Saham Beta Tinggi Dengan Opsi Mingguan – Apa Itu Beta Saham – Artikel Saham

Peringkat broker opsi biner:

Apa Itu Beta Saham?

Dibaca Normal 5 menit

Beta saham berisi data statistik volatilitas suatu saham terhadap IHSG. Beta sangat bermanfaat karena dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memilih saham yang tepat.

Beta saham adalah suatu ukuran yang menggambarkan persentase perubahan imbal hasil saham tertentu dibanding perubahan pada indeks pasar di mana saham itu diperdagangkan (misalnya imbal hasil saham TLKM dibanding IHSG di BEI). Pada dunia investasi dan trading saham di bursa, istilah beta saham mengacu pada sebuah indikator yang menunjukkan level risiko saham terhadap tingkat risiko pasar. Salah satu manfaat mengetahui beta saham adalah investor dapat menilai level sensitivitas suatu saham dengan risiko pasar yang ada.

Kelebihan Dan Kelemahan Beta Saham

Secara garis besar ada dua kelebihan dari beta saham.

Pertama, beta saham dapat menjadi alternatif ukuran risiko saham, karena mampu memperbaiki ukuran risiko total pada portofolio investor. Menurut William Sharpe, pemenang nobel bidang ekonomi, penggunaan beta saham dalam mengukur risiko sebuah saham sangat dianjurkan bagi investor yang menanamkan modalnya di berbagai saham.

Kedua, investor dapat mendapatkan tambahan informasi tentang arah pergerakan harga saham secara historis, dibandingkan dengan pergerakan pasar pada umumnya. Penggunaan beta saham dalam periode waktu lama juga bisa meningkatkan keahlian sang investor saham.

Tapi, beta saham tidak sempurna.

Peringkat broker opsi biner:

Perlu diperhatikan, karena beta saham dikalkulasi berdasarkan harga saham di masa lampau, beta ini tidak mutlak dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk memprediksi harga di masa yang akan datang. Di samping itu, penggunaan beta saham belum ideal di Indonesia dan tidak 100 persen akurat. Ini bisa terjadi karena pasar saham Indonesia belum efisien, masih banyak ikut campur bandar.

Jenis Saham Berdasarkan Beta-nya

Ada tiga jenis saham yang dikelompokkan berdasarkan beta sahamnya yakni:

  • Saham Perusahaan Dengan Beta Kurang Dari Satu

Jika suatu saham memiliki beta kurang dari satu, berarti bisa diartikan bahwa sensitivitas harga saham ini lebih kecil daripada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Misalnya beta saham suatu perusahaan adalah 0.5, maka tingkat fluktuasi harga saham ini adalah sebesar 50 persen dari IHSG. Sebagai contoh, jika IHSG menurun sebesar dua persen, maka harga saham emiten tersebut akan ikut terkoreksi sebesar satu persen (0.5 x dua persen). Sebaliknya, apabila IHSG meningkat sebesar dua persen maka harga saham akan naik satu persen.

  • Saham Emiten Dengan Beta Di Atas Satu

Ketika saham emiten memiliki beta lebih dari satu, maka saham tersebut mempunyai tingkat perubahan atau volatilitas harga di atas pasar. Sebagai contoh, jika suatu saham emiten mempunyai nilai beta 1.5, maka ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat sebesar empat persen, harga saham emiten itu akan menanjak sebesar enam persen (1.5 x empat persen). Namun perlu diperhatikan, apabila IHSG menurun, harga saham emiten dengan beta di atas satu akan mengalami penurunan harga lebih besar daripada IHSG.

  • Beta Saham Negatif

Beta saham suatu emiten bisa bernilai negatif atau di bawah nol. Hal ini menggambarkan bahwa pergerakan naik atau turun harga saham emiten berbanding terbalik dengan pergerakan IHSG. Misalnya, jika IHSG melandai, maka harga saham justru meningkat. Aka tetapi sebaliknya, ketika IHSG meningkat, maka harga saham emiten akan terkoreksi.

Beberapa analis berpendapat, jika kondisi pasar saham tengah bullish (cenderung naik), investor sebaiknya tidak memilih saham-saham dengan beta di atas 1.0 hingga 2.0. Hal ini disebabkan karena pada saat pasar sedang bullish, risiko juga tinggi. Disarankan investor memilih saham-saham dengan beta 1.0 atau di bawahnya, karena risiko dinilai lebih rendah.

Cara Memperoleh Data Beta Saham

Anda bisa mendapatkan data beta untuk saham suatu perusahaan dengan cara berikut ini:

  • Melihat Data di Reuters

Informasi beta saham dapat dengan mudah diperoleh di situs Reuters. Anda cukup memasukkan kode saham emiten dan diakhiri dengan kode .JK (titik dan huruf J dan K) pada kolom search. Misalnya adalah beta saham PT Astra International, Tbk (ASII.JK) di bawah ini.

  • Memanfaatkan Beta Saham Hasil Perhitungan Pefindo

Selain di Reuters, Anda juga dapat memperoleh data beta saham dari hasil perhitungan Pefindo. Kalkulasi proses perhitungan beta saham oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menggunakan data indeks saham individu dan IHSG dari Bursa Efek Indonesia selama tiga tahun terakhir. Sedangkan untuk pendekatannya, Pefindo memakai pendekatan pendapatan dan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM). Anda bisa memperoleh data beta saham secara gratis di website Pefindo dan data beta ini akan diperbaharui setiap hari Kamis.

Setelah memperhatikan penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa beta saham adalah sebuah indikator yang menunjukkan risiko yang menempel pada saham itu. Semakin tinggi beta saham suatu emiten maka semakin besar pula tingkat risikonya. Akan tetapi, semakin tinggi risiko aset investasi, makin besar pula imbal hasilnya. Maka dari itu, semakin tinggi nilai beta saham, imbal hasil yang ditawarkan juga semakin menjanjikan. Perlu diketahui pula bahwa dalam memilih saham, investor sebaiknya tidak terpaku pada satu indikator ini saja. Agar tidak salah memilih saham dan mendapatkan saham berkualitas, perhatikan pula beberapa rasio penting lainnya dalam melakukan valuasi saham.

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2020 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.

Saham Online Indonesia

Website Saham Online Indonesia

Berlangganan blog ini

Berlangganan Melalui Email

Cari Blog Ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM

CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity.

Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut:

Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: