Pelat Valas Di Luar Kurs Rupiah Anjlok, Waspadai Utang Valas BUMN

Peringkat broker opsi biner:

Di Kurs Tengah BI, Rupiah Anjlok Nyaris 2% dalam 10 Hari

Tidak cuma di Asia, dolar AS juga sedang perkasa di tingkat global. Pada pukul 10:11 WIB, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama) menguat 0,06%. Indeks ini masih melemah hingga dini hari tadi.

Investor mulai berpihak kepada dolar AS setelah rilis data ekonomi terbaru di Jepang. Pada Januari, pemesanan mesin inti (di luar kapal dan alat-alat listrik) turun 5,4% secara month-on-month (MoM) juga turun 2,9% secara year-on-year (YoY). Penurunan secara MoM pada Januari merupakan yang terdalam sejak September 2020.

Data ini menunjukkan bahwa perekonomian Negeri Matahari Terbit masih terengah-engah. Belum ada geliat yang berarti, dunia usaha masih enggan melakukan ekspansi.

Artinya, jalan Bank Sentral Jepang (BoJ) menuju pengetatan moneter masih amat sangat panjang sekali. Sepertinya Jepang terpaksa masih berkutat dengan kebijakan moneter longgar untuk menstimulasi perekonomian. Bagi Haruhiko Kuroda dan kolega, bermimpi menaikkan suku bunga acuan pun mungkin belum berani.

Sementara Bank Sentral AS (The Federal Reserves/The Fed) masih lebih mungkin untuk menaikkan suku bunga acuan, meski tidak dalam waktu dekat. Dotplot The Fed masih belum diubah, target suku bunga acuan pada akhir 2020 masih di median 2,8%. Dengan Federal Funds Rate yang sekarang di median 2,375%, butuh setidaknya dua kali kenaikan lagi untuk mencapai target tersebut.

Ini membuat dolar AS menjadi lebih menarik, setidaknya di hadapan yen. Arus modal pun kembali menyemut di sekitar mata uang Negeri Paman Sam sehingga nilainya menguat.

Peringkat broker opsi biner:

Selain itu, pelaku pasar juga sepertinya mulai grogi melihat perkembangan di Inggris. Lagi-lagi proposal Brexit yang diajukan Perdana Menteri Inggris Theresa May kandas di voting parlemen dengan skor 391 menolak, 242 setuju. Proposal pertama sudah ditolak dalam voting 15 Januari dengan skor 432 berbanding 202.

Hasil voting ini menyisakan pilihan sulit buat Negeri Ratu Elizabeth. Keluar dari Uni Eropa tanpa kompensasi apa-apa (No Deal Brexit), menunda pelaksanaan Brexit yang sedianya dieksekusi pada 29 Maret, pemilu yang dipercepat dengan posisi May sebagai taruhannya, atau menggelar jajak pendapat ulang kepada warga Inggris apakah masih mau bercerai dengan Uni Eropa atau tidak.

Pada Rabu ini pukul 19:00 GMT, parlemen Inggris akan kembali menggelar voting untuk memutuskan apakah No Deal Brexit adalah jalan terbaik. Jika parlemen memutuskan memilih No Deal Brexit, maka dampaknya akan sangat luar biasa.

No Deal Brexit akan membuat Inggris kesulitan untuk berdagang dengan tetangganya di Eropa Daratan. Sebab, Inggris akan dikecualikan dari perjanjian perdagangan bebas sehingga produk-produk made in the UK akan kena bea masuk. Demikian juga produk-produk negara Uni Eropa, akan kena bea masuk saat berada di tanah Inggris.

Nasib Brexit yang masih samar-samar bisa membuat pelaku pasar bermain aman hari ini. Ada potensi menghindari aset-aset berisiko, sehingga menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan Asia. Tidak terkecuali Indonesia.

Kurs Rupiah Anjlok, Bamsoet Minta Segera Diatasi

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak sejumlah lembaga negara dan kementerian untuk bertindak mengatasi merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD). Berdasarkan penutupan hari ini, kurs rupiah terhadap USD di Bank Indonesia berada di Rp14.332 per USD. Sementara di Pasar Spot‎ di angka Rp14.303 per USD.

Menurut Bamsoet, bisa dipahami merosotnya nilai tukar rupiah terhadap USD itu dipengaruhi beberapa hal termasuk faktor internal. Seperti perang dagang AS dan China yang semakin meningkat, hambatan perdagangan di India dan Uni Eropa, serta kenaikan harga minyak mentah dunia.

Baginya, harus ada sejumlah hal yang harus dilakukan sejumlah lembaga negara menyangkut masalah itu. Yang pertama, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) sebagai pemegang otoritas fiskal serta moneter.

“Kemenkeu dan BI harus berkomitmen menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar pergerakan kurs kembali normal serta lebih cermat mengawasi berbagai aspek yang mempengaruhi,” kata Bamsoet, Jumat (29/6/2020).

Kata Bamsoet, kedua lembaga itu wajib mengingatkan diri sendiri, stabilitas nilai tukar menjadi suatu hal yang penting.

Dia berharap Komisi XI DPR segera mengontak mitra kerjanya itu untuk segera bergerak. Ia juga mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memberikan insentif ekspor. Baginya, hal itu perlu dilakukan guna mendapatkan surplus perdagangan dan mengurangi neraca keseimbangan primer negatif.

Di sisi lain, Politikus Golkar itu berharap ada langkah dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Baginya, lembaga itu harus lebih proaktif dan progresif melakukan hubungan kerjasama bilateral dan multilateral dengan negara-negara maju. Utamanya agar para pengusaha mereka datang menanamkan modalnya di Indonesia.

Kata Bamsoet, hal ini guna meningkatkan investasi ke dalam negeri. Arus modal masuk akan membantu memperbaiki nilai tukar rupiah. “Saya mengharapkan agar komisi di DPR terkait, seperti Komisi VI agar mengingatkan lembaga terkait mengenai masalah ini,” tukas Bamsoet.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: