Opsi Perdagangan Nikkei Bursa Asia menguat di perdagangan terakhir pekan ini

Peringkat broker opsi biner:

Bursa Asia Menguat, Kekhawatiran Perdagangan Masih Tersisa

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia pulih dari level terendah tiga pekan pada perdagangan Jumat (22/11/2020), namun penguatan dibatasi oleh ketidakpastian investor atas peluang tercapainya kesepakatan China dan Amerika Serikat.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau menguat 0,2 persen. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup menguat 0,12 persen dan 0,32 persen.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 0,25 persen pada pukul 14.08 WIB. Di sisi lain, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China melemah masing-masing 0,63 persen dan 1,02 persen.

Pasar tidak banyak bereaksi terhadap pernyataan Presiden China Xi Jinping pada hari Jumat bahwa negaranya ingin membuat perjanjian perdagangan awal dengan Amerika Serikat dan telah berusaha menghindari perang dagang, tetapi tidak takut untuk melakukan tindakan balasan jika diperlukan.

Indeks MSCI telah turun sebanyak 1,4 persen pada hari Kamis, membawanya ke level terendah sejak 30 Oktober, di tengah kekhawatiran bahwa undang-undang AS yang mendukung demonstran di Hong Kong mengancam untuk melemahkan pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Kekhawatiran masih tersisa, dengan Presiden AS Donald Trump diharapkan menandatangani dua RUU yang mendukung pemrotes di Hong Kong setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS memberikan suara 417 berbanding 1 untuk “Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong”, yang disahkan oleh Senat dengan suara bulat sehari sebelumnya.

Peringkat broker opsi biner:

“Jika dia akan dipaksa untuk menandatanganinya, maka itu membawa (elemen) ketidakpastian lainnya ke dalam perjanjian perdagangan fase pertema ini, yang kemudian dapat ditunda ke tahun depan,” kata Matt Simpson, analis pasar senior di GAIN Capital, seperti dikutip Reuters.

Tetapi Simpson mengatakan bahwa dengan tidak adanya berita utama tentang perdagangan, pasar dapat bergerak dengan cukup besar dengan adanya sedikit sentimen yang masuk,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia Menguat, IHSG Tutup Pekan Transaksi di Zona Hijau

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan ini di zona hijau setelah ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (1/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,52% atau 32,75 poin di level 6.361,46 dari level penutupan perdagangan Kamis (10/1) saat ditutup menguat 0,90% ke di posisi 6.328,71.

Sebelumnya, indeks mengawali perdagangan di zona hijau dengan penguatan 0,30% atau 19,26 poin ke level 6.347,97. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.337,55 – 6.361,46.

Tujuh dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di zona hijau, didorong sektor industri dasar dengan penguatan 1,48%, disusul sektor aneka industri yang menguat 1,29%.

Di sisi lain, sektor perdagangan dan pertanian melemah masing-masing 0,67% dan 0,56% menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Dari 623 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 258 saham menguat, 157 saham melemah, dan 210 saham stagnan.

Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang menguat 3,25% menjadi pendorong utama penguatn IHSG hari ini, disusul saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang menguat 1,05%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,47 atau 2,69 poin ke level 569,93, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,51% atau 2,87 poin ke level 570,1.

Sementara itu, mayoritas bursa saham di Asia juga menguat, dengan indeks FTSE Straits Times menguat 0,58%, indeks FTSE Malay KLCI naik 0,26%, indeks SET Thailand menguat 0,46%, sedangkan indeks PSEi Filipina melemah 1,02%.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 0,51% dan 0,97%, indeks Shanghai Composite menguat 0,74%, dan indeks Hang Seng menguat 0,55%.

IHSG menguat di saat bursa saham Asia menguat dan sempat menyentuh ke level tertinggi dalam lima pekan setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menegaskan sikap bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk bersabar terkait kebijakan suku bunga.

Dilansir Reuters, dalam agenda Economic Club of Washington, Powell menegaskan kembali pandangan para pembuat kebijakan lain bahwa The Fed akan bersabar mengenai kenaikan suku bunga.

Powell juga menurunkan prediksi pejabat The Fed Desember lalu yang menunjukkan bahwa suku bunga akan dinaikkan sebanyak dua kali tahun ini.

“Tidak ada jalur yang ditetapkan sebelumnya untuk suku bunga, terutama saat ini. Jika pertumbuhan global melambat, Saya dapat meyakinkan Anda . kami dapat secara fleksibel dan cepat mengalihkan kebijakan, dan kami dapat melakukannya secara signifikan jika itu sesuai,” ungkap Powell.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali tahun lalu seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terlihat solid dan tingkat pengangguran yang menyentuh level terendah dalam setengah abad terakhir.

“Kata ‘sabar’ kerap digunakan ketika arah kebijakan Fed masih mengetat tetapi kenaikan suku bunga berikutnya dapat menunggu waktu yang cukup lama. Jadi aset berisiko saat ini menikmati dukungan dari apa yang kita sebut ‘lemparan’ Powell,” kata Tomoaki Shishido, ekonom di Nomura Securities.

“Pada saat yang sama, [Presiden Donald] Trump juga melunakkan sikapnya terhadap China menyusul penurunan tajam dalam harga saham,” tambahnya, seperti dilansir dari Reuters.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode (%)
TLKM +1,58
CPIN +3,57
ASII +1,22
INTP +5,25
MKPI +12,36

Saham-saham penekan IHSG:

Kode (%)
BBRI -0,53
SMGR -2,94
UNTR -1,51
TELE -18,82
POLI -24,90

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: