Strategi Keanekaragaman Hayati Nepal – Account Options

Peringkat broker opsi biner:

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati

Daftar Isi Artikel Ini :

Keanekaragaman Hayati – Pengertvian, Manfaat, Contoh & Upayanya – Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah.

Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer.

Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya.

Konsep Keanekaragaman Hayati

Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni.

Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain. Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut serta kupu-kupu. Ada hewan berkaki empat, seperti kucing. Berkaki dua seperti ayam. Berkaki banyak seperti lipan dan luwing. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap.

Di samping itu, Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air seperti: ikan mas, lele, ikan gurame. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti kucing, burung dan lain-lain. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung, ayam. Ada yang bersisik seperti ikan gurame, ikan mas, dan ada pula yang berambut seperti kucing, kelinci dan lain-lain.

Peringkat broker opsi biner:

Dari hasil pengamatan atau observasi di halaman sekolah, Anda telah menemukan adanya keseragaman dan keberagaman pada makhluk hidup. Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis, tetapi dalam satu jenis pun terdapat keanekaragaman. Adanya perbedaan warna, bentuk, dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tingkatan keanekaragaman hayati, simak uraiannya berikut ini:

Baca Juga: Ekosistem Darat

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat gen? Untuk menemukan jawaban ini, cobalah amati tanaman bunga mawar. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna-warni, dapat berwarna merah, putih atau kuning. Atau pada tanaman mangga, keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya, rasa, dan warnanya.

Demikian juga pada hewan. Anda dapat membandingkan ayam kampung, ayam hutan, ayam ras, dan ayam lainnya. Anda akan melihat keanekaragaman sifat antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk pial (jengger).

Gambar 1. Keanekaragaman gen pada ayam

Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. Bentuk, rasa, warna pada buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya.

Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.

Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan.

Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan, seperti pada rambutan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi), seperti pada berbagai jenis mangga.

  • Perbedaan sifat pada jenis mangga dapat Anda amati pada tabel berikut:

Pada manusia juga terdapat keanekaragaman gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda, antara lain ukuran tubuh (besar, kecil, sedang); warna kulit (hitam, putih, sawo matang, kuning); warna mata (biru, hitam, coklat), serta bentuk rambut (ikal, lurus, keriting). Cobalah perhatikan diri Anda sendiri! Ciri atau sifat apa yang Anda miliki? Sesuaikan dengan uraian di atas?

Baca Juga: Selulosa Adalah

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis (spesies)

Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren, nipah dan pinang? Atau membedakan jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau? Atau Anda dapat membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis.

Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.

Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda.

Contoh lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing.

Gambar 2. Keanekaragaman jenis pada hewan (a) harimau, (b) singan, (c) kucing dan (d) citah.

Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya.

Cobalah Anda perhatikan perbedaan sifat dari hewan berikut ini :

Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga. Contohnya kelapa, aren, pinang, dan lontar, seperti tampak pada tabel pengamatan berikut ini.

Dari contoh-contoh di atas, Anda dapat mengetahui ada perbedaan atau variasi sifat pada kucing, harimau, singa dan citah yang termasuk dalam familia/suku Felidae. Variasi pada suku Felidae ini menunjukkan keanekaragaman pada tingkat jenis. Hal yang sama terdapat juga pada tanaman kelapa, aren, pinang, dan lontar yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae.

Baca Juga: Usus Besar

Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Di lingkungan manapun Anda di muka bumi ini, maka Anda akan menemukan makhluk hidup lain selain Anda. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya.

Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotikmeliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita.

Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral.

Baik komponen biotik maupun komponen abiotik sangat beragam atau bervariasi. Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik pun bervariasi pula.

Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem.

Gambar 2. Keanekaragaman ekosistem (a) padang rumput (b) padang tundra (c) gurun pasir

Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah.

Di daerah dingin terdapat bioma Tundra. Di tempat ini tidak ada pohon, yang tumbuh hanya jenis lumut. Hewan yang dapat hidup, antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Di daerah beriklim sedang terdpat bioma Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer, dan fauna/hewannya antara lain anjing hutan, dan rusa kutub.

Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuklah keanekaragaman tingkat ekosistem. Totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem menunjukkan terdapat pelbagai variasi bentuk, penampakan, frekwensi, ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda-beda merupakan keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman hayati berkembang dari keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat jenis dan keanekaragaman tingkat ekosistem. Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena didalamnya terdapat sejumlah spesies asli sebagai bahan mentah perakitan varietas-varietas unggul. Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akan terganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan.

Gangguan-gangguan terhadap komponen-komponen ekosistem tersebut dapat menimbulkan perubahan pada tatanan ekosistemnya. Besar atau kecilnya gangguan terhadap ekosistem dapat merubah wujud ekosistem secara perlahan-lahan atau secara cepat pula. Contoh-contoh gangguan ekosistem , antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewan secara liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Gangguan tersebut secara perlahan-lahan dapat merubah ekosistem sekaligus mempengaruhi keanekaragaman tingkat ekosistem. Bencana tanah longsor atau letusan gunung berapi, bahkan dapat memusnahkan ekosistem. Tentu juga akan memusnahkan keanekaragaman tingkat ekosistem. Demikian halnya dengan bencana tsunami.

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? Dua negara lainnya adalah Brazil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah disamping memiliki keanekragaman hayati yang tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas).

Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri.

Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana.

Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing ( Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica).

Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera indica), dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi.

Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya, di Malaysia dan Filipina juga terdapat tumbuhan durian, mangga, dan sukun. Di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar, yaitu Tetrastigma.

Bagaimana dengan wilayah Indonesia bagian timur? Apakah jenis tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non?Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian.

Selanjutnya, mari kita lihat hewan (fauna) di Indonesia. Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Sekarang mari kita lanjutkan dengan hewan-hewan yang terdapat di Kawasan Indonesia Timur. Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri hewannya adalah:

Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya: kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spiloeus maculatus). Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang paling terkenal adalah burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis).

Sedangkan daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku, jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo (Macrocephalon maleo), anoa, dan babi rusa (Babyrousa babyrussa).

Adapun manfaat keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut:

Manfaat dari pengembangan keanekaragaman hayati antara lain :

  • Manfaat dalam Ekonomi

Jenis hewan (fauna) dan tumbuhan (flora) dapat diperbarui dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakat Indonesia maupun untuk kepentingan ekspor, misalnya saja kayu jati jika di ekspor akan menghasilkan devisa bagi negara. Beberapa tumbuhan juga dapat dijadikan sebagai sumber makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin serta ada tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-oabatan dan kosmetika.

Sumber daya yang berasal dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan untuk kegiatan industri. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat dijadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut, sungai, dan tambak merupakan sumber-sumber perikanan yang berpotensi ekonomi. Beberapa jenis diantaranya dikenal sebagai sumber bahan makanan yang mengandung protein.

Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting, misalnya hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis atau nilai lingkungan yang penting bagi bumi, antara lain: a. Merupakan paru-paru bumi Kegiatan fotosintesis hutan hujan tropis dapat menurunkan kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer, yang berarti dapat mengurangi pencemaran udara dan dapat mencegah efek rumah kaca. b. Dapat menjaga kestabilan iklim global, yaitu mempertahankan suhu dan ke lembaban udara.

Selain berfungsi untuk menunjuang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Masing-masing jenis organisme memiliki peranan dalam ekosistemnya. Peranan ini tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain. Sebagai contoh, burung hantu dan ular di ekosistem sawah merupakan pemakan tikus. Jika kedua pemangsa ini dilenyapkan oleh manusia, maka tidak ada yang mengontrol populasi tikus. Akibatnya perkembangbiakan tikus meningkat cepat dan di mana-mana terjadi hama tikus.

Manusia telah lama menggunakan sumber daya hayati untuk kepentingan medis. Selain pengobatan tradisional, pengobatan moderenpun sangat tergantung pada keragaman hayati terutama tumbuhan dan mikroba. Sumber daya dari tanaman liar, hewan dan mikroorganisme juga sangat penting dalam pencarian bahan-bahan aktif bidang kesehatan. Banyak obat-obatan yang digunakan saat ini berasal dari tanaman; beberapa antibiotik, berasal dari mikroorganisme, dan struktur kimia baru ditemukan setiap saat.

  • Manfaat dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi

Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak jenis hewan dan tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Dengan demikian keadaan ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan. Misalnya penelitian mengenai sumber makanan dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan manusia.

Masih banyak yang bisa dipelajari tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya hayati secara lebih baik, bagaimana menjaga dasar genetik dari sumber daya hayati yang terpakai, dan bagaimana untuk merehabilitasi ekosistem yang terdegradasi. Daerah alami menyediakan laboratorium yang baik sekali untuk studi seperti ini, sebagai perbandingan terhadap daerah lain dengan penggunaan sistem yang berbeda, dan untuk penelitian yang berharga mengenai ekologi dan evolusi. Habitat yang tidak dialih fungsikan seringkali penting untuk beberapa pendekatan tertentu, menyediakan kontrol yang diakibatkan oleh perubahan mengenai sistem pelelolaan yang berbeda dapat diukur dan dilakukan.

Di negara kita Indonesia, keanekaragaman hayati merupakan sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional. Sejumlah besar sektor perekonomian nasional tergantung secara langsung ataupun tak langsung dengan keanekaragaman flora-fauna, ekosistem alami dan fungsi-fungsi lingkungan yang dihasilkannya. Keanekaragaman hayati ini juga merupakan anugerah terbesar bagi masyarakat Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Manfaat yang dapat diperoleh dari besarnya keanekaragaman hayati bagi masyarakat kita antara lain adalah (1) Merupakan sumber kehidupan, penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat manusia, karena potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lain (2) Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan tehnologi (3) Mengembangkan sosial budaya umat manusia. Pemanfaatan keanekaragaman hayati bagi masyarakat ini harus dilakukan secara berkelanjutan yaitu manfaat yang tidak hanya untuk generasi sekarang tetapi juga untuk generasi yang akan dating. Oleh karena itu, mari kita lestarikan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita agar dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang.

Dampak Kegiatan Manusia terhadap

  • Keanekaragaman Hayati

Adanya berbagai flora dan fauna tersebut merupakan sumber daya alam hayati yang bernilai tinggi serta memberikan nilai tambah bagi manusia. Manfaat keanekaragaman hayati bagi manusia sangatlah besar. Pemanfaatan keanekaragaman hayati ini dapat digolongkan menjadi beberapa nilai manfaat, yaitu nilai konsumtif, nilai produktif, dan nilai nonkonsumtif.

Nilai manfaat konsumtif artinya nilai dari produk keanekaragaman hayati yang langsung dikonsumsi seperti bahan pangan, bahan obat-obatan, dan bahan bakar. Sedangkan nilai manfaat produktif artinya nilai dari produk keanekaragaman gayati yang diolah secara besar-besaran dan bersifat komersial seperti industri karet, industri benang, industri pengalengan ikan, dan lain-lain. Kemudian, nilai manfaat nonkonsumtif artinya manfaat selain konsumtif dan produktif, misalnya ebagai sumber plasma nutfah, menjaga kelestarian ekosistem, dan memberikan keindahan alam.

Dengan semakin majunya teknologi, tentunya berdampak pada kemajuan pemikiran manusia. Hal tersebut menyebabkan manusia ingin mengembangkan berbagai sektor yang terdapat dalam kehidupan. Untuk memenuhi keinginan tersebut tentunya manusia melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Namun terkadang manusia lupa bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan tersebut berdampak terhadap lingkungannya. Dampak itu tidak hanya terhadap unsur-unsur abiotik, namun juga terhadap unsur-unsur biotik. Dengan kata lain, banyak kegiatan manusia yang dapat mengganggu kelestarian dari keanekaragaman hayati yang ada. Beberapa penyebab penurunan keanekaragaman hayati yang berasal dari kegiatan manusia di antaranya perusakan habitat, penggunaan bahan kimia secara berlebihan, dan pencemaran lingkungan.

Kerusakan habitat merupakan faktor utama penyebab kepunahan makhluk hidup. Jika habitat suatu organisme rusak maka organisme itu tidak memiliki tempat hidup yang cocok. Kerusakan habitat yang disebabkan manusia antara lain penebanganhutan dan perusakan terumbu karang. Selain itu, perusakan habitat juga dapat terjadi karena pembukaan lahan baru tanpa melakukan penanaman kembali.

Adapun penggunaan bahan kimia secara berlebihan seperti pupuk dan pestisida juga dapat merusak keanekaragaman hayati yang ada. Bahan-bahan kimia tersebut akan menyebar ke lingkungan dan meracuni organisme di sekitarnya. Pada dasarnya, menggunakan bahan-bahan kimia tersebut tidak ada salahnya karena pada awalnya tujuan pengguanaan bahan kimia itu adalah untuk memberantas hama pada tanaman, namun jika digunakan secara berlebihan tentunya akan tetap merusak ekosistem yang ada.

Di samping itu, kegiatan manusia berupa pencemaran lingkungan juga dapat merusak keanekaragaman hayati yang ada. Bahan pencemar atau polutan dari limbah pabrik atau limbah rumah tangga dapat mencemari dan membunuh makhluk hidup penyusun keanekaragaman hayati. Selain itu, perubahan diperkirakan akan mempengaruhi penyebarab dan ketahanan makhluk hidup. Akumulasi pencemar seperti DDT, dioxin, dan lain-lain di dalam perairan telah mengakibakan kematian berbagai polusi mamalia laut.

Baca Juga: Fungsi Paru-Paru

Upaya Pelestarian

Adapun beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan melestarikan keanekaragaman hayati tersebut seperti penghijauan(reboisasi), pemuliaan, pelestarian in situ maupun ex situ serta penegakan hukum dan kebijakan nasional dan internasional.

  • Penghijauan (reboisasi)

Reboisasi atau penghijuan dapat menigkatkan keanekaragaman hayati dengan cara menanam pohon-pohon baru di lingkungan yang kritis. Tindakan reboisasi ini tentunya harus diikuti perawatan tanaman supaya tujuan penghijauan dapat tercapai.

Pemuliaan adalah usaha membuat varietas unggul dengan cara melakukan perkawinan silang. Usaha pemuliaan akan menghasilkan varian baru. Oleh sebab itu, pemuliaan hewan dan tumbuhan dapat meningkatkan keanekaragaman gen.

  • Pelestarian in situ

Pelestarian insitu adalah pelestarian didalam habitan aslinya, misalnya mendirikan cagar aalm ujung kulon dan taman nasional komodo.

  • Pelestarian ex situ

Adalah pelesstarian diluar habitat aslinya , misalnya penangkaran hewan didalam kebun binatang contohnya taman ragunan dan taman safari bogor.

  • Penegakan hukum

Adapun penegakan hukum dan kebijakan nasional dan internasional ini sebenarnya tergantung kepada masing-masing wilayah.

Keanekaragaman Hayati | Biodiversity | Penjelasan Terlengkap

Halo semuanya, selamat datang di babacaca. Pada tulisan kali ini kami akan membahas tentang keanekaragaman hayati.

Kehidupan di bumi ini tentunya terdiri dari berbagai jenis makhluk hidup. Ada hewan, tumbuhan, manusia dan mahkluk hidup lainnya. Hewan dan tumbuhan sendiri terdiri dari berbagai jenis dan ragamnya. Jenis dan ragam inilah yang memunculkan adanya keanekaragaman hayati ini.

Keanekaragaman hayati ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan seluruh makhluk di bumi ini, khususnya bagi manusia. Apa saja manfaatnya bagi manusia? Tanpa berlama-lama lagi, mari kita bahas keanekaragaman hayati dengan lengkap. Selamat membaca.

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati disebut juga sebagai biodiversitas (inggris:biodiversity). Biodiversitas adalah istilah yang diunakan untuk menyebutkan suatu pembahasan yang cakupannya seluruh bentuk dan macam kehidupan secara ilmiah, di mana bisa dikelompokan sesuai skala dari organisasi biologisnya, mencakup gen, hewan, tumbuhan, mikroorganisme dan berbagai proses ekologi yang masuk ke dalam bagian kehidupan.

Sistem ekosistem, hubungan lain antar spesies, keragaman genetik dan ekosistem masuk ke dalam keanekaragaman hayati ini.

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Secara garis besar biodiversiti bisa dibedakan menjadi 3 tingkatan atau kelompok. Tingkatan itu adalah :

Dan berikut ini kami tuliskan penjelasan secara lengkapnya.

Keanekaragaman Hayati Ekosistem

Keanekaragaman ekosistem terbentuk karena adanya dua bentuk komponen, yaitu komponen hidup atau biotik dan komponen tidak hidup atau abiotic. Kedua komponen ini saling mempengaruhi satu sama lain. Terjadinya interaksi dari dua komponen ini akhirnya akan terbentuk adanya kesatuan dan keteraturan. Setiap komponen ini memiliki tugas dan perannya masing-masing, dan jika masing-masing komponen bisa menjalani tugasnya dengan baik tanpa gangguan, maka akan terjaga keseimbangan ekosistem ini.

Komponen yang hidup dan yang tidak hidup ini tentu saja bentuknya bermacam-macam, hal inilah yang menjadi sebab dan dasar adanya keanekaragaman hayati.

Secara sederhana keanekaragaman ekosistem adalah sutau interaksi dari sebuah komunitas dengan lingkungan abiotic di mana komunitas itu tinggal, dan hal ini terjadi dalam waktu yang tertentu. Komunitas yang dimaksud disini adalah suatu kumpulan populasi.

Keanekaragaman ekosistem ini secara umum bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu ekosistem darat dan laut.

Ekosistem Darat
Sesuai namanya, ekosistem darat merupakan sebuah ekosistem yang bertempat tinggal di lingkungan fisik berupa daratan. Ekosistem darat ini menempatai area yang sangat luas, dan hal ini disebut bioma. Ada beberapa bioma yang ada, berikut beberapa diantaranya :

  • Bioma Hutan Basah
    – Terdapat di daerah dengan iklim tropis dan sub-tropis.
    – Curah hujan di bioma jenis ini sekitar 200-225 cm per tahun.
    – Tumbuhan yang hidup di sini biasanya memiliki daun yang lebat dan ketinggiannya antara 20-40 m.
    – Tumbuhan khasnya antara lain anggrek dan rotan.
    – Hewan khasnya antara lain badak, babi hutan, harimau dan kera.
  • Bioma Tundra
    – Terletak di bumi belahan utara dan di lingkaran kutub utara.
    – Hewan yang hidup antara lain rusa kutub, antara beruang kutub.
    – Tumbuhan yang bisa hidup adalah tumbuhan yang berkayu pendek dan tumbuhan biji yang cuma semusim.
  • Bioma Taiga
    – Terdapat di bagian bumi sebelah utara dan juga terdapat di daerah pegunungan yang iklimnya tropis.
    – Ciri dari bioma jenis ini adalah suhu yang akan menjadi sangat rendah di musim dingin.
    – Hewan yang hidup di sini antara lain beruang hitam dan mongoose.
    – Tumbuhannya antara lain semak belukar dan tumbuhan basah.
  • Bioma Padang Rumput
    – Bisa ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis.
    – Curahn hujannya berkisar antara 25-30 cm pertahun, dan hujan yang turun tidak teratur.
    – Hewan yang hidup antara lain bison, zebra, kanguru.
    – Tumbuhannya seperti tumbuhan obat/herb dan rerumputan.
  • Bioma Gurun
    – Terletak di daerah yang berbatasan dengan padang rumput di daerah tropika,
    – Terjadi perbedaan suhu yang sangat ekstrim antara siang dan malam, saat siang suhu bisa mencapai 45 derahat celcius, namun saat malam bisa turun hingga berada di bawah nol derajat celcius.
    – Hewan yang hidup di bioma ini antara contohnyakalajengking dan kadal.
    – Tumbuhannya antara lain adalah kaktus.

Ekosistem Air

Sebuah ekosistem yang sebagian besar komponen abiotiknya terdiri dari air. Sesuai jenis air di bumi ini, ekosistem ini dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem air tawar dan air laut.

Ekosistem Air Laut

Cakupannya sangat luas, mulai dari pantai, terumbu karang, esturai dan laut itu sendiri.

  • Pantai – perbatasan dari ekosistem air dan ekosistem air. Ekosistem yang satu ini dipengaruhi oleh siklus dari air laut, yaitu pasang surut. Organisme-organisme yang hidup di pantai punya adaptasi struktural, sehingga mereka bisa melekat di subtrat yang keras (contohnya karang) dengan erat.
  • Terumbu karang – Ekosistem ini merupakan rumah bagi hewan-hewan laut dan merupakan sumber makanan juga bagi mereka.
  • Estuari – ini adalah tempat bersatunya sungai dan laut. Ciri yang dimiliki adalah adanya semacam paga ryang tersusun dari lempengan lumpur yang areanya luas.
  • Laut – wilayah ini merupakan tempat dan wadah bagi hewan-hewan air dan juga tumbuhan air sebagai bagian produsen dalam rantai makanan.

Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air yang satu ini punya ciri-ciri yaitu suhunya bervariasi, kurangnya intensitas cahaya dan juga terpengaruh oleh iklim dan cuaca sekitar. Tumbuhan yang hidup di dalam ekosistem ini biasanya berupa ganggang dan ada yang seperti tumbuhan biji. Dan hewan yang hidup di ekosistem ini bisa dibilang cukup lengkap.

Ekosistem air tawar ini bisa dibagi menjadi sub-unit, yaitu air tenang dan air mengalir. Kalau yang air tenang adalah danau, dan yang mengalir adalah sungai.

Keanekaragaman Hayati Jenis

Keanekaragaman tipe ini bisa dilihat pada suatu organisme yang satu keluarga(family). Berikut beberapa contoh dari keanekaragaman hayati pada jenisnya.

  • Keanekaragaman pada keluarga Felideae (kucing)
    Harimau, singa, kucing dan cheetah adalah contoh dari hewan yang masuk ke dalam keluarga Felideae. Jika dilihat secara sekilas, masing-masing hewan yang disebut tadi memiliki perbedaan dari bentuk tubuhnya. Tapi, secara fisiologis ditemui banyak kesamaan dari hewan-hewan itu.
  • Keanekaragaman pada keluarga Solanaceae
    Dikeluarga ini terdapat beberapa tanaman yang jika dilihat secara fisik memiliki perbedaan yang besar, bahkan dari segi rasa buah dan bentuk buahnya, namun secara fisiologi mereka masih berada dalam satu keluarga, mereka dalah semangka, melon, tomat, terong, cabai dan lain sebagainya.

Keanekaragaman Hayati Gen

Keanekaragaman ini muncul dari variasi antar individu yang masih berada dalam satu species. Contohnya adalah pada tanaman padi, di mana padi memiliki beberapa varietas, seperti Ciherang, Barito, Cimalaya. Masing-masing dari padi-padi tadi memiliki batang, daun, akar, ketahanan hidup dan umur tanam yang saling berbeda satu sama lain, walaupun mereka masih satu species padi.

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati yang ada di muka bumi ini seluruhnya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Baik itu dari tumbuh-tumbuhan, hewan maupun organisme lainnya. Berikut beberapa manfaat yang bisa di dapat dari keanekaragaman hayati ini.

Penyeimbang Ekosistem

Masing-masing individu di kehidupan ini mempunyai peran untuk keberlangsungan hidup di bumi ini. Jika satu jenis hewan maupun tumbuhan mengalami sesuatu yang membuatnya punah atau lainya, maka dampaknya akan bisa dirasakan oleh makhluk hidup lainnya. Baik secara langsung maupun tidak.

Contohnya adalah adanya hutan tropis. Hutan tropis ini terdiri dari pohon-pohon yang merupakan sumber oksigen bagi makhluk hidup di bumi, dan juga sebagai rumah tempat tinggal berbagai jenis hewan. Jika akibat suatu hal pohon-pohon ini hilang atau punah, maka akan berdampak secara langsung bagi hewan yang tinggal di hutan tersebut. Hal ini juga akan berdampak bagi makhluk hidup lain yang tidak tinggal di hutan itu, yaitu melalui semakin berkurangnya pasokan oksigen yang biasanya tersuplai dari pohon-pohon yang hilang itu.

Sumber Keilmuan

Kehidupan manusia setiap waktunya terus mengalami perkembangan, bahkan ada sebuah kalimat yang berbunyi “tidak ada yang abadi selain perubahan”. Memang pada hakikatnya hidup ini selalu mengalami perubahan disetiap tarikan nafas.

Karena sifat manusia yang selalu berkembang inilah, membuat manusia selalu butuh akan pengetahuan untuk terus mengeksplor alam ini. Dan hadirnya biodiversity membuat manusia selalu mencari cara untuk dapat memecahkan masalah-masalahnya ataupun mencari cara memanfaatkan keanekaragaman ini dengan seefektif mungkin.

Beriku ini bebrapa contoh manfaat biodiversity dalam bidang kelimuan.

Hewan

Contoh paling sederhananya adalah pada proses pemijahan hewan. Kenapa hewan dipijahkan oleh manusia? Jawabannya adalah supaya bisa diperoleh hasil yang maksimal. Dalam mengerjakan proses pemijahan ini, manusia butuh mengetahui tentang cara dan waktu yang tepat, perawatan bagi betina hamil yang tepat, dan juga pengetahuan tentang bagaimana merawat anakan agar diperoleh hasil yang diinginkan.

Tumbuhan

Contohnya adalah saat akan melakukan perkembangbiakan vegetative, entah itu stek, cangkok, ataupun tekhnik lainnya. Sebelumnya tentu dibutuhkan pengetahuan akan ciri-ciri tanaman atau jenis tanaman yang bisa dikembangbiakkan dengan cara vegetative ini.

Sumber Pangan

Tentu sudah jelas tentang poin ini. Kehidupan makhluk hidup di bumi ini bergantung dengan makanan, yang akan diproses untuk menjadi energi untuk menjalani kehidupan. Makhluk hidup dapat bertahan hidup dari memakan makhluk hidup lainnya, kecuali sebagian besar tanaman yang bisa membuat makanannya sendiri. Dan dari proses inilah tercipta apa yang disebut dengan piramida makanan. Dimana satu makhluk akan memakan makhluk lain, untuk kemudian dimakan makhluk lain.

Dan dari piramida makanan ini yang menduduki posisi puncak adalah manusia. Dan manusia ini dengan keilmuan yang dimiliki bisa memanfaatkan keanekaragaman hayati yang ada di bumi ini sebagai sumber pangan bagi keberlangsungan hidupnya.

Di Indonesia sendiri, tersedia berbagai macam bahan pangan dari tumbuhan. Ada sekitar 70 jenis umbi, 55 jenis rempah-rempah, 400 jenis tanaman buah, dan 370 jenis sayuran. Selain itu kita sama-sama mengetahui beragamnya hewan yang kita manfaatkan sebagai sumber pangan, baik dari bangsa burung, unggas, ikan, hewan pemamah biak dan lain sebagainya, baik itu dagingnya atau hal lainnya seperti susu.

Berikut ini kami tuliskan beberapa saja dari jumlah yang sangat banyak sumber pangan yang bisa dimanfaatkan manusia :

  • Minuman – kita bisa mendapat berbagai jenis minuman kaya gizi dari hewan dan tumbuhan, seperti air kelapa , susu sapi, dan susu kambing.
  • Buah – banyak sekali buah yang bisa kita makan, tidak perlu dituliskan contohnya tentu kita semua sudah paham.
  • Sayur – mulai dari bayam, kangkung, wortel, sawi, dan masih banyak jenis sayuran lain yang kita manfaatkan.
  • Karbohidrat – berasal dari tanaman padi, sagu, umbi, singkong jagung dan lin-lain.
  • Sumber protein – baik itu dair hewan seperti daging ayam, sapi, kambing, udang, ikan, maupun protein hewani sperti kedelai.

Sumber Sandang

Kita bisa menggunakan keanekaragaman hayati sebagai penutup dari tubuh kita, sebagai busana keseharian kita. Dulunya mungkin hanya sebagian kecil dari biodiversity yang bisa dimanfaatkan. Sekarang dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang tekstil, muncul berbagai macam kain yang dihasilkan baik dari hewan maupun tumbuhan.

Berikut beberapa contoh pemanfaatan biodiversity ini dalam kehidupan sehari-hari sebagai sandang.

Hewan

Sekarang ini muncul berbagai macam jenis kain yang diproduksi dengan berbahan dasar hewan. Kulit sapi-buaya-domba dimanfaatkan untuk bahan pembuat sepatu, tas, jaket, mantel dan busana lainnya. Selain itu ulat sutera juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kain sutera.

Tumbuhan

Jaman dulu mungkin tanaman ini hanya dimanfaatkan seadanya untuk menutup tubuh. Tanpa proses yang rumit dan lama. Namun sekarang ini muncul berbagai jenis bahan maupun busana yang diproduksi dengan bahan dasar dari berbagai serat tumbuhan. Seperti kain linen yang berasal dari tanaman sejenis alang-alang., kain katun dari kapas, dan sekarang ada juga kain yang diproduksi berbahan dasar bambu.

Keanekaragaman Hayati Sebagai Pemenuh Kebutuhan Sekunder

Dalam hal ini, keanekaragaman hayati menjadi sarana melepas penat dari segala rutinitasnya. Setiap individu dari manusia tentu memiliki kecendurangan untuk suka pada suatu hal atau hobi yang berbeda-beda. Pemenuhan kebutuhan sekunder ini juga berbeda tergantung minat dari masing-masing, ada yang suka gunung, pantai, hutan, bahkan mungkin ada yang suka gurun.

Ada yang suka memelihara burung dengan aneka ragam dan jenisnya, ada yang suka memelihara ikan, maupun hewan peliharaan lainnya. Dengan adanya biodiversity ini maka semakin banyak pilihan bagi manusia untuk bisa melepas penatnya.

Aspek Budaya

Jumlah manusia sangatlah banyak, dan tentunya berasal dari berbagai tempat yang berbeda, selain itu suku,adat dan budayanya tentu juga berbeda. Perbedaan ini juga membuat keanekaragaman hayati juga dimanfaatkan berbeda di masing-masing tempat. Selain itu juga terjadi hal sebaliknya, keanekaragaman hayati yang berbeda-beda di satu tempat dengan tempat lainnya, membuahkan hasil budaya yang berbeda pula.

Contoh dari pemanfaatan keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut :

  • Di Bali saat upacara Ngaben, digunakan sekitar 39 jenis tumbuhan yang beraroma harum karena mengandung minyak atsiri. Seperti cendana, melati, kenanga, sirih, pandan dan lain sebagainya.
  • Umat Nasrani mamanfaatkan pohon cemara dalam perayaan Natal.
  • Di Toraja, saat upacara kematian digunakan berbagai macam tumbuhan yang dipercaya punya nilai magis yang tinggi saat proses memandikan jenazah. Seperti daun kelapa, rempah-rempah, limau, dan pisan, serta bahan lainnya.
  • Umat Islam melakukan ibadah qurban dengan berbagai hewan, tergantung kondisi daerah di mana qurban dilaksanakan, ada yang menyembelih kambing, kerbau, sapi dan adapula yang menyembilah unta, dan hewan lainnya yang sejenis dengan hewan-hewan tadi.

Sumber Obat

Selain manfaatnya sebagai pangan dan sandang, keanekaragaman hayati juga dimanfaatkan sebagai obat. Tubuh manusia modern terus mengalami perubahan, dan penyakit-penyakitpun terus berkembang. Contohnya jika dulu tidak ditemukan penyakit A, maka sekarang muncul penyakit A.

Dengan semakin beragamnya jenis penyakit, tentu dibutuhkan juga obat-obat yang beragam sesuai jenis sakitnya. Dan tumbuhan serta hewan telah mengandung obat-obatan, hanya perlu dicari tahu bagaimana cara mengambil obat itu agar bisa dimanfaatkan untuk kesembuhan manusia.

Dari sekitar 30.000 jenis tumbuhan di bumi ini, ada sekitar 940 jenis yang dimanfaatkan sebagai obat, dan dari jumlah itu sekitar 250 nya dimanfaatkan dalam industry obat.

Berikut contoh dari pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk obat.

  • Ular – dipercayai bisa menyembuhan penyakit gatal dan penyakit dalam, serta ada bagian tubuhnya yang dipercaya sebagai obat kuat.
  • Madu yang dihasilkan lebah sudah diketahui bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Mengkudu – bermanfaat sebagai obat penurun tekanan darah tinggi.
  • Buah merah – bermanfaat untuk obat diabetes, kolesterol tinggi dan obat kanker.
  • Pohon kina – pada bagian kulitnya terdapat senyawa alkaloid kina yang bermanfaat sebagai obat malaria.

Itulah tadi pembahasan kita kali ini mengenai keanekaragaman hayati, atau bahasa keren-nya biodiversity. Semoga apa yang kami tuliskan bisa bermanfaat. Sekian. Terima kasih sudah berkunjung. Salam.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: