Titik Dan Bentuk Sistem Forex – Struktur Sistem Trading yang Lengkap dan Efektif

Peringkat broker opsi biner:

Apa Itu Sistem Trading Forex?

Trading adalah aktivitas transfer barang atau jasa dari satu entitas (orang atau perusahaan) ke entitas lain. Dalam bahasa Indonesia lazim disebut sebagai perdagangan. Bentuk trading paling awal berupa barter, tetapi aktivitas trading saat ini umumnya melibatkan uang sebagai alat pembayaran. Produk yang diperdagangkan dalam aktivitas trading tersebut juga tidak terbatas pada komoditi fisik saja, melainkan juga surat berharga dan valas.

Aktivitas trading forex (perdagangan valas) berevolusi dari kebutuhan pertukaran uang antar pedagang dari wilayah yang berbeda. Sistem perbankan modern memungkinkan lahirnya pasar mata uang yang menjadi tempat jual-beli valas di luar bursa (over-the-counter) bagi entitas seperti pemerintah, perusahaan komersil, perbankan, dan lain sebagainya yang membutuhkan transaksi lintas negara. Seiring dengan perkembangan teknologi selanjutnya, perdagangan valas dapat dilakukan secara online semata-mata demi memperoleh keuntungan dari perubahan nilai tukar mata uang saja.

Orang-orang yang berupaya untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan nilai tukar mata uang itu disebut spekulan atau trader. Para trader forex berusaha menganalisis pergerakan nilai tukar di pasar dunia, kemudian melakukan jual atau beli mata uang berdasarkan hasil analisis dan sistem trading forex tertentu. Namun, apa itu sistem trading? Nah, dalam artikel Belajar Forex kali ini, kita akan mengulas mengenai apa itu sistem trading forex.

Salah satu tanda apakah seseorang sudah sukses belajar forex atau belum, dapat dilihat dari apakah dia sudah bisa mengembangkan sistem trading yang handal atau belum. Ini karena profit dalam trading forex tidak bisa didapat dari asal tebak, petunjuk primbon, atau tuntunan firasat saja. Sistem trading mutlak diperlukan agar modal yang ditanamkan bisa berkembang secara konsisten, bukannya ludes.

Struktur Sistem Trading yang Lengkap dan Efektif

Sistem trading adalah aturan-aturan yang ditentukan sebagai rencana awal oleh trader dan dijalankan terus menerus atau berulang-ulang dalam aktivitas jual-beli. Setiap orang bisa mengikuti dan mengembangkan sistem trading yang berbeda-beda. Akan tetapi, sistem trading forex sedikitnya meliputi pilihan aset, waktu trading, volume trading, ketentuan entry dan exit posisi trading, serta manajemen risiko per posisi.

1. Pilihan aset: Currency, Indeks, atau Commodity apa yang akan ditradingkan?

Ada banyak sekali aset finansial yang bisa ditradingkan untuk mendapat profit. Langkah pertama dalam membuat sistem trading adalah memutuskan mana yang akan ditradingkan. Jika memutuskan Currency, misalnya, maka pasangan mata uang apa? Ada tujuh pasangan mata uang mayor (major pairs) yang dapat diperdagangkan serta puluhan pasangan mata uang cross dan eksotik. Apabila masih pemula, maka sebaiknya fokus memilih trading pada maksimum tiga diantara tujuh pair yang jadi favorit trader, yaitu EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, USD/CHF, NZD/USD, dan USD/CAD.

Peringkat broker opsi biner:

Selain Currency, Anda juga bisa memilih untuk trading Commodity dan Indeks. Namun, tetap saja harus menentukan aset persis-nya. Jika Commodity, apakah emas, oil, atau perak? Jika Indeks, apakah Dow Jones, Hang Seng, Kospi, atau yang lain? Saat awal mulai trading, sebaiknya Anda tak memilih terlalu banyak aset. Namun, setelah mahir dan profesional, maka dapat mengeksplorasi peluang profit lebih banyak dari beragam pilihan aset ini.

2. Waktu trading: kapan Anda akan bertrading?

Pasar forex dibuka selama 24 jam mulai Senin pagi hingga Sabtu dini hari. Ini artinya, Anda bisa memilih akan bertrading di siang hari, sore, atau malam, kapanpun ada waktu luang. Platform trading forex masa kini sudah tersedia dalam bentuk software untuk laptop/PC maupun aplikasi mobile, sehingga Anda bahkan bisa memanfaatkan situasi terjebak macet untuk mengincar profit. Namun, sebaiknya Anda menentukan waktu-waktu tertentu untuk menganalisis pasar dan mengeksekusi trading.

Seorang trader yang punya pekerjaan full-time lain, bisa membuat analisis pasar pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor, lalu mengeksekusi trading seusai kerja. Sesi pasar paling ramai adalah pasar Eropa dan Amerika, antara pukul dua siang sampai dini hari, sehingga banyak trader Indonesia memilih beraksi malam hari. Anda bisa menyesuaikan sendiri waktu trading dengan jadwal kegiatan harian.

3. Volume trading: berapa ukuran (lot) per transaksi?

Penentuan ukuran (lot) per transaksi ini harus ditentukan selaras dengan besar modal dan leverage yang dipakai guna menjaga agar dana modal tidak lekas tersapu bersih. Umpama Anda menanamkan modal sebesar $500 dengan leverage 1:100, maka Anda hanya akan punya “kekuatan” untuk bertrading aktual setara $50,000 saja. Dengan dana ini, Anda tak dapat trading forex dengan lot standar ataupun lot mini, melainkan hanya bisa trading dengan lot mikro (0.01 lot atau setara 1000 mata uang dasar).

Semakin besar ukuran lot yang Anda gunakan per transaksi, makin cepat kemungkinan profit terkumpul, tetapi juga makin tinggi pula kemungkinan rugi-nya. Lho, kok bisa? Ya, karena perubahan harga aset dalam trading forex akan langsung direfleksikan dalam bentuk pertambahan keuntungan maupun kerugian dalam saldo akun Anda. Jadi, pastikan volume trading berada dalam jangkauan yang bisa dikendalikan. Apabila masih pemula, gunakan saja lot 0.01 terus dalam setiap posisi trading. Jangan bereksperimen dengan lot penuh (1 lot standar atau setara 100,000 mata uang dasar).

4. Aturan penentuan kapan masuk pasar atau buka posisi (Entry)

Setelah menentukan lot yang akan dipakai, langkah berikutnya adalah membuat aturan kapan Anda akan buka posisi trading. Ini tidak boleh sembarangan, karena dalam forex ada yang namanya analisa dan indikator, baik teknikal maupun fundamental.

Tergantung pada strategi trading apa dan indikator trading apa yang dipakai, setiap orang bisa mengembangkan taktik Entry-nya sendiri. Seseorang yang menggunakan strategi scalping dengan seperangkat indikator Moving Average, misalnya, bisa membuat aturan untuk bertrading hanya jika ada sinyal-sinyal indikator pada timeframe 5 menit atau 10 menit.

5. Aturan penentuan kapan bakal close atau menutup posisi (Exit Strategy)

Kalau sudah ada tata tertib untuk memulai transaksi, tentu harus pula ada tata tertib untuk mengakhiri transaksi. Tata tertib ini biasanya disebut “Exit Strategy” dan meliputi langkah-langkah yang menentukan kapan suatu posisi trading akan di-close, baik itu dalam kondisi profit, loss, ataupun impas (BEP).

Exit Strategy meliputi skenario untuk: Stop Loss (SL), Target Profit (TP), dan Cut Loss (ditutup sebelum mencapai SL maupun TP karena diperkirakan harga akan berbalik arah). Ketiga skenario itu sama-sama mungkin terjadi pada suatu posisi trading, walau tentu potensi profit akan lebih besar kalau strategi yang dipakai lebih akurat dan handal. Sebagaimana Entry, rincian Exit Strategy juga tergantung pada strategi dan indikator yang digunakan masing-masing trader.

6. Aspek sistem trading lainnya

Selain kelima poin di atas, ada lagi hal-hal lain yang bisa Anda kembangkan sendiri setelah belajar forex dan berlatih trading. Diantaranya adalah soal Rasio Risk/Reward (RR) dan Manajemen Risiko. Manajemen Risiko dapat pula disebut sebagai rencana cadangan apa yang akan dilakukan jika posisi trading tidak menguntungkan, beserta aturan-aturan lain yang menentukan cara Anda mengelola akun trading.

Rasio Risk/Reward merupakan rasio perbandingan antara target profit yang diharapkan dengan kemungkinan kerugian. Kadangkala juga diterjemahkan sebagai berapa poin SL dan berapa poin TP. Tentunya tidak lucu jika SL 50 poin, tetapi Target Profit hanya 10 poin. Nah, Rasio Risk/Reward digunakan untuk menimbang aspek ini. Umumnya trader menggunakan RR 1:2, yang berarti apabila SL 50 poin, maka TP harus 100 poin (dua kali lipat SL).

Manajemen Risiko mencakup aturan-aturan yang harus diikuti bila posisi trading loss. Ini erat kaitannya dengan poin kelima. Apakah posisi trading itu akan langsung di-cut loss, atau akan beralih (switching) dari buy ke sell (atau dari sell jadi buy), dan seterusnya. Semua sistem trading ini bisa Anda kembangkan sendiri dari membaca artikel-artikel tentang belajar forex di internet, buku, ataupun berbagi dengan kawan sesama trader.

Pentingnya Sistem Trading Bagi Semua Trader

Sistem trading yang lengkap dan efektif harus mencakup keenam aspek tersebut di atas dan dilaksanakan secara disiplin. Apabila Anda menyimpang dari sistem trading yang telah ditentukan, maka kemungkinan besar Anda akan membuka dan menutup posisi berdasarkan emosi sesaat atau malah bisikan orang lewat. Padahal, gejolak emosi dan rumor seperti itu merupakan faktor penyebab kerugian yang paling sering dialami oleh trader pemula maupun profesional.

Ambil contoh misalnya ketika Anda menyaksikan pergerakan harga berbalik ke arah yang berlawanan dengan prediksi. Awalnya, Anda menganalisis EUR/USD akan meningkat, sehingga membuka posisi buy. Tak dinyana, ketika Anda menengok posisi trading itu satu jam kemudian, pergerakan harga malah menurun dan posisi Anda sudah -15 pips. Apa yang akan Anda lakukan?

Apabila mengambil keputusan berdasarkan emosi, maka Anda bisa jadi akan langsung menutup posisi trading itu, lalu open lagi posisi sell EUR/USD dengan harapan memperoleh profit ketika harga menurun terus. Namun, itu merupakan keputusan yang salah. Bagaimana jika nantinya harga malah berbalik naik lagi!? Bukankah Anda malah akan rugi dua kali!?

Dalam situasi tadi, langkah yang paling tepat bagi Anda cuma satu: menengok sistem trading dan rencana open posisi awal. Perhatikan bagaimana aturan exit Anda. Apakah penurunan harga saat itu sudah mencapai titik exit untuk Stop Loss atau Cut Loss? Jika belum, maka selayaknya Anda biarkan saja posisi itu, karena kemungkinan nanti toh harga akan bergerak naik sesuai prediksi awal Anda. Apabila pergerakan harga sudah memenuhi syarat untuk Stop Loss atau Cut Loss, barulah Anda boleh close posisi tersebut dan mencari peluang trading lain. Hanya dengan cara ini lah Anda dapat mengurangi risiko kerugian dan mencapai profit konsisten dalam trading forex.

Contoh Sistem Trading yang Dapat Diaplikasikan

Apakah masih merasa bingung dengan penjelasan di atas? Untuk membantu Anda belajar forex secara lebih aplikatif, berikut ini contoh sistem trading yang cukup sederhana:

Pilihan Aset: EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY

Waktu Trading: pukul 15:00-20:00, atau bertepatan dengan Sesi London hingga New York

Volume Trading: lot 0.01 per posisi trading

Aturan Entry:

  1. Menggunakan indikator Bollinger Bands sesuai parameter default (bawaan Metatrader).
  2. Apabila harga bergerak melintasi garis tengah Bollinger Bands dari bawah ke atas, maka open Buy. Target profit setara dengan level tertinggi (high) sebelumnya.
  3. Apabila harga bergerak melintasi garis tengah Bollinger Bands dari atas ke bawah, maka open Sell. Target profit setara dengan level terendah (low) sebelumnya).

Aturan Exit:

  1. Rasio Risk/Reward 1:2, artinya jika target profit (TP) sebesar 20 pips, maka level Stop Loss (SL) ditetapkan pada jarak 10 pips dari harga entry.
  2. Close posisi manual jika pergerakan harga pada posisi buy sudah mencapai batas atas Bollinger Bands, atau jika pergerakan harga pada posisi sell sudah mencapai batas bawah Bollinger Bands.

Contoh sistem trading forex ini sangat sederhana, bukan!? Anda juga dapat mengaplikasikannya dengan mudah, berapapun modal awal trading Anda. Sebelum mencoba bikin sistem trading yang lebih baik, maka cobalah trial and error sistem ini dulu pada akun demo. Apabila sudah menguasainya dengan baik, memahami seluk-beluk pembuatan dan pelaksanaan sistem trading forex, barulah Anda dapat mengeksplorasi beragam alternatif lain.

Semua broker forex menyediakan akun demo gratis sebagai sarana bagi trader untuk belajar atau menguji sistem. Anda tak perlu menyetorkan modal sepeserpun untuk trading demo, karena broker telah menyiapkan uang virtual yang bisa diisi ulang. Tujuan akun demo memang untuk belajar dengan bebas, agar Anda memiliki bekal memadai untuk mendapatkan keuntungan. Jadi, manfaatkanlah kesempatan simulasi sistem trading dan memperkaya pengalaman ini semaksimal mungkin sebelum membuka akun forex riil.

Rabo Forex

Panduan SUPER LENGKAP Trading Forex Menggunkan Indikator ZigZag

Berikut adalah Panduan SUPER LENGKAP Trading Forex Menggunkan Indikator ZigZag yang sangat penting dan wajib Anda ketahui untuk meningkatkan efektifitar trading forex Anda.

Tujuan utama daripada strategi perdagangan manapun bahkan bukan untuk mencari sebuah sinyal yang spesifik untuk membuka posisi, tetapi menyaring kebisingan bursa yang bisa memecahkan pola-pola yang bisa diandalkan, dan indikator ZigZag atau ZZ bisa bekerja dengan sangat baik untuk melakukan hal ini.

Omong-omong, singkatan dari kata ini sebenarnya sangat jarang, walaupun hampir semua pedagang yang masih pemula juga sudah mengenali kelompok daripada indikator ini karena adanya indikator yang terkenal ZigZag, yang sudah termasuk dalam paket standar dalam hampir semua terminal perdagangan.

Faktanya, hari ini kita akan membicarakan tentang “zigzag” termasuk juga beberapa modifikasi yang telah dilakukan kepadanya.

Bagaimana cara indikator ZZ bekerja dalam trading Forex

Jika anda melihat ke dalam grafik harga, ZigZag bisa dijelaskan sebagai berikut: indikator ini adalah sebuah garis yang patah (dalam kata lainnya – kurva) yang menyambungkan titik terekstrim daripada pergerakan harga.

Sesederhana itu, indikator ini tidak memberikan sinyal apapun, tidak memprediksi perputarbalikan harga, indikator ini hanya memproses sejarah dalam data dan menyambungkan dua titik terendah dan dua titik tertinggi dengan garis.

Tentu saja, untuk mengijinkan indikator ini menyaring kekacauan dalam pergerakan harga dan menghindari menyambungkan titik terendah dan tertinggi dari dua candle terdekat, maka ada variabel khusus yang ditambahkan ke dalam formula perhitungan indikator ini:

sebagai contoh, ketika anda mencoba untuk menyetel sebuah indikator ZZ standar ke dalam grafik, maka akan tampil layar penyetelan dengan pilihan-pilihan sebagai berikut ini:

  • Depth ialah jarak minimum dalam hitungan balok, dimana indikator ini tidak akan menggambar titik terekstrim terbaru jika ia bergerak menjauhi daripada nilai sebelumnya yang telah ditentukan oleh nilai deviasi;
  • Deviation ialah jumlah minimal dalam hitungan poin, yang mana harga harus melampauinya dari titik terekstrim sebelum indikator ZigZag ini menentukan titik terekstrim berikutnya (ditampilkan dalam bentuk persentase);
  • Backstep ialah jumlah minimal balok diantara titik terekstrim.

Maka dari itu, indikator ZZ ini akan selalu sedikit terlambat dan bahkan terkadang akan menggambar ulang titik terekstrim terendah (tertinggi); jadi indikator ini awalnya akan menggambarnya, dan kemudian jika harga bergerak menembus titik terekstrim berikutnya, indikator ini akan menghapus gambar sebelumnya dan menggambarkan titik yang terbaru ini.

Tentunya, dengan periode yang lebih besar yang ditentukan pada saat penyetelan, maka akan lebih kecil kemungkinan bahwa indikator ini akan menggambar ulang, tetapi reaksi daripada indikator ini juga akan semakin melambat.

Indikator ZigZag dalam strategi trading forex

Seperti yang sudah dicatat sebelumnya, indikator-indikator ini akan menyaring kekacauan pergerakan harga dengan baik, jadi mereka bisa digunakan dengan hasil yang baik pada hampir semua sistem perdagangan jangka menengah, dimana apabila sinyal terlambat sedikit tidak akan memberikan perbedaan yang kritikal.

Omong-omong, contoh praktis pertama untuk bekerja dengan indikator ZigZag ini ialah penggunaannya untuk menciptakan kupu-kupu Gartley.

Figur diatas ini menunjukkan penggambaran dengan indikator ZUP. Jika di awal anda harus dengan cara manual menggambarkan semua sudut kemiringan dengan garis-garisnya untuk pengenalan akan pola, sekarang pengguna MT4 bisa melakukan hal ini dengan menggunakan algoritme special dimana indikator ZZ ini menjadi rumusannya yang sederhana.

Ditambah lagi, anda harus tidak boleh melupakan teori Elliot Wave. Ingat bahwa analisa ombak yang diusulkan oleh Ralph Elliot mengasumsikan bahwa perilaku daripada orang awam dalam bursa keuangan bisa dijelaskan dengan struktur ombak.

Ralph pertama kali menyebutkan pengamatannya pada tahun 1930an daripada abad ke 20, tetapi setelah itu, hanya sedikit perubahan yang terjadi sampai di masa yang sekarang ini, karena hal yang kurang bagus akan teori ombak ini ialah karena teori ini berpegang pada subyektifitas daripada sang pedagang yang membuat gambar ombak tersebut.

Indikator ZZ ini akan membantu untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut, karena secara tidak langsung indikator ini menunjukkan titik ombak tersebut pada grafik harga, jadi bisa mengijinkan sang pedagang untuk mengenali awal dan akhir daripada ombak yang terjadi pada masa yang tepat. Dalam waktu belakangan ini, bahkan sudah tersedia penasihat ahli khusus yang bekerja berdasarkan teori Elliot.

Dan untuk strategi-strategi perdagangan dengan menggunakan ZigZag sebagai penyaring, penjelasan mereka bisa tidak akan berakhir, karena pada hari ini ada ratusan yang seperti mereka tersedia di luar sana, dan daftar ini bahkan secara konstan terbaharui dengan ide-ide baru. Satu hal yang harus dicatat ialah indikatorini akan menunjukkan hasil yang terbaik jika digunakan berbarengan dengan rata-rata bergerak dan tingkatan-tingkatan tertentu (ketika berdagang pada pemantulan harga).

Indikator ZZ makakah yang sangat berguna?

Melanjutkan daripada topic tingkatan, kami harus mencatat bahwa sebuah solusi yang baik ialah indikator ZigZag ini dimodifikasi dengan desain untuk menentukan tingkatan-tingkatan penopang/penahan. Algoritma ini bisa ditemukan dengan nama ZZ SR TL melalui internet, dan akan memiliki tampilan seperti yang ditunjukkan sebagai berikut:

Seperti yang anda bisa perkirakan, indikator ZZ SR TL ini membangun tingkatan-tingkatan melalui setiap titik paling ekstrim. Walaupun hal tersebut terlihat sangat tidak berguna, hal itu memiliki sebuah fungsi yang sangat penting – hal itu akan membuat anda mampu menghemat waktu, karena jika dalam kasus anda mematikan terminal secara tidak benar, atau secara tidak sengaja anda menutup grafik layar anda sehingga gambar-gambar tersebut hilang, akan lebih mudah bagi anda untuk memulihkan kembali layar-layar tersebut dengan menggunakan indikator daripada anda membangunnya dari awal.

Satu lagi indikator yang sangat menarik ialah indikator ZigandZag, dimana penciptanya masih mencoba untuk membuat strategi perdagangan zigzag tanpa penggunaan kriteria tambahan maupun metode tambahan, dan menambahkan sinyal-sinyal untuk membuka dan menutup posisi dengan ZigZag. Indikator ini ditampilkan sebagai berikut:

Algoritma perdagangan yang digunakan oleh indikator yang disebutkan di atas ini sebenarnya sangat sederhana – jika panah ke atas muncul, maka kita akan membuka posisi beli, dan jika ada panah ke bawah muncul, maka kita akan membuka posisi jual. Keuntungan dan kerugian ditentukan ketika ada lingkaran kecil berwarna yang muncul. Penyempurnaan daripada indikator ini juga bisa dilakukan dan optimalisasi bisa dilakukan dengan hanya penyetelan dua hal ini:

  • KeelOver – semakin rendah nilai ini, akan semakin berkurang fluktuasi gangguan yang akan mempengaruhi hasil yang akan didapatkan yaitu selain daripada menyetel keseluruhan tiga parameter (seperti versi orisinilnya), maka pedagang hanya perlu menyetel satu nilai saja;
  • Slalom – kriteria yang bertanggung-jawab untuk melihat frekuensi daripada kemunculan sinyal-sinyal: semakin tinggi nilai ini, maka akan semakin sedikit panah-panah ini akan muncul (hanya pola-pola yang paling bisa diandalkan yang akan tersisa).

Kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan daripada indikator-indikator zigzag

Untuk merangkumkan hasil-hasil daripada survey sederhana di hari ini, kami harus mengatakan beberapa kata tentang hal-hal yang buruk tentang algoritma seperti ini, dan yang pertama kali yang harus kita perhatikan ialah keterlambatannya, jadi indikator ZZ tidak bisa digunakan untuk strategi-strategi scalping untuk sinyal-sinyal tersebut, hanya area yang dimana ia bisa berguna ialah untuk mencari dentuman-dentuman harga.

Satu hal lagi yang buruk dengan indikator ini ialah asosiasinya dengan algoritma yang sudah dibangunnya.

Di awalnya, hal ini tidak pernah disebutkan, tetapi saat ini grafik Renko yang dibangun berdasarkan jumlah balok harga mengkoordinasikan sebuah sistem yang lebih efektif untuk mengontrol kekacauan pergerakan harga, dan keterlambatan dengan hal ini akan lebih rendah daripada dengan konstruksi zigzag yang menggunakan cara harga-waktu.

Di sisi lainnya, indikator yang kita bahas hari ini sangat mudah untuk digunakan, karena jikalau anda harus memasang penasihat ahli khusus atau indikator-indikator khusus untuk menciptakan grafik Renko pada MT4 dan kemudian membuka sebuah layar terpisah dengan kurun waktu yang unik, indikator ZZ ini sudah dimasukkan ke dalam paket standar dari terminal manapun dan siap sedia untuk digunakan.

Peringkat broker opsi biner:
Di mana menginvestasikan uang
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: