Strategi Jangka Waktu Banyak Forex Manajemen Jangka Panjang (Long Term)

Peringkat broker opsi biner:

Manajemen Jangka Panjang (Long Term)

Dibaca Normal 9 menit

Manajemen jangka panjang dalam trading forex bisa memberikan peluang profit lebih besar apabila Anda mengetahui cara menerapkannya dengan bijak.

Manajemen jangka panjang sangatlah diperlukan bagi Anda yang berniat untuk melakukan Long Term Trading. Trading dengan jangka panjang artinya profit yang diperoleh tidak didapatkan seketika itu juga, melainkan harus bersabar menunggu dalam hitungan hari, minggu, bahkan bulanan. Hal ini wajar mengingat dalam trading forex, seorang long term trader akan menahan posisi open untuk jangka waktu yang lama, bisa beberapa hari bahkan sampai beberapa minggu. Exit baru dilakukan jika profit yang dihasilkan sudah maksimal.

Jadi jangan heran jika floating minus yang dimiliki long term trader bisa mencapai 100 pips atau bahkan lebih. Hal ini merupakan sesuatu yang biasa dan bukan sebuah beban. Mereka sudah memperhitungkan bahwa akun trading mereka bisa menahan posisi minus hingga ratusan pips. Lagipula, mereka yang memutuskan menjadi long term trader pastinya sudah menyusun plan tersendiri, supaya tradingnya bisa berjalan dengan mulus.

Berbagai pertanyaan pun muncul mengenai manajemen jangka panjang. Apakah trading jangka panjang harus selalu membutuhkan modal yang sangat besar? Lalu, apakah juga harus dengan Stop Loss dan Take Profit yang besar, supaya bisa menahan floating minus dalam perjalanan harga menuju TP? Simak penjelasannya secara detail di bawah ini:

Kelebihan Dan Kekurangan Manajemen Jangka Panjang

Apapun model tradingnya, sudah pasti ada plus minus yang harus Anda terima, baik itu manajemen trading jangka panjang atau lainnya. Ini merupakan bentuk konsekuensi ketika Anda memutuskan untuk bertrading. Lalu apa saja keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari manajemen trading jangka panjang?

Perlu diketahui bahwa manajemen trading jangka panjang ini berpeluang memberikan profit yang sangat besar dalam satu kali trading atau entry posisi. Terlebih lagi jika analisa yang dilakukan benar. Untuk analisa kapan harus masuk pasar juga tidak terlalu memusingkan, karena bidikannya adalah trend pergerakan jangka panjang.

Dengan menerapkan manajemen trading jangka panjang, tekanan psikologis yang dirasakan pun juga tidak terlalu besar. Trader juga tidak perlu setiap saat memantau pergerakan chart. Bisa dikatakan pula bahwa strategi trading forex jangka panjang ini akan bisa memberikan Anda lebih banyak kebebasan. Anda bisa menghemat lebih banyak waktu dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih leluasa, tanpa kepikiran terus-menerus oleh nasib posisi trading.

Peringkat broker opsi biner:

Lalu bagaimana dengan kekurangannya? To the point saja, profit yang Anda peroleh mungkin bisa agak lama, beda dengan Scalping Trader yang melakukan entry dan exit dengan cepat sehingga mereka bisa memanen profit demi profit secara beruntun dalam sehari. Long Term Trader mengacu pada strategi manajemen trading jangka panjang, sehingga menuntut kesabaran yang ekstra dibandingkan penganut Scalping atau Day Trader.

Berapa Modal Untuk Long Term Trading?

Saat melihat kata manajemen jangka panjang, mungkin terbesit di benak Anda bahwa modal yang dibutuhkan haruslah besar. Sebetulnya tidak juga. Modal tersebut bisa saja disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda saat ini. Bahkan dengan modal 100 Dolar saja sebetulnya sudah bisa. Yang penting adalah perhatikan Lot!

Misalnya saja Anda membuka akun di Broker Forex dan deposit dengan base currency Dolar, lalu trading EUR/USD seperti:

  • Lot 0.01 = 0.1 Dolar per pips
  • Lot 0.10 = 1 Dolar per pips
  • Lot 1.00 = 10 Dolar per pips

Untuk rencana entry posisi adalah sebagai berikut:

Gambar di atas merupakan pair EUR/USD untuk Time Frame Weekly. Anda berencana melakukan Entry Buy di 1.1430 dan meletakkan TP di 1.1800. Apabila harga jatuh ke 1.1000/1.0800/1.0600, maka perhitungan minusnya adalah sebagai berikut:

1.1019 – 1.0820 = -199 pips
1.1019 – 1.0555 = -464 pips

Lalu seperti apa jika kerugian di atas diterjemahkan dalam nilai Dolar? Misalnya Anda membuka posisi dengan lot 0.01 (0.1 Dolar per pips), maka tinggal hitung saja berapa jumlah minus yang nantinya akan diterima:

-199 pips x 0.1 Dolar = -19.9 Dolar
-464 pips x 0.1 Dolar = -46.4 Dolar

Jadi meskipun rugi Anda sampai ratusan pips, besar Loss tersebut sebenarnya cuma puluhan Dolar. Inilah yang dimaksud dengan perhatikan jumlah Lot. Kuncinya, jika Anda khawatir dengan risiko besar, maka manajemen trading jangka panjang bukan dari modalnya yang harus besar, tapi Lot Size yang tidak boleh terlalu besar.

Jadi silakan kalkulasikan sendiri dengan tool berikut seandainya Anda open posisi dengan Lot 0.02, dan seterusnya. Pertimbangkan juga beban floating loss bisa semakin banyak jika Lot yang Anda set lebih dari 0.01.

Bagaimana dengan perhitungan profitnya? Pada gambar di atas Take Profit di-set pada angka 1.1350 dan 1.1621, maka kalkulasinya adalah sebagai berikut:

(1.1350 – 1.1019) x 0.1 Dolar = 33.1 Dolar
(1.1621 – 1.1019) x 0.1 Dolar = 60.2 Dolar

Jumlah di atas memang tidak seberapa untuk seukuran Long Term Trading, karena risikonya juga rendah. Jika suatu saat Anda berhasil mengembangkan akun secara konsisten dan menjadi trader yang profitable, maka Lot bisa ditingkatkan untuk meraih potensi keuntungan tinggi. Pada level itu, Anda sudah akan memiliki pengalaman yang cukup untuk menanggung risiko lebih besar.

Kesalahan Umum Dalam Long Term Trading

Dengan menerapkan manajemen trading jangka panjang saja, sebetulnya Anda bisa mendapatkan keuntungan. Terlebih lagi jika manajemen Lot yang dilakukan sudah tepat. Sayangnya, banyak kesalahan umum kerap kali dilakukan sehingga mengakibatkan Anda terperangkap di situasi sulit, yakni sebagai berikut:

  • Tidak Memperhatikan Harga Tertinggi Atau Terendah

Kenapa ini begitu penting dalam manajemen jangka panjang? Karena dengan memperhatikan harga tertinggi dan harga terendah, Anda akan bisa menentukan sinyal entry dengan peluang paling maksimal. Cara menentukan harga tertinggi dan harga terendah itu bisa dilakukan dengan melihat Level Support dan Resistance yang terjadi sebelumnya. Anda bisa melakukannya secara manual, atau dengan bantuan indikator. Jika menggunakan indikator, Anda bisa menggunakan W%R sebagai berikut:

Dengan bantuan indikator W%R yang menunjukan kondisi harga saat overbought dan oversold, serta mengkonfirmasinya melalui pola chart, dari pair EUR/USD di atas, bisa diketahui bahwa harga terendah berada di level 1.12170 dan harga tertinggi berada di level 1.15693.

Melakukan Entry Baru Tanpa Perhitungan Yang Matang

Memiliki strategi entry yang terukur dan efisien merupakan penentu kesuksesan dalam manajemen trading jangka panjang. Jadi jangan pernah sekali-kali mencoba melakukan entry tanpa perhitungan matang, apalagi membuka entry baru yang jelas-jelas di luar rencana trading Anda semula.

Banyak faktor yang membuat trader memutuskan langkah di luar rencana. Contohnya adalah ketika long termtrader mendengar desas-desus tentang berita ekonomi dalam beberapa waktu ke depan, atau mereka tergoda untuk menambah posisi lagi saat mengetahui posisinya sedang profit.

Jangan pernah gegabah menambah entry baru sebelum Anda melakukan analisa yang matang. Kalau perlu buatlah checklist untuk menentukan kriteria entry, antara lain level-level support atau resistance yang dianggap penting, sinyal trading dengan probabilitas tinggi, estimasi level entry, dan lain sebagainya. Hal ini akan mencegah Anda bertindak sembrono dan berpotensi menghancurkan rencana trading long term yang sudah disusun secara matang.

Melakukan Hedging Tanpa Bisa Keluar, Sehingga Anda Terperangkap

Para penganut Long Term Trading sebaiknya berhati-hati jika akan melakukan teknik hedging. Teknik ini sebetulnya efektif sebagai pelindung risiko dalam trading. Tetapi, jika melakukannya tanpa perencanaan yang matang, hal ini bisa menjadi boomerang bagi Anda. Biasanya mereka yang suka melakukan hedging tanpa rencana adalah para newbie. Tiba-tiba membuka posisi Buy dan Sell dalam satu pair tanpa alasan yang logis.

Pada penerapannya, strategi hedging mengharuskan trader untuk membuka posisi Buy dan Sell secara bersamaan atau dengan waktu relatif singkat. Banyak yang mengira dengan melakukan hal ini, maka risiko kerugian akan bisa dihindari. Setelah itu, tinggal menunggu kapan momentum tepat untuk membuka locking. Apakah se-simple itu?

Tentu saja tidak.

Hal ini dikarenakan membuka posisi secara bersamaan dalam satu pair adalah hal yang mustahil mendatangkan profit. Pada kondisi pasar sepi, selisih harga Bid dan Ask bisa mencapai 1 sampai 10 poin. Sedangkan untuk pasar yang ramai atau volatilitasnya tinggi, harganya bisa lebih dari itu. Belum lagi faktor Spread dan Commission yang tentunya berbeda pada masing-masing broker. Artinya, jika Anda membuka Posisi Buy dan Sell dalam waktu bersamaan, hal tersebut tidak akan pernah menghasilkan keuntungan jika ditutup secara bersamaan!

Jadi berpikirlah dua kali sebelum memutuskan untuk melakukan hedging. Kecuali, jika Anda sudah menemukan formula yang tepat untuk menghasilkan profit dari hedging.

Konsekuensi Long Term Trading

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda juga harus memahami konsekuensi dari Long Term Trading itu sendiri. Konsekuensi akan muncul jika chart trading bergerak berlawanan dengan analisa atau rencana yang sudah Anda susun. Pahami baik-baik, jika Anda membuka posisi Buy, maka Anda harus siap menanggung risiko harga turun ke level terendah yang pernah terjadi. Sebaliknya, jika Anda membuka posisi Sell, maka bersiaplah menanggung risiko harga akan naik ke level tertinggi.

Tak bisa dipungkiri, jika analisa Anda tepat, maka keuntungannya akan sebanding dengan dengan Lot yang digunakan. Tapi kalau salah, kerugian atau floating diderita pun juga akan sebanding dengan Lot tersebut. Karena itu, jangan pernah memasang Lot gajah jika Anda tidak siap menanggung risikonya.

Penutup

Apakah trading jangka panjang itu sulit? Sebetulnya tidak. Selama Anda mampu menerapkan tips-tips manajemen jangka panjang di atas secara tepat, semua akan baik-baik saja. Pastikan sebelum membuka posisi Buy atau Sell, perhatikanlah harga-harga yang pernah terjadi sebelumnya. Pada prakteknya, memang banyak tantangan dan gejolak yang akan Anda hadapi. Selalu utamakan Money Management di atas segalanya. Mengenai sederhana atau rumit? Anda sendiri yang menentukan!

Keputusan menjadi trader jangka panjang atau trader jangka pendek, semua ada di tangan Anda. Bagi Anda yang ingin sukses sebagai Short Term Trader, bisa membaca artikel kami yang berjudul Tips Trading Jangka Pendek Dari Barbara Rockefeller.

4 Strategi Trading Forex Jangka Panjang Terbaik

Ada satu pertanyaan yang paling mengemuka, strategi trading forex jangka panjang seperti apa yang dianggap terbaik? Tergantung. Beberapa trader membuka trading beberapa kali tiap minggu, yang lain membuka trading tiap hari. Tapi satu gaya trading yang dicari yaitu trading jangka panjang.

Bagaimapun juga, sistem trading jangka panjang bisa memberi profit tinggi jika, misalnya, dibandingkan sistem trading jangka pendek. Hanya sekali membuka posisi dalam jangka panjang, profit yang didapat bisa sedemikian besar. Dalam kata lain, trading lebih berkualitas.

Misalnya saja, ada kemungkinan platform trading error sehingga bisa merusak posisi trading jangka pendek, seperti scalping, sehingga bisa menyebabkan kalah trading dalam jumlah signifikan. Kondisi ini tak akan terjadi jika memakai strategi trading forex jangka panjang.

#1. Trading Tren

Tak ada kemungkinan lain yang lebih penting saat menghasilkan uang baik untuk trading jangka pendek dan jangka panjang selain trading searah tren yang berlangsung dalam market. Lupakan tentang kesalahan yang biasa terjadi saat mencoba memprediksi tinggi rendah harga.

Karena bagaimanapun juga, hal seperti ini sangat sulit untuk diprediksi, tapi titik tertinggi atau terendah baru bisa menjadi permulaan tren. Saat melihat, bukan memprediksi, titik tertinggi atau terendah baru (pergerakan yang mengakhiri poin resistance lama setidaknya setinggi 3 pip), akan sangat mungkin terjadi tren baru pada market.

Di momen seperti inilah trader harus beraksi. Mayoritas trader yang mencoba menebak tinggi rendah akan menunggu harga turun kembali ke bawah atau ke atas melebihi lever resistance, lalu tiba-tiba semuanya menjadi telat. Trader dalam hal ini gagal memahami tren.

Trader berarti sudah kehilangan untuk menghasilkan profit dengan potensi luar biasa, dan kian berat karena mereka seringnya mendapat kekalahan signifikan dari kondisi ini. Lebih baik ambil waktu sejenak untuk bejalar melihat tren demi masa depan yang lebih baik.

Trading jangka panjang akan terjadi saat trader menahan posisi lebih lama dalam market, biasanya lebih dari sehari dan bisa berlangsung hingga bulanan. Tak seperti trading jangka pendek, trading jangka panjang butuh analisa teknikal dan fundamental guna menghasilkan sesuatu.

Trading tren barangkali termasuk satu jenis strategi yang banyak dipakai trader jangka panjang yang biasanya fokus pada tren harga. Mengikuti arah pergerakan tren bisa memberi keuntungan sendiri untuk trader jika dipadu dengan aturan ketat dan disiplin tinggi.

#2. Trading Swing

Trading swing sepertinya menjadi metode terbaik untuk trader pemula. Ini karena metode trading swing tak memerlukan pengalaman tinggi atau disiplin super tinggi dari trader layaknya saat memakai strategi trading forex tanpa indikator. Jadi, trader pemula sebaiknya fokus pada metode ini.

Trading swing hanya fokus pada spike harga yang terjadi di market, entah mengarah ke atas atau ke bawah. Dari sini trader lalu menentukan area spesifik dari support dan resistance dan mencari perubahan momentum sebelum masuk dengan sinyal trading jangka panjang.

Pada praktiknya, swing trading harus menaham posisi dalam market dari 2 sampai 7 hari. Jika mau jujur, trading swing bisa bekerja karena ‘kebodohan’ partisipan market yang lain. Spike harga besar yang terjadi di market seringnya disebabkan sikap emosional, dan itu terjadi pada banyak trader.

Sebagai hasilnya, ada lonjakan harga signifikan dalam periode singkat di market meski pada akhirnya akan kembali ke titik normal seperti sebelumnya. Trading swing mencari kondisi tersebut di area support dan resistance lalu membuka trading saat momen ini terjadi.

Analisa ini merupakan bagian strategi trading untuk menghasilkan uang dari trading forex jangka panjang. Trading swing akan bergantung pada tren market dan analisa teknikal untuk menentukan poin keluar masuk market dan mampu memberi profit dalam periode lebih pendek dibanding strategi lain.

Tapi trading swing tak hanya mengharuskan trader untuk selalu memantau market tiap waktu, dan trader purna waktu paling bisa memetik keuntungan dari strategi ini. Strategi swing bisa mencegah kekalahan besar dan lebih ramah risiko dibanding strategi lain.

#3. Konfirmasi

Sebenarnya ini merupakan dari strategi tren, hanya saja lebih spesifik, dan itu sebabnya dijadikan metode trading tersendiri. Konfirmasi yang dimaksud yaitu mengkonfirmasi breakout (saat permulaan tren baru terbentuk) sehingga terhindar dari breakout palsu.

Dalam market yang dinamis, breakout palsu sering muncul dan terjadi saat tren baru gagal terbentuk. Konfirmasi melibatkan penggunaan sejumlah indikator momentum untuk menganalisa apakah tren sebelumnya benar-benar sudah terbentuk atau belum.

Dua jenis indikator paling penting untuk digunakan yaitu RSI dan stochastic, yang sekaligus membuat indikator tersebut sangat populer di kalangan trader. Kemampuannya dalam mengkonfirmasi tren tak perlu diragukan, tinggal sesuaikan dengan gaya trading yang dimiliki.

Analisa fundamental bisa membantu trader mendapat profit signifikan, tapi jika pun tidak, trader masih bisa memakai analisa teknikal untuk mencari entry dan exit point dari chart. Seperti yang sudah disebut, konfirmasi merupakan bagian dari strategi tren, meskipun dapat berdiri sendiri sebagai suatu metode.

Pada praktinya, konfirmasi bisa melibatkan indikator tambahan untuk mengkonfirmasi tren atau breakout yang dihasilkan dari indikator awal. Misalnya, trader bisa memakai indikator momentum untuk menganalisa tren yang akan terjadi selanjutnya.

Dua indikator yang sudah disebut, RSI dan stochastic, kadang memberi sinyal berbeda yang biasa disebut divergence. Kondisi divergence berarti mengisyaratkan akan terjadinya perubahan arah harga yang tiba-tiba yang bisa memberi trader peluang profit besar.

#4. Positional Trading

Menyusun strategi trading forex jangka panjang melibatkan banyak kerja keras yang sekaligus bisa menghabiskan banyak waktu. Tak berbeda jika memakai pendekatan dengan positional trading, yang mana trader harus memantau chart mingguan atau bulanan sebagai dasar analisa market.

Tapi positional trading sebenarnya masih lebih hemat waktu karena trader hanya perlu membuka posisi dalam market yang akan berjalan dibanding strategi lain. Trader positional bisa membuka trading dari jangka waktu bulanan sampai tahunan dengan frekuensi sangat jarang.

Dalam periode satu tahun misalnya, trader positional hanya membuka 1-3 trading saja, tapi dengan maksud mencari profit luar biasa besar. Karena trading berlangsung dalam periode lama, trader positional biasanya mengacuhkan pergerakan harga jangka pendek dan pembalikan harga.

Walau demikian, positional trading tetap dianggap sebagai strategi trading forex jangka panjang terbaik oleh kebanyakan trader jangka panjang. Sangat jauh berbeda dengan trading swing yang hanya berjalan hitungan hari saja, dan perlu analisa fundamental yang mendalam.

Sebagai informasi, empat jenis strategi trading forex jangka panjang di atas merupakan pendekatan paling populer yang dipakai trader jangka panjang dengan berbagai tingkat pengalaman. Tapi seperti yang sudah sama-sama diketahui, pemahaman akan strategi menjadi dasar penting.

Tapi tentu saja, semua strategi trading forex jangka panjang tersebut tak akan berhasil jika tak diimbangi dengan manajemen keuangan yang super ketat. Sebaiknya, tetap berpegang pada satu strategi saja, dan jangan terpancing emosi saat menderita kalah.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: