Signal Akurat Binomo Tinjauan perdagangan opsi momentum

Peringkat broker opsi biner:

Referensi Artikel

Halaman

4/21/2020

Perdagangan Opsi di Indonesia

(KOS). Perdagangan OPSI di Indonesia pertama kali dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2004, pada waktu itu dikelola oleh BEJ. Sebagaimana layaknya sekuritas lainnya, KOS juga dapat diperdagangkan. Jatuh tempo atau hari berakhirnya setiap seri KOS pada setiap bulan adalah ban bursa terakhir pada bulan bersangkutan.

Tidak semua saham yang tercatat di BEI menjadi saham acuan KOS (under)/ ring assets), hanya saham yang memiliki tingkat frekuensi perdagangan dan volatilitas (fluktuasi) harga yang tinggi, serta mempunyai nilai kapitalisasi pasar yang cukup besar. Hingga tahun 2006, terdapat lima saham acuan, yaitu:

a. PT Astra International Tbk;

b. PT Bank Central Asia Tbk;

c. PT Indofood Sukses Makmur Tbk;

d. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk;

e. PT. H.M. Sampoerna Tbk.

Peringkat broker opsi biner:

Saham acuan KOS ditinjau minimal enam bulan sekali, dapat dimungkinkan ditambah saham acuan KOS sehingga kebutuhan pasar semakin terakomodasi dengan baik.

Apa perbedaan antara kontrak opsi dengan kontrak berjangka? Perbedaan pertama adalah pembeli kontrak opsi diwajibkan atau harus membeli aset induk pada harga yang telah ditetapkan, dan penjualnya juga diharuskan untuk menjual pada harga yang telah ditetapkan tersebut. Sedangkan pemilik opsi tidak diharuskan untuk membeli tetapi dia mempunyai hak untuk membeli aset induknya. Perbedaan kedua adalah ketika orang membeli kontrak berjangka, dia tidak membayar uang dan penjualnya juga tidak menerima uang. Tetapi jika orang membeli kontrak opsi, dia membayar premi dan penjualnya menerima premi tersebut.

Menghitung Penghasilan Trader Profesional Budi Setiawan dari Binomo

MOJOK.COBudi Setiawan adalah trader profesional paling banyak dibicarakan di Internet saat ini. Penghasilan bombastis sosok seistimewa ini memang sudah harus dibahas di Mojok.

Jutaan orang bahkan tak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan US$1.000 sehari tanpa meninggalkan rumah. Namun, Budi Setiawan bukanlah salah satu dari mereka. Dia adalah trader profesional yang bisa menghasilkan US$1.000 dolar hanya dengan mencurahkan 2-3 jam waktunya untuk trading. Wow.

Jika dikonversikan ke mata uang Indonesia, dengan asumsi 1 dolar AS = Rp14.000, artinya US$1.000 sama dengan Rp14 juta. Itulah penghasilannya sehari. Kalau follower Big Alpha di Twitter sampai tahu, bisa minder semua. Lalu mulai bertanya tentang makna hidupnya selama ini.

Belum lagi penghasilan itu didapatkan dalam waktu singkat, 2-3 jam. Coba kalau Budi Setiawan ini kerja pakai office hour yang rata-rata 8 jam per hari. Maksimal, dia bisa meraup Rp56 juta sehari.

Katakanlah dalam sehari ia menghasilkan 50 juta, dikalikan rata-rata hari kerja dalam sebulan (20 hari). Total beliau mengantongi Rp1 miliar per bulan. Sebulan Rp1 miliar, setahun artinya Rp12 miliar.

Itu didapatkan tanpa meninggalkan rumah. Kalau Budi Setiawan ini mau meninggalkan rumah untuk cari proyek tambahan di luar sana, tentu peghasilannya bisa lebih besar lagi. Atau beliau tetap bekerja di hari libur dan tanggal merah, itu bisa dihitung lembur.

Pantas saja beliau bisa punya rumah mewah seperti di film Parasite. Ditambah di rumahnya tersebut ada dua cewek bule yang mondar-mandir sewaktu beliau menjelaskan tentang skema bisnis perdagangan di Binomo. Entah siapa dua cewek itu dan mengapa harus dua orang. Namun, laki-laki yang berkhayal bisa membangun harem di rumahnya sendiri pastilah terinspirasi dengan kesuksesan Budi ini, lantas segera melakukan perdagangan di Binomo, platform yang diiklankan Budi Setiawan.

Iklan Binomo ini lumayan sering muncul di YouTube. Bahkan seseorang berani bersumpah bahwa dirinya mendapatkan iklan Binomo ketika hendak menonton video tentang Binomo. Saking kayanya, ia bisa membeli waktu kita untuk menonton kisah hidupnya yang bergelimang harta itu.

Budi Setiawan tergerak hatinya untuk memulai perdagangan setelah menonton film The Wolf of Wall Street. Film memang bisa menginspirasi dan mengubah hidup seseorang. Seandainya yang ditonton olehnya adalah serial televisi Sesame Street, mungkin beliau sekarang sudah menjadi pecinta boneka Elmo, bukan trader profesional.

Namun, sejumlah media mewartakan bahwa Budi Setiawan bukanlah nama asli. Begitu juga dengan kisah kesuksesannya yang diragukan keasliannya. Itu semua berdasarkan naskah. Orang yang mengaku sebagai trader profesional bernama Budi Setiawan itu ternyata hanya model iklan. Nama aslinya adalah Yosua Putra dan dia seorang drummer profesional.

Yang menjadi ironi adalah sang pemeran Budi Setiawan terpaksa mengambil job iklan ini karena sedang bokek. Dirinya yang saat itu berada di Rusia dan butuh duit untuk beli tiket pulang ke Indonesia, akhirnya tergiur dengan bayarannya yang lumayan.

Viralnya Budi Setiawan ini bisa jadi pengingat untuk kita tidak gampang percaya dengan “kisah sukses” seseorang yang aslinya hanya ngiklan. Sebab yang betul-betul kaya raya seperti Michael Bambang Hartono justru memilih bersembunyi dari sorotan.

Lagi pula bisnis yang diiklankan Budi Setiawan ini termasuk berisiko tinggi. Kalau di bisnis ini ada orang yang bisa mendapatkan profit seribu dolar dalam sehari, bisa jadi ada juga yang kehilangan uang dengan jumlah yang sama dalam hitungan jam.

BACA JUGA Menghitung Kekayaan Nadiem Makarim, Bos Go-Jek yang Jadi Mendikbud atau investigasi kekayaan figur lainnya di rubrik NAFKAH.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: