Strategi Keanekaragaman Hayati Wales Support web ini

Peringkat broker opsi biner:

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati

Daftar Isi Artikel Ini :

Keanekaragaman Hayati – Pengertvian, Manfaat, Contoh & Upayanya – Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah.

Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer.

Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya.

Konsep Keanekaragaman Hayati

Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni.

Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain. Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut serta kupu-kupu. Ada hewan berkaki empat, seperti kucing. Berkaki dua seperti ayam. Berkaki banyak seperti lipan dan luwing. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap.

Di samping itu, Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air seperti: ikan mas, lele, ikan gurame. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti kucing, burung dan lain-lain. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung, ayam. Ada yang bersisik seperti ikan gurame, ikan mas, dan ada pula yang berambut seperti kucing, kelinci dan lain-lain.

Peringkat broker opsi biner:

Dari hasil pengamatan atau observasi di halaman sekolah, Anda telah menemukan adanya keseragaman dan keberagaman pada makhluk hidup. Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis, tetapi dalam satu jenis pun terdapat keanekaragaman. Adanya perbedaan warna, bentuk, dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tingkatan keanekaragaman hayati, simak uraiannya berikut ini:

Baca Juga: Ekosistem Darat

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat gen? Untuk menemukan jawaban ini, cobalah amati tanaman bunga mawar. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna-warni, dapat berwarna merah, putih atau kuning. Atau pada tanaman mangga, keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya, rasa, dan warnanya.

Demikian juga pada hewan. Anda dapat membandingkan ayam kampung, ayam hutan, ayam ras, dan ayam lainnya. Anda akan melihat keanekaragaman sifat antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk pial (jengger).

Gambar 1. Keanekaragaman gen pada ayam

Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. Bentuk, rasa, warna pada buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya.

Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.

Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan.

Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan, seperti pada rambutan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi), seperti pada berbagai jenis mangga.

  • Perbedaan sifat pada jenis mangga dapat Anda amati pada tabel berikut:

Pada manusia juga terdapat keanekaragaman gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda, antara lain ukuran tubuh (besar, kecil, sedang); warna kulit (hitam, putih, sawo matang, kuning); warna mata (biru, hitam, coklat), serta bentuk rambut (ikal, lurus, keriting). Cobalah perhatikan diri Anda sendiri! Ciri atau sifat apa yang Anda miliki? Sesuaikan dengan uraian di atas?

Baca Juga: Selulosa Adalah

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis (spesies)

Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren, nipah dan pinang? Atau membedakan jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau? Atau Anda dapat membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis.

Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.

Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda.

Contoh lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing.

Gambar 2. Keanekaragaman jenis pada hewan (a) harimau, (b) singan, (c) kucing dan (d) citah.

Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya.

Cobalah Anda perhatikan perbedaan sifat dari hewan berikut ini :

Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga. Contohnya kelapa, aren, pinang, dan lontar, seperti tampak pada tabel pengamatan berikut ini.

Dari contoh-contoh di atas, Anda dapat mengetahui ada perbedaan atau variasi sifat pada kucing, harimau, singa dan citah yang termasuk dalam familia/suku Felidae. Variasi pada suku Felidae ini menunjukkan keanekaragaman pada tingkat jenis. Hal yang sama terdapat juga pada tanaman kelapa, aren, pinang, dan lontar yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae.

Baca Juga: Usus Besar

Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Di lingkungan manapun Anda di muka bumi ini, maka Anda akan menemukan makhluk hidup lain selain Anda. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya.

Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotikmeliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita.

Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral.

Baik komponen biotik maupun komponen abiotik sangat beragam atau bervariasi. Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik pun bervariasi pula.

Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem.

Gambar 2. Keanekaragaman ekosistem (a) padang rumput (b) padang tundra (c) gurun pasir

Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah.

Di daerah dingin terdapat bioma Tundra. Di tempat ini tidak ada pohon, yang tumbuh hanya jenis lumut. Hewan yang dapat hidup, antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Di daerah beriklim sedang terdpat bioma Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer, dan fauna/hewannya antara lain anjing hutan, dan rusa kutub.

Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuklah keanekaragaman tingkat ekosistem. Totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem menunjukkan terdapat pelbagai variasi bentuk, penampakan, frekwensi, ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda-beda merupakan keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman hayati berkembang dari keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat jenis dan keanekaragaman tingkat ekosistem. Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena didalamnya terdapat sejumlah spesies asli sebagai bahan mentah perakitan varietas-varietas unggul. Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akan terganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan.

Gangguan-gangguan terhadap komponen-komponen ekosistem tersebut dapat menimbulkan perubahan pada tatanan ekosistemnya. Besar atau kecilnya gangguan terhadap ekosistem dapat merubah wujud ekosistem secara perlahan-lahan atau secara cepat pula. Contoh-contoh gangguan ekosistem , antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewan secara liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Gangguan tersebut secara perlahan-lahan dapat merubah ekosistem sekaligus mempengaruhi keanekaragaman tingkat ekosistem. Bencana tanah longsor atau letusan gunung berapi, bahkan dapat memusnahkan ekosistem. Tentu juga akan memusnahkan keanekaragaman tingkat ekosistem. Demikian halnya dengan bencana tsunami.

Keanekaragaman Hayati Indonesia

Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? Dua negara lainnya adalah Brazil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah disamping memiliki keanekragaman hayati yang tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas).

Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri.

Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana.

Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing ( Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica).

Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera indica), dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi.

Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya, di Malaysia dan Filipina juga terdapat tumbuhan durian, mangga, dan sukun. Di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar, yaitu Tetrastigma.

Bagaimana dengan wilayah Indonesia bagian timur? Apakah jenis tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non?Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian.

Selanjutnya, mari kita lihat hewan (fauna) di Indonesia. Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Sekarang mari kita lanjutkan dengan hewan-hewan yang terdapat di Kawasan Indonesia Timur. Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri hewannya adalah:

Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya: kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spiloeus maculatus). Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang paling terkenal adalah burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis).

Sedangkan daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku, jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo (Macrocephalon maleo), anoa, dan babi rusa (Babyrousa babyrussa).

Adapun manfaat keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut:

Manfaat dari pengembangan keanekaragaman hayati antara lain :

  • Manfaat dalam Ekonomi

Jenis hewan (fauna) dan tumbuhan (flora) dapat diperbarui dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakat Indonesia maupun untuk kepentingan ekspor, misalnya saja kayu jati jika di ekspor akan menghasilkan devisa bagi negara. Beberapa tumbuhan juga dapat dijadikan sebagai sumber makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin serta ada tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-oabatan dan kosmetika.

Sumber daya yang berasal dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan untuk kegiatan industri. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat dijadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut, sungai, dan tambak merupakan sumber-sumber perikanan yang berpotensi ekonomi. Beberapa jenis diantaranya dikenal sebagai sumber bahan makanan yang mengandung protein.

Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting, misalnya hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis atau nilai lingkungan yang penting bagi bumi, antara lain: a. Merupakan paru-paru bumi Kegiatan fotosintesis hutan hujan tropis dapat menurunkan kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer, yang berarti dapat mengurangi pencemaran udara dan dapat mencegah efek rumah kaca. b. Dapat menjaga kestabilan iklim global, yaitu mempertahankan suhu dan ke lembaban udara.

Selain berfungsi untuk menunjuang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Masing-masing jenis organisme memiliki peranan dalam ekosistemnya. Peranan ini tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain. Sebagai contoh, burung hantu dan ular di ekosistem sawah merupakan pemakan tikus. Jika kedua pemangsa ini dilenyapkan oleh manusia, maka tidak ada yang mengontrol populasi tikus. Akibatnya perkembangbiakan tikus meningkat cepat dan di mana-mana terjadi hama tikus.

Manusia telah lama menggunakan sumber daya hayati untuk kepentingan medis. Selain pengobatan tradisional, pengobatan moderenpun sangat tergantung pada keragaman hayati terutama tumbuhan dan mikroba. Sumber daya dari tanaman liar, hewan dan mikroorganisme juga sangat penting dalam pencarian bahan-bahan aktif bidang kesehatan. Banyak obat-obatan yang digunakan saat ini berasal dari tanaman; beberapa antibiotik, berasal dari mikroorganisme, dan struktur kimia baru ditemukan setiap saat.

  • Manfaat dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi

Kekayaan aneka flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak jenis hewan dan tumbuhan yang belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Dengan demikian keadaan ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan penelitian bagi berbagai bidang pengetahuan. Misalnya penelitian mengenai sumber makanan dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan manusia.

Masih banyak yang bisa dipelajari tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya hayati secara lebih baik, bagaimana menjaga dasar genetik dari sumber daya hayati yang terpakai, dan bagaimana untuk merehabilitasi ekosistem yang terdegradasi. Daerah alami menyediakan laboratorium yang baik sekali untuk studi seperti ini, sebagai perbandingan terhadap daerah lain dengan penggunaan sistem yang berbeda, dan untuk penelitian yang berharga mengenai ekologi dan evolusi. Habitat yang tidak dialih fungsikan seringkali penting untuk beberapa pendekatan tertentu, menyediakan kontrol yang diakibatkan oleh perubahan mengenai sistem pelelolaan yang berbeda dapat diukur dan dilakukan.

Di negara kita Indonesia, keanekaragaman hayati merupakan sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional. Sejumlah besar sektor perekonomian nasional tergantung secara langsung ataupun tak langsung dengan keanekaragaman flora-fauna, ekosistem alami dan fungsi-fungsi lingkungan yang dihasilkannya. Keanekaragaman hayati ini juga merupakan anugerah terbesar bagi masyarakat Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Manfaat yang dapat diperoleh dari besarnya keanekaragaman hayati bagi masyarakat kita antara lain adalah (1) Merupakan sumber kehidupan, penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat manusia, karena potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lain (2) Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan tehnologi (3) Mengembangkan sosial budaya umat manusia. Pemanfaatan keanekaragaman hayati bagi masyarakat ini harus dilakukan secara berkelanjutan yaitu manfaat yang tidak hanya untuk generasi sekarang tetapi juga untuk generasi yang akan dating. Oleh karena itu, mari kita lestarikan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita agar dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang.

Dampak Kegiatan Manusia terhadap

  • Keanekaragaman Hayati

Adanya berbagai flora dan fauna tersebut merupakan sumber daya alam hayati yang bernilai tinggi serta memberikan nilai tambah bagi manusia. Manfaat keanekaragaman hayati bagi manusia sangatlah besar. Pemanfaatan keanekaragaman hayati ini dapat digolongkan menjadi beberapa nilai manfaat, yaitu nilai konsumtif, nilai produktif, dan nilai nonkonsumtif.

Nilai manfaat konsumtif artinya nilai dari produk keanekaragaman hayati yang langsung dikonsumsi seperti bahan pangan, bahan obat-obatan, dan bahan bakar. Sedangkan nilai manfaat produktif artinya nilai dari produk keanekaragaman gayati yang diolah secara besar-besaran dan bersifat komersial seperti industri karet, industri benang, industri pengalengan ikan, dan lain-lain. Kemudian, nilai manfaat nonkonsumtif artinya manfaat selain konsumtif dan produktif, misalnya ebagai sumber plasma nutfah, menjaga kelestarian ekosistem, dan memberikan keindahan alam.

Dengan semakin majunya teknologi, tentunya berdampak pada kemajuan pemikiran manusia. Hal tersebut menyebabkan manusia ingin mengembangkan berbagai sektor yang terdapat dalam kehidupan. Untuk memenuhi keinginan tersebut tentunya manusia melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Namun terkadang manusia lupa bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan tersebut berdampak terhadap lingkungannya. Dampak itu tidak hanya terhadap unsur-unsur abiotik, namun juga terhadap unsur-unsur biotik. Dengan kata lain, banyak kegiatan manusia yang dapat mengganggu kelestarian dari keanekaragaman hayati yang ada. Beberapa penyebab penurunan keanekaragaman hayati yang berasal dari kegiatan manusia di antaranya perusakan habitat, penggunaan bahan kimia secara berlebihan, dan pencemaran lingkungan.

Kerusakan habitat merupakan faktor utama penyebab kepunahan makhluk hidup. Jika habitat suatu organisme rusak maka organisme itu tidak memiliki tempat hidup yang cocok. Kerusakan habitat yang disebabkan manusia antara lain penebanganhutan dan perusakan terumbu karang. Selain itu, perusakan habitat juga dapat terjadi karena pembukaan lahan baru tanpa melakukan penanaman kembali.

Adapun penggunaan bahan kimia secara berlebihan seperti pupuk dan pestisida juga dapat merusak keanekaragaman hayati yang ada. Bahan-bahan kimia tersebut akan menyebar ke lingkungan dan meracuni organisme di sekitarnya. Pada dasarnya, menggunakan bahan-bahan kimia tersebut tidak ada salahnya karena pada awalnya tujuan pengguanaan bahan kimia itu adalah untuk memberantas hama pada tanaman, namun jika digunakan secara berlebihan tentunya akan tetap merusak ekosistem yang ada.

Di samping itu, kegiatan manusia berupa pencemaran lingkungan juga dapat merusak keanekaragaman hayati yang ada. Bahan pencemar atau polutan dari limbah pabrik atau limbah rumah tangga dapat mencemari dan membunuh makhluk hidup penyusun keanekaragaman hayati. Selain itu, perubahan diperkirakan akan mempengaruhi penyebarab dan ketahanan makhluk hidup. Akumulasi pencemar seperti DDT, dioxin, dan lain-lain di dalam perairan telah mengakibakan kematian berbagai polusi mamalia laut.

Baca Juga: Fungsi Paru-Paru

Upaya Pelestarian

Adapun beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan melestarikan keanekaragaman hayati tersebut seperti penghijauan(reboisasi), pemuliaan, pelestarian in situ maupun ex situ serta penegakan hukum dan kebijakan nasional dan internasional.

  • Penghijauan (reboisasi)

Reboisasi atau penghijuan dapat menigkatkan keanekaragaman hayati dengan cara menanam pohon-pohon baru di lingkungan yang kritis. Tindakan reboisasi ini tentunya harus diikuti perawatan tanaman supaya tujuan penghijauan dapat tercapai.

Pemuliaan adalah usaha membuat varietas unggul dengan cara melakukan perkawinan silang. Usaha pemuliaan akan menghasilkan varian baru. Oleh sebab itu, pemuliaan hewan dan tumbuhan dapat meningkatkan keanekaragaman gen.

  • Pelestarian in situ

Pelestarian insitu adalah pelestarian didalam habitan aslinya, misalnya mendirikan cagar aalm ujung kulon dan taman nasional komodo.

  • Pelestarian ex situ

Adalah pelesstarian diluar habitat aslinya , misalnya penangkaran hewan didalam kebun binatang contohnya taman ragunan dan taman safari bogor.

  • Penegakan hukum

Adapun penegakan hukum dan kebijakan nasional dan internasional ini sebenarnya tergantung kepada masing-masing wilayah.

Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Manfaat, Contoh Upaya Pelestarian

Keanekaragaman Hayati – Sekilas apakah Anda pernah berpikir mengapa manusia meskipun sama nama memiliki karakter dan ciri khasnya masing-masing? Mungkin beberapa kali pernah terlintas pikiran tersebut. Sebenarnya simpel saja si, coba sesekali Anda bercermin di depan kaca kemudian bentuk rambut, wajah, dan anggota badan lainnya. Pastinya akan berbeda bukan dengan orang lain?

Kok bisa berbeda ya? Mengapa ada yang rambutnya lurus lembut, ikal, keriting dan ada juga yang mengembang. Perbedaan di antara Anda dengan yang lainnya ini dikenal dengan istilah keanekaragaman hayati.

Hal tersebut adalah keberagaman yang ada pada makhluk hidup sebagai dasar atau ciri yang dapat diketahui dengan observasi dan juga pengamatan. Lebih jelasnya Anda bisa membaca beberapa hal di bawah ini:

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Berdasarkan pendapat dari Primak Et Al di tahun 1998 di dalam Kuswanda 2009 menjelaskan bahwasanya “keanekaragaman hayati adalah kekayaan atau bentuk kehidupan di bumi, baik tumbuhan, hewan, mikroorganisme, genetika yang dikandungnya, maupun ekosistem, serta proses-proses ekologi yang dibangun menjadi lingkungan hidup”.

Frasa dari hal tersebut sendiri acap kali dikenal dengan istilah biodiversitas. Biodiversitas biasanya bisa Anda temukan di lingkungan sekitar. Bahkan setiap makhluk hidup yang Anda temui juga termasuk diantaranya. Pasalnya mereka bisa menggambarkan adanya beberapa perbedaan yang ada pada satu makhluk hidup dengan lainnya. perbedaan ini akan saling menyeimbangkan.

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Meskipun keanekaragaman hayati menggambarkan suatu perbedaan, nyata perbedaan yang ada justru memberikan manfaat cukup banyak bagi berlangsungnya kehidupan. Penasaran kira-kira apa saja yang bisa didapatkan dari perbedaan tersebut, di bawah ini beberapa ulasan lengkapnya:

Sumber Pangan

Adanya keanekaragaman yang ada di sekitar Anda ternyata menjadi sumber pangan atau makanan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Seperti yang sudah diketahui manusia membutuhkan sumber energi yang digunakan untuk aktivitas dan berasal dari makanan.

Meskipun begitu, manusia tidak dapat membuat atau memproduksi bahan makanannya sendiri. Makanan yang selama ini Anda konsumsi sebenarnya diperoleh dari makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Coba bayangkan jika hewan ataupun tumbuhan tidak ada akankah Anda tetap bisa mendapatkan nutrisi yang cukup? Tentu saja tidak bukan?

Sumber Sandang

Manfaat yang kedua keanekaragaman hayati yakni sebagai sumber sandang untuk manusia. Sandang atau yang dikenal dengan pakaian adalah kebutuhan dasar untuk manusia dan bisa dibuat dengan serat dari beberapa jenis hewan serta tumbuhan misalnya saja kapas, pohon pisang abaka, ulat sutera, bulu dari domba, biri-biri, rami, sisal, jute dan lainnya, beberapa contohnya adalah:

Masyarakat dari suku Dani yang ada di Lembah Baliem Papua memakai tanaman labu air agar bisa membuat koteka untuk laki-laki serta wanita Papua. Mereka juga memakai tumbuhan wen dan kem agar bisa membuat pakaian.

Dengan berkembangnya teknologi yang ada seperti saat ini banyak olahan yang bisa dibuat misalkan saja kulit sapi jadi sepatu, kulit buaya jadi tas, kulit domba jadi jaket, ulat sutera jadi kain, bulu untuk aksesoris dan lainnya.

Sumber Papan

Adanya keanekaragaman di Indonesia ternyata juga bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia dalam proses pembangunan tempat tinggal, utamanya bagi proses pembuatan rumah adat yang dilakukan oleh masyarakat tradisional Indonesia. Umumnya masyarakat akan memakai bambu untuk membangun rumah dan membuat jendela, bagian atap, serta tiang.

Beberapa contoh dari tumbuhan yang kerap dipakai dalam proses pembangunan rumah misalnya adalah pohon kelapa, pohon jati, pohon meranti, pohon nangka, kayu ulin, bambu, dan gebang. Sedangkan proses pembuatan atap dan dinding rumah dari keanekaragaman hayati tumbuhan adalah berikut.

  • Jenis tumbuhan spesies palem-paleman misalnya trigillarium, nypa fructicans, oncosperma, dan oncosperma horridum biasanya akan dipakai untuk membuat rumah pada kawasan Kalimantan dan Sumatera.
  • Tumbuhan alang-alang biasanya akan digunakan untuk membuat atap di pulau Bali, daerah Nusa Tenggara dan Pulau Timur lainnya.

Sumber Pemenuh untuk Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder manusia tentunya sangat beragam dan salah satunya adalah kebutuhan untuk merasakan liburan dan juga refreshing. Adanya keanekaragaman hayati di Indonesia sendiri bisa Anda manfaatkan untuk sarana melepas penat karena lelah menjalani rutinitas padat sehari-hari. Ada banyak objek yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut antara lain adalah gunung, danau, dan pantai.

Sumber untuk Membuat Obat-obatan

Keanekaragaman di Indonesia sepertinya memang cukup menguntungkan dengan adanya sekitar 30.000 spesies jenis tumbuhan. Dari jumlah tersebut sekitar 900 spesies dipakai sebagai tanaman obat sedangkan 250 spesies tanaman obat dipakai sebagai bahan dasar dalam industri obat herba lokal. Di bawah ini adalah tumbuhan dan hewan yang digunakan untuk membuat obat.

  • Pohon Kina atau Cinchona calisaya dan cinchona officianlis kulitnya memiliki kandungan alkaloid kina atau quinine yang berfungsi untuk membantu menyembuhkan penyakit malaria
  • Madu yang berasal dari lebah berfungsi untuk meningkatkan daya tahan dari tubuh manusia
  • Buah mengkudu atau Morind citrifolia berfungsi untuk menurunkan tekanan dari darah tinggi
  • Buah merah atau Pandanus conoideus berfungsi sebagai obat dari penyakit kanker, kolesterol dan juga diabetes.
  • Ular, bagian dagingnya dan lemaknya digadang-gadang bisa mengobati berbagai penyakit kulit yakni gatal-gatal

Bahan Pembuatan Kosmetik

Salah satu manfaat yang cukup menguntungkan lainnya dari keanekaragaman hayati adalah sebagai bahan yang digunakan untuk membuat kosmetik. Beberapa perusahaan kosmetik yang ada di Indonesia bisa dengan mudah memperoleh bahan-bahan tersebut dan dijadikan kosmetik, misalnya:

  • urang-aring, pandan, minyak kelapa, mangkohan, lidah buaya dapat digunakan sebagai pelumas maupun penghitam rambut
  • bunga mawar, kayu cendana, kemuning, bunga melati, bunga kenanga dsb dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat wewangian.

Sebagai Aspek Kebudayaan

Keanekaragaman di Indonesia ini ternyata bisa menjadi keanekaragaman dari suku dan juga budayanya. Kira-kira ada sekitar 350 suku di Indonesia yang mana memiliki budaya, adat dan kepercayaan yang berbeda. Setiap ritual dari masing-masing suku yang ada di Indonesia juga menggunakan jenis hewan dan tumbuhan yang berbeda-beda sesuai dengan kepercayaan dan pedomannya.

Tingkatan Keanekaragaman Hayati

Biodiversitas atau keanekaragaman hayati pada dasarnya bisa terjadi pada tingkatan yang ada dalam sebuah kehidupan. Hal ini bisa saja dimulai dari organisme yang berada pada tingkat paling rendah hingga organisme di tingkat paling tinggi. Secara umum atau garis besar biodiversitas di bagi jadi tiga tingkatan. Di bawah ini adalah tingkatan tersebut:

Keanekaragaman Gen

Keanekaragaman pada tingkat gen pada dasarnya menjadikan variasi di antara individu dalam satu spesies sama. Misalnya saja begini, perbedaan yang ada pada varietas tanaman padi. Anda tentunya juga sudah paham bukan jika ada banyak sekali jenis padi yang bisa ditemukan misalnya saja padi rojo lele, bulog, pandan wangi, IR, Kapuas, IPB 3 dan lainnya.

Tanaman lain juga memiliki keanekaragaman hayati yang sama. Misalnya saja pada tanaman buah mangga dengan biodiversitas gen yang mencolok, maka ada jenis mangga Mangifera indica atau yang dikenal dengan varietas harum manis, mangga bali, mangga gadung, dan juga mangga manalagi.

Bukan hanya tanaman manusia justru mengalami biodiversitas gen yang paling mencolok di antara makhluk hidup lainnya. Meskipun termasuk pada spesies Homo Sapiens, nyata bentuk manusia satu dengan lainnya tetap saja berbeda.

Biodiversitas biasanya ada karena terdapat variasi gen yang tentunya berbeda pada satu makhluk hidup satu dengan lainnya meskipun satu jenis. Gen sendiri merupakan materi yang ada di dalam kromosom pada makhluk hidup sebagai sistem pengendali bersifat organisme.

Gen ini menjadi penyebab adanya variasi yang tampak atau dikenal dengan fenotipe serta variasi tidak tampak atau genotipe. Susunan gen pada setiap makhluk hidup tentunya berbeda sebab gen pada dasarnya adalah hasil campuran antara gen betina dengan gen jantan pada saat berada di dalam proses perkawinan.

Keanekaragaman Spesies

Cukup berbeda dengan tingkat keanekaragaman hayati gen, selanjutnya ada keragaman pada tingkat individu atau spesies yang menjadi salah satu gambar adanya jumlah serta variasi dari organisme. Lalu mengapa bisa terjadi keanekaragaman pada individu ataupun spesies?

Bisa saja, sebab hal ini terjadi karena adanya pengaruh dari kandungan genetik dengan habitat makhluk hidup. Contoh seperti ini keanekaragaman individu atau spesies yang ada di Arecaceae atau palem-paleman. Jika dilihat sekilas memang beberapa tanaman dalam spesies ini sama.

Padahal semuanya individu atau jenis tanaman tersebut berbeda. Misalnya saja pohon aren dengan nama latin Arenga pinnata serta pohon Pinang latinnya Areca catechu. Keduanya memiliki tempat hidup atau habitat yang berbeda pohon aren tumbuh di daerah pegunungan dengan struktur daun yang berbeda.

Sedangkan pohon pinang bisa juga tumbuh di dataran rendah. Berdasarkan perbedaan tersebutlah tanaman memiliki ciri khusus pada setiap individu atau spesiesnya.

Keanekaragaman Ekosistem

Semua makhluk hidup pasti akan berinteraksi dengan lingkungannya. Baik itu dari faktor secara biotik atau antibiotik, Faktor biotik sendiri adalah bagian-bagian yang terdapat dalam ekosistem dan merupakan makhluk hidup seperti tumbuhan, manusia dan hewan.

Sedangkan faktor abiotik adalah bagian dari ekosistem yang tidak terdapat pada makhluk hidup seperti halnya iklim, tanah, cahaya, tingkat keasaman tanah, kandungan mineral yang ada di dalam tanah, dan ari. Semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya, baik itu faktor biotik maupun faktor abiotik.

Faktor biotik merupakan bagian-bagian dalam ekosistem yang merupakan makhluk-makhluk hidup misalnya tumbuhan, sedangkan faktor abiotik merupakan bagian dalam ekosistem yang tidak hidup misalnya iklim, cahaya, air, tanah, tingkat keasaman tanah, dan kandungan mineral dalam tanah.

Kedua faktor dari ekosistem sangatlah beragam, jadi tidak heran lagi jika ekosistem satu dengan yang lainnya tersusun dari faktor tersebut bisa memiliki perbedaan. Dibawah ini adalah jenis dari ekosistem dalam keanekaragaman hayati:

Ekosistem Lumut

Ekosistem lumut adalah ekosistem dengan mayoritas lingkungan yang ditumbuhi tumbuhan lumut. Umumnya ekosistem ini ada di kawasan dengan temperatur rendah, misalnya saja di puncak gunung, bukti dan daerah yang berdekatan dengan kutub. Hewan yang tinggal dan hidup pada ekosistem ini biasanya adalah hewan dengan bulu tebal dan sangat toleran dengan suhu dingin.

Ekosistem Hutan dengan Daun Jarum

Ekosistem hutan dengan daun berbentuk jarum ini biasanya berada pada daerah sub tropis. Ekosistem yang ada biasanya tumbuh di dalam suhu yang tergolong rendah.

Ekosistem Hutan dari Hujan Tropis

Seperti halnya dengan namanya ekosistem ini tentu berada di kawasan daerah tropis yang mana ditunjukkan dengan ciri khas utama berupa tumbuhan yang bentuknya beraneka ragam.

Ekosistem ini umumnya mempunyai keanekaragaman hayati yang paling besar. Indonesia misalnya, kawasan ini memiliki ekosistem jenis hutan hujan tropis dan dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversity sebab memiliki banyak hampir jutaan spesies makhluk hidup.

Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem padang rumput didominasi rerumputan dan biasanya ada pada daerah yang mempunyai iklim tergolong cukup kering. Ekosistem ini bisa ditemukan dengan mudah pada kawasan hutan-hutan yang ada di Afrika.

Ekosistem Padang Pasir

Ekosistem Pantai

Sebelumnya penjelasan mengenai ekosistem yang ada di kawasan darat saja. Nah kali ini juga ada kawasan pantai atau berdekatan dengan laut yang mana didominasi oleh hewan laut yang bisa hidup di laut sekaligus di darat seperti kepiting. Selain itu juga ada hewan darat lainnya seperti burung pantai dan aneka jenis serangga.

Contoh Keanekaragaman Hayati

Contoh dari keanekaragaman hayati bisa dilihat dari tingkat jenis yang aman dapat Anda temukan pada berbagai organisme dalam satu famili atau keluarga. Kadang kala memang sulit untuk membedakan diantara satu dengan lainnya dalam satu keluarga sebab ciri fisik yang dimiliki hampir sama. berikut ini beberapa contoh tersebut:

Keluarga Felidae

Apabila Anda pernah pergi ke suatu kebun binatang pasti akan melihat banyak hewan seperti harimau, singa, atau mungkin juga citah dan kucing. Apakah Anda tahu hewan tersebut meskipun berbeda ternyata termasuk pada satu keluarga atau family, yaitu Felideae atau dikenal dengan kucing-kucingan. Jika dilihat sekilas masing-masing hewan memiliki bentuk tubuh berbeda, namun fisiologisnya memiliki banyak kesamaan.

Keluarga Terong atau Solanaceae

Solanaceae atau yang dikenal dengan keluarga terong-terongan ternyata juga mempunyai keragaman hayati pada tingkat spesies. Perbedaan ini termasuk cukup menarik untuk dilakukan pengamatan. Tanaman cabai, terong, lenca, tomat, melon, semangka, dan tanaman lainnya mempunyai buah yang bentuk maupun rasanya saling berbeda. Bukan sekadar itu, bentuk dari tanaman secara morfologis pun berbeda.

Keluarga Jahe-jahean atau Zingiberaceae

Famili Zingiberaceae mempunyai keanekaragaman hayati tergolong cukup banyak. Anda pun dapat menemukan berbagai jenis tanaman yang masuk ke dalam keluarga satu dan mereka saling berbeda satu dengan lainnya misalnya:

  • Tanaman Bengle atau Zingiber cassumunar Roxb
  • Tanaman Bengle hantu atau Zingiber ottensi Val
  • Tanaman Gandasuli atau Hedychium coronarium koen.
  • Tanaman Jahe atau Zingiber officinalis Rosc
  • Tanaman Kencur atau Kaemferia galangal L
  • Tanaman Kunyit atau Curcuma democtica Val
  • Tanaman Lempuyang atau Zingiber aromaticum Val
  • Tanaman Lempuyang gajah atau Zingiber zerumbet (L.) J.E. Smith
  • Tanaman Lengkuas atau Curcuma demostica Val
  • Tanaman Lengkuas malaka atau Alpinia malaccensis Rosc
  • Tanaman Pacing atau Costus specious (Koen.) J.E. Smith
  • Tanaman Parahulu atau Amomum aculeatum Roxb
  • Tanaman Temu giring atau Curcuma heyneane Val. & V. Zijp
  • Tanaman Temu hitam atau Curcuma aeruginosa Roxb
  • Tanaman Temu kunci atau Boesenbergia pandurata Schlecht
  • Tanaman Temu lawak atau Curcuma xanthorriza Roxb
  • Tanaman Temu putih atau Kaempferia rotunda L
  • Tanaman Temu putri atau Curcuma petiole Roxb
  • Tanaman Temung atau Clausena excavate Burm.f.

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Upaya pelestarian sebenarnya bisa dilakukan dengan beberapa cara. Namun ada dua metode yang kerap digunakan yakni metode insitu dan metode eksitu. Seperti apa metode tersebut? Langsung saja simak ulasannya di bawah ini:

Metode Insitu

Insitu merupakan sebuah upaya pelestarian dari keanekaragaman hayati, yang mana langsung dilakukan pada alam tempat dari flora dan fauna itu berada. Metode ini, memberikan perlindungan pada kawasan yang dianggap mempunyai ekosistem unik atau flora dan fauna yang ada terancam punah.

Biasanya dilakukan dengan pembuatan suaka marga satwa, cagar alam, hutan suaka alam dan taman nasional. Berikut penjelasan dari masing-masing.

  • Suaka marga satwa merupakan sebuah upaya perlindungan terhadap ekosistem yang dinilai mempunyai keunikan. Keunikan tersebut berisi berbagai jenis flora serta fauna yang wajib untuk dilindungi.
  • Taman nasional merupakan sebidang tanah yang memperoleh perlindungan mutlak pemerintah. Tanah ini biasanya isinya adalah ekosistem- ekosistem terlindungi.
  • Cagar alam merupakan keadaan alam yang memiliki sifat khas berasal dari flora maupun fauna di dalamnya. Cagar alam juga mempunyai ekosistem yang wajib untuk dilindungi.
  • Hutan suaka alam merupakan hutan yang mempunyai ekosistem terlindungi di dalamnya. Hutan suaka alam pun biasa dikenal dengan nama hutan lindung.

Metode Eksitu

Metode eksitu merupakan metode pelestarian dari keanekaragaman hayati yang dilakukan menggunakan cara pengambilan fauna serta flora dari wilayah aslinya. Tujuannya adalah konservasi, perlindungan, dan juga pengembang biakan.

Metode ini pun dilakukan ketika ekosistem dari tempat flora dan fauna tersebut tinggal sudah hancur total maupun rusak, sehingga membutuhkan waktu agar dapat tinggali kembali. Metode eksitu juga upaya konservasi menggunakan cara koleksi spesies langka, sehingga masa hidup dari hewan atau tumbuhan tersebut bisa lebih lama.

Dalam metode eksitu, ada beberapa cara, yaitu menggunakan kebun binatang, taman safari, serta taman hutan raya.

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Indonesia adalah termasuk dari tiga negara yang mempunyai keanekaragaman hayati tinggi. Dua negara lain yaitu Brazil dan Zaire. Akan tetapi jika dibandingkan Brazil dan Zaire, Indonesia mempunyai keunikan tersendiri.

Keunikan yang ada adalah mempunyai tingkat keanekaragaman hayati tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe indo-malaya luas dan tipe oriental Australia, serta peralihannya. Selain itu, Indonesia memiliki banyak hewan serta tumbuhan langka dan spesies endemik.

Kini Anda tidak perlu merasa bingung mengapa satu dengan yang lainnya bisa berbeda. Ya bisa saja sebab semuanya adalah pembeda yang akan menimbulkan keanekaragaman hayati. Bahkan Indonesia juga termasuk negara yang memiliki keanekaragaman cukup tinggi.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: