Sistem Perdagangan Juga, Tips Investasi Saham

Peringkat broker opsi biner:

Ingin Tahu Sistem Perdagangan Saham? Simak Artikel Berikut

Jakarta, CNBC Indonesia – Bagi investor pemula, seringkali langsung bertransaksi saham tanpa mengetahui mekanisme perdagangannya secara lengkap. Ada baiknya investor pemula menyimak artikel berikut sebagai tambahan pengetahuan dalam berinvestasi saham.

Bagi investor yang telah lama berkecimpung di pasar saham, membaca materi ini mungkin hanya mengulang saja.

Yuk kita mulai pembahasannya

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), efek mengandung artian surat berharga layaknya surat deposito.

Layaknya Jual-beli di Pasar Tradisional, Bursa memfasilitasi pesanan beli (buy order) maupun pesanan jual (sell order) dari para Investor. Jual-beli tersebut dilakukan secara lelang (continuous auction) elektronik melalui sistem bernama Jakarta Automated Trading System (JATS) Next G.

Instrumen yang diperdagangkan bursa tidak haya saham, ada instrumen keuangan lainnya yang sifatnya jangka panjang, misal: Obligasi, Reksa Dana, instrumen derivatif (Waran, Opsi), alternatif instrumen investasi (EBA, ETF, DIRE).

Sebelum mulai bertransaksi saham, ada baik seorang mengenal jenis pasar di mana investor akan mulai melakukan jual-beli?

Peringkat broker opsi biner:

#1 Pasar Perdana

Pasar perdana merupakan pasar di mana suatu saham diperdagangkan untuk pertama kalinya secara langsung kepada para investor sebelum diperdagangkan secara umum di Bursa.

Pasar perdana juga dikenal dengan istilah Initial Public Offering – IPO, yang mana transaksinya tidak dikenakan biaya (fee).

Sebelum menerbitkan saham baru, para pemegang saham lama biasanya ditawarkan Hak untuk Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada harga tertentu agar persentase kepemilikannya tidak terdilusi akibat penerbitan lembar/unit saham baru.

Melalui Pasar Perdana ini perusahaan mendapatkan tambahan modal berupa uang tunai (fresh money) karena menerbitkan saham baru. Karena sahamnya dijual ke publik, maka pemilik perusahaan menjadi cukup banyak.

Setelah Pasar Perdana, kemudian saham perusahaan akan mulai dicatatkan dan berpindah ke Pasar Reguler untuk diperdagangkan secara umum antar para investor. Kemudian Perusahaan akan disebut dengan embel-embel emiten (berasal dari kata emission) sebagai tanda menjadi perusahaan yang sahamnya dapat dimiliki publik.

Jadwal pemesanan saham tersebut diatur oleh underwriter (penjamin emisi) dari pihak sekuritas, yang mana pengumumannya biasanya dilakukan melalui media masa cetak maupun elektronik.

Berlanjut ke pasar reguler pada halaman selanjutnya >>>

7 Cara Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Memulai investasi saham sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin berinvestasi jangka panjang karena menawarkan keuntungan yang besar. Dengan cara membeli saham, Anda dapat memperoleh sebagian kepemilikan atau ekuitas di suatu perusahaan publik.

Sebagai pemula, mungkin Anda bingung bagaimana cara memulai investasi saham dan dimana harus membeli produk investasi tsb. Di Indonesia, terdapat sebuah tempat perdagangan saham yang bernama Bursa Efek Indonesia (BEI) namun masalahnya Anda tidak dapat membeli langsung di BEI tetapi ada ketentuan khusus yang harus Anda ketahui dan ikuti. Cara investasi saham di BEI mengharuskan investor memiliki rekening efek / saham perusahan sekuritas, broker saham, bank ataupun lembaga keuangan yang bekerja sama dengan BEI.

Perdagangan jual beli saham di BEI ini dilakukan secara otomatis yang terhubung dengan sistem jaringan komputer trading saham online.

Semua petunjuk mengenai cara berinvestasi saham telah dituangkan juga dalam situs resminya BEI (www.idx.co.id). Malah sekarang ada program kampanye yang sedang diselanggarakan oleh BEI terkait investasi saham “Yuk Nabung Saham” dengan tujuan memberikan memberikan edukasi pada masyarakat tentang mudahnya cara invest saham dan menambah jumlah saham secara berkala.

Walaupun demikian, bagi Anda yang bingung membaca petunjuk cara memulai investasi saham yang disediakan oleh BEI, pada kesempatan ini CaraInvestasiBisnis.Com akan mengulasnya untuk Anda. Mudah-mudahan bahasa yang kami gunakan mengenai cara berinvestasi saham ini dapat lebih dimengerti terutama oleh para pemula.

Ilustrasi cara memulai saham bagi pemula agar meraih keuntungan optimal

Cara Memulai Investasi Saham Untuk Pemula

Untuk mengetahui cara bermain saham sebaiknya Anda belajar saham terlebih dahulu. Bagaimana cara beli saham, bagaimana transaksi jual beli saham di BEI dsb. Apalagi bagi Anda yang berniat terjun pada bisnis saham harus mengetahui bagaimana cara membeli saham yang menguntungkan.

Nah bagi Anda para pemula yang ingin belajar saham, berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda dalam memulai investasi saham, yaitu:

1. Kenali Produk Investasi Saham

Cara investasi saham yang pertama adalah mengenali produk investasi itu sendiri, apakah itu saham? Dan apa risiko dan keuntungan investasi saham?

Saham merupakan bagian kepemilikan dari suatu badan usaha /perusahaan. Untuk memulai investasi saham maka Anda diharuskan membeli / memiliki sebagian atau beberapa bagian dari perusahaan tsb. Dan ini artinya Anda akan memiliki kesempatan menjadi pemilik perusahaan dan berhak untuk mendapatkan keuntungan perusahaan tsb yang dikenal dengan istilah dividen.

Selain mendapatkan dividen, keuntungan investasi saham lainnya adalah mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan beli. Untuk mendapatkan keuntungan tentunya Anda harus menjual saat harga saham lebih tinggi dari harga saat Anda membelinya.

Selain keuntungan investasi saham, Anda pun harus mengenali risiko berinvestasi saham sebelum Anda memulai investasi saham itu sendiri. Seiring dengan prinsip investasi, “high risk high return“, jadi walaupun keuntungan investasi saham sangatlah menggiurkan maka Andapun harus bijak dan cermat karena potensi kerugiannya pun cukup tinggi seperti bila perusahaan yang dibeli sahamnya tsb merugi atau malah gulung tikar.

Sebelum memulai investasi saham, Anda pun harus mengerti bahwa jenis investasi ini sangat cocok untuk jangka panjang. Bila tujuan investasi Anda jangka pendek sebaiknya carilah instrumen investasi lainnya yang lebih cocok.

2. Memilih Perusahaan Sekuritas

Langkah selanjutnya dalam memulai investasi saham adalah memilih perusaahan sekuritas. Hal ini dilakukan karena para investor tidak bisa langsung membuka rekening saham di BEI, maka Anda diharuskan untuk memilih perusahaan sekuritas / broker saham / pialang saham sebagai perantara untuk jual beli saham ataupun sebagai manager investasi.

Di Indonesia sendiri, perusahaan sekuritas tempat membeli saham jumlahnya cukup banyak, ada yang dimiliki oleh pemerintah / BUMN (contoh: BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dll), milik swasta nasional (contoh: Sinarmas Sekuritas, Panin Sekuritas, dll), bahkan ada yang dimiliki perusahaan asing (contoh JP Morgan Securities, Kim Eng Securities, dll).

Pemilihan perusahaan sekuritas untuk memulai investasi saham sebaiknya dilakukan mengikuti beberapa tips berikut ini, yaitu:

  • Perusahaan tsb terdaftar dan bekerja sama dengan BEI
  • Perusahaan tsb mudah Anda jangkau lokasinya
  • Perusahaan tsb dikenal baik reputasinya

Selain itu sebelum Anda memilih perusahaan sekuritas untuk memulai investasi saham, sebaiknya Anda bandingkan dulu layanan dan biayanya. Anda pun harus memutuskan apakah perusahaan tsb hanya sebagai broker (hanya sebagai perantara saja) atau manajer investasi (diberi kuasa untuk mengendalikan investasi Anda).

3. Membuat Rekening Saham

Setelah Anda mengetahui apa itu saham, maka langkah selanjutnya dalam memulai investasi saham adalah membuat rekening saham di perusahaan sekuritas yang Anda pilih.

Pembukaan rekening saham sendiri sangat mirip dengan pembuatan rekening tabungan, dimana Anda diharuskan mengisi beberapa data pribadi seperti identitas, data usaha / pekerjaan, data ahli waris, dan harus melampirkan copy identitas dan buku rekening tabungan.

Untuk membuka rekening saham di perusahaan sekuritas ini tentunya memerlukan biaya awal, ada yang mensyaratkan saldo minimal 5 juta rupiah, namun ada pula yang lebih, untuk biaya pastinya silahkan Anda hubungi perusahaan sekuritas tsb.

Tingginya setoran awal ini karena memang syarat pembelian saham adalah minimal 1 lot (100 lembar saham).

Nah bila dirasa setoran awal ini kemahalan, tenang saja karena masih ada alternatif cara investasi saham yaitu dengan program menabung saham di bank yang dapat dimulai dengan setoran awal 100 ribu rupiah saja.

4. Memilih Saham

Setelah Anda memiliki rekening saham dan memiliki saldo seperti yang disyaratkan oleh perusahaan sekuritas maka langkah selanjutnya dalam memulai investasi saham adalah membeli sejumlah saham. Namun sebelumnya Anda harus memilih saham yang tepat, yaitu saham yang memberikan keuntungan terbesar namun risiko terkecil untuk investasi Anda.

Dalam pemilihan saham yang tepat, Anda perlu melakukan analisa tentang kondisi perusahaan yang sahamnya akan dibeli tsb, apakah perusahaan tsb sehat dan berkembang? Anda pun perlu memperhatikan grafik harga saham yang bersangkutan agar dapat menentukan timing (waktu) pembelian yang tepat, yaitu apakah harus membeli sekarang atau tunggu beberapa hari lagi?

Untuk mengetahui saham apa saja yang terdaftar dan harga pergerakannya, silahkan Anda kunjungi situs BEI. Di situs tsb terdapat daftar LQ45 yaitu 45 perusahaan dengan nilai transaksi tertinggi atau likuiditas tertinggi.

Anda pun dapat bertanya pada perusahaan sekuritas yang Anda pilih untuk memberikan beberapa rekomendasi dalam cara invest saham ini.

5. Cara Membeli Saham

Tahap selanjutnya dalam memulai investasi saham adalah membeli saham. Perlu Anda ketahui bahwa ada 2 cara beli saham, yaitu:

  • Melalui broker (pialang saham), yaitu Anda meminta broker (tempat Anda membuka rekening saham) melakukan pembelian saham untuk Anda.
  • Melalui order langsung secara online yaitu Anda membeli saham sendiri melalui Trading Saham Online System. Sistem ini biasanya disediakan oleh broker kepada para nasabahnya yang kemudian harus diinstall di perangkat komputer / gadget masing-masing.

cara memulai investasi saham bagi pemula

Anda diharuskan membeli saham setidaknya 1 lot yang terdiri dari 100 lembar saham, untuk itu penting sekali Anda menyiapkan dana minimal sejumlah itu. Selain itu Anda pun harus menyiapkan biaya lainnya seperti PPN 10% dan komisi pialang saham.

Saldo di rekening saham Anda akan terpotong otomatis saat membeli saham tsb.

6. Menjual Saham

Dalam investasi saham, kita tentunya dapat menjual saham yang kita miliki saat diperlukan. Namun akan alangkah baiknya bila Anda menjual saat harga jual saham tsb lebih tinggi dibandingkan harga beli sehingga Anda masih mendapatkan keuntungan.

Seperti halnya membeli saham, menjual saham pun dapat dilakukan secara langsung oleh Anda sendiri atau melalui broker. Uang hasil penjualan saham akan ditransferkan otomatis ke rekening saham Anda.

7. Baca Situasi Pasar

Semua orang tentunya ingin investasi yang menguntungkan dan terhindar dari kerugian. Saham termasuk salah satu produk investasi yang terpengaruh situasi pasar baik iklim politik, keamanan, ekonomi, dll. Fluktuasi harga saham sebaiknya dicermati karena bisa jadi sekarang turun namun naik di masa datang. Nah khusus bagi Anda yang tidak menggunakan jasa manager investasi, sebaiknya Anda pun jeli membaca situasi pasar kapan Anda harus membeli dan kapan harus menjual agar investasi saham tsb benar-benar menguntungkan.

Belajar saham tak hanya cara jual beli saham tapi juga harus mengamai perkembangan pasar modal itu sendiri.

Penutup

Dia atas sudah dijelaskan 7 langkah cara investasi saham bagi pemula. Perbanyaklah membaca panduan investasi saham dan kisah sukses para investor saham seperti Warren Buffet dll agar Anda selalu mendapatkan inspirasi dan termotivasi. Jangan lelah untuk terus belajar saham. Dengan pengetahuan dan pengalaman, seorang amatir pun dapat menjadi seorang ahli investasi saham.

Semoga cara memulai investasi saham yang perlu Anda ketahui sebagai pemula di atas dapat bermanfaat …

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: