Strategi Forex Mengungkapkan Ichimoku XM Merayakan Kehadiran ke-6 tahun di Indonesia – Makan Malam

Peringkat broker opsi biner:

5 Hal Penting Yang Harus Diperhatikan Dalam FOMC Desember 2020

Berita Forex

Rapat yang terselenggara secara rutin dari bank sentral AS, atau disebut juga dengan rapat moneter FOMC yang akan di laksanakan pada di bulan ini pada tanggal 14-15 Desember ini, terlihat menjadi event yang di nantikan banyak orang di dunia ini lebihnya para pelaku pasar dan ekonom. Sebelum pasar sepi selama liburan Natal dan Tahun Baru, maka pertemuan moneter ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk di pahami apa hasilnya nanti. Bukan hanya untuk menantikan seperti apa kebijakan the Fed untuk suku bunga nanti, adapun beberapa sinyal-sinyal dari kebijakan moneter The Fed untuk tahun depan juga menjadi fokus utama.

Adapun perangkat CME Fed Watch berada di saat ini telah memasang persentasi 97.2 % kepada kemungkinan kenaikan pada tingkat suku bunga dari Federal Reserve untuk pekan ini. Rentang tingkat suku bunga yang di harapkan adalah 0,50% sampai 0,75%.

Masih terngiang di dalam ingatan yang ada di tahun lalu, berada di tahun 2020 silam, setelah selama beberapa tahun suku bunga The Fed turun ke 0.00 sampai dengan 0,25 %, setelah itu Janet Yellen dan rekan-rekannya dengan bulat memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin berada di 0,50% untuk pertama kalinya.

Ada 5 hal yang harus di perhatikan di dalam FOMC Desember ini, menutur ekonom Mohamed El Erian dari Bloomberg di antaranya adalah :

1. Fed Rate Hingga 25 basis poin

Kenaikan suku bunga sampai dengan 25 basis poin di kali keduanya setelah selama satu dekade. Dengan kondisi ini dipertimbangkan dari dua factor seperti di antaranya target inflasi di 2% dan full employmen, di tambah dari ekspektasi pasar tengan bunga. Lebih dari itu, kebijakan yang sering di sebut dengna Fed Hike ini diterapkan setelah adanya gejolak yang ada di luar kawasan AS, seperti referendum Italia yang sudah mereda.

Peringkat broker opsi biner:

2. Tingkat Ketenagakerjaan Dan Tingkat Inflasi

Lebih dari itu masalah dua factor yang menjadi pertimbangan keputusan kenaikan suku bunga, kebijakan moneter bank sentral AS tersebut bisa di pengaruhi karena adanya penurunan pada tingkat pengangguran menjadi 4,6%. Akan tetapi partisipasi tenaga kerja yang sudah turun menjadi 4,6% walaupun lapangan pekerjaan yang baru masih di dalam tingkat solid. Sedangkan itu, dalam hal inflasi sedikit laju inflasi yang sesuai dengan perkiraan pasar, sudah terganjal karena adanya penurunan pendapatan perjam dari beberapa pekerja di sana.

3. Beberapa Kali Kenaikan Suku Bunga di Tahun 2020

Petunjuk selanjutnya, The Fed bisa memberikan kabar akan kemungkinan ada berapa kali kenaikan suku bunga berada di tahun 2020. Bukan masalah untuk antisipasi atas solidnya perekonomian AS ditahun depan, akan tetapi disebabkan prediksi bakal seberapa besar laju inflasi dan pertumbuhan yang sehubungan dengan kebijakan terbaru Donald Trump.

Pertimbangan yang butuh di cerna adalah seberapa aktif kebijakan fiscal AS khususnya jika besarnya belanja infrastruktur, bisa membuat normalisasinya kebijakan moneter jadi lebih pesat lagi.

4. “Blue Dot” The Fed

Titik Biru atau disebut juga dengan Blue Dot FOMC yang di gunakan the Fed untuk mencari indicator ekspektasi para anggota The Fed per individu masalah masa depan suku bunga tidak turun signifikan. Lebihnya lagi sebagian besar mengirakan tidak ada perubahan. Sedangkan ekspektasi pasar memandang bakal terjadi kenaikan.

5. Menunggu Kebijakan Ekonomi Donald Trump

Adanya pengatatan moneter kini masih menjadi pembicaraan yang ramai di pasar, para anggota the Fed sendiri yang sebetulnya lebih memilih untuk menantikan rincian kebijakan Trumponomics. Maka dari itu prediksi kebijakan ke depan pada dasarnya masih tergantung data.

Kendati nuansa pengetatan moneter mendominasi pasar, para anggota The Fed sebetulnya lebih memilih untuk menunggu rincian kebijakan ekonom Trump. Sehingga, prediksi kebijakan ke depan pada dasarnya tergantung pada data.

Daftar Saham Kapitalisasi Kecil Yang “Masuk Dalam Radar”

Bagi para investor yang ingin mencari saham yang tumbuh dengan cepat, mungkin Mike Balkin dan Ward Sexton, manajer dari dana pertumbuhan William Blair Small Cap Growth, dapat dijadikan panutan. Mereka yang telah memiliki lebih dari 94% dana dari saham berkapitalisasi kecil, menurut Morningstar. Kedua manajer tersebut baru-baru saja ini memberikan tambahan wawasan bagi Barron mengenai pilihan holding yang akan dijadikan portofolio oleh mereka: 1) Ligand Pharmaceuticals Inc., sebuah perusahaan perawatan kesehatan kecil; 2) Codexis Inc., sebuah perusahaan rekayasa protein; 3) Varonis Systems Inc., perusahaan perangkat lunak keamanan; dan 4) Boot Barn Holdings Inc., pengecer sepatu bot dan sepatu kerja.

Pertumbuhan Yang Meledak

Dihitung pada 17 Agustus 2020, pukul 10:30

The William Blair Fund

Perusahaan ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1999, dengan 80-90 saham kepemilikannya sekarang bernilai $ 668 juta dan berada di peringkat teratas selama 15 tahun terakhir. Dana holding tersebut memiliki rata-rata 19,4% per tahun selama tiga tahun terakhir dan telah mengungguli Indeks Pertumbuhan Russell 2000 sebanyak dua poin persentase dalam setiap sepuluh tahun terakhir.

Sementara fokus utama perusahaan ini adalah pada pertumbuhan saham, kedua manajer dan masing-masing anggota tim dari sembilan sektor yang berbeda saling mengumpulkan berbagai macam ide yang dilihat dari berbagai sudut pandang dan datang berdasarkan berbagai alasan. Hal yang menjadikan strategi ini unik adalah mereka mencari perusahaan yang sedang berkembang yang belum ditemukan atau belum dipahami oleh pasar lainnya, dan mereka “tidak takut menjadi contrarian,” ujar Balkin kepada Barron.

Biasanya, pilihan holding mereka jatuh ke dalam tiga kategori berikut: 1) perusahaan dengan pertumbuhan yang masih tradisional; 2)perusahaan yang belum dikenal; dan / atau 3) perusahaan dengan pertumbuhan yang tumbang.

Ligand Pharmateuticals

Salah satu perusahaan yang belum dikenal adalah Ligand, yang mengembangkan produk dengan perusahaan farmasi lain, dimulai pada 1987 dan sejak saat itu menjadi perusahaan dengan profit yang sangat tinggi. Balkin yakin bahwa perusahaan ini sedang berusaha mencapai angka $ 10 per saham pada tahun 2021, naik dari angka $ 6 per saham pada tahun 2020 ini. Hal tersebut menempatkan Ligand “tepat sebagai nama perusahaan dengan pertumbuhan kualitas tradisional,” ujar Balkin.

Codexis

Pada awalnya, perusahaan ini menerima dana dari Royal Dutch Shell untuk menggunakan kemampuan rekayasa proteinnya guna mempercepat produksi etanol,. Akan tetapi, pasar kehilangan kepercayaan pada Codexis ketika pasar ethanol telah jatuh. Berbeda dengan pemahaman Balkin dan Sexton, mereka paham bahwa teknologi Codexis memiliki aplikasi yang jauh lebih luas di industri lain.

Varonis System

Perusahaan ini tidak memiliki investor dan analis yang banyak ketika Balkin dan Sexton pertama kali menemukan perusahaan perangkat lunak keamanan ini. Sistem yang ditawarkan oleh Varonis menonjol bagi para manajer karena kemampuannya yang membedakan untuk tidak hanya melihat ancaman eksternal tetapi juga ancaman internal, seperti karyawan atau vendor yang bertindak jahat atau mengakses data yang terlarang. Mereka percaya perusahaan ini dapat menumbuhkan pendapatan dengan tingkat 30% per tahun selama tiga hingga lima tahun ke depan.

Boot Barn Holdings

Karena kemalangan yang terjadi karena “go public:, sama seperti harga minyak yang merosot pada akhir 2020, peritel pakaian dan sepatu bot terbesar di Amerika ini dianggap sebagai salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi yang sedang jatuh. Tim William Blair mengambil saham perusahaan ini pada bulan Juli 2020 dan sahamnya telah naik lebih dari tiga kali lipat, karena perusahaan ini memperluas margin pada bisnis private-label yang sedang berkembang.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: