Pilihan Strategi Kontrak 4 Strategi yang Harus Dilakukan untuk Menjaga Aset Perusahaan – Jurnal Blog

Peringkat broker opsi biner:

4 Strategi yang Harus Dilakukan untuk Menjaga Aset Perusahaan

Aset merupakan bagian terpenting bagi sebuah perusahaan. Tanpa adanya aset, kegiatan operasional tidak dapat berlangsung dengan baik seperti, pembayaran gaji karyawan, pembelian barang, hingga penjualan yang dapat meningkatkan aset perusahaan pun akan terhambat. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk menjaga aset dengan baik. Dalam menjaga aset, pengusaha perlu strategi mendasar yang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat Anda rencanakan untuk menjaga aset perusahaan.

Asuransi tidak hanya penting untuk diri pribadi ataupun karyawan, asuransi juga bagian penting dari bisnis. Cobalah memulai untuk membuat anggaran untuk mengasuransikan bisnis Anda dengan perusahaan asuransi yang tepat. Dengan adanya asuransi, Anda akan dimudahkan ketika mendapatkan sebuah masalah dalam bisnis. Pastikan Anda mendapatkan polis asuransi yang tepat dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh bisnis Anda.

Pilih Entitas yang Tepat

Bisnis yang beroperasi dengan kepemilikan tunggal bukanlah pilihan terbaik untuk menjaga sebuah aset. Karena dengan kepemilikan tunggal, aset pribadi juga akan terkena gugatan potensial dari departemen perpajakan. Oleh karena itu, menyiapkan suatu entitas seperti perseroan terbatas merupakan langkah penting yang harus dilakukan untuk menjaga aset sekaligus mengembangkan bisnis.

Pisahkan Rekening Pribadi & Perusahaan

Selain memudahkan dalam mengelola arus kas , memisahkan rekening pribadi dan perusahaan juga dapat memudahkan Anda dalam mengelola aset perusahaan. Tak hanya rekening pribadi, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk memiliki buku cek untuk bisnis. Menggunakan nama, perusahaan pada setiap dokumen juga dapat menjaga catatan perusahaan yang biasa digunakan disetiap pertemuan bisnis.

Peringkat broker opsi biner:

Terapkan Sistem Kontrak yang Tepat

Pernahkah Anda menyadari bahwa kreditur dapat dengan mudah menjatuhkan perusahaan beserta asetnya ketika pengusaha mulai bersikap lengah? Beberapa kreditur biasanya akan membuat sistem kontrak yang didalamnya dipenuhi dengan kecurangan. Untuk itu, sebagai pengusaha, Anda harus lebih cermat dan teliti ketika ingin membuat ataupun membaca kontrak. Anda harus membuat sistem perjanjian kontrak dengan prosedur yang benar dan tepat. Perjanjian kontrak, tidak hanya untuk perjanjian kerja sama, tapi juga untuk perjanjian sewa menyewa, jual beli, dan lain sebagainya. Selain itu, janganlah mudah percaya dengan perjanjian yang hanya diucapkan di mulut, jika perlu Anda dapat menyewa jasa notaris atau penasihat hukum yang bisa menjadi saksi perjanjian kontrak bisnis Anda.

Itulah beberapa strategi yang dapat Anda lakukan untuk menjaga aset perusahaan Anda. Selain untuk dilindungi, aset juga harus dikelola dengan baik u ntuk mendapatkan manfaat bagi perusahaan, sekaligus mendorong tercapainya tujuan perusahaan. Jurnal, software akuntansi online yang memudahkan Anda dalam mengelola aset perusahaan. Dengan menggunakan software akuntansi Jurnal, Anda akan mendapatkan laporan aset secara real-time yang akan menampilkan daftar aset tetap dengan harga perolehan awal, akumulasi penyusutan, hingga nilai aset tersebut.

5 Pertanyaan Tentang Karyawan Kontrak Yang HR Harus Bisa Jawab

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net

Hari ini saya ingin berbagi mengenai pertanyaan-pertanyaan umum yang sering ditanyakan mengenai karyawan berstatus kontrak.

Pertanyaan ini penting untuk diketahui dan dipahami, karena menyangkut hak-hak karyawan.

Mari kita telaah bersama artikel hari ini, sembari menikmati udara pagi yang cerah ini.

Berikut 5 Pertanyaan Penting bagi Karyawan Kontrak yang harus dipahami oleh praktisi HR dan karyawan. Cekidot.

#1 : Apakah Karyawan berstatus Kontrak Mendapatkan Pesangon?

Tidak, Karyawan kontrak tidak memiliki hak pesangon jika dilakukan pemutusan hubungan kerja.

Karena untuk kontrak karyawan, haknya berupa sisa kontrak apabila salah satu pihak mengakhiri kontrak lebih awal.

Sedangkan jika kontraknya telah berakhir, maka hak dan kewajiban masing-masing pihak dengan sendirinya juga berakhir.

#2 : Apakah Karyawan berstatus Kontrak Berhak Atas THR?

Pada dasarnya karyawan yang pada hari raya masih memiliki status sebagai karyawan dan memiliki masa kerja minimum 1 bulan (dihitung mundur dari hari H hari raya) berhak atas THR.

Jadi Karyawan Kontrak bisa saja memperoleh Tunjangan Hari Raya.

Ketentuan tersebut tidak berlaku untuk karyawan kontrak yang kontrak kerjanya berakhir sebelum Hari Raya.

Artinya karyawan kontrak yang kontraknya berakhir, misalnya kontraknya habis pada H-5, maka karyawan tersebut tidak berhak mendapatkan THR.

Secara aturan demikian, namun jika perusahaan berbaik hati ingin memberikan THR, tidak ada salahnya.

#3 : Apakah Karyawan berstatus Kontrak Berhak Atas Cuti Tahunan?

Perihal cuti tahunan berkaitan erat dengan masa kerja.

Ada 2 pendapat terkait dengan masa kerja karyawan berstatus kontrak.

Pendapat pertama , menghitung masa kerja karyawan berstatus kontrak secara terus menerus, meskipun dilakukan 2x kontrak.

Misalnya : Rifqi selama tahun 2020 – 2020 bekerja di PT Suka Suka dengan status kontrak. Rifqi dikontrak sebanyak 2 x dengan durasi masing-masing 1 tahun.

Oleh PT Suka Suka, masa kerja Rifqi dihitung total sebanyak 2 tahun.

Nah PT Suka Suka ini berarti menganut pendapat masa kerja karyawan kontrak dihitung terus menerus. Sehingga pada kontrak kedua, Rifqi memperoleh hak cuti tahunan.

Pendapat kedua , tidak menghitung masa kerja secara terus menerus.

Melainkan menghitung hanya sesuai kontraknya masing-masing.

Misalnya : Ryan selama tahun 2020 – 2020 bekerja di PT Tegar Sentosa dengan status kontrak. Ryan dikontrak sebanyak 2 x dengan durasi masing-masing 1 tahun.

Oleh PT Tegar Sentosa, masa kerja Ryan dianggap nol ketika masuk kontrak kedua.

Hal ini memungkinkan, karna ketika kontrak kerja berakhir, maka hak dan kewajibannya pun turut berakhir.

Sehingga Ryan pada kontrak kedua tidak memperoleh cuti tahunan.

Kedua pendapat di atas sama-sama benar dan memiliki dasar hukum sendiri-sendiri.

Dengan catatan, kontraknya mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dan jika ada jeda antar kontrak, maka otomatis masa kerjanya selesai di masing-masing kontrak.

Jika anda ingin mengetahui aturan-aturan karyawan kontrak, anda dapat membaca lengkapnya disini

#4 : Apakah Karyawan berstatus Kontrak Ada Masa Percobaan?

Tidak ada dan tidak bisa.

Karyawan dalam status kontrak atau PKWT (Perjanjian kerja waktu tertentu) tidak dapat diterapkan masa percobaan.

Jika menerapkan masa percobaan, maka masa percobaan itu disyaratkan batal demi hukum.

#5 : Apakah Pekerjaan Kategori Inti (Core) Boleh Di-Kontrak-kan?

Core & Non Core bukan patokan untuk pekerjaan dapat di-kontrak-kan atau tidak.

Core & Non Core ini arahnya adalah outsourcing.

Pekerjaan yang termasuk Core tidak dapat di-outsourcing-kan, sedangkan pekerjaan yang termasuk non core, dapat di-outsourcing-kan.

Untuk pekerjaan yang dapat di-kontrak-kan adalah :

a. Pekerjaan yang sekali selesai, atau maksimal selesai dalam waktu 3 tahun

Pekerjaan ini misalnya proyek pembangunan

Jangka waktu : Maks 2 tahun + Maks 1 tahun + jeda + Maks 2 tahun

b. Pekerjaan yang bersifat musiman

Pekerjaan yang tergantung pada musim / cuaca atau mengejar target pesanan

Jangka waktu : Maks 2 tahun + Maks 1 tahun

c. Pekerjaan yang berhubungan dengan Produk Baru

Pekerjaan membuat produk baru, trial produk, kegiatan baru.

Demikianlah sedikit sharing dari saya, semoga bermanfaat untuk anda.

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

disclaimer : semua yang tertulis disini adalah opini pribadi penulis

untuk Konsultasi silakan menghubungi :

Email : [email protected]

Official WA : 08986904732 (Whatsapp Only)

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: