Pilihan Lembaga Perdagangan Di Mumbai, Harga CPO Sentuh Titik Terendah Dalam 7 Pekan

Peringkat broker opsi biner:

Terendah Dalam Sepekan, Mampukah Harga CPO Bangkit?

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kontrak Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange anjlok hingga 1,9% akibat stok minyak sawit Malaysia yang tak berkurang sesuai harapan.

Hal itu terjadi pada perdagangan Kamis (10/4/2020) kemarin, yang mana harga CPO ditutup di posisi MYR 2.170/ton. Pada posisi tersebut, CPO berada di posisi terendah dalam seminggu terakhir.

Pasalnya inventori minyak sawit Malaysia per akhir Maret 2020 ternyata hanya turun sebesar 142.000 ton menjadi 2,91 juta ton. Angka tersebut diungkapkan oleh otoritas resmi Malaysia Palm Oil Board (MPOB).

Padahal sebelumnya, sebuah survei yang dilakukan oleh Reuters memprediksi stok akan berada di posisi 2,85 juta ton, atau terendah dalam 5 bulan.

Sontak pelaku pasar pun kecewa. Jelas saja, kenyataan ternyata tak seindah yang dibayangkan.

Namun harga minyak kedelai di bursa Chicago yang naik 0,1% kemarin berpotensi memberi dorongan pada harga CPO hari ini.

Sebagai informasi, minyak sawit bersaing dengan minyak nabati lain (termasuk minyak kedelai) di pasar global. Membuat pergerakan harganya akan saling memberi pengaruh yang searah.

Peringkat broker opsi biner:

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)

Harga CPO Sentuh Titik Terendah dalam 3 Tahun Terakhir, Ini Penyebabnya

Trubus News
Binsar Marulitua
22 Nov 2020 19:30 WIB

Sawit (Foto : Istimewa)

Baca Juga

Trubus.id — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyebut volume ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) pada Januari-September 2020 melemah 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, atau dari 23,19 juta ton menjadi 22,95 juta ton. Salah satu faktor terbesarnya adalah melemahnya permintaan dari beberapa pasar tujuan utama.

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada September 2020 bergerak di kisaran US$ 517,50 – US$ 570 per metrik ton, dengan harga rata-rata US$ 546.90. Catatan ini merupakan harga terendah sejak Januari 2020.

Adapun berdasarkan data Bursa Derivatif Malaysia pada pukul 11.30 WIB, harga CPO kontrak Februari 2020 turun 1,31% ke MYR 1.960/ton. Hal ini juga terendah dalam 3 tahun terakhir.

Alasan harga CPO anjlok dan rendahnya permintaan disebabkan harga minyak nabati lain yang juga sedang murah terutama kedelai, rapeseed dan biji bungan matahari. Harga kedelai sendiri jatuh sejak tahun 2007.

“Eskalasi perang dagang antara China dan AS mempunyai andil yang cukup besar dalam mempengaruhi harga kedelai,” dikutip dari keterangan tertulis Gapki pada 8 November 2020.

Lebih lanjut, Gapki menjelaskan, Argentina mengambil kebijakan dengan mengurangi pajak ekspor kedelai guna menarik konsumen. Akibatnya, minyak sawit kurang dilirik namun produksi di RI dan Malaysia meningkat sehingga memperburuk situasi karena stok menumpuk di kedua negara penghasil terbesar minyak sawit itu.

Adapun produksi sepanjang September 2020 diperkirakan sebanyak 4,41 juta ton atau naik 8,5% dibandingkan dengan Agustus 2020. Kenaikan produksi memang karena pada September merupakan siklus tinggi musim panen tahunan sawit.

Naiknya produksi dan stagnannya ekspor membuat stok minyak sawit di RI naik mencapai 4,6 juta ton. Akumulasi dari murahnya minyak nabati lain dan stok minyak sawit yang cukup banyak di dalam negeri mengakibatkan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tertekan.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: