7,500 USD x 1% = 75 USD

Sekarang, Anda sudah mengetahui jumlah maksimal risiko per trade yang dapat ditanggung adalah sebesar 75 USD. Setelah itu, perhatikan ilustrasi berikut:

Pair EUR/USD sedang memiliki kecenderungan Downtrend. Setelah menganalisa pergerakan harga, Anda memutuskan untuk open SELL karena terdapat sinyal jika harga akan meneruskan tren Bearish-nya. Anda masuk pada level 1.12974, dan menempatkan Stop Loss berdasarkan sinyal candle pada level 1.14400. Jadi, terdapat 142.6 pips jarak antara posisi entry dengan Stop Loss.

Jika Anda menggunakan standard lot yang nilai per pips-nya adalah sebesar 10 USD per pips, jelas jarak Stop Loss tersebut tidak sesuai dengan aturan 1% di atas, yang hanya membatasi risiko maksimal sampai di 75 USD. Karena itu, Anda sebaiknya menggunakan micro lot yang dapat memungkinkan open posisi dengan volume sebesar 0.05 lot saja. Karena nilai per pips dari lot tersebut adalah 0.5, maka dengan jarak 142.6 pips, nilai kerugian maksimal Anda hanya sebatas

142.6 x 0.5 = 71.3 USD

Sudah sesuai ‘kan dengan aturan kerugian maksimal 75 USD per trade?

Agar bisa lebih mudah memahami penjelasan di atas, Anda bisa memanfaatkan infografi menarik di bawah ini:

Untuk mendapat gambaran berapa lot yang dapat Anda ambil agar risikonya tidak melebihi batas maksimal 1 persen, sebenarnya Anda tidak perlu rrepot-repot melakukan perhitungan di atas untuk setiap open posisi. Agar penyusunan Money Management forex Anda lebih praktis, Seputarforex telah menyediakan Kalkulator Money Management yang dapat Anda gunakan dengan mudah.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.

Money Management: Perhitungan Risiko Dalam $ Atau Persen?

@ Aji:

Kelemahannya kalau equity terus turun maka resiko Anda akan semakin besar sehingga bisa melebihi resiko maksimal yang telah Anda sepakati dalam money management. Kelebihannya tidak ada.

Penjelasannya sbb:
Equity = balance + floating profit / loss
Jika ada floating loss maka equity akan turun, katakan dari USD 100 jadi USD 90. Kalau pada saat akan entry posisi ke 2 tetap menentukan resiko sebesar USD 2 berarti resikonya adalah (USD 2 / USD 90) x 100% = 2.2%. Kalau turunnya hingga USD 60 maka resikonya jadi (USD 2 / USD 60) x 100% = 3.33%, dst.

Yang dianjurkan adalah persentase berdasarkan equity saat akan entry dengan memperhitungkan maksimal loss-nya.
Jadi misalkan balance = USD 100, Anda setting stop loss (resiko) sebesar 2%, dan posisi tersebut masih open (belum di-closed), maka jika ingin buka posisi lagi perhitungkan resiko maksimalnya (USD 2) sehingga equity saat ini dianggap = USD 100 – USD 2 = USD 98. Maka untuk posisi ke 2 resikonya adalah 2% dari USD 98 = USD 1.96.

Dan kalau ingin buka posisi ke 3 sementara 2 posisi sebelumnya masih open, maka besarnya resiko untuk posisi ke 3 adalah = (USD 100 – USD 2 – USD 1.96) x 2% = USD 1.92.

Peringkat broker opsi biner:

@ Aji:

Cara perhitungannya sama, yaitu dengan memperhitungkan maksimal loss-nya untuk tiap-tiap posisi. Jadi persentase resiko posisi ke 2 dihitung berdasarkan equity setelah dikurangi maksimal loss posisi pertama, dan persentase resiko posisi ke 3 dihitung berdasarkan equity setelah dikurangi maksimal loss posisi pertama dan posisi ke 2.

Kalau equity naik tentu ada posisi yang sedang profit. Untuk memaksimalkan profit bisa dilihat dari kekuatan trend. Kalau posisi Anda sedang profit dan ternyata trend pada pasangan mata uang tersebut sedang kuat (bisa uptrend atau downtrend), maka Anda bisa menggunakan:

  1. Fasilitas trailing stop.
  2. Strategi pyramiding, yaitu membuka posisi lagi dengan ukuran lot yang sama tetapi level stop loss-nya digeser ke level breakeven. Dalam hal ini syaratnya free margin masih mencukupi.
    Baca juga: Pyramiding – Strategi Money Management Guna Memperbesar Keuntungan
  3. Strategi anti martingale, yaitu membuka posisi lagi dengan ukuran lot yang 2 kali lebih besar dari sebelumnya. Tetapi cara ini agak berbahaya kalau belum terbiasa karena jika trend berbalik arah bisa loss banyak.
Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: