Sistem Perdagangan Masa Depan Yang Bagus – Pebisnis Global Yakin Sistem Perdagangan Dunia Akan Pulih

Peringkat broker opsi biner:

Pebisnis Global Yakin Sistem Perdagangan Dunia Akan Pulih

Jakarta – Bloomberg merilis survei global bertajuk New Economy yang melibatkan 2.000 pelaku usaha profesional dari 20 negara. Survei mengungkapkan bahwa tujuh dari 10 pelaku usaha (74 persen) optimistis bahwa sistem perdagangan global dapat pulih kembali dalam jangka panjang di tengah ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Para pelaku usaha juga memprediksi bahwa Tionghoa (86 persen), Amerika Serikat (70 persen), dan Jepang (36 persen) akan menjadi tiga negara teratas dengan perekonomian terbesar dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

“New Economy Survey bertujuan memahami pandangan dan sentimen publik mengenai perekonomian dunia yang saat ini sedang mengalami perubahan. Hal ini merupakan tema utama yang akan kami bahas dalam New Economy Forum di Singapura bulan depan,” kata Chief Executive Officer, Bloomberg Media Group, Justin B. Smith, dalam keterengan tertulisnya Senin (22/10).

Lebih dari separuh responden (55 persen) meyakini bahwa dalam waktu lima tahun ke depan, perdagangan global akan meningkat. Dana Internasional Moneter (IMF) sempat memperingatkan bahwa konflik perdagangan akan menekan pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,7 persen dari 3,9 persen pada tahun 2020.

Dengan kemunculan ekonomi baru, separuh pelaku usaha global yang disurvei meyakini bahwa era globalisasi yang mengedepankan perdagangan bebas dan prinsip perbatasan terbuka (open broders) merupakan hal efektif. Namun responden menegaskan perdagangan bebas perlu disesuaikan dengan masing-masing negara sehingga menghasilkan manfaat optimal bagi perekonomian.

Survei ini juga menunjukkan bahwa global governance (26 persen) dianggap sebagai tantangan utama yang perlu dibenahi. Hal ini dikemukakan responden dari India (39 persen), Filipina (35 persen), Malaysia (31 persen), dan Timur Tengah (41 persen).

Kondisi ini menunjukkan adanya kurang kepercayaan pelkau usaha terhadap kepemimpinan pemerintah. Namun tiga perempat (75 persen) responden berpendapat bahwa pemimpin bisnis dan pemerintah di dunia harus menjadi penggerak utama mengatasi tantangan global. Di sisi lain, sekitar 10 persen responden merasa hanya perusahaan dan sektor swasta yang mampu mengatasi tantangan global.

Peringkat broker opsi biner:

“Perusahaan swasta harus memilki andil besar dan memimpin upaya mengatasi tantangan global. Ekonomi baru semakin berpengaruh besar dalam perdagangan global. Dunia pun semakin berubah, oleh karenanya, penting untuk melakukan pembahasan dan melakukan tindakan nyata secara jangka panjang,” kata Smith.

Survei juga menunjukkan bahwa para responden menunjukkan optimisme terhadap prospek perdagangan di negara-negara berkembang dibandingkan dengan prospek di negara maju (terutama di negara-negara maju yang menjalankan prinsip proteksionis). Setidaknya tiga dari lima (63 persen) responden dari negara berkembang meyakini bahwa dalam waktu lima tahun ke depan, perdagangan di dunia akan meningkat. Hal ini dikemukakan responden dari Tiongkok (66 persen), Indonesia (74 persen), Filipina (76 persen), Thailand (80 persen), dan India (71 persen).

Pandangan ini berbeda dengan responden dari negara maju karena hanya satu pertiga (36 persen) yang optimistis akan semakin banyak perdagangan di dunia dalam waktu lima tahun ke depan.

Bloomberg’s Chief Economist Tom Orlik, mengatakan perang dagang tidak menimbulkan efek yang besar di negara-negara berkembang. “Jika pelaku usaha tetap optimistis terhadap prospek perdagangan, maka perekrutan tenaga kerja dan investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi meskipun tarif masuk terus naik,” kata dia.

Responden dari negara berkembang juga lebih percaya diri terhadap masa depan bisnis daripada responden negara maju. Setidaknya 66 persen responden dari negara berkembang sedang mempelajari teknologi baru dibandingkan 43 persen responden negara maju. Lalu, 56 persen responden negara berkembang berupaya meningkatkan keterampilan dibandingkan 29 persen responden negara maju.

Selain itu, responden negara berkembang semakin menyadari pentingnya memulai jenis usaha baru (35 persen) dan menjadi lebih memahami isu-isu terkait lingkungan hidup (50 persen), dibandingkan responden negara maju (10 persen dan 37 persen).

Survei juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, 60 persen responden mulai mempelajari teknologi baru untuk menghadapi masa depan. Namun tingkat pembelajaran teknologi di negara maju (43 persen), terutama Amerika Serikat (30 persen), Inggris (33 persen) dan Jerman (42 persen) ternyata lebih rendah dibandingkan negara berkembang.

Para pelaku usaha dari negara-negara berkembang sangat terbuka dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegent/AI) karena dapat menghadirkan peluang kerja baru. Pandangan ini banyak dikemukakan repsonden dari Tiongkok, India, dan Vietnam.

Namun hanya lima persen responden dari negara berkembang yang tidak berencana melakukan apa pun untuk menghadapi tantangan masa depan. Di sisi lain, responden dari negara maju (27 persen) tidak akan melakukan apa pun untuk menghadapi tantangan masa depan.

Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah perdagangan antara dua belah pihak yang berasal dari negara yang berbeda, berdasarkan pada perjanjian yang telah disepakati bersama. Pihak yang melakukan perdagangan ini dapat berupa individu, perusahaan atau pemerintah.

Sebagian dari teman-teman mungkin pernah membeli barang-barang impor, seperti misalnya tas, kosmetik, atau barang-barang lainnya. Selain barang, cukup banyak pula bahan makanan yang teman-teman nikmati ternyata merupakan produksi dari luar negeri. Barang-barang tersebut dapat tersedia di Indonesia karena adanya perdagangan secara internasional.

Teori perdagangan internasional

Secara umum terdapat dua teori yang mendasarinya, yaitu:

Teori keunggulan mutlak

Teori ini menyatakan bahwa perdagangan internasional akan memberikan keuntungan pada negara yang dapat memproduksi dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga yang ditetapkan di negara lain. Ilustrasi akan diberikan pada tabel di bawah ini:

Karena negara A memiliki efisiensi dalam memproduksi buku sementara negara B memiliki efisiensi dalam memproduksi pensil, maka perdagangan antara negara A dan B akan memberikan keuntungan jika A menjual buku dan B menjual pensil

Teori keunggulan komparatif

Berdasarkan teori ini, meskipun suatu negara tidak memiliki keunggulan mutlak dalam memproduksi barang, negara tersebut dapat melakukan perdagangan internasional pada barang yang paling produktif dan efisien untuk diproduksi. Ilustrasinya akan dibahas pada tabel berikut ini:

Jika kita lihat pada dasarnya negara A memiliki keunggulan baik dalam produksi pensil maupiun buku. Meskipun demikian, biaya relatif pensil yang diproduksi di negara A lebih besar dibandingkan negara B (1 pensil di negara A = 2 buku di negara A, sementara 1 pensil di negara B = 1 buku negara B). Oleh karenanya negara A dan B dapat melakukan perdagangan, dengan A memproduksi buku dan B memproduksi pensil.

Bentuk perdagangan internasional

  • Perdagangan bilateral
    Adalah perdagangan yang dilakukan antar dua negara
  • Perdagangan regional
    Adalah perdagangan yang dilakukan oleh negara-negara yang berada pada lingkup kawasan tertentu, misalnya ASEAN, negara uni Eropa
  • Perdagangan multilateral
    Adalah perdagangan antar negara tanpa dibatasi kawasan tertentu

Faktor pendorong perdagangan internasional

  • Ketersediaan sumber daya alam
    Tidak semua negara merupakan penghasil rempah-rempah, atau tidak semua negara merupakan penghasil bahan tambang
  • Perbedaan faktor produksi
    Meskipun memiliki sumber daya melimpah, tidak semua negara memiliki modal dan pengetahuan untuk mengolah sumber daya alam tersebut
  • Dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
    Tidak semua kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi dengan produksi dalam negeri.
  • Memperoleh keuntungan dari perdagangan antar negara
    Keuntungan yang diperoleh meningkat karena semakin besarnya pangsa pasar dari barang yang diproduksi
  • Keinginan untuk memperluas pasar
    Perluasan pasar diperlukan untuk mencapai skala ekonomis dalam berproduksi
  • Keinginan melakukan kerjasama dengan negara lain
    Perdagangan internasional dapat menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk mempererat hubungan dengan negara lain sehingga kerjasama dalam bidang lain dapat tercipta

Manfaat perdagangan internasional

  • Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negara sendiri
    Masyarakat negara Indonesia dapat mengkonsumsi kurma walaupun tidak dapat tumbuh di Indonesia
  • Memperluas pasar sehingga meningkatkan efisiensi produksi
    Dengan adanya perdagangan internasional maka pasar untuk barang yang diproduksi di suatu negara akan bertambah sehingga akan meningkatkan skala ekonomis sehingga biaya produksi semakin murah
  • Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
    Walau pun A negara dapat memproduksi barang X yang juga diproduksi di negara B, negara A dapat melakukan spesialisasi pada barang lain yang lebih efisien diproduksi dan mengimpor barang X dari negara B.
  • Sebagai sumber devisa negara
    Adanya perdagangan internasional akan memberikan devisa pada negara yang menjual barang ke luar negeri. Devisa ini dapat digunakan untuk membeli barang dari luar negeri yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
  • Mendorong alih teknologi
    Dengan melakukan perdagangan dengan negara maju, negara berkembang dapat mempelajari teknologi yang digunakan, sehingga mendorong peningkatan pengetahuan akan teknologi di negara berkembang.

Kontributor: Agnestesia Putri
Alumni Ilmu Ekonomi UI

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: