Strategi Pemasaran Baru Untuk Universitas Pos-pos Terbaru

Peringkat broker opsi biner:

amaliafadini

akal ada, karena Tuhan ada,.

makalah strategi pemasaran

OLEH : AMALIA FADINI

JURUSAN DAKWAH DAN KOMUNIKASI PRODI MANAJEMEN DAKWAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP

Peringkat broker opsi biner:

DAFTAR PUSTAKA

Latar Belakang

Strategi pemasaran merupakan salah satu cara dalam mengenalkan produk kepada konsumen, dan hal ini menjadi penting karena akan berhubungan dengan laba yang akan dicapai oleh perusahaan. Strategi pemasaran akan berguna secara optimal bila didukung oleh perencanaan yang terstruktur baik dalam segi internal maupun eksternal perusahaan.

Dalam ilmu pemasaran, sebelum melakukan berbagai macam promosi atau pendekatan pemasaran lainnya, perusahan harus terlebih dahulu membidik pasar atau segmen secara jelas. Sebagian besar kegagalan usaha yang terjadi disebabkan oleh gagalnya perusahaan mendefenisikan pasar yang dituju dan bagaimana potensinya. Dengan banyaknya jumlah konsumen dan keanekaragaman keinginan pembelian menyebabkan perusahaan tidak dapat memasuki semua segmen pasar, perusahaan harus dapat mengidentifikasi segmen pasar yang dapat dilayani paling efektif, yaitu dengan melakukan penelitian segmentasi.

Apa yang dimaksud pemasaran?

Apa yang dimaksud strategi ?

Jelaskan Macam-macam strategi pemasaran?

  1. untuk memenuhi tugas yang telah di berikan.
  2. Agar dapat mengetahui pentingnya strategi dalam memasarkan produk
  3. Dapat memahami lebih detail tentang strategi pemasaran

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian strategi pemasaran

Dapat di klarifikasikan bahwa, Pengertian Strategi. Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi. Disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Dalam artian khusus strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggandimasadepan.
Pemasaran adalah suatu kegiatan dalam perekonomian yang berfungi membantu menentukan nilai ekonomi dimana nilai ekonomi disini berupa harga barang dan jasa. Penentuan nilai harga barang dan jasa sangat dipengaruhi oleh tiga faktor kunci yaitu produksi, pemasaran dan konsumsi. Oleh karena itu pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi seperti yang dikemukakan oleh Joseph P. Cannon dalam bukunya A Global.

Yang dimaksud dengan strategi pemasaran ialah suatu pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Atau pengertian strategi pemasaran lainnya adalah suatu pola fundamental, dimana adanya suatu perencanaan pemasaran, pengarahan sumber daya, serta interaksi dengan pasar, pesaing, konsumen dan lain sebagainya. selain itu, dalam suatu strategi pemasaran ada baiknya untuk mempertimbangkan tujuan dari pemasaran, pasar yang diincarnya dan bagaimana mengelola sumberdaya dengan efektif dan efisien.

Strategi produk adalah suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang dipasarkannya dan juga berhubungan pula dengan hal-hal lain atau atribut lain yang melekat pada produk tersebut. Hanya dengan kepuasaan konsumen maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan, jadi kepusan konsumen haruslah menjadi dasar utama bagi perencanaan strategi produk. Dengan demikian produsen atau penjual harus menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Dalam strategi produk yang perlu di ingat adalah yang beerkaitan dengan produk secara utuh, mulai dari nama produk, bentuk, isi , atau pembungkus.

Produk adalah segala sesuatu yang diharapkan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia ataupun organisasi. Produk yang berhasil berarti produk yang dapat benar-benar memenuhi kebutuhan dan keinginan atau selera konsumennya. Sebaliknya produk yang gagal adalah produk yang tidak mampu memenuhi kebutuhan serta selera konsumennya. Keberhasilan suatu produk diukur dari kemampuan produk itu untuk memenuhi kebutuhan sejumlah manusia yang cukup luas. Jadi dengan kata lain harus mampu memperoleh keberhasilan ekonomis yang tinggi. Suatu produk yang baru yang akan berhasil serta akan mulai diperkenalkan atau dilansir (lounching the new product) haruslah direncankan dengan teliti agar nantinya dapat menjadi produk yang berhasil. Keberhasilan itu akan sangat ditentukan oleh sifat-sifat yang terkandung dalam produk tersebut baik sifat yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata. Sifat-sifat produk tersebut merupakan komponen-komponen yang membentuk disebut dengan atribut produk, yang dapat berupa bentuknya yang manis, daya tahannya yang tinggi, warnanya yang menarik, ataupun mereknya yang sudah terkenal bahkan bisa saja berupa pelayanan purna jual yang berupa service atau reparasinya dsb. Keberhasilan dari suatu produk baru yang mulai diperkenalkan atau diintroduksikan di pasar dapat memakan waktu yang lama akan tetapi ada pula yang cepat dikenal dan disenangi konsumen. Perjalanan hidup suatu produk dari mulai diperkenalkan sampai mati itu disebut “siklus hidup produk” atau “daur hidup produk” atau “product life cycle”.

  1. Menentukan Logo dan Motto

Logo merupakan cirri khas suatu perusahaan produk, sedangkan motto merupakan serangkaian kata yang berisikan misi dan visi perusahaan dalam melayani masyarakat. Baik logo maupun motto harus di rancang secara baik dan benar. Dalam menemukan logo dan motto perlu beberapa pertimbangan, yaitu:

  1. Harus memiliki arti ( dalam arti positif )
  2. Harus menarik perhatian
  3. Harus sudah di ingat.
  4. Menciptakan merk

Merek merupakan suatu tanda bagi konsumen untuk mengenal barang atau jasa yang di tawarkan. Pengertian merek sering diartikan sebagai nama, istilah, symbol,desain, atau kombinasi dari semuanya. Agar merek mudah di kenal masyarakat, menciptakan merek harus mempertimbangkan factor-faktor berikut:

  1. Mudah di ingat
  2. Terkesan hebat dan modern
  3. Memiliki arti ( dalam arti positif )
  4. Menarik perhatian.
  5. Menciptakan kemasan

Kesamaan merupakan pembungkus suatu produk. Penciptaan kemasan pun harus memenuhi berbagai persyaratan, seperti:

  • Kualitas kemasan ( tidak mudah rusak )
  • Bentuk atau ukuran termasuk desain menarik
  • Warna menarik
  • Dsb
  1. Keputusan Label

Label merupakan sesuatu yang di letakkan pada produk yang di tawarkan dan merupsksn bsgisn dari kemasan. Di dalam label harus di jelaskan:

  • Siapa yang membuat
  • Dimana di buat
  • Kapan di buat
  • Cara menggunakannya
  • Waktu kadaluarsa
  • Dan informasi lainnya.
  1. Strategi Harga

Setelah produk berhasil di ciptakan dengan segala atributnya, langkah selanjutnya adalah menentukan harga produk. Pengertian harga adalah sejumlah nilai (dalam mata uang )yang harus di bayar konsumen untuk membeli atau menikmati barang atau jasa yang di tawarkan. Penentuan harga adalah salah satu aspek penting dalam kegiatan marketing mix. Penentuan harga sangat penting di perhatikan mengingat harga merupakan salah satulaku tidaknya produk dan jasa yang di tawarkan. Salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan dan berakibat tidak lakunya produk tersebut dipasar.

Adapun tujuan Penentuan harga oleh suatu perusahaan secara umum adalah sbb:

Jika tujuan perusahaan dalam menentukan harga adalah untuk bertahan hidup, penentuan harga di lakukan semurah mungkin. Tujuannya adalah agar produk atau jasa yang di tawarkan laku dipasaran dengan harga murah, tetapi dalam kondisi yang menguntungkan.

  1. Untuk memaksimalkan laba

Penentuntuan harga bertuuan agar penjualan meningkat, hingga laba menjadi maksimal. Penentuan harga biasanya dapat di lakukan dengan harga murah atau tinggi.

  1. Untuk memperbesar market share

Maksudnya adalah untuk memperluas atau memperbesar jumlah pelanggan.penentuan harga yang murah di harapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan pelanggan pesaing beralih ke produk yang di tawarkan.

Tujuuan penentuan harga dan pertimbangan mutu produk adalah untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang di tawarkan memiliki kualitas yang tinggi atau lebih tinggi dari kualitas pesaing. Biasanya harga di tentukan setinggi mungkin karena masih ada anggapan bahwa produk yang harganya lebih tinggi di banding harga pesaing.

Penentuan harga dengan melihat harga pesaing bertuan agar harga yang di tawarkan lebih kompetitif di bandingkan harga yang di tawarkan pesaing. Artinya dapat melebihi harga pesaing untuk produk tertentu atau sebaliknya bias lebih redah.

Menentukan besarnya harga berdasarkan angka, di mana besarnya nilai harga yang harus di pasang tentu di sesuaikan dengan tujuan penentuan harga.Beberapa metode dalam penentuan suatu harga produk.

  1. Modifikasi harga atau diskriminasi harga dapat dilakukan menentukan menurut hal-hal berikut.
  2. Menurut pelanggan

Harga di bedakan berdasarkan pelanggan utama (primer) atau pelanggan biasa (sekunder). Pelanggan utama adalah konsumen yang loyal dan memenuhi kretaria yang telah ditetapkan. Penentuan harga untuk pelanggan utama biasanya relatif lebih murah.

Harga di tentukan berdasarkan bentuk atau ukuran produk atau kelebih-lebihan yang dimiliki oleh suatu produk. Misalnya, untuk kartu kredit ada master card dan visa card.

Harga di tentukan berdasarkan lokasi atau wilayah di mana produk atau jasa tersebut di tawarkan. Hal ini dilakukan karena setiap wilayah dan daerah memiliki wilayah atau daerah memiliki daya lebih dan kondisi pesaing tersendiri.

Harga ditentukan berdasarkan periode atau masa tertentu. Harga tersebut dapat berubah pada jam-jam tertentu (telepon), hari-hari tertentu (untuk hotel dari sabtu dan minggu) dan minggu atau bulan-bulan tertentu (musiman).

  1. Pemnerapan harga untuk produk baru
  2. Market skimming pricing

Yaitu harga awal produk yang di tetapkan setinggi-tingginya dengan tujuan produk atau jasa memiliki kualitas tinggi.

  1. Market penetration pricing

Yaitu menetapkan harga serendah mungkin dengan tujuan untuk menguasai pasar.

Metrode penetapan darga adalah sebagai berikut:

Metode penentuan cost plus pricing menggunakan rumus sebagai berikut.

Vc = Variable cost (Biaya Tetap)

FC = fixed cost (Biaya Tetap)

TS = total sales (Total penjualan)

Sebagai ilustrasi untuk cost plus pricing:

FC = Rp 5.000.000,00

TS = 100.000 unit

Harga pokok = Rp 10,00

  1. Cost plus pricing dengan mark up

Dari ilustrasi di atas tempat di hitung sebagai berikut.

Jika perusahaan mengharapkan margin laba 20%, maka cost plus pricing dengan mark up sebagai berikut.

Harga dengan mark up

Harga dengan mark up = Rp75,00

  1. Break Even Pricing (BEP) atau Target Pricing, yaitu harga ditentukan berdasarkan titik impas (pulang pokok).
  1. Perceived value pricing

Yaitu penentuan harga yang didasarkan kesan (persepsi) pembeli terhadap produk yang di tawarkan. Kadang-kadang mutu atau kualitas produk tidak sesuai dengan harga produknya. Artinya, mutunya biasa saja, namun harganya tinggi.

  1. Strategi Tempat dan Distribusi

Berikut ini akan di bahas bagaimana strategi perusahaan dalam mendistribusikan barangnya, mulai dari pabrik atau produsen sampai ke tangan konsumen.

Distribusi adalah cara perusahaan menyalurkan barangnya, mulai dari perusahaan sampai ke tangan kunsumen akhir. Distribusi dapat pula di artikan sebagai cara menetukan metode dan jalur yang akan di pakai dalam menyalurkan produk kepasar. Pendek atau panjangnya jalur yang di gunakan perlu di pertimbangkan secara matang.

Strategi ditribusi penting dalam upaya perusahaan melayani konsumen tempat sasaran. Keterlambatan dalam penyaluran mengakibatkan perusahaan kehilangan waktu dan kualitas barang serta diambilnya kesempatan oleh pesaing. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki strategi untuk mencapai target pasar dan penyelenggaraan fungsi didistribusikan berbeda-beda.

Perlu kita ketahui bahwa saluran distribusi memilki fungsi tertentu. Fungsi-fungsi tersebut menujukkan betapa pentingnys strategi distribusi bagi peruasahaan. Adapun fungsi saluran distribusi adalah sebagai berikut.

Adalah fungsi yang meliputi bagaimana perusahaan menghubungi dan mengomunisasikan produknya dengan calon pelanggan. Fungsi ini membuat mereka sadar menghadap produk yang telah ada dan menjelaskan kelebihan serta manfaat produk tersebut.

Merupakan fungsi yang meliputi pengngkutan dan penyortiran barang, termasuk sebagai tempat penyimpan,memelihara dan melindungi barang. Fungsi penting agar barang yang di angkut tiba tepat waktu dan tidak rusak atau cepat busuk.

Meliputi penelitian dan pembiayaan.pemnelitian yakni mengumpulkan informasi tentang jumlah anggota saluran dan pelanggan lainnya.pembiayaan adalah memastikan bahwa anggota saluran tersebut mempunyai uang yang cukup guna memudahkan aliran barang melalui saluran distribusi sampai ke konsumen akhir.

Dalam strategi saluran distribusi terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai perusahaan. Strategi yang di jalankan tersebut akan memberikan banyak manfaat dalam berbagai hal, seperti:

  1. Melayani konsumen secara cepat
  2. Menjaga mutu produk agar tetap stabil
  3. Menghemat biaya;
  4. Menghindari pesaing.

Starategi yang akan dijalankan perusahaan dipengaruhi oleh berbagai factor yang perlu dipertimbangkan karena factor-faktor tersebut mempengaruhi berhasil tidaknya strategi yang dijalankan.

Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi strategi distribusi tersebut.

  1. Pertimbangan pembeli atau faktor pasar

Karakteristik pelanggan mempengaruhi keputusan apakah perlu menggunaka suatu pendekatan distribusi langsung. Perusahaan harus mempertimbangkan jumlah dan frekuensi pembelian; sasaran pelanggan, apakah sasarannya pasar konsumen atau pasar industri; serta lokasi geografis dan ukuran pasar.

Produk yang kompleks, dibuat khusus, dan mahal cenderung menggunakan saliuran distribusi yang pendek dan langsung. Daur hidup produk juga menentukan pilihan saluran distribusi. Pada tahap awal pembuatan, produk dijual secara langsung, tetapi dalam perkembangannya dapat digunakan jasa perantara. Kepekaan produk, produk yang tidak tahan lama memerlukan saluran distribusi yang pendek.

  1. Faktor produsen atau pertimbangan pengawasan dan keuangan

Produsen yang memiliki sumber memiliki sumber daya keuangan, manajerial, dan pemasaran yang besar lebih baik menggunakan saluran langsung. Sebaliknya, perusahaan yang kecil dan lemah lebih baik menggunakan jasa perantara.

Strategi distribusi melalui pemilihan saluran distribusi adalah jaringan dari organisasi dan fungsi-fungsi yang menghubungkan antara produsen dengan konsumen akhiri. Dasar penentuan saluran distribusi untuk produk konsumen dan industria adalah sebagai berikut.

  1. Dasar pemilihan dan penentuan saluran distribusi untuk produk konsumen terdiri dari.
  2. Produsen – konsumen
  3. Produsen – pengecer – konsumen
  4. Produsen – agen tunggal – pengecer – konsumen
  5. Produsen – agen – subagent – pengecer – konsumen
  6. Produsen – agen – subagent – grasir- pengecer – konsumen.
  7. Dasar pemilihan dan penentuan saluran distribusi untuk produk distribusi untuk produk industry terdiri dari:
  8. Produsen – pemakai barang industry
  9. Produsen – Dealer – pemakai barang industry
  10. Produsen – agen – Dealer – pemakai barang industry
  11. strategi promosi

Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Kegiatan ini sama pentingnya dengan ketiga kegiatan di atas, baik produk, harga, maupun distribusi. Dalam kegiatan ini setiap perusahaan berusaha mempromosikan seluruh produk jasa yang dimilikinya, baik langsung maupun yang tidak langsung.

Tanpa promosi pelanggan tidak dapat mengenal produk atau jasa yang di tawarkan. Oleh karena itu, promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan konsumennya. Salah satu tujuan promosi perusahaan adalah menginformasikan segala jenis produk yang di tawarkan dan berusaha menarik calon konsumen yang baru. Paling tidak ada 4 macam sarana promosi yang dapat di gunakan oleh setiap perusahaan dalam mempromosikan produknya., baik barang maupun jasa.

Keempat macam sarana promosi yang dapat digunakan adalah:

  1. Periklanan (advertising);
  2. Promosi penjualan (sales promotion);
  3. Publisitas (publicity);
  4. Penjualan pribadi (personal selling);

Iklan merupakan sarana promosi yang saring digunakan oleh perusahaan untuk mengimformasikan, menarik, dan memengaruhi calon konsumennya. Penggunaan promosi dengan iklan dapat dilakukan dengan berbagai media sbb:

  1. Pemasangan billboard di jalan, tempat, atau lokasi yang strategis;
  2. Pencetakan brosur untuk di temple atau di sebarkan setiap cabang, pusat perbelanjaan, atau di berbagai tempat yang dianggap strategis;
  3. Pemasangan spanduk atau umbul-umbul dijalan, tempat, atau lokasi yang strategis;
  4. Pemasangan iklim melalui media cetak seperti Koran, majalah, tabloid, buku, atau lainnya.
  5. Pemasangan iklan melalui media elektronik, seperti televise, radio, internet, filem atau lainnya.

Penggunaan dan pemilihan media iklan tergantung dari tujuan perusahaan. Masing-masing media memiliki tujuan dan segmentasi sendiri. Paling tidak ada empat macam tujuan penggunaan iklan sebagai media promosi, yaitu:

  1. Untuk pemberitahuan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan produk yang di miliki oleh suatu perusahaan, seperti peluncuran produk baru., keuntungan dan kelebihan suatu produk, atau informasi lainnya;
  2. Untuk mengingatkan kembali kepada pelanggan tentang keberadaan atau keunggulan produk yang di tawarkan.;
  3. Untuk perhatian dan minat para pelanggan baru dengan harapan akan memperoleh daya tarik dari para calon pelanggan;
  4. Memengaruhi pelanggan saingan agar berpindah ke produk dari perusahaan yang mengiklankan.

Pertimbangan penggunaan media yang akan di pakai untuk pemasangan iklan di suatu media antara lain:

  1. jangkauan media yang akan digunakan;
  2. sasaran atau konsumen yang akan dituju.;
  3. besarnya biaya yang akan dikeluarkan.

Promosi lainnya dapat dilakukan melalui promosi penjualan atau sales promotion. Tujuan promosi penjualan adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Promosi ini di lakukan untuk menarik pelanggan agar segera membeli setiap produk atau jasa yang di tawarkan. Agar pelanggan tertarik untuk membeli, promosi penjualan harus di buat semenarik mungkin.

Jenis-jenis promosi penjualan yang di lekukan oleh perusahaan sangat beragam, tergantung dari situasi konsumen atau kondisi pada saat itu. Adapun jenis promosi penjualan yang dapat dilakukan adalah:

  1. pemberian harga khusus (special price) atau potongan harga (discount) atau produk tertentu;
  2. pemberian undian kepada setiap pelanggan yang membeli dalam jumlah tertentu;
  3. pemberian cinderamata serta kenang-kenangan lainnya kepada konsumen yang loyal; dan
  4. promosi penjualan lainnya.

Strategi pemasaran merupakan suatu cara untuk memasarkan produk yang dihasilkan agar produk tersebut dapat menarik calon pembeli. Strategi pemasaran BaramaIntercity Tour&Travel mempunyai peranan penting dalam pemasaran, guna mencapai target penjualan paket wisata yang diiginkan. Strategi pemasaran yang ditetapkan Barama Intercity Tour &Travel yaitu:

  1. Menganalisa pasar agar produk paket wisata yang dijual dapat sesuai dengan segmentasi pasar yang akan dituju.
  2. Menetapkan harga paket wisata sesuai dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan, namun tetap mengingat segmentasi pasar yang dituju (disesuaikan dengan konsumen).
  3. Melakukan pemasaran secara langsung. Pemasaran secara langsung yaitu dengan melakukan personal selling dan sales call misalnya menawarkan paket wisata ke sekolah, universitas, instansi pemerintahan, atau perusahaan.
  4. Melakukan pemasaran tidak langsung melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik seperti, flyer, brosur, website, YahooMessenger, Facebook dan Twitter.84
  5. Menggunakan marketing mix usaha jasa, untuk memaksimalkan pemasaran produk paket wisata. Marketing mix tersebut adalah Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat/Distribusi), Promotion (Promosi), People (Orang), Physical (Fasilitas Fisik), Process (Proses) dan Partnership (Kerjasama). Kedelapan hal tersebut saling berkaitan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Dengan adanya marketing mix atau bauran pemasaran 8P,diharapkan Barama Intercity Tour & Travel dapat memasarkan produk paket wisata lebih efektif dan maksimal. Dalam pemasaran produk paket wisata, terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala seperti
  6. Tidak adanya staf marketing. Saat ini staf marketing menjadi satu dengan staf tour, sehingga pemasaran yang dilakukan Barama Intercity Tour & Travel kurang efektif.
  7. Banyak bermunculan biro perjalanan wisata baru membuat persaingan yang ada semakin ketat, sehingga Barama Intercity Tour & Travel harus memiliki strategi pemasaran yang baik dengan melakukan evaluasi dari analisis SWOT, membuat paket wisata yang lebih inovatif dan kreatif serta meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas untuk konsumen.
  8. Saran

Apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan makalah ini kami membutuhkan kritik dan saran dari teman-teman semua yang bersifat membangun, agar makalahini lebih baik dan menjadi lebih sempurna. Dan juga dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam memahami strategi pemasaran.

STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN

14 Kamis Jul 2020

Tag

STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PESERTA DIDIK DI SD NIZAMIA ANDALUSIA BAMBU APUS JAKARTA TIMUR (2020)

Nicko Abdullah Kurniawan, Wahyu Sri Ambar Arum* Siti Zulaikha*

Manajemen Pendidikan FIP UNJ

ABSTRACT

This study is a qualitative research that aims to identify systematic educational services marketing strategy in increasing the number of students in elementary Nizamia Andalusia Bambu Apus, East Jakarta. The study was conducted from March to June 2020. Data collection to use interview, observation, and documentation study with research data source that consists of the Principal, Vice Principal, Public School, and Parents. These results indicate that the educational services marketing strategy undertaken able to increase the number of students in elementary Nizamia Andalusia. In achieving the goal of marketing strategy is divided into three stages, namely the analysis, formulation, and implementation, which also includes about monitoring and evaluation. Based on the eight national education standards that can be used as reference quality assessment in education, that standard content and standards educators are advantages possessed by SD Nizamia Andalusia. (1) Advantage content standards through the implementation of a national curriculum that is integrated with the curriculum which is owned by SD Nizamia Andalusia, namely Islam, Bilingual and ethnicity. (2) standard Excellence educators obtained under high in the qualification criteria specified recruitment, coaching, and evaluating performance on a regular basis by the party leadership and the foundation. (3) Then, supported by facilities that completeness of the learning process and student development activities. The conclusion from this study is that education service marketing strategies applied in a systematic and focused to optimize the advantages possessed by an educational institution.

Keywords: Marketing strategy, Students

Pendahuluan

Pada hakikatnya, pendidikan merupakan proses interaksi manusiawi yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan pendidik, dimana didalamnya terdapat usaha penyiapan subjek didik dalam menghadapi lingkungan yang mengalami perubahan yang semakin pesat. Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat, serta pendidikan berlangsung seumur hidup.

Pendidikan juga merupakan sebuah aspek mutlak yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Filosofi tujuan pendidikan ialah memanusiakan manusia, membangun serta membentuk manusia menjadi insan kamil atau manusia seutuhnya. Pendidikan membentuk manusia menjadi pribadi yang lebih manusiwai, berguna, berpengaruh, dan bertanggung jawab baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat, serta berkelakuan luhur dan memiliki keterampilan. Pada saat ini, tuntutan masyarakat terhadap lembaga pendidikan sangatlah tinggi, mengingat pendidikan memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia sendiri, upaya dalam pembangunan pendidikan dilakukan di berbagai jenjang, mulai dari pendidikan dasar, menengah, sampai pendidikan tinggi.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sebuah pendidikan memicu munculnya sekolah-sekolah dengan berbagai macam konsep pendidikan, seperti halnya sekolah berbasis kurikulum alam, sekolah berbasis sains dan teknologi, serta sekolah dengan kurikulum internasional. Maka pengelolaan pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting, dimana pertumbuhan dan perkembangan lembaga sangat dipengaruhi oleh kemampuan administrator dalam melakukan analisis lingkungan eksternal, kompetitor, memperhitungkan kompetensi internal, serta dituntut untuk mampu menciptakan strategi yang baik untuk memenangkan persaingan tanpa meninggalkan esensi dari pendidikan itu sendiri.

Dewasa ini, kompetisi antar sekolah semakin ketat. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya upaya kreatif penyelenggara pendidikan untuk menggali keunikan dan keungguan sekolahnya agar dibutuhkan dan diminati oleh pelanggan jasa pendidikan. Seperti yang dikemukakan oleh Wijaya “Munculnya sekolah unggulan dengan kurikulum bertaraf internasional serta lahirnya sekolah negeri dan swasta yang menawarkan keunggulan fasilitas, bahkan dengan biaya yang terjangkau, dapat menambah maraknya kompetisi pendidikan”.

Persaingan lingkungan dan kekuatan persaingan dalam industri pendidikan menyebabkan timbulnya kesenjangan antara tuntutan lingkungan dan persaingan dengan kekuatan satuan pendidikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan. Situasi ini telah memaksa sebagian satuan pendidikan mengurangi atau menghentikan operasinya. Sejalan dengan hal ini, Buchari Alma dalam bukunya yang berjudul Manajemen Corporate dan Strategi Pemasaran Jasa, menyatakan bahwa “Suatu satuan pendidikan ditutut untuk senantiasa merevitalisasi strateginya guna menjamin kesesuaian tuntutan lingkungan dan persaingan dengan kekuatan internal yang dimilikinya”.

Oleh karena itu strategi pemasaran jasa yang baik sangatlah perlu diaplikasikan terhadap pendidikan, sebagai solusi untuk sekolah dalam mempromosikan program pendidikan yang lebih baik serta mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih pendidikan yang berkualitas. Untuk mengenal lebih dalam dari pemasaran pendidikan maka kita harus mengenal terlebih dahulu pengertian dan karakteristik jasa dan konsep pemasaran sehingga penerapan konsep pemasaran pendidikan ada pada posisi yang tepat sesuai dengan nilai dan sifat dari pendidikan itu sendiri.

Kemampuan administrator untuk memahami pemasaran pada bidang pendidikan menjadi prasyarat dalam mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan serta keberlangsungan lembaga atau sekolah dan juga dalam menarik pangsa pasar. Pemasaran dalam pendidikan berbeda halnya dengan pemasaran pada umumnya dikarenakan pendidikan merupakan produk jasa yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan yang bersifat non profit.

Strategi pemasaran jasa pendidikan erat kaitannya dengan keunggulan daya saing sekolah, karena suatu lembaga mampu dikatakan kompetitif apabila lembaga tersebut mempunyai sesuatu yang tidak atau belum dimiliki oleh kompetitornya. Untuk memperoleh keungggulan dalam daya saing diperlukan strategi pemasaran yang baik. Persaingan antar lembaga pendidikan mengakibatkan pengelola sekolah dituntut untuk berfikir lebih cerdas agar tidak kehilangan pangsa pasarnya. Situasi tersebut tentunya juga telah diantisipasi oleh Sekolah Dasar Nizamia Andalusia yang juga mendapat banyak tantangan dalam persaingannya dengan kompetitor disekitarnya.

SD Nizamia Andalusia merupakan sekolah dengan konsep Islam bilingual di bawah naungan yayasan Nizamia Andalusia yang berdiri pada tahun 2003, dimana juga terdapat Taman Kanak-kanak Nizamia yang berlokasi satu wilayah dengan SD Nizamia Andalusia. SD Nizamia Andalusia ini berdiri dimaksud untuk lanjutan dari TK Nizamia, dikarenakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan sekolah dasar islam bilingual, maka berdirilah Sekolah Dasar Nizamia Andaluisa.

SD Nizamia Andalusia memadukan aqidah, kepatuhan dan pengalaman dalam sikap beragama dengan kemampuan kemandirian hidup, kecakapan dalam berbahasa inggris dan menumbuhkan rasa kebangsaan dalam bauran metode pembelajaran konsep dan praktik. Penerapan pendidikan music etnik sebagai pengayaan kurikulum di Sekolah Dasar Nizamia Andalusia, dimana anak dibangunkan rasa kebangsaannya disamping juga penerapan intrakurikuler dan ekstra kurikuler sebagai stimulasi ranah pendamping akademik. Kurikulum yang digunakan pun mengacu kepada kurikulum nasional dan pengayaannya.

Dengan mengenyam pendidikan di sekolah ini, diharapkan anak-anak mendapatkan pendidikan yang berintelegensia, kreatif, dan berakhlak mulia. Sekolah ini telah menerapkan penggabungan kurikulum inti depdiknas dengan paket-paket ilmu ke islaman yang berorientasi pada sistem pendidikan terpadu sejak awal, dari situ peserta didik mendapatkan ilmu keagamaan yang baik juga ilmu formal secara seimbang.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah Nizamia Andalusia bahwa SD Nizamia Andalusia terus mengalami peningkatan dalam jumlah peserta didik pada 5 tahun terakhir, yang pada tahun 2020/2020 hanya memiliki 73 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6, bertambah pada tahun 2020/2020 menjadi 103 siswa. Kemudian tahun 2020/2020 mengalami peningkatan hingga 156 siswa, lalu pada tahun 2020/2020 terus bertambah hingga berjumlah 203 siswa. Dan pada tahun 2020/2020 mampu mengalami peningkatan hingga berjumlah 301 siswa, yang sampai saat ini pada tahun ajaran 2020/2020 berjumlah 388 siswa. Dengan demikian dapat dilihat bahwa jumlah peserta didik terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun walaupun Sekolah Nizamia Andalusia ini sendiri sempat mengalami perpindahan lokasi sekolah pada awal tahun 2020 dari daerah Jakarta Selatan ke daerah Bambu Apus, Jakarta Timur.

Hal ini menjadi bukti bahwa SD Nizamia Andalusia yang dipimpin oleh Ibu Zahra Fajardini bisa terus bereksistensi dan terlihat adanya usaha dari pihak SD Nizamia Andalusia untuk menarik pangsa pasar pendidikan seperti dengan diedarkannya brosur, spanduk, poster, open house, website atau social media dan berbagai cara lainnya guna meningkatkan jumlah peserta didik di sekolah tersebut. Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan dari orang tua murid yang memilih menyekolahkan anaknya di Sekolah Nizamia Andalusia, dengan alasan banyaknya informasi positif mengenai sekolah tersebut yang mudah di dapatkan melalui internet. Selain itu, dengan adanya kegiatan Open House yang diadakan tiap tahunnya memberikan banyak informasi bagi para orang tua terkait program pembelajaran yang tepat bagi buah hatinya. Peningkatan pada jumlah peserta didik merupakan hal terpenting bagi eksistensi serta keberadaan sekolah atau lembaga pendidikan lainnya dan dalam menarik pangsa pasar pendidikan, karena merupakan hal yang sangat penting untuk membuat eksistensi sekolah tersebut tetap berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Kajian Pustaka

David Wijaya mendefinisikan strategi sebagai “Arah dan ruang lingkup organisasi dalam jangka panjang, yang bertujuan mencapai keunggulan organisasi melalui bentuk-bentuk sumber daya dalam lingkungan yang berubah, memenuhi kebutuhan pasar dan harapan para pemangku kepentingan”.

Menurut Coulter yang telah dikutip oleh Mudrajad Kuncoro strategi merupakan sejumlah keputusan dan aksi yang ditujukan untuk mencapai tujuan (goal) dan menyesuaikan sumber daya organisasi dengan peluang dan tantangan yang dihadapi dalam lingkungan industrinya.

Strategi menurut Steinner dan Minner adalah “Penempatan misi, penetapan sasaran organisasi, dengan mengingat kekuatan eksternal dan internal dalam perumusan kebijakan tertentu untuk mencapai sasaran dan memastikan implementasinya secara tepat, sehingga tujuan dan sasaran utama organisasi akan tercapai”. Menurut Andrews yang juga dikutip oleh Mudrajad Kuncoro yaitu “The pattern of objective, purposes of goals, and the major policies and plans for achieving these goals stated in such a way as to define what business the company is in our should be in and the kind of company it is or should be.

Pemasaran jasa menurut Kotler dan Armstrong yaitu “Marketing as a social and managerial process whereby individuals and groups obtain what they need and want through creating and exchanging prodjucts and value with others”.

Menurut Zeithami dan Bitzer mengatakan bahwa “Pemasaran jasa adalah mengenai janji, yaitu janji yang dibuat kepada pelanggan dan harus dijaga”.

Menurut Joewono, pemasaran jasa adalah Konsep yang mendefinisikan bahwa organisasi harus lebih peduli terhadap apa yang dirasakan konsumen dibandingkan dengan apa yang dipikirkan tentang barang atau jasa yang mereka tawarkan.

Menurut Lockhart Pemasaran jasa pendidikan adalah cara untuk melakukan sesuatu dimana siswa, orangtua siswa, karyawan sekolah, dan masyarakat menganggap sekolah sebagai institusi pendukung masyarakat yang berdedikasi untuk melayani kebutuhan pelanggan jasa pendidikan.

Kotler dan Fox juga mengemukakan definisi manajemen pemasaran yaitu sebagai “Analsis perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program yang dirumuskan secara hati-hati, yang dirancang untuk menghasilkan pertukaran nilai secara sukarela dengan passer sasaran jasa pendidikan untuk mencapai tujuan sekolah”.

Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Ki Hajar Dewantara memandang “Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti (karakter, kekuatan batin), pikiran, dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya”.

Menurut Tim Dosen Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, bahwa pendidikan merupakan produk yang berupa jasa, yang mempunyai karakteristik sebagai berikut: Pendidikan lebih bersifat tidak berwujud dari pada berwujud, Produksi dan konsumsi bersamaan waktu dan Kurang memiliki standard dan keseragaman.

Quinn menganalisis fungsi-fungsi strategi dan merumuskan formula 5P untuk strategi sebagai berikut: (1) Strategy as a plan, (2) Strategi as Ploy, (3) Strategy as Pattern, (4) Strategy as Position, (5) Strategy as Perspective.

Mudrajad Kuncoro mengemukakan tahapan proses manajemen stratejik mencakup analisis strategi, formulasi strategi, serta implementasi strategi, dan evaluasi kerja.

Faktor-faktor yang mendorong timbulnya pemasaran jasa pendidikan, menurut Lockhart (2005), yaitu (1) Meningkatnya kompetisi, (2) Perubahan demografi, (3) Ketidakpercayaan masyarakat, (4) Penyelidikan media, (5) Keterbatasan sumber daya. James dan Philip mengemukakan, seperti yang dikutip oleh Wijaya bahwa analisis strategi meliputi analisis pada kekuatan (StrengtS), Kelemahan (Weakness-W), Peluang (Opportunities-O), dan Ancaman (Threats-T).

Kotler dan Andreasen (1987) menyatakan bahwa proses segmentasi pasar meliputi tiga tugas penting, yaitu: (1) Mengidentifikasi dasar segmentasi pasar, (2) Mengembangkan profil segmen pasar pasar yang dihasilkan, (3) Mengembangkan ukuran ketertarikan segmen pasar.

Peserta didik, menurut ketentuan umum Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 point 4 menerangkan bahwa Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

Ali Imron berpendapat bahwa peserta didik adalah mereka yang sedang mengikuti program pendidikan pada suatu sekolah atau jenjang pendidikan tertentu. Sukarti dan Sururi berpendapat tentang pengertian peserta didik adalah individu yang mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya agar tumbuh dan berkembang dengan baik serta mempunyai kepuasan dalam menerima pelajaran oleh pendidiknya.

Metodologi Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SD Nizamia Andalusia, yang berlokasi di Jl. Raya Mabes Hankam No. 15-16 Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Kepala Sekolah SD Nizamia Andalusia sebagai key informan dan tiga informan pendukung yaitu Wakil Kepala Sekolah selaku Ketua Panitia PMB, Humas Sekolah, serta orangtua murid. tahap yang dilakukan peneliti adalah tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan analisis data.

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan pengamatan peneliti, analisis strategi pemasaran yang dilakukan oleh SD Nizamia Andalusia dinilai sudah tepat. Dimulai dengan menganalisa kebutuhan pangsa pasar akan pendidikan sehingga mempengaruhi program apa yang akan ditawarkan. Selanjutnya melakukan analisa lingkungan terutama bagaimana meningkatkan kekhasan yang dimiliki sebagai salah satu nilai plus yang dapat ditawarkan kepada calon konsumen. Lalu, mengeksplorasi dan memaksimalkan keunggulan pada faktor tenaga pendidik dan kurikulum sesuai dengan implementasi dari standar nasional pendidikan.

Analisis persaingan dilakukan dalam upaya mengamati itensitas persaingan yang muncul diantara sekolah-sekolah islam di wilayah Bambu Apus, Taman Mini, dan Setu. Salah satu konsep pendidikan yang menjadi keunggulan NIzamia Andalusia dibandingkan kompetitornya ialah mengintegrasikan konsep islam dan penerapan Bahasa Inggris dalam proses pembelajarannya.

Dalam formulasi strategi pemasaran, dipengaruhi oleh tiga aspek, yaitu segmentasi, penentuan target dan pemilihan lokasi. Segmentasi terfokus pada masyarakat sekitar Bambu Apus, Taman Mini, dan Setu, sedangkan penentuan target pasar yaitu anak usia sekolah dasar di ketiga wilayah tersebut.

Pemilihan lokasi memang tidak dapat diubah kembali, namun lokasi saat ini dimiliki oleh Nizamia Andalusia terbilang sangat strategis, mudah diakses dan kondusif untuk proses pembelajaran. Berdasarkan data awal yang diperoleh dalam penyusunan strategi pemasaran maka kembali dibagi menjadi tiga strategi yaitu strategi produk, strategi harga, dan strategi promosi.

Strategi produk saat ini yang dikembangkan tidak keluar dari konsep integrasi islam dan pembelajaran bilingual. Strategi penentuan harga disesuaikan dengan pelayanan dan kualitas dari program pendidikan yang akan didapatkan oleh pelanggan pendidikan. Sedangkan strategi promosi difokuskan melalui media social media seperti facebook, instagram serta penyelenggaraan open house dan berbagai event.

Pengimplementasian strategi pemasaran dijalankan sesuai dengan perumusan yang telah dirancang sebelumnya. Kunci utama dari aplikasi strategi pemasaran SD Nizamia Andalusia ialah strategi promosi yang akurat dan optimal. Strategi promosi melalui social media dinilai cukup efektif dalam menarik minat calon konsumen.

Selama strategi pemasaran ini diimplementasikan, pihak yayasan dan pimpinan sering mengadakan rapat rutin, dengan maksud untuk mengendalikan dan mengawasi jalannya strategi tersebut. Rapat pimpinan ini dilaksanakan sebelum diadakan event-event besar yang diadakan di dalam maupun diluar sekolah dengan target utamanya ialah memasarkan program pendidikan SD Nizamia Andalusia.

Proses analisis strategi merupakan tahap awal yang sangat penting dalam merumuskan strategi pemasaran. Tahap ini mampu menyajikan data dan informasi bagi organisasi berkaitan dengan keadaan internal organisasi maupun kekuatan persaingan dari sisi eksternal organisasi tersebut. Memahami dan memanfaatkan kekuatan dari dalam institusi pendidikan seoptimal mungkin akan sangat berpengaruh pada keberhasilan institusi pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Analisis strategi dapat dianalisa melalui metode Analisis SWOT. Metode ini mampu memberikan informasi baik dari segi internal organisasi maupun persaingan yang berada pada cakupan yang lebih luas.

Pada analisis SWOT lebih ditekankan untuk fokus pada organisasi terlebih dahulu. Aspek-aspek yang dianalisa meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancama di sekitar SD Nizamia Andalusia. Sedangkan analisa persaingan untuk mengukur dampak dari persaingan dengan sekolah-sekolah baik yang sudah berdiri sebelumnya, baru berdiri, mempunyai kesamaan konsep bahkan hingga respon pasar. Sehingga dapat disimpulkan analisis strategi pemasaran yang dilaksanakan SD Nizamia Andalusia memang sudah cukup efektif sebagai pertimbangan keputusan perumusan strategi pemasaran.

Proses formulasi strategi pemasaran dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap segmentasi, penentuan target dan pemilihan lokasi. Tiga tahap tersebut merupakan dasar sebelum dirumuskannya strategi pemasaran. Segmentasi yang dilaksanakan olh SD Nizamia Andalusia dipengaruhi oleh dua faktor yaitu, faktor demografis dan psikologis.

Faktor demografis (kependudukan) di wilayah Bambu Apus, Taman Mini, dan Setu dapat dilihat dari jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan masyarakatnya yang cukup mapan dan sadar akan kualitas pendidikan. Sehingga mempengaruhi perumusan strategi pemsaran yang dilakukan SD Nizamia Andalusia untuk menawarkan program pendidikan yang memenuhi eskpetasi mereka. Faktor psikologi biasanya merepresentasikan gambaran dan segmentasi demografis. Bahwa masyarakat dengan tingkat pendidikan atau jenis pekerjaan tertentu mempunyai gaya hidup yang tertentu pula. Sehingga strategi pemasaran yang diformulasikan oleh SD Nizamia Andalusia disesuaikan dengan segmentasi pasar yaitu, masyarakat wilayah Bambu Apus, Taman Mini dan Setu. Kemudian, pada penargetan pasar terdapat beberapa kriteria supaya strategi pemasaran menjadi tepat sasaran yaitu; mudah diidentifikasi, bermanfaat, dan stabilitas. Pangsa pasar utama terfokus pada wilayah sekitar Bambu Apus, Taman Mini dan Setu dengan target anak usia sekolah dasar.

Selanjutnya pasar yang potensial harus bermanfaat ataupun memberi keuntungan bagi organisasi. Pada sebuah lembaga pendidikan yang notabene bersifat non profit organization, mendapatkan keutungan bukan prioritas utama bagi SD Nizamia Andalusia. Prinsip tidak terlalu mementingkan keuntungan melainkan bagaimana melayani dan memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan pendidikan.

Lembaga Pendidikan biasanya memilih target pasar yang relatif stabil dalam hal demografis maupun psikografis dengan kebutuhan pelanggan yang semakin lama semakin meningkat. Jika hal ini tidak memungkinkan, maka lembaga pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada target pasar. SD Nizamia Andalusia yang berorientasi pada pelanggan harus terus berinovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, karena kebutuhan yang semakin lama semakin meningkat dan selera pasar yang terus berubah menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan SD Nizamia Andalusia.

Penentuan posisi merupakan salah satu strategi yang juga menciptakan diferensiasi yang unik dalam benak pelanggan, sehingga terbentuk citra yang lebih unggul dibandingkan kompetitor lainnya. Kunci utama keberhasilan penentuan posisi terletak pada persepsi yang diciptakan. Selain ditentukan oleh persepsi pelanggannya sendiri, posisi atau citra sebuah lembaga pendidikan dipengaruhi pula oleh para pesaing dan pelanggan mereka.

Setelah melakukan segmentasi, penentuan target pasar, dan penentuan posisi strategi pemasaran pun dapat dirumuskan dan dibagi menjadi tiga komponen, yaitu; strategi produk, strategi harga, dan strategi promosi. Merupakan hal yang cukup sulit untuk bersaing jika produk pendidikan yang ditawarkan hampir serupa dengan kompetitor. Ketika pelanggan melihat beberapa perbedaan, maka mereka akan mencari produk tersebut dan harga bukan menjadi masalah.

Strategi produk yang berbeda dari pesaing juga diaplikasikan oleh SD Nizamia Andalusia dengan menawarkan konsep pendidikan yang unik yaitu integrasi antara konsep islam dan penggunaan Bahasa Inggris sebagai pengantar dalam pembelajaran. Terbukti keunggulan tersebut menjadi daya tarik dan alasan bagi orangtua untuk mendaftarkan anaknya ke SD Nizamia Andalusia.

Strategi harga merupakan aspek yang cukup rumit untuk direncanakan. Secara teori, harga ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan persediaan. Namun tidak hanya itu harga pun menjadi salah satu cara sebuah organisasi untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Salah satu kriteia strategi harga yang ditetapkan oleh SD Nizamia Andalusia yaitu dapat diterima oleh pelanggan pendidikan. Kriteria tersebut memang dasar dalam strategi harga, namun harga yang dibayar oleh konsumen pun tetap harus mampu menutup biaya pengeluaran dan menciptakan keuntungan yang masih dinilai masuk akal.

Strategi promosi yang dilaksanakan oleh SD Nizamia Andalusia melalui social media seperti facebook, instagram dan blog. Selain itu dengan mengadakan open house dan berbagai macam event untuk menarik minat orangtua dalam cakupan yang lebih besar. Media ini memang tepat digunakan karena biaya yang dikeluarkan lebih efisien jika dihitung per individu, dan dapat diinformasikan ke banyak orang dalam waktu singkat.

Setiap elemen dari rencana taktis harus konsisten dengan keseluruhan strategi pemasaran. Ketika rencana taktis telah dikembangkan dan disetujui, maka perlu untuk memantau dan mengontrol pelaksanaannya. Pengawasan yang dlakukan oleh SD Nizamia Andalusia direpresentasikan melalui forum rapat pimpinan yang rutin dilaksanakan. Kegiatan ini cukup efektif meminimalisir terjadinya penyimpangan, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Dengan mengasumsikan program yang dilaksanakan kurang lebih seperti yang direncanakan, langkah selanjutnya adalah untuk membandingkan hasil sebenarnya dan hasil yang diprediksi.

Jika hasil yang dicapai tidak sesuai harapan, maka organisasi perlu merevisi taktiknya atau menguji kembali asumsi yang mendasari perumusan strategis. Pengevaluasian dilakukan oleh SD Nizamia Andalusia setelah strategi pemasaran selesai diimplementasikan. Evaluasi ini pun didiskusikan melalui rapat rutin pimpinan dengan pihak yayasan. Langkah ini dinilai memang tepat dilaksanakan, karena keputusan akan evaluasi mampu menjadi data dan acuan untuk perumusan strategi pemasaran di tahun pelajaran selanjutnya.

Kesimpulan, Implikasi dan Saran

Berdasarkan paparan berbagai data yang telah dituliskan dapat diambil kesimpulan yaitu: (1) Analisis strategi pemasaran jasa pendidikan yang dilakukan oleh SD Nizamia Andalusia diawali dengan memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan pendidikan yang menjadi pangsa pasarnya. Peningkatan kualitas dalam setiap aspek pendidikan menjadi hal yang terlebih dahulu diperhatikan sebelum produk pendidikan dianggap layak untuk dipasarkan. Selanjutnya dilakukan analisa lingkungan dan analisa persaingan menggunakan metode analisis SWOT. Dimana melalui metode ini, konsep pendidikan yang ditawarkan dan kreativitas tenaga pendidik dianggap menjadi salah satu sumber daya tarik minat peserta didik. Berdasarkan delapan standar nasional pendidikan, kedua komponen tersebut telah memenuhi kriteria dan menjadi keunggulan tersendiri bagi SD Nizamia Andalusia dibanding kompetitor disekitarnya. (2)

Formulasi strategi pemasaran jasa pendidikan yang dilaksanakan oleh SD Nizamia Andalusia dimulai dengan terlebih dahulu melakukan segmentasi pasar, penentuan target pasar, dan penentuan lokasi. Setelah melalui tiga tahap tersebut, strategi pemasaran dapat diformulasikan dalam tiga aspek meliputi strategi produk, strategi harga, dan strategi promosi. Strategi produk diorientasikan kepada pengembangan konsep pendidikan yang tetap didasari pada kompetensi yang dimiliki siswa, nilai-nilai keislaman, serta semangat kebangsaan. Dalam penentuan harga pendidikan, SD Nizamia Andalusia menegaskan bahwa seberapa besar biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan pendidikan, berbanding lurus dengan apa yang akan mereka dapatkan nantinya. Penggunaan media promosi melalui event-event dan media social dianggap cukup mampu memberikan pengaruh besar yang positif terhadap jalannya strategi pemasaran SD Nizamia Andalusia.

(3) Implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan menjadi hal yang tidak pernah luput dari pengawasan dan evaluasi yang dilakukan oleh pimpinan. Pengawasan dilakukan dengan maksud meminimalisisr terjadinya penyimpangan pada pelaksanaan strategi pemasaran. Forum rapat yang rutin dilakukan oleh pimpinan dan yayasan menjadi wadah yang efektif dalam berdisuksi mengenai kendala-kendala yang dihadapi ataupun pencapaian yang telah diperoleh. Strategi pemasaran dianggap berhasil apabila poin-poin yang menjadi parameter keberhasilan telah terlaksana dengan baik, hal ini yang kemudian menjadi bahan acuan dalam merencanakan strategi pemasaran jasa pendidikan pada tahun ajaran selanjutnya.

Implikasi dari kesimpulan hasil penelitian tersebut antara lain : (1)Analisis strategi pemasaran jasa pendidikan yang meliputi analisis SWOT dan analisis persaingan, bila dilakukan secara detail mampu menyajikan data dan informasi yang akurat. Sehingga dalam perumusan strategi pemasaran yang akan diterapkan nantinya dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan. Sekolah diminta untuk mengutamakan peningkatan kualitas dalam setiap aspek pendidikan yang ada sesuai standar nasional pendidikan. Hal ini yang menjadi acuan apakah sekolah tersebut sudah layak untuk dipasarkan atau belum. (2) Formulasi strategi pemasaran jasa pendidikan merupakan tahap yang sangat penting, dimana pada tahap ini menentukan keseluruhan dari pelaksanaan strategi pemasaran yang akan diaplikasikan. Aspek-aspek yang terdapat dalam tahap ini meliputi segmentasi pasar, penentuan target pasar, serta penentuan lokasi. Aspek-aspek tersebut dinilai menjadi acuan dalam menentukan strategi produk, strategi harga, dan strategi promosi yang disesuaikan dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan pendidikan. Formulasi strategi pemasaran yang matang akan memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan pencapaian tujuan. (3)Implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan yang dilakukan oleh pihak sekolah tidak dapat sepenuhnya berhasil tanpa adanya fungsi pengawasan dan pengevaluasian yang dilakukan oleh pihak pimpinan dan yayasan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya penyimpangan yang mungkin dapat menghambat pencapaian tujuan dari strategi yang diterapkan. Berhasil atau tidaknya strategi pemasaran dapat diukur dengan tercapai atau tidaknya parameter keberhasilan yang telah ditentukan. Hasil dari evaluasi implementasi strategi pemasaran dapat dijadikan acuan dalam perumusan strategi pemasaran untuk tahun ajar yang akan datang.

Saran bagi Kepala Sekolah, disarankan untuk tidak hanya terfokus kepada konsep pendidikan yang menjadi ciri khas dari SD Nizamia Andalusia saat ini, dimana peran kepala sekolah sangat diandalkan dalam menganalisa kembali dan sebagai pengambil keputusan terkait dengan konsep pendidikan yang saat ini banyak diminati oleh pelanggan pendidikan. Menjadi salah satu kewenangan kepala sekolah untuk lebih berinovasi dalam mengembangkan kualitas pendidikan yang dimiliki sekolah guna mengantisipasi itensitas persaingan yang sudah dan atau akan terjadi.

Saran bagi Panitia PMB yang saat ini dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah, yang juga berperan penting dalam formulasi strategi pemasaran jasa pendidikan. Bahwa cakupan pangsa pasar yang lebih luas dalam aspek segmentasi menjadi pilihan yang cukup baik untuk dilakukan dalam strategi pemasaraan selanjutnya, dimana hal tersebut juga mampu memberikan dukungan yang cukup baik dalam pencapaian tujuan.

Saran bagi Humas sekolah, penyelenggaraan event-event yang lebih menarik daya minat orang tua untuk memasukkan anaknya ke SD Nizamia Andalusia juga dianggap menjadi pilihan yang cukup baik. Dimana promosi yang di adakan baik di sekolah maupun diluar, contohnya pada perbelanjaan, dinilai sudah cukup efektif, namun kegiatan tersebut tetap tidak meninggalkan nilai-nilai keislaman dan semangat kebangsaan yang menjadi keunggulan dari SD Nizamia Andalusia sendiri.

Daftar Pustaka

Ali, Hasan. Marketing. Yogyakarta: Media Pressindo, 2008.

Alma, Buchari dan Ratih Hurriyati. Manajemen Corporate dan Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Fokus pada Mutu dan Layanan Prima. Bandung: Alfabeta, 2008.

Drummond, Graeme, et al. Strategic Marketing Planning and Control. Slovenia: Elsevier Ltd, 2008

Habibi, Fuad. Strategi Pemasaran Lembaga Pendidikan Primagama dalam Meningkatkan Jumlah Peserta Didik (Studi Kasus pada Lembaga Pendidikan Primagama Kantor Cabang Sawojajar Malang, 2009) , (diakses tanggal 12 Februari 2020).

Imron, Ali. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2020), h.6

Keegan, Warren J. Global Marketing Management, diterjemahkan oleh A. Sindoro. Jakarta: Prenhallindo, 1996.

Kotler, Philip & Gary Amstrong. Principles of Marketing Ninth Edition. America: Prentive Hall, 2001.

Kuncoro, Mudrajad. Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif?. Jakarta: Erlangga, 2005.

Lupiyoadi, Rambat. Manajemen Pemasaran : Jasa Teori dan Praktik. Jakarta: Salemba Empat, 2001.

Moleong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.

Mulyasana, Dedi. Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Bandung: Rosda, 2020.

Muttaqin, Metode Deskriptif (Diakses pada 11 Januari 2020).

Peter, J. Paul & James H. Donnelly. Marketing Management: Knowledge and Skills 7 Edition. America: McGraw-Hill Companies Inc, 2004.

Pride O, William and O.C. Ferrel. Foundation of Marketing Sixth Edition. Canada: Cengage Leaning, 2020.

Pride O, William and O.C. Ferrel. Marketing Express Second Edition. Canada: Cengage Leaning, 2009.

Satori, Djam’an dan Aan Komariah. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2020.

Solihin, Ismail. Manajemen Stratejik. Jakarta: Erlangga, 2020.

Steinner, George dan John Minner. Manajemen Stratejik. Jakarta: Erlangga, 2002.

Sunyoto, Danang. Dasar-Dasar Manajemen Pemasaran: Konsep, Strategi, dan Kasus. Yogyakarta: CAPS, 2020.

Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI. Manajemen Pendidikan. Bandung : Alfabeta, 2020.

Tim Pengembang UPI. Ilmu dan plikasi Pendidikan. Jakarta: Grasindo, 2007.

Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Wijaya, David. Pemasaan Jasa Pendidikan. Jakarta: Salemba Empat, 2020.

Wijaya, David. Pemasaran Jasa Pendidkan Untuk Meningkatkan Daya Saing Sekolah. (diakses pada tanggal 12 Februari 2020).

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: