Strategi Perdagangan Tanggal Ex-dividen, Cara Mengelola Dividen agar Untung Berkali-kali Lipat

Peringkat broker opsi biner:

Cara Mengelola Dividen agar Untung Berkali-kali Lipat

Ajaib.co.id – Selain mendapatkan potensi keuntungan dari kenaikan harga, investasi saham juga menjanjikan keuntungan melalui dividen. Para penasihat keuangan terpercaya menganjurkan semua investor untuk jeli mengelola dividen untuk agar nilai investasi mereka berlipat ganda sekaligus memperpanjang masa investasinya.

Kamu sudah tahu bahwa mengelola dividen itu penting karena dapat memberimu uang tunai. Kamu dapat menggunakan uang tersebut untuk membayar tagihan, uang untuk membayar sewa, makanan untuk disantap, membiayai liburan, membayar uang muka rumah atau bahkan beramal.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah yang tampaknya remeh tersebut dapat tumbuh menjadi jumlah yang sangat besar jika kamu bisa menginvestasikannya kembali.

Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan uang dividen yakni menggunakannya untuk membeli lebih banyak lagi saham yang juga membayarkan dividen, supaya kamu dapat menerima dividen secara bergantian.

Biasanya ada dua cara untuk menginvestasikan kembali dividen, misalnya membeli kembali ke perusahaan yang membayarkan dividen. Strategi ini dapat menurunkan risiko kebangkrutan untuk satu perusahaan. Alternatif lainnya adalah dengan mengumpulkan secara keseluruhan dan mengalokasikannya kembali seolah-olah dividen adalah uang tunai segar.

Pengertian Dividen

Sebelum membahas mengenai dividen saham, kamu harus terlebih dulu mengetahui apa itu dividen? Dividen adalah suatu bentuk pembagian keuntungan, profit, atau laba kepada pemegang saham dalam satu periode tertentu berdasarkan banyaknya jumlah saham yang dimiliki. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa besaran dividen akan sangat tergantung pada besarnya saham masing-masing pemilik.

Lalu apa itu dividen saham? Dividen saham merupakan metode pembagian laba saham yang dilakukan melalui penambahan jumlah saham namun mengurangi nilai setiap saham, tanpa mengubah kapitalitas pasar.

Peringkat broker opsi biner:

Tujuan Pembagian Dividen

Ada beberapa tujuan pembagian dividen bagi para investor, apa saja itu?

1. Memaksimalkan keuntungan pemegang saham, ini sesuai dengan tujuan investor yang menanamkan modalnya di pasar modal untuk mendapatkan dividen. Di mana, tingkat dividen yang diperoleh akan memengaruhi harga saham.

2. Para investor percaya bahwa dividen yang dibagikan adalah bukti prospek perusahaan di masa mendatang. Menunjukkan likuiditas perusahaan atau kemampuan berupa kas perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Di mana, melalui pembagian dividen yang rutin, diharapkan kinerja perusahaan di mata investor menjadi lebih baik.

3. Menunjukkan likuiditas perusahaan sekalipun gejolak ekonomi, namun tetap mampu memberikan hasil kepada para investor.

4. Memenuhi kebutuhan investor sebagai pendapatan tetap yang digunakan untuk keperluan konsumsi.

5. Digunakan sebagai alat komunikasi antar manajer dan pera pemegang saham.

6. Melalui dividen, pertumbuhan perusahaan serta prospek perusahaan dapat diketahui.

Bentuk Dividen Saham

Terdapat dua jenis dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, yaitu dividen tunai atau dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai, dan dividen saham atau dividen yang diberikan dalam bentuk saham.

Dividen ini bisa diberikan sebagai dividen interim dan dividen final. Di mana, biasanya dividen interim atau sementara diberikan pada tahun berjalan sebelum pembukuan keuangan ditutup. Sedangkan dividen final merupakan pembagian dividen setelah akhir tahun pembukuan keuangan ditutup.

Nah, jika sebelumnya kamu sebagai pemegang saham sudah menerima dividen interim, maka jumlah dividen final yang diputuskan dalam RUPS akan dikurangi dividen interim.

Sebagai contoh, ketika dalam RUPS ditentukan kamu sebagai pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp400 per saham. Namun sebelumnya, kamu sudah memperoleh dividen interim Rp250 per saham, sehingga dividen finalnya yang akan dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp150 per saham. Angka ini didapatkan dari Rp400 dikurangi Rp250.

Cara Menghitung Dividen Saham

Laba saham yang didapatkan oleh pemegang saham memiliki nominal yang berbeda-beda. Di mana, angka ini akan dipengaruhi oleh jumlah saham yang dimiliki masing-masing pemegang saham. Lalu bagaimana menentukan angkanya? Dalam menentukan nominal yang diterima oleh masing-masing pemegang saham, perusahaan bisa membagikan keuntungan atau dividen menggunakan tiga elemen dasar perhitungan, yaitu:

a. Laba Bersih Perusahaan (EPS)
b. Dividen Payout Ratio (DPR)
c. Jumlah Saham Beredar

Setelah laba bersih diketahui, perusahaan akan menentukan berapa persen Dividen Payout Ratio (DPR) yang akan dibagikan untuk pembayaran dividen bagi para pemegang saham. Besaran DPR ini akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Setelah kedua hal ini diketahui, maka perushaan bisa melakukan perhitungan untuk mendapatkan jumlah yang akan dibagikan, dengan rumus berikut.

Dividen = Laba bersih x DPR (dalam persentase)

Kemudian, perusahaan akan melakukan perhitungan berapa angka yang akan didapatkan pemegang saham dengan menentukan lebih dulu berapa besaran yang diterima setiap lembar saham. Dengan perhitungan berikut

Dividen per saham = dividen : saham beredar

Kesimpulannya adalah, semakin banyak saham yang dimiliki pemegang saham, maka semakin besar pula dividen yang akan mereka dapatkan.

Metode Mengelola Dividen yang Wajib Dipahami Investor

Banyak investor yang sudah mendapatkan dividen tidak bisa mengelola hasilnya dengan maksimal. Hasilnya uang yang didapatkan tersebut tidak bermanfaat dan hanya terbuang tanpa hasil berarti. Ada sejumlah metode mengelola dividen yang bisa digunakan agar kamu tidak jatuh pada kesalahan yang sama.

Ajaib secara khusus merangkum 2 metode pengelolaan terbaik yang bisa kamu aplikasikan untuk hasil lebih baik dalam jangka panjang. Untuk saat ini, kami akan fokus pada metode pertama demi kesederhanaan mengelola dividen agar mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat.

1. Mengelola Dividen dengan Menginvestasikannya Kembali

Dalam sebuah artikel yang meliput mengenai buku Jeremy Siegel, The Future For Investors, mengenai Kemenangan dan Kesuksesan Sejati, kamu akan menemukan statistik menarik yang disediakan pada artikel tersebut. Antara tahun 1950 dan 2003, IBM mengalami peningkatan pendapatan sebesar 12,19 persen per saham, dan membagikan dividen sebesar 9,19 persen per saham, laba bersih per saham 10,94 persen, serta pertumbuhan sektor sebesar 14,65 persen.

Pada saat yang sama, Standard Oil (sekarang telah menjadi bagian dari Exxon Mobile) memiliki pertumbuhan pendapatan per saham hanya 8,04 persen, pertumbuhan dividen per saham 7,11 persen, pertumbuhan laba bersih per saham 7,47 persen, dan pertumbuhan sektor sebesar -14,22 persen.

Mengetahui fakta-fakta ini, yang mana dari dua perusahaan ini yang bisa membuahkan optimalisasi dividen? Jawabannya mungkin mengejutkan kamu. Hanya sekitar $1,000 yang diinvestasikan dalam IBM tumbuh menjadi $961,000 sementara jumlah yang sama yang diinvestasikan dalam Standard Oil akan berkembang menjadi $1,260,000 atau hampir $300,000 lebih. Hal ini sangat bertentangan dengan saham perusahaan minyak yang hanya meningkat 120 kali lipat selama periode waktu ini, sedangkan IBM meningkat 300 kali lipat, atau hampir tiga kali lipat laba per saham.

Perbedaan kinerja ini berasal dari dividen yang tampaknya remeh. Meskipun hasil per saham IBM jauh lebih baik, para pemegang saham yang beli Standard Oil dan menginvestasikan kembali dividen tunai mereka, secara umum akan memiliki lebih dari 15 kali jumlah saham yang mereka mulai sementara bagi para pemegang saham IBM, mereka hanya akan memiliki 3 kali jumlah saham aslinya.

Ini juga untuk menunjukkan pernyataan Benjamin Graham bahwa meskipun kinerja operasi suatu bisnis adalah hal yang penting, akan tetapi harga saham adalah yang terpenting.

2. Memilih Menginvestasikan Kembali Dividen dalam Bisnis yang Menghasilkan Angka Penghasilan Lebih Tinggi

Pilihan untuk menginvestasikan kembali dividen kamu akan dapat membuat perbedaan besar ketika kamu memeriksa satu perusahaan secara terpisah. Katakanlah kamu memutuskan untuk memasukkan Rp 1 juta rupiah ke dalam salah satu saham blue chip di produk konsumen terbesar di Indonesia, Unilever. Dan perusahaan ini telah go public beberapa dekade sebelumnya. UNVR telah lama dianggap sebagai salah satu saham blue-chip yang cukup lama di pasar, dan itu tentunya adalah pilihan yang baik dalam berinvestasi.

kamu membeli saham sebanyak 1.000 lembar saham Unilever (UNVR) pada tahun 2020 yang berharga 15 ribu rupiah per lembar. Apa yang terjadi?

Kemungkinan pertama adalah kamu memutuskan untuk tidak menginvestasikan kembali dalam mengelola dividen yang dibagikan tersebut. 15 juta rupiah kamu tumbuh menjadi 54,3 juta rupiah sebelum pajak. Ini terdiri dari 1000 lembar saham Unilever dengan harga pasar 49 ribu rupiah dengan total nilai pasar mencapai 49 juta rupiah. Dividen tunai agregat sekitar 5,3 juta rupiah

Kemungkinan kedua adalah kamu memutuskan untuk menginvestasikan kembali dividen tersebut kembali pada perusahaan UNVR dengan rata-rata return per tahun sebesar 35%. Maka modal pembelian kamu akan menjadi sekitar 20 ribu rupiah per lembar, dan jumlah lembar saham kamu akan bertambah sekitar 300 lembar saham. Maka total kekayaan kamu akan berubah menjadi 63,7 juta rupiah

Perhatikan angka dividen yang tampaknya kecil itu akan memberikan efek yang cukup besar apabila kamu menginvestasikannya kembali. Optimalisasinya memang terlihat remeh, tetapi bisa menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat.

Dengan menginvestasikan kembali dividen, kamu menghasilkan surplus kekayaan sebesar 9,4 juta dari capital gain dan dividen yang dihasilkan dari saham yang dibeli dengan dividen asli kamu, tentu ini merupakan angka yang cukup besar.

Perhitungan di atas hanya merupakan salah satu kelebihan nyata dari menginvestasikan kembali dalam mengelola dividen kamu untuk mendapatkan return yang lebih tinggi. Adapun kekurangan dari menginvestasikan kembali ini adalah kamu harus melupakan penggunaan hasilnya selama kamu berinvestasi.

Dalam contoh di atas, kamu akan kehilangan 6 tahun menggunakan Keuntungan mengelola dividen kamu untuk liburan, pakaian, konser, sumbangan amal, mobil, dan fasilitas lainnya yang bisa kamu nikmati dari hasil dividen kamu. Perlu kamu ingat bahwa berinvestasi haruslah pada saham yang sehat, dengan track record manajemen keuangan, pertumbungan, serta bisnis yang bagus. Oleh karena itu, mulailah berinvestasi sekarang juga agar hasil investasi tersebut akan semakin terasa di usia mendatang.

Prosedur Pembayaran Dividen

Ketika keuangan perusahaannya memiliki kondisi positif dan perusahaan memutuskan untuk membagikan laba kepada pemegang saham, ada beberapa tanggal penting yang perlu diperhatikan perusahaan.

1. Tanggal Pengumuman (Declaration Date)

Ini merupakan tanggal perusahaan mengumumkan bentuk dan besaran dividen per lembar yang akan diterima para pemegang saham. Biasanya, pada tanggal ini perusahaan akan menyampaikan kapan jadwal pembayaran ini akan diberikan

2. Tanggal Pencatatan (Date of Record)

Tanggal ini biasanya perusahaan akan melakukan pencatatan dan pendataan mengenai nama pemegang saham perusahaan yang akan diberikan dividen saham. Di mana, nama ini akan mendapatkan hak dan menerima dividen, sedangkan pemegang saham yang namanya tidak terdaftar tidak akan mendapatkan hak memperolehnya.

3. Tanggal Cum – Dividen

Ini merupakan hari terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan 1 dividen dalam bentuk tunai maupun saham.

4. Tanggal Ex – Dividen

Ini merupakan tanggal perdagangan saham yang terjadi telah tidak lagi melekat hak memperoleh laba saham, sehingga para investor yang membeli saham pada tanggal ini tidak bisa mendaftarkan namanya.

5. Tanggal Pembayaran (Payment Date)

Tanggal ini merupakan tanggal perusahaan membagikan laba yang telah ditentukan bentuk dan besarannya kepada para pemegang saham. Di mana, pemegang saham yang namanya telah terdaftar dapat mengambil hak keuntungan mereka.

Penjelasan di atas seharusnya bisa menjadi bekal buatmu dalam memasuki dunia investasi saham. Tidak semua uang yang kamu dapatkan dari investasi bisa dimanfaatkan begitu saja. Kamu bisa meningkatkan nilai uangnya dengan cerdas mengelola dividen yang dimiliki.

Bacaan menarik lainnya:

Brigham, E. F. dan Houston. (2006). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.

Bagaimana Investor Mendapatkan Dividen Saham dari Perusahaan? Ini Caranya!

Baru berkunjung di blog Analis.co.id dan pemula soal saham wajib tau bagaimana investor mendapatkan dividen atau bagaimana cara memperoleh dividen dari saham? atau apa pun itu bentuk pertanyaannya.

Pastikan sebelum membaca artikel ini kamu sudah tau apa itu pengertian saham secara detail. Tinggal baca di tautan tersebut.

Mungkin selama ini kamu berpikir bahwa dividen itu bisa didapat kalau kamu investor bermodal besar atau sudah berinvestasi di saham cukup lama, tapi faktanya semua itu salah kaprah.

Asal tau saja, saham bukanlah barang seistimewa itu. Karena, kalau kamu berniat jadi investor saham maka cukup dengan modal Rp5.000 saja sudah bisa beli saham.

Dan untuk mendapatkan dividen juga tak selama yang kamu kira.

Jangankan sehari, bahkan jika kamu baru membeli semenit yang lalu saham dari perusahaan yang akan membagikan dividen maka kamu pun sudah bisa dapat dividen.

Tapi jangan girang dulu. Karena kalau kamu salah strategi soal mendapatkan keuntungan dari dividen ini maka kamu bisa rugi.

Bahkan ruginya bisa berkali lipat dari dividen yang hanya beberapa persen saja.

Waduh….! Masa seperti itu?

Makanya… pahami dulu pengertian dividen dan terus baca sampai akhir ulasan dari analis saham syariah nomor 1 di Indonesia ini, he he!

Terus… kalau begitu, bagaimana investor mendapatkan dividen dari saham perusahaan suhu?

Santai brow…! Jangan buru buru!

Kesusu malah bangkrut gara gara dividen, terus saya yang disalahkan.

Jadi untuk mendapatkan dividen kamu harus tau istilah Cum Date.

Jadi cum date ini bisa dibilang penentu kalau investor mau mendapatkan saham.

Adapun pengertiannya, cum date adalah tanggal penetapan untuk investor yang berhak mendapatkan dividen.

Waktu cum date ini biasanya hanya ditetapkan sehari saja, sampai waktu penutupan bursa saham di BEI berakhir pada hari itu juga (jam 15:49:58 sore).

Jadi untuk bisa memperoleh dividen syaratnya cuma satu, yaitu miliki sahamnya di hari cum date tersebut.

Atau sebelum masuk hari Ex Cum Date (hari telah berakhirnya pencatatan penerima dividen), yaitu satu hari setelah hari Cum Date.

Wah.. semudah itu ya? Iya, semudah dan seenteng itu brow.

Bahkan nih, kalau kamu berhasil membeli saham dari perusahaan yang akan membagikan dividen persis 1 detik sebelum bursa saham tutup, yakni jam 3 lewat 49 menit lewat 57 detik, kemudian menjualnya di menit pertama pembukaan bursa besok (jam 9 pagi – istilahnya Ex Cum), maka kamu akan tercatat sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Masa sih semudah dan secepat itu dapat untung dari dividen?

Iya. Masa gak percaya sama master saham nomor wahid…. (bukan sombong, cuma bercanda biar gak terlalu serius he he..). Apa yang saya ungkapkan di atas adalah pengalaman dapat dividen saham yang pernah saya alami.

Jadi tidak perlu menunggu setahun kamu bisa langsung dapat dividen. Dan gak perlu kerja, tinggal klik langsung untung. Tapi terus membaca biar tidak kena jebakan batman.

So, kapan pembayaran dividen diberikan?

Sebelum saya jawab, biar saya jelaskan dulu tahapan soal pembagian dividen:

  1. Pengumuman bahwa saham ABCD akan membagikan dividen.
  2. Cum date dan Ex cum date (sudah dijelaskan di atas)
  3. Kemudian dari 2 stilah di atas ada istilah pasar reguler dan tunai. Nah, masing-masing cum dan ex date di atas beda-beda waktunya untuk pasar reguler dan tunai. Jadi total ada 4 hari.
  4. Berikutnya ada namanya recording date. Nah, ini adalah hari penyampaian daftar pemegang saham yang berhak dapat bagian dividen. Biasanya ini sama dengan hari cum date untuk pasar tunai.
  5. Terakhir adalah tanggal pembayaran dividen. Biasanya sekitar 2 hingga 4 minggu setelah ex cum.

Jadi, pembayaran dividen ini waktunya tidak lama. Umumnya kurang dari sebulan setelah ex cum. Dan itu pun sudah diumumkan sebelumnya.

Tapi kalau saya pribadi sama sekali tidak pernah memikirkan kapan tanggal bayarnya. Yang penting bisa berhasil dapat dividen di menit terakhir rasanya sudah beruntung.

Jumlah Dividen yang Didapat Investor / Trader

Kalau soal rupiah dan berapa jumlahnya pasti tidak pernah luput. Hampir setiap orang yang belum tau apa itu saham akan menanyakan ini.

Jadi, jumlah dividen yang diterima si pemilik saham itu tidak sebanyak dengan jumlah deposito bank.

Kalau dari pengalaman, jumlahnya di kisaran antara 2-5% saja. Bahkan kalau bisa dapat 5% saja itu sudah besar sekali.

Tapi jangan salah, nilai 5% itu akan tampak sedikit kalau kamu baru beli sahamnya.

Maksudnya apa lagi nih?

Jadi begini, misalnya kamu beli saham UNTR di harga 17.000 per lembar di tahun 2020 sebanyak 70 lot, kemudian setahun setelah kamu beli sahamnya kamu lalu dapat dividen 5 persen. Nah, itu kan baru sedikit. Sekitar Rp. 850 per lembar saham.

Cara menghitungnya, tinggal kalikan saja dengan jumlah saham yang kamu miliki. Misalnya kamu beli 70 lot (per lot 100 lembar, hasilnya 70 x 100 = 7000 lembar. Kalau dirupiahkan, totalnya 17.000 x 7000 = Rp. 119.000.000), jadi tinggal kalikan 850 x 7000 = Rp. 5.950.000.

Jadi hasilnya, kalau kamu investasi di saham United Tractor Tbk. sebanyak 119.000.000 maka di tahun pertama pembayaran dividen kamu cuma dapat 5,9 juta lebih.

Tapi itu kalau harga sahamnya masih segitu. Bagaimana kalau misalnya kamu dapat lagi 5% di tahun 2020 ini, kira-kira berapa yang kamu dapat.

Let’s calculate it!

Setelah saya cek, di bulan Februari 2020 ini harga saham UNTR ternyata sudah berada di posisi Rp. 37.000 per lembar saham.

Itu artinya, kalau misalnya perusahaan tersebut membagikan dividen lagi di tahun ini, dan anggaplah nilainya juga 5% dari harga 37.000 per lembar sahamnya, maka kamu akan dapat Rp. 12.950.000.

Wow! Jadi kalau dikalkulasi secara detail, dengan modal 119 juta dan dengan menghitung harga saham saat ini serta perkiraan dividen yang akan dibayarkan 5% lagi, maka dividen yang akan kamu dapat setara dengan 10,8% per tahun.

Jadi sama bahkan lebih tinggi dari deposito kan? Jadi masih mau bilang kalau dividen ini nilainya sedikit?

Cara Perhitungan Dividen

Begini alurnya gan…

Misalnya saja perusahaan Tbk tertentu yang terdaftar di BEI mengumumkan akan membagikan 50% dari laba bersihnya tahun ini. Anggap saja laba bersihnya 100 Milyar.

Jadi, 50% dari 100 Milyar adalah 50 Milyar.

Nah, jumlah rupiah per saham yang akan diterima dari investor adalah tinggal membagi total dividen yang akan dibagikan dengan total jumlah saham yang beredar di pasar reguler. Dan bila ingin mengetahui jumlah dividen yang akan kamu terima maka tinggal kalikan nilai dividen per lembar saham dengan jumlah saham yang kamu miliki.

Tidak susah kan mengetahui berapa nominalnya. Ini kali-kalian sederhana. Saya kira anak SD saja tau. Masa Anda mau jadi investor gak tau hitung sendiri he he.

Cara Pembayaran Dividen Saham

Adapun cara pembayarannya, yakni melalui rekening.

Namun rekening tempat dimana dividen akan dikirimkan bukan melalui rekening biasa, tapi pada rekening khusus yang sering disebut RDI atau Rekening Dana Investor.

Kadang juga dinamakan dengan RDN atau Rekening Dana Nasabah atau sub rekening efek. Tapi intinya semua sama saja.

Rekening RDI ini hanya bisa dimiliki jika kamu punya akun di salah satu perusahaan sekuritas. Tentunya harus jadi investor saham dulu.

Nah, baru setelah dana masuk ke rekening investor kamu maka barulah dananya bisa kamu gunakan untuk beli saham lagi atau kamu wtihdraw / tarik ke rekening pribadimu.

Pokoknya simpel banget. Gak perlu pusing kalau soal ini.

Bagaimana cara mengetahui perusahaan akan membagikan dividen atau tempat untuk mencek bahwa ada emiten yang akan membagi dividen?

Caranya gampang saja! Cukup kunjungi situs yang berwenang soal informasi segala yang menyangkut mengenai investasi dan saham, di antaranya:

  • KESI (Perusahaan khusus yang ditunjuk pemerintah sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek)
  • IDX (Situs resmi BEI).

Caranya cari kode saham emiten atau klik langsung kodenya, setelah itu klik tab Dividen yang ada di atas.

Biasanya, kalau di situs IDX, akan memperlihatkan jadwal pembayaran dividen yang sudah dan akan berlangsung.

Hati-Hati, beli saham niatnya dividen saja bisa rugi

Ini penting sekali dibaca, bahkan kalau kamu baca lengkap artikel ini tapi tidak baca yang satu ini, kamu bisa rugi besar lho.

Untuk itu, saya sarankan kamu ke tkp dulu, baca selengkapnya: Resiko Niat Beli Saham Hanya untuk Dapat Dividen

Oke, itu dulu ya.

Kalau misalnya bingung feel free tanya saya. Atau siapa tau mau titip investasi sama saya juga boleh.

Atau mungkin bertanya khusus soal Bagaimana Investor Mendapatkan Dividen Saham dari Perusahaan atau cara mendapat dividen dari saham, silahkan komentar di bawah.

14 thoughts on “ Bagaimana Investor Mendapatkan Dividen Saham dari Perusahaan? Ini Caranya! ”

saya newbie, sangat tertarik untuk mendapatkan deviden, mohon pencerahannya/bagaimana saya bisa cepat paham tentang deviden mungkin secara otodidak

Pahami saja apa itu pengertian cum date pasti sudah bisa.

hai, aku mau tau…. apakah saat ini preferensi investor sudah berubah menjadi lebih berminat pada dividen ketimbang capital gain? untuk latar belakang skripsiku, mohon bantuan jawabannya ya ��

Umumnya investor saham membeli saham untuk tujuan mendapatkan capital gain, adapun dividen kadang kalau kebetulan saja lagi megang sahamnya di hari Cum Datenya. Tapi ada juga strategi menghasilkan capital gain dengan membeli saham yang akan membagi dividen karena biasanya harga saham akan naik menjelang cum datenya, dan investor jenis ini biasanya bahkan melepas sahamnya menjelang penutupan cum date karena pada ex cum date besoknya saham tersebut akan mengalami penurunan

terimakasih atas informasi nya sebagai awam/pemula artikel ini sangat mudah dicerna

Apakah jika ingin investasi saham, kita harus rutin beli saham setiap bulan?

Tidak harus, sesuai keinginan saja. Kapan punya uang baru beli saham boleh juga dan kalau mau rutin juga boleh.

Mas, kalo beli saham sebelum 1 bulan atau 3 bulan dari cum date boleh tidak? Dan tidak menjual sahamnya pas atau setelah ex cum date boleh?

boleh semua. Beli kapan saja atau jual kapan saja boleh.

bang kalo mainya saham gorengan bagus ga si bang? bukanya saham gorengan itu perubahan harganya sangat cepat, dan bukanya itu peluang bang? kita bisa beli di harga serendah2nya dan jual saat harga setinggi-tingginya dengan waktu yang relatif singkat?

Kalau niat investasi hindari saham gorengan. Kalau pun untung itu bisa karena kebetulan dan beruntung, tapi kalau rugi sekali bisa jadi penyesalan. Investasi itu sebaiknya yang paling minim resikonya.

bang mau tanya, kalau kita punya saham misalnya 100 lot dan kita ingin jual setelah waktu ex cum date, apakah 100 saham tersebut bisa di jual hari itu juga? apakah ada batasan untuk menjual saham tersebut? tolong kasih penjelasannya bang..

Bisa langsung dijual dan pastinya laku

Leave a Reply Cancel reply

Cari Artikel

Welcome Trader Syariah!

Artikel ANALIS boleh dijadikan referensi. Tapi, bentuknya kutipan – bukan copas total, serta menyertakan link https://analis.co.id/

Daftar segera Kelas Belajar Saham Online. Tgl 15 Feb 2020 Tutup

Belum punya teman trading syariah?

Atau mau analisa fundamental saham sendiri? miliki…
Dan dapatkan hasil analisis fundametal Premium secara gratis dengan menjadi SUBSCRIBER CHANNEL: @ANALISSAHAM SYARIAH

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: