Sistem Perdagangan Bisnis Potensi Bisnis Perdagangan Indonesia Di Era Digital Disruption

Peringkat broker opsi biner:

Potensi Bisnis Perdagangan Indonesia Di Era Digital Disruption

Tidak bisa di pungkiri, saat ini potensi bisnis perdagangan Indonesia bergerak menuju angka yang lumayan tinggi. Dimana untuk jenis perdagangan e-commerce saja hingga tahun 2020 angkanya sudah mencapai USD 8 miliar. Sedangkan prediksi yang diberikan oleh McKinsey angka itu akan meningkat cukup tinggi hingga mencapai USD55-65 miliar pada tahun depan 2020. Artinya bahwa pertumbuhan perdagangan e-commerce Indonesia bisa meningkat beberapa kali lipat dari total belanja online yang terjadi di tahun 2020 lalu.

Sumber : Menko Perekonomian

Tren peningkatan yang terjadi pada bisnis perdagangan memang menarik untuk di bicarakan. Tidak saja perdagangan yang bersifat konvensional, terlebih perdagangan e-commerce. Ambil contoh untuk kontribusi perdagangan jasa saja untuk tahun 2020 kontribusi nya untuk PDB (Produk Domestik Bruto) sudah mencapai 54%. Angka ini meningkat sekitar 23,5% dari 43,6% (2020) menjadi 54% (2020).

Ketika kita bicara soal perdagangan secara konvensional, memang terdapat beberapa produk yang saat ini bisa menjadi andalan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan potensi perdagangan secara nasional untuk tujuan eksport. Dari sektor industri ada produk-produk seperti industri tekstil dan produk tekstil, industri alas kaki, industri pengolahan ikan dan rumput laut, industri aneka (mainan anak, alat pendidikan dan olah raga, optik, alat musik), industri farmasi, kosmetik dan obat tradisional, serta industri kreatif (kerajinan, fashion, perhiasan). Sedangkan untuk produk barang jadinya seperti : Selanjutnya, industri barang jadi karet (ban kendaraan bermotor dan rethreading ban pesawat terbang), industri elektronik dan telematika (multimedia, software), industri furniture kayu dan rotan, serta industri makanan danminuman(turunan CPO, olahan kopi, kakao).

Dengan melihat kondisi diatas, dimana sejumlah produk memang menjadi andalan produk yang di per-dagangkan oleh Indonesia di luar negeri, maka kita bisa melihat progress penjualannya cukup bagus dari tahun ke tahun. Dari data terkini yang di dapat dari Kementerian Perindustrian perdagangan luar negeri Indonesia secara global memang untuk sementara masih di dominasi kawasan Asia sekitar 60,93%. Sedangkan selain Asia berturut-turut kawasan di luar Asia yang mendominasi angka tertinggi untuk perdagangan Indonesia adalah : Amerika Serikat 12,49%, Eropa 11,45%, Australia 11,07% dan terakhir Afrika 3,51%.

Memang untuk mempertahankan angka pertumbuhan yang terus meningkat dari tahun ke tahun pemerintah terkait perlu melakukan beberapa terobosan. Di samping meningkatkan kualitas produk yang di per-dagangkan, pemerintah juga perlu melakukan aktivitas promosi yang dilakukan secara terus menerus sehingga harapannya produk-produk unggulan yang saat ini sudah menjadi andalan produk perdagangan Indonesia terus menjadi produk yang bisa diandalkan.

Sementara untuk per-dagangan model e-commerce yang semakin tahun menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pelaku e-commerce kian hari sudah bisa mengantisipasi ke arah mana pergerakan tren karakter customer di sektor perdagangan e-commerce. Dari mulai memberikan stimulus yang berupa variasi promo potongan harga yang menarik, service unggulan yang akan makin membuat customer beralih dari belanja konvensional menuju e-commerce hingga bentuk-bentuk aktivitas promosi lain yang akan makin membuat customer merasa di untung kan dengan belanja dengan menggunakan sistem e-commerce.

Peringkat broker opsi biner:

SUDAH SAATNYA APLIKASI CRM MENJADI STRATEGI JITU MENINGKATKAN ANGKA PENJUALAN

Perlunya pihak produsen dan distributor produk melakukan beberapa terobosan menarik memang ditujukan untuk makin meningkatkan angka penjualan dari produk-produk yang di pasarkan. Tidak hanya perdagangan dengan sistem konvensional tetapi juga e-commerce. Ke semua jenis perdagangan tersebut harus selalu diberlakukan terobosan atau strategi jitu agar customer tidak jenuh dengan produk yang kita pasarkan.

Untuk perdagangan e-commerce misalnya aktivitas gamifikasi ke depan akan semakin meningkat seiring peningkatan pada sisi Dailly Active Users (DAU). Aktivitas ini akan berjalan dengan baik jika produsen atau distributor produk tahu seperti apa karakteristik dari customer yang ingin di layani nya. Begitu pula dengan pasar internasional, selain mengaktifkan event-event promo juga perlu adanya maintenance customer yang di lakukan secara terus menerus. Tujuan dari semua aktivitas tersebut adalah mendapatkan updating data customer yang pada akhirnya akan di gunakan untuk men-trigger pasar agar bisa menjadi lebih baik.

Terkait dengan apa yang terjadi di sektor industri perdagangan Handri Kosada, CEO Barantum.com turut memberikan perspektif pandangannya tentang bagaimana meningkatkan kinerja team sales dan marketing dalam meningkatkan omzet perusahaan. Menurut Handri Kosada, perlunya perusahaan mulai mengimplementasikan sebuah sistem yang bernama CRM pada akhirnya akan menjadi satu terobosan penting dalam industri perdagangan.

Ada 2 hal penting lanjut Handri dengan perusahaan mengimplementasikan sistem CRM. Pertama perusahaan akan bisa lebih mudah melakukan maintenance customer dengan lebih baik. Karena karakter customer bisa dengan mudah terdeteksi dan ter-record dari sejumlah laporan yang terdapat pada sistem CRM. Kedua perusahaan akan bisa membuat strategi-strategi target yang bisa di capai dengan mudah. Karena sistem ini bisa melakukan koordinasi keberadaan team sales yang akan secara day to day di amati kinerjanya dengan cukup baik melalui form-form yang ada pada aplikasi sistem CRM tersebut.

Itulah beberapa hal penting yang mungkin bisa dilakukan oleh perusahaan ketika kondisinya saat ini perusahaan ingin meningkatkan kinerja team sales dalam meningkatkan omzet pemasaran yang di jalankan nya.

BEBERAPA TRIGGER YANG BISA MENINGKATKAN PENJUALAN DI PASAR E-COMMERCE

Terkait dengan perkembangan yang terjadi pada perdagangan e-commerce . Beberapa hal menarik yang pada akhirnya bisa menjadi trigger khususnya untuk peningkatan perdagangan disektor e-commerce adalah sebagai berikut :

  1. Saat ini berdasarkan data yang dihasilkan oleh Google & Temasek, ternyata Indonesia merupakan negara mobile –first. Kenapa, hal itu didasarkan pada satu kondisi bahwa sekitar 94% masyarakat Indonesia terhubung atau melakukan akses internet dengan menggunakan perangkat smartphone.
  2. Data terbaru menunjukkan bahwa transaksi penjualan produk pada perdagangan e-commerce, sekitar 75% dihasilkan dari aplikasi mobile. Sehingga memang point pertama dengan kedua terjadi sinkronisasi yang cukup erat.
  1. Pelaku bisnis terutama UMKM yang sebelumnya memasarkan produknya dengan bantuan platform sosial media. Maka saat ini kondisinya sudah berubah, dimana mereka mulai banyak mengalihkan konsep penjualan dan pemasaran mereka menggunakan platform e-commerce. Dan dampaknya dengan adanya pengubahan ini angka penjualan mereka mulai meningkat.
  2. Metode pembayaran yang menggunakan metode pembayaran digital ( e-wallet) ternyata di tahun 2020 cukup diminati oleh customer. Ini juga menjadi satu pembuktian bahwa memang perubahan tren belanja yang terjadi beberapa tahun terakhir telah membuka pasar e-commerce semakin terbuka untuk semua jenis produk yang di butuhkan masyarakat . Kondisi itu pun di buktikan dengan mulai meningkatnya angka pembelian produk via e-commerce untuk konsumen yang ada di luar P .Jawa. Ada peningkatan sebesar 6% yang kemungkinan akan semakin meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Sumber : financial.bisnis.com

Dari semua hal yang telah di jelaskan diatas terkait perubahan model belanja customer Indonesia , wajar jika pada akhirnya berdasarkan performa industri logistic dari World Bank pada tahun 2020 lalu posisi Indonesia meningkat ranking nya dari tahun 2020 (peringkat 63) menjadi peringkat ke 46 (2020).

Dukungan Sistem CRM Meningkatkan Potensi Industri Kreatif Di Era Digital Disruption

Bicara soal industri dalam Era Industri 4.0, maka salah satu sektor yang cukup berperan aktif dalam memberikan kontribusi-nya bagi ekonomi makro adalah sektor industri kreatif. Kenapa, terkait dengan penyerapan jumlah tenaga kerjanya saja saat ini industri kreatif telah menyerap 10,7% atau 11,8 juta orang pekerja. Angka ini menempatkan industri kreatif sebagai salah satu dari 4 sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Dimana salah satu sektor industri-nya sebagai penyumbang kontribusi terbesar untuk industri kreatif adalah industri hiburan dan gaya hidup.

Tidak heran, dengan berkembangnya industri hiburan yang ada di Indonesia. Maka industri supporting yang turut mendukung perkembangan industrinya adalah seperti : industri cenderamata, garmen, serta bisnis kuliner. Ketiga bisnis tersebut, memang sangat erat kaitannya dengan industri hiburan dan gaya hidup. Sehingga wajar, ketika industri besarnya yaitu industri hiburan dan gaya hidup berkembang cukup baik, maka sudah barang tentu sektor supporting-nya akan mengikuti pola perkembangan dan pengembangan industrinya ke arah yang lebih besar.

Itulah kondisi terkini dari industri kreatif yang ada di Indonesia. Dimana terkait dengan sektor apa saja yang akan berkembang mengikuti kondisi terkini dari industri utamanya. Maka ada sekitar 16 sub sektor bisnis yang akan mengikuti perkembangan yang terjadi pada industri kreatif hingga memasuki tahun 2020. Ke-16 sub sektor tersebut adalah : seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio, aplikasi games, arsitektur, desain grafis, desain komunikasi visual, periklanan, musik, penerbitan, fotografi, desain produk, fashion, film animasi dan video, kriya dan tentunya sub sektor kuliner.

Meskipun ke-16 sub sektor tersebut bisa di katakan belum bisa berkembang secara maksimal. Namun yang namanya industri kreatif, karakter bisnis seperti ini memang akan berkembang mengikuti perkembangan zamannya. Itulah yang menyebabkan saat ini dari 16 sub sektor yang ada dalam industri kreatif sebanyak 3 besar sub sektornya menempati posisi tertinggi sebagai sub sektor yang memiliki pertumbuhan paling tinggi. Dimana ke-3 sub sektor tersebut adalah : bidang teknologi informasi 8,81%, periklanan 8,05% dan arsitektur 7,53%.

Jika di lihat bahwa sektor teknologi informasi menjadi sub sektor yang perkembangannya paling besar. Hal itu sejalan dengan perubahan struktur bisnis yang saat ini mengarah ke Era Industri 4.0. Dimana dalam era tersebut peran teknologi digital menjadi salah satu komponen yang akan banyak memberikan kontribusi-nya bagi perkembangan sub sektor tersebut.

Sebenarnya, besarnya potensi bisnis dari industri kreatif sudah terlihat dari beberapa tahun terakhir. Dimana sejak tahun 2020 menurut analisis dan data yang di publish Badan Pusat Statistik (BPS) angkanya dari mulai Rp784,82 triliun (2020) meningkat 8,6% menjadi Rp852,24 triliun (2020). Angka tersebut sesuai dengan data yang ada merupakan kontribusi sebesar 7,38% terhadap PDB ( Pendapatan Domestik Bruto) secara nasional. Dan prediksinya hingga memasuki tahun 2020 angkanya akan meningkat menjadi 12%. Hal itu salah satunya di sumbang oleh sub sektor teknologi informasi dengan peningkatan pengguna internet secara nasional mencapai 51,8% dari total penduduk Indonesia.

Dengan semua penjelasan diatas, pada akhirnya kita bisa menyimpulkan bahwa dalam Era Industri 4.0 ini setidaknya ada 4 sektor yang sangat berperan dalam memberikan kontributor positif bagi indutri kreatif yaitu :

  1. Tumbuhnya pengguna layanan data
  2. Maraknya penggunaan sosial media
  3. Hadirnya ragam marketplace
  4. Dukungan kuat industri jasa kiriman.

ERA INDUSTRIALISASI 4.0 MAKIN MENINGKATKAN EKSISTENSI APLIKASI CRM PADA SEBUAH BISNIS

Sebenarnya kehadiran Era Industri 4.0 dalam kaitan industri kreatif di Indonesia, pada akhirnya membawa konsekuensi tertentu dalam sub sektor bisnisnya. Tidak saja konsekuensi positif tapi ada juga konsekuensi negatifnya. Bicara soal dampak positif, adalah mata rantai perdagangan akan semakin pendek dengan hadirnya digitalisasi di sistem distribusi produk. Sehingga hal itu bagi industri kreatif seperti sub sektor garmen, kerajinan dan sejenisnya akan membuat industrinya makin agresif karena perkembangan industrinya di dukung oleh teknologi digital.

Sementara dampak negatifnya adalah terjadi spesialisasi SDM ( karyawan ) dalam industri kreatif. Khususnya terkait penyerapan tenaga kerja, maka yang terjadi adalah pada level bawah mesti dibutuhkan karyawan yang memiliki spesialisasi khusus terkait perannya sebagai supporting dalam industri kreatif yang berbasis Era Industri 4.0

Handri Kosada, CEO Barantum.com memberikan statemen-nya terkait apa yang terjadi pada industri kreatif di Indonesia. “Sebenarnya 4 elemen penting yang mempengaruhi industri kreatif dalam Era Industri 4.0 kesemuanya mesti bersumber dari customer. Kenapa, karena ke-4 elemen tersebut memang mengandalkan database customer untuk memaksimalkan perkembangan dan pengembangan industrinya,” kata Handri Kosada.

Deskripsi dari apa yang di sampaikan oleh Handri adalah sebagai berikut : bahwa elemen yang menyangkut tumbuhnya pengguna layanan data, maraknya pengguna sosial media hingga berkembangnya ragam marketplace. Sejatinya ke semua hal itu dasar bagi pelaku industri untuk bisa memberikan service yang paripurna kepada customer. Harapannya dengan optimalisasi service yang diberikan kepada customer, maka bisa di pastikan klien dan calon klien akan bisa diarahkan menjadi loyal customer.

KOLABORASI PEMERINTAH & SWASTA GUNA MEMAKSIMALKAN POTENSI INDUSTRI KREATIF DI ERA INDUSTRI 4.0

Pernyataan yang disampaikan oleh Handri Kosada, memang menjadi sebuah perhatian bersama tidak saja pelaku industri kreatif-nya sendiri tetapi juga peran aktif pemerintah terkait dalam hal ini sebagai penentu dan pembuat kebijakan yang terkait dengan industri kreatif tersebut.

Karena berdasarkan data yang disampaikan oleh BPS ( Biro Pusat Statistik) yang bekerja sama dengan Bekraf ( Badan Ekonomi Kreatif) yang di publikasikan pada tahun lalu. Ternyata kondisi industri kreatif nasional saat ini adalah sebagai berikut : 92,37% kegiatan industri kreatif kondisinya masih di jalankan dengan modal dari pengusahanya sendiri ( self funded), sementara prosentase 88,95% para pelaku industri kreatif belum memiliki hak intelektual properti. Padahal ketika kita bicara soal industri kreatif maka soal HAKI sudah mesti menjadi perhatian bersama.

Sedangkan terkait hal penting yang menjadi perhatian lainnya adalah soal konsentrasi pemasaran produk kreatif nasional yang ada di Indonesia. Hingga saat ini pemasaran industri kreatif Indonesia masuk di dominasi oleh pemasaran lokal dengan persentase-nya sebesar 97,36%. Artinya apa, pasar lokal masih mendominasi industri kreatif nasional. Padahal jika kolaborasi pemerintah dan swasta bisa di jalankan dengan baik sudah barang tentu pasar internasional bisa di garap dengan cukup baik.

Itulah kenapa, diatas telah di jelaskan bahwa untuk mengatasi beberapa kendala yang menjadi hambatan dalam pengembangan industri kreatif nasional salah satunya bisa di carikan solusinya dengan menerapkan sistem CRM secara maksimal. Karena sistem ini sebenarnya bukan semata hanya sistem untuk bisa memaksimalkan kerja team sales semata tapi ada beberapa hal yang pada akhirnya menjadi satu keunggulan dari sistem CRM untuk bisa meningkatkan kinerja dari perusahaan yang bersangkutan.

Seperti penjelasan beberapa hal berikut yang akan makin menguatkan posisi CRM sebagai sebuah alat untuk mendukung perkembangan bisnis sebuah perusahaan. Pertama CRM adalah sebuah sistem yang terintegrasi untuk membantu perusahaan memaksimalkan potensi yang di miliki oleh customer. Dengan begitu perusahaan akan bisa mendapatkan beragam informasi update dari customer dari mulai : keluhan customer, permintaan atau keinginan customer terhadap sebuah produk, hingga jenis-jenis service seperti apa yang sejatinya di inginkan oleh customer.

Kedua CRM bisa menjadi alternatif solusi terbaik bagi perusahaan. Karena dengan melihat permasalahan yang disampaikan oleh customer, pada akhirnya perusahaan akan bisa dengan mudah mencarikan solusi terbaik untuk customer. Karena dengan beragamnya karakter yang dimiliki oleh customer serta ber-variasinya produk hasil industri kreatif yang ada di Indonesia, pada akhirnya kesemuanya itu akan menghasilkan satu potensi bisnis yang menarik jika semua pihak bisa menjadi satu kesatuan yang nyata. Dan untuk mendukung ke semua hal itu, ada baiknya bisa di mulai dengan optimalisasi sistem CRM sebagai sarana untuk lebih mendekatkan perusahaan dengan customer-nya.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: